
Sedikit cerita tentang Abel dan Ria. Dulu sebelum mereka berdua mengenal Pinkan. Mereka adalah sahabat dekat Ariana. Dari SD mereka bertiga selalu bersama-sama. Rumah mereka juga tidak jauh dari kompleks ruko milik Ariana. Tapi entah mengapa sejak memasuki SMA dan mengenal Pinkan sikap mereka jadi sedikit berubah pada Ariana. puncaknya waktu kelas tiga SMA. mereka juga jadi sering ikut-ikutan Pinkan mengganggu Ariana. Pinkan yang merasa cemburu pada Ariana karena merasa gebetannya yang bernama Angga di rebut Oleh Ariana. Padahal kenyataannya Angga lah yang selalu mengejar-ngejar Ariana. Dan Pinkan tidak terima itu. Sehingga ia sering melakukan Teror pada Ariana.
Ariana pun sempat mencurigai Pinkan. bahwa Pinkan lah yang menyebarkan pesan berantai waktu itu. Pesan berantai tentang sekandal dirinya dengan seorang anak pengusaha yang tak lain dan tak bukan adalah Orion. Tapi Ariana tak memiliki bukti apapun untuk itu. Karena sebab itu ia tetap diam sampai saat ini.
Balik lagi ke Ria dan Abel. Tiba-tiba saja setelah pulang dari sekolah mereka mampir ke ruko Ariana. Seperti kebiasaanya dulu. Ibu Rima langsung mempersilahkan mereka berdua untuk menemui Ariana di kamarnya.
"Tumben kalian berdua mau main lagi kesini?" Ujar Ariana setelah mereka berdua ada di dalam kamarnya.
Ria dan Abel saling pandang untuk sejenak. Dari sorot mata mereka berdua terlihat sedang menyembunyikan sesuatu.
"Ariana. Kami kesini karena kami mau minta maaf padamu." Ria membuka suara terlebih dulu.
"Benar. Kami merasa sudah keterlaluan padamu. Maukah kamu memaafkan kami. kami sungguh menyesal." Abel menyahut dan mukanya terlihat sedang sungguh-sungguh dengan yang di ucapkanya.
__ADS_1
"Ya. maaf kan kami ya. Kira-kira bisa tidak kita bersahabat seperti dulu lagi."
"Ya..kami tau kami salah. Ternyata Pinkan bukanlah teman yang baik. Dia itu egois. ternyata kamulah yang benar-benar sahabat kami."
Ria dan Abel bicara bergantian.
"Memangnya apa yang sudah Pinkan lakukan pada kalian?"
"Iya..Kemarin Dia ketahuan menyontek oleh Guru mate-matika. Tapi dia berkilah kalo kertas contekannya itu berasal dari kami. akhirnya kamilah yang di hukum untuk membersihkan seluruh halaman sekolah." Ria berusaha menambahkan. "Dan yang lebih parahnya lagi saat anak-anak lain menertawakan kami, dia malah ikut-ikutan menertawakan tanpa merasa bersalah sedikitpun..Apa itu yang di namakan teman. kami sudah muak dengan tingkahnya."
"Kita jadi sahabat lagi ya seperti dulu. Plise mau ya?" Ujar Ria dan abel bersamaan sambil dengan tangan memohon.
"Ya..aku maafkan kalian. Aku juga mau kok jadi sahabat kalian lagi." Ariana tersenyum riang.
__ADS_1
Seketika Ria memeluk Ariana yang di ikuti pula oleh Abel. Mereka berpelukan bertiga. sahabat yang dulu pernah renggang kini telah kembali.
"Hei..Tapi peluknya jangan keras-keras begini dong. Aku jadi nggak bisa bernafas nih." Ujar Ariana seraya tertawa senang.
Abel dan Ria melepaskan pelukannya.
"Terimakasih ya Ariana. Kamu baik sekali. Kamu mudah sekali memaafkan kami. Jujur sebenarnya aku kangen sekali kita yang dulu. Sejak SD kan kita selalu sama-sama." Mata Abel sudah mulai berkaca-kaca.
"Iya.. mulai sekarang. Kita janji akan jadi sahabat selamanya. Janji!" Ria mengacungkan kelingkingnya pada kedua sahabatnya itu.
Kemudian jari kelingking itu di sambut Ariana dan Abel. "Ya janji. Sahabat selamanya." mereka berdua bicara bersamaan. Kemudian saling tertawa dan berpelukan lagi.
BERSAMBUNG...
__ADS_1