Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Menemui Orion


__ADS_3

Ariana akan bersekolah kembali setelah melangsungkan pernikahan. Begitulah janji Pak Alvian padanya. Beliau sendiri yang akan mencarikan sekolah untuk Ariana. Makanya selama seminggu ini sebelum hari H pernikahanya adalah hari bebas baginya. Hari bebas jadi seorang siswi maupun hari bebas jadi seorang istri nantinya. Istri...entah mengapa kata-kata itu masih saja membuatnya merinding. Benar-benar tak di sangka ia akan menjadi seorang istri di usia yang sangat muda. 18 tahun. Coba bayangkan. Bahkan sekarang ia tak memiliki teman untuk curhat. Teman-temannya telah menjauhinya sekarang. Teman rumah juga. tak ada yang mau bermain lagi dengannya. Semua gara-gara gosip murahan itu. Ia jadi tergerak juga untuk mencari pelakunya. Demi mengembalikan harga dirinya dan juga membuktikan bahwa semua ini bukanlah kesalahannya dan juga keinginannya.


Pagi-pagi sekali Ariana sudah berada di rumah Orion. Ia bermaksud mengembalikan belanjaannya yang tertukar dengan milik Orion.


"Kenapa pagi-pagi sekali kamu sudah datang kesini. Sebegitu kangen kah kamu padaku hingga sepagi ini sudah berada disini. Padahal baru kemarin kita jalan berdua." Orion tersenyum nakal. Muka Ariana pun langsung merona merah.


Kenapa sikapnya jadi berubah-ubah seperti itu sih. kadang ketus, kadang manis. menyebalkan sekali. Apa jangan-jangan dia itu mengidap kepribadian ganda. Sikapnya sulit sekali di tebak.


"Jangan salah sangka dulu. Aku kesini hanya ingin mengembalikan ini. sepertinya barang belanjaan kita tertukar kemarin."


Sementara itu tiba-tiba Aska muncul melewati mereka berdua menuju dapur.


Jadi kemarin Kak Ariana jalan berdua dengan Kakak sakit jiwa ini. Pasti ini rencana ayah untuk mendekatkan mereka berdua.


"Hei..tidak usah malu-malu begitu. Kalo hanya menukar barang kan kamu bisa menelponku. Pasti aku akan segera ke rumahmu agar kamu tidak perlu repot-repot datang kemari. Ah tapi sepertinya karena kamu terlalu kangen padaku jadi kamu yang datang kesini ya."


Hei..bicara apa dia. Apa dia benar-benar salah minum obat sampai-sampai harus mengeluarkan kata-kata menjijikan itu dari mulutnya.


Aska kembali melewati mereka berdua sambil menenggak minuman ringannya tanpa menoleh. Sepertinya ia cemburu. Atau sebenarnya Orion sengaja memanas-manasi Aska.


"Apa yang kamu bicarakan sih. Kamu salah minum obat ya?" Bicara setelah Aska kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Hah..sudahlah. Aku juga nggak serius ngomong begitu tadi. Haha aku hanya sengaja memanas-manasi Aska. Lihat wajahnya tadi. Haha lucu sekali. Apa seperti ekspresinya saat cemburu. Benar-benar lucu sekali. Bahkan aku tidak menyangka kenapa si introvert itu bisa begitu menyukaimu."

__ADS_1


Ariana memandang cemberut ke arah Orion. pandangannya terlihat serius kali ini.


"Hei..kenapa matamu itu. Kamu terlihat mengerikan kalo seperti itu." Seketika Orion menghentikan tawanya.


"Aku tidak menyangka kamu akan sejahat itu pada Aska. Aska kan adikmu. Kenapa kamu tega sekali begitu padanya."


"Kenapa kamu marah. Aku hanya sedikit menggodanya."


Ariana masih tampak cemberut.


"Yasudah kalo kamu sepeduli itu padanya. kenapa tidak datang saja ke kamarnya dan menghiburnya. Pasti dia akan suka dan menurut padamu seperti kucing peliharaan. Kamu juga suka kan dengan bocah ingusan itu." Pergi meninggalkan Ariana sendiri di ruang tamu. Kemudian melangkah besar-besar menuju kamarnya sendiri dengan perasaan kesal.


Kenapa dia itu. Huh..benar-benar orang yang aneh. Sampai-sampai aku tidak tahu apa yang ada dalam otaknya. Suasananya sulit sekali di tebak. Ariana.


*******


"Ayo ikut Aku." seru Aska. Ariana pun menurut dan mereka berjalan menuju halaman belakang dekat kolam renang.


"Kenapa kamu membawaku ke sini?"


"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengobrol berdua saja denganmu tanpa di ganggu oleh kak Orion."


Sementara itu Orion setengah berlari keuar dari kamarnya. Ia menuju halaman belakang. ia bersembunyi di balik pohon besar agar tak terlihat oleh Aska dan Ariana. Berusaha mendengarkan percakapan mereka berdua. karena masih tak terdengar. ia menempelkan telinganya sangat dekat dengan pohon. tanpa ia tau semut-semut mulai merayapi badanya.

__ADS_1


"Ah sial..apa ini. badanku jadi gatal sekali." Serunya seraya beranjak dari tempat itu. karena mendengar suara berisik. Aska dan Ariana reflek melihat ke arah Orion.


Ariana tetawa geli melihat tingkah Oriom yang berjingkat-jingkat karena badanya di penuhi dengan semut. Aska juga turut tersenyum puas.


Sekarang terbukti kan. ternyata ka Orion juga sudah mulai memperhatikan Ariana.


"Hei Aska..kenapa masih saja diam di situ. cepat kemari bantu aku menyingkirkan mahluk kecil sialan ini."


"Maaf Kak..sepertinya aku sedang sibuk. Kakak usaha saja sendiri." Masih dengan tersenyum memgejek.


"Hei jangan bercanda kamu. Awas ya nati aku balas kamu."


Ariana dan Aska datang mendekat untuk memeriksa keadaan Orion. Wajahnya tampak lucu dwngan banyaknya bentol besar dimana-dimana.


"Wah wajah seperti ini sepertinya cocok denganmu."


Aska terkekeh.


"Diam kamu. Bagaimanapun juga aku akan tetap terlihat tampan huh."


"Hahaha..kakak kau terlihat konyol sekali."


"haha..ya..kamu benar Aska." ariana turut tertawa.

__ADS_1


"Hah..dasar payah." pergi berlalu.


BERSAMBUNG..


__ADS_2