Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Persiapan bulan madu (Part 2)


__ADS_3

Ariana tampak sibuk berkemas mengemasi barang-barang yang akan di bawanya nanti saat bulan madu. Sedangkan Orion masih tampak tertidur pulas di atas ranjang. Ariana buru-buru ingin menyelesaikan pekerjaannya sebelum malam tiba. Tak lupa juga ia mengemasi barang-barang milik Orion. Ariana begitu terlihat telaten dengan pekerjaannya itu. Dan sekarang semuanya sudah tampak beres. Di liriknya jam dinding, masih menunjukkan jam 4 sore. Sudah masuk waktu shalat ashar, pikirnya. Ia pun berinisiatif untuk membangunkan suaminya yang masih tampak terlelap.


Tiba-tiba Ariana ada keinginan untuk menjahili suaminya yang sedang tertidur itu. Gadis itupun tampak tersenyum geli sendiri saat sebuah ide terlintas di kepalanya. Dengan langkah pelanggar tak menimbulkan suara ia bergegas ke meja rias dan mengambil sebuah lifstik miliknya. Dan masih dengan langkah mengendap-endap kembali menghampiri suaminya.


"Sayang, maafkan aku ya kalo aku iseng, aku ingin tahu kamu cantik juga nggak kalo pake lifstik?" Ujar Ariana setengah berbisik dan di iringi pula dengan senyum gelinya. Kemudian perlahan ia mulai memoles lifstik yang ada di tangannya ke bibir Orion. "Ya..ampun sayang, kamu terlihat manis sekali, sepertinya kalo kamu sungguh wanita, aku akan benar-benar kalah cantik darimu." Serunya lagi sesaat sudah berhasil memoles bibir suaminya dengan lifstik. Dan lagi-lagi ia tersenyum gali sendiri.


Karena merasa berisik mendengar suara tawa Ariana, Orionpun perlahan menggeliat dan terbangun. Ia buru-buru mengubah posisinya menjadi duduk meskipun matanya belum terbuka sempurna. "Sayang, kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?" Seru Orion merasa heran setelah berhasil membuka mata dan mendapati istrinya bertingkah aneh.


Bukanya menjawab tawa Ariana malah makin pecah. Ia tergelak karena mendapati Orion yang kini terlihat cantik. Begitu pikirnya.


"Sayang! Kamu kenapa? Apa kamu salah minum obat?" Orion masih merasa bingung.


"Ahaha..bukan sayang. Coba kamu lihat wajah kamu ke cermin!" Seru Ariana seraya menarik tangan suaminya agar mau mengikutinya ke arah cermin.


"Ah..ya ampun!" Keluh Orion, tapi mau tidak mau ia menuruti langkah istrinya.


"Coba lihat wajahmu? Kamu cantik banget, aku sampai kalah cantiknya, hehe." Ujar Ariana saat mereka berdua sama-sama sudah berada di depan cermin.


Orion pun segera melirik tajam ke arah istrinya yang masih tertawa kegelian. "Jadi kamu senang dengan penampilanku seperti ini? Apa itu membuatmu tertawa bahagia hemm!" Ujar Orion pura-pura marah.


"Maafkan aku sayang,aku hanya bercanda." Ujar Ariana sambil menahan senyumnya.


"Oke aku maafkan? Tapi ada syaratnya!" Seru Orion sambil menatap istrinya penuh arti.


Seketika Ariana mengerutkan dahinya. "Kok gitu!" Serunya dengan nada bingung.


"Kamu harus ganti rugi, karena muka tampanku ini sudah kamu acak-acak dan itu membuatmu senang kan? Jadi kamu harus membayarnya sekarang." Berkata menghadap ke arah Ariana.


Ariana pun tergelak. "Haha konyol, masa' begitu saja aku harus ganti rugi. Kamu perhitungan sekali." Sungut Ariana pura-pura merajuk.

__ADS_1


"Syaratnya gampang kok, kamu hanya perlu menghapus lifstik ini dari bibirku."


"Oh..jadi cuma itu." Sela Ariana cepat sambil tangannya mulai maju mengarah ke bibir Suaminya.


"Eh..menghapusnya bukan pakai tangan, aku nggak mau!" Tolak Orion seraya memegangi tangan istrinya yang hampir menyentuh bibirnya.


"Terus pakai apa dong?" Ariana menatap mata Orion dengan tatapan polos. Membuat Orion gemas dan segera ingin mendaratkan ciumannya di bibir manis istrinya itu.


"Eh.." Ariana tampak terkejut saat bibir Orion sudah mulai menempel di bibirnya.


Hah dasar. Ternyata ini yang dia maksud. Ariana tersenyum.


*****


Langit sore yang di hiasi senja, kini sudah berubah menjadi hitam pekat yang di penuhi bintang-bintang. Malam sudah menjelang, Ariana dan Orion sudah tampak bersiap-siap memasukkan segala barang bawaannya kedalam bagasi mobil, di bantu oleh Aska dan Haikal.


"Kakak! jangan lupa oleh-olehnya ya!" Seru Haikal saat semua sudah tampak beres.


Seketika Orion memiting leher Aska. "Bicara apa kamu anak ingusan!" Ujar Orion pura-pura marah.


"Hehe..Maafkan aku kak, aku hanya asal bicara tadi." Sergah Aska sambil nyengir ke arah Kakaknya itu.


Ariana hanya bisa tersenyum melihat pemandangan itu. Kakak beradik itu selalu tampak lucu, pikirnya.


"Kalian bicara apa sih, aku malah tidak mengerti!" Ujar Haikal dengan wajah polosnya.


Melihat itu, Ariana mengelus lembut rambut Haikal. "Memang sebaiknya anak kecil tidak perlu mengerti pembicaraan orang dewasa." Seru Ariana sambil mencubit pelan pipi Haikal yang tampak menggemaskan itu.


"Yasudahlah kalo begitu. Sebelum kakak ipar pergi, aku boleh kan peluk kakak ipar, hehe." Ujar Haikal sambil nyengir malu-malu. Dan ucapannya itu berhasil membuat Orion dan Aska melongo.

__ADS_1


Sedangkan Ariana malah merentangkan kedua tangannya bersiap untuk memeluk Haikal. "Sini!" Serunya seraya tersenyum.


"Jangan...jangan! apa-apaan ini!" Sela Orion cepat sambil badanya menghalangi langkah Haikal yang tadi bersiap menghambur ingin memeluk Ariana.


Melihat itu Aska hanya tersenyum geli. "Makanya Haikal, jangan Modus." Serunya seraya tergelak.


"Benar, anak ini kecil-kecil pandai modus juga." Orion menambahkan. Berkata sambil melipat tangannya ke dada dan menatap tajam ke arah Haikal.


"Kalian itu kenapa sih?" Ariana malah berbalik menatap tajam ke arah Orion dan Haika secara bergantian. "Haikal kan masih kecil, mana mungkin modus." Sungut Ariana sambil memasang muka masam.


"Iya..Aku nggak modus kok, kenapa sih kalian curigaan saja, masa' kalian cemburu sama anak kecil." Seru Haikal merasa menang karena di bela oleh Ariana sebelumnya.


"Cih..untuk apa aku cemburu, tapi sebenarnya aku juga mau sih di peluk sama kakak ipar Kalo boleh." Lagi-lagi Aska berseloroh seraya tersenyum geli.


Mendengar itu mata Orion langsung melotot ke arah Aska. Sekarang tampak Haikal yang tertawa kegelian. "Menyenangkan sekali ya, bikin Kak Orion cemburu. Dasar budak cinta!" Ejek Haikal masih dengan tergelak.


"Kalian ya! Beraninya kalian menggodaku dari tadi!" Seru Orion pura-pura kesal.


"Haikal ayo kabur, ada budak cinta lagi ngamuk!" Aska tergelak sambil buru-buru berlalu dari hadapan Orion dan Ariana.


"Tunggu aku kak Aska, aku takut ada budak cinta marah-marah, mengerikan ih!" Aska menimpali dan turut berlari di belakang Aska kakak keduanya.


"Hah..Dasar bocah ingusan, sembarangan saja mengataiku, awas saja nanti kalo aku sudah pulang dari bulan madu." Rutuk Orion sedikit kesal. Tapi ujung-ujungnya ia tersenyum juga melihat tingkah laku kedua adiknya yang suka menjahilinya.


Melihat pemandangan tadi, Ariana hanya bisa tersenyum geli. Apalagi melihat ekspresi wajah Orion yang tampak lucu. Mukanya jadi merah padam karena di jahili kedua adiknya.


"Sayang! Kenapa kamu jadi ikut-ikutan tertawa sih!" Sungut Orion sambil memasang wajah merajuk. Dan itu jadi terlihat bertambah lucu di mata Ariana.


"Habisnya kamu lucu sih! Hehe." Ujar Ariana sambil berusaha menahan tawanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2