Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Berangkat berbulan madu


__ADS_3

Akhirnya setelah berhenti terkekeh karena ulah Aska dan Haikal. Ariana dan Orion segera memasuki mobil. Di bangku depan, sudah tampak paman Jason asistent pribadi pak Alvian duduk di belakang kemudi.


"Tuan muda dan nona muda terlihat bahagia sekali sepertinya, syukurlah!" Ujar paman Jason mencoba berbasa basi.


"Tentu saja dong Paman, memangnya paman jomblo!" Seloroh Orion pada pria yang kini terkekeh mendengar celotehannya.


"Orion, jangan bicara tidak sopan begitu dong dengan paman Jason. Kamu tuh kebiasaan ya!" Sungut Ariana sambil mencubit pelan perut Orion.


"Augh..ini sakit tahu! Lagipula aku dan paman Jason itu hanya bercanda, ya kan paman?" Rengek Orion seraya memberi penjelasan pada istrinya yang kini tengah menatapnya dengan muka masam.


Mendengar itu paman Jason hanya tersenyum. "Tidak apa-apa nona muda, lagi pula yang di katakan tuan muda itu ada benarnya juga. Hehe."


"Makanya Paman, jangan hanya sibuk bekerja saja. Carilah kenalan seorang wanita. Agar Paman tidak jomblo lagi." Sudah kebiasaan Orion kalo bicara memang suka ceplas ceplos.


"Orion kamu..!" Ariana sudah tampak mendengus. Ia benar-benar tidak suka Orion yang seperti itu.


"Oh..ya ampun. Maafkan aku tuan putri, sepertinya kenapa aku selalu salah bicara. Maaf ya?" Ujar Orion sambil memanyunkan bibir bawahnya hingga terlihat lucu.


Mau tidak mau melihat tingkah Orion yang seperti itu Ariana tidak tahan untuk tidak tertawa. "Mukamu biasa saja bisa tidak?" Ariana menahan tawa seraya menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


Sedangkan Paman Jason yang melihat tingkah mereka berdua melalui kaca sepion hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum. "Kalo melihat kalian seperti ini terus, bisa-bisa jiwa jomblo ku meronta-ronta." Seloroh Paman Jason seraya mulai menghidupkan mesin mobilnya.


"Nah..kan, sudah ku bilang paman carilah..." Orion belum sempat melanjutkan kalimatnya, tapi Ariana sudah keburu mencubit pipi Orion gemas. "Augh..ini sakit sayang, kamu kenapa suka sekali mencubit ku!" Keluh Orion seraya mengusap-usap pipinya yang bekas di cubit Ariana tadi.


"Sudah ku bilang, jangan bicara tidak sopan kepada orang yang lebih tua, apa kamu tidak mendengarkanku hah!" Ujar Ariana dengan suara lirih agar tak di dengar oleh Paman Jason.


"Hah..Ya ampun, bisa nggak kamu cium aku saja daripada mencubitku?" Keluh Orion lagi sambil menatap manja ke arah Ariana.

__ADS_1


Bicara apa sih dia ini, masih sempat-sempatnya dia menggodaku di saat aku marah begini.


Paman Jason masih mengawasi aksi mereka dari kaca sepion sambil tersenyum geli sendiri. Mereka tampak sangat serasi dan lucu pikirnya.


Mobil pun sudah mulai memasuki jalan raya yang tampak ramai, sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju ke bandara.


*****


Akhirnya setelah tadi sempat bermacet-macetan di jalanan, mereka sampai juga di bandara xxxxx. Ariana dan Orion sudah tampak keluar dari mobil dan bersiap-siap mengeluarkan barang bawaan mereka dari bagasi mobil. Paman Jason juga tampak sibuk membantu mereka.


Selang beberapa waktu, tiba-tiba saja ponsel Orion berdering. Sejenak Orion menghentikan aktifitasnya dan segera mengangkat panggilan di ponselnya.


"Halo!" Seru Orion tanpa melihat siapa nama si penelpon.


"Halo..Nak, apa kamu dan istrimu sudah ada di bandara?" Ujar suara di ujung telpon yang tak lain dan tak bukan adalah Pak Alvian.


"Oh..syukurlah, Selamat bersenang-senang ya anakku, jangan lupa bawa cucu untuk ayah saat pulang ke rumah nanti, hehe." Ujar Ayah menggoda Orion.


Mendengar celotehan ayahnya, Orion hanya berdecak seraya tersenyum simpul. "Ayah pikir membuat cucu itu mudah? Haha." Seru Orion seraya tertawa.


"Entahlah..Haha." Jawab ayah tergelak.


Orion menggeleng-gelengkan kepalanya mendengarkan celotehan ayahnya untuk sekali lagi.


"Sudah ya Yah..Aku takut ketinggalan pesawat, nanti nggak jadi deh bulan madunya, kalo nggak jadi, bagaimana aku bisa membawakan cucu untuk ayah..Hehe." Orion berseloroh di akhir pembicaraannya dengan Ayah. Dan selorohnya itu hanya di sambut tawa oleh ayahnya sebelum akhirnya beliau menutup telponnya.


*****

__ADS_1


Ariana dan Orion kini sudah berada di dalam pesawat. Orion mempersilahkan Ariana untuk duduk terlebih dahulu di dekat jendela. Orion tahu Ariana belum pernah naik pesawat sebelumnya, jadi Orion ingin Ariana bisa menikmati pemandangan luar lewat jendela pesawat.


Ariana sudah tampak duduk manis di tempatnya, kini giliran Orion duduk di sebelah Ariana. Dan tanpa malu-malu, Orion segera mendaratkan ciumannya di pipi istrinya. Entah kenapa ia ingin sekali melakukannya. Melihat mata Ariana yang tampak berbinar karena bisa melihat pemandangan malam melalui jendela kaca pesawat, membuatnya menjadi gemas dan ingin mencium pipi istrinya itu.


"Orion kamu apa-apaan sih, kan malu di liahatin orang banyak tuh." Ujar Ariana yang kini mukanya tampak memerah karena malu. Tadi ia juga sempat memergoki beberapa orang menoleh ke arah mereka.


"Kenapa harus malu, kan kita suami istri." Ujar Orion seraya memasangkan sidbell untuk Ariana. Selesai dengan itu ia tampak merapikan jaket yang di kenakan oleh istrinya itu. "Kamu harus memakai jaketmu dengan benar, karena sepertinya AC nya terlalu dingin." Dan terakhir mencium kening wanita yang di hadapannya itu dengan lembut.


Ariana hanya bisa menatap Orion tanpa bisa berkata-kata saat suaminya melakukan semua itu untuknya. Tiba-tiba saja hatinya menghangat hingga terasa ke pipinya yang kini sudah bersemu merah.


Beberapa orang yang sempat melihat adegan romantis Orion dan Ariana tadi, hanya bisa menahan senyum geli, dan ada juga seolah menatap mereka dengan iri. Dan ada yang berkata mereka terlihat sangat serasi. Semua hanya tampak berbisik-bisik. Tapi Orion seolah tak ingin peduli dengan celotehan orang lain tentang mereka.


Orion segera menarik kepala istrinya pelan ke arah pundaknya. Agar istrinya itu bisa beristirahat dengan nyaman di sisinya.


Dengan malu-malu seraya tersenyum, Ariana hanya bisa menurut. Dan tanpa segan melingkarkan tangannya sendiri di tangan Orion. Melihat itu Orion tersenyum dan mengelus kepala Ariana yang terbalut hijab itu dengan lembut. Ariana mendongak ke arah Orion yang sedang tersenyum. Lalu timbul keinginannya untuk memberikan sebuah ciuman manis di pipi suaminya itu meskipun kilas.


Perasaan Orion pun menjadi hangat, ia senang dengan cara istrinya menunjukkan perasaan cintanya. Meskipun kadang terlihat malu-malu, tapi baginya Ariana itu penuh kejutan.


Samar terdengar suara seorang pramugari yang menggunakan pengeras suara, mengabarkan kalo pesawat akan segera terbang dan menyarankan agar seluruh penumpang untuk segera memasang sidbell mereka masing-masing.


Sambil terus menggenggam erat tangan istrinya, Orion berusaha mengedarkan pandangannya ke segala arah. Dan ia merasa terkejut saat mendapati seseorang yang pernah di kenalnya.


Awalnya Orion merasa ragu. Tapi kali ini ia merasa itu benar orang yang ia kenal saat orang yang kini di tatapnya juga menatap ke arahnya seraya melambaikan tangan kepadanya.


"Kamu..." Gumam Orion sedikit ragu.


Gadis itu hanya tersenyum seraya mengangguk. "Ya..ini aku!" Serunya masih dengan melambaikan tangan ke arah Orion.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2