Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Main bersama


__ADS_3

Sore ini ruko Ariana tampak ramai dengan canda tawa teman-teman Ariana juga teman Orion. Ada Abel dan Ria. Juga ada Reno. Dan Aska juga Haikal turut datang rupanya.


Mereka sedang asik main monopoli. Bagi yang kalah akan di pakaikan bedak bayi di mukanya. Daritadi Reno selalu saja kalah. Kini bedak bayi sudah memnuhi mukanya hingga membuatnya terlihat seperti hanoman. Haha..Tahu kan kera putih dalam legenda ceirta rakyat jawa. Bagi yang nggak tahu boleh searching di googel😊.


"Oh..ya ampun. Aku tidak mau main lagi kalo begini caranya. Apa-apaan ini.Masa' aku kalah terus. Hah..sudah. Aku capek." Gerutu Reno sambil berusaha menghapus bedak yang ada di mukanya.


"Huh..Kak Reno curang. Masa' mainnya udahan. Nggak seru ah. "Ujar Abel.


"Iya..kak Reno nggak seru." Ria ikut menimpali.


Ceritanya mereka sudah berkenalan sebelumnya tadi. Saat mereka bertemu dan berkumpul di ruko Ariana seperti sekarang ini. Abel dan Ria juga sudah berkenalan dengan Aska dan Haikal.


"Jangan ajak main kak Reno. Dia itu payah." Ujar Aska yang kini tampak mengocok kartu.


"Hei..siapa bilang aku payah. Kalian saja yang mainnya curang. Kalian sengaja ingin mengerjaiku kan." Sergah Reno tak mau kalah.


"Sudahlah Kak. Mengaku saja. Permainanmu memang payah. Payah!" Haikal malah memanas-manasi dan membuat semuanya jadi ikut tertawa.


"Kalia curang. Kalian sengaja mengeroyokku untuk memojokanku. "Reno pura-pura marah." Hei..Orion. Kenapa kamu dari tadi diam saja melihat temanmu di aniaya sperti ini. Hah..dasar payah. Teman macam apa kamu ini." Lanjut Reno dengan muka merajuk.

__ADS_1


Orion hanya tersenyum. "Mereka memang benar. Kamu ini memang benar-benar payah. payah seribu kali." Lanjutnya dengan suara datar.


"Apa kamu bilang. Kamu malah membela mereka daripada membelaku." Reno tampak membelalakan matanya tak percaya dengan yang di ucapkan Orion barusan.


"Memangnya kamu siapa sampai aku harus membelamu."


"Apa..ha ! kamu ini." Reno benar-benar kesal sekarang.


Sedangkan yang lain malah tergelak melihat ekspresi frustasi yang di pasang Reno.


"Hei..sudah-sudah. Kenapa kalian memojokkan Reno terus." Ujar Ariana yang baru kembali dari dapur dengan membawa nampan berisikan minuman ringan dan berbagai camilan agar bisa di nikmati bersama.


"Siapa bilang. Aku malah belum kebagian membedakimu daritadi. Jadi aku ingin membedakimu sekarang. Jadi ayo..kita main lagi. Hehe." Ariana tersenyum meledek


"Hah..sudahlah. Ternyata kamu sama saja. Memang suka kalo melihatku menderita." Reno merajuk.


"Kak Reno jangan bilang begitu dong. lni kan cuma permainan." Ujar Abel.


"Benar. Ayo main lagi. Kartunya sudah di bagi tuh sama Aska. Cepat angkat kartumu kak. Siapa tahu kamu beruntung kali ini." Ria menyemangati.

__ADS_1


"Sudah ku bilang aku tidak mau main lagi. Aku bosan." Masih memasang muka merajuk.


"Kalo nggak mau. Biar aku yang mainkan saja kartumu. Aku akan menggantikanmu yang payah itu." Ujar Orion yang daritadi hanya menonton. Entah kenapa tiba-tiba saja ia tertarik untuk bermain sekarang.


"Lihatlah..Kartumu jadi menang di tanganku. Haha." Ujar Orion bangga. Dan kini yang kalah adalah Ariana.


"Jadi sudah tahu kan harus di apakan yang kalah." Lanjut Orion seraya bersiap-siap membedaki Ariana.


"Hei..tunggu..!" Teriaknya saat semua sudah bersiap menyerang Ariana dengan bedak yang masing-masing di tangan mereka.


"Kakak Ipar. kamu tak bisa menghindar lagi." Ujar Aska dan Haikal bersamaan. "Ayo serbu!" Lanjutnya penuh semangat.


"Huahhh..kalian curang. Mainnya keroyokan. aku tidak mau main lagi ah."


"Ariana payah. Sama kayak kak Reno." Ujar Abel seraya tertawa cekikikan. Di ikuti pula dengan yang lainya. Semua tampak bahagia sore itu.


Tapi keseruan mereka tiba-tiba terusik. Ketika seseorang muncul di sisi tangga. Seseorang yang tidak asing lagi.


"Hai..bolehkah aku gabung dengan kalian?"

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2