
Makan pagi menjelang siang yang romantis di pinggir pantai yang indah nan menawan. Sepasang pengantin baru Ariana dan Orion tampak menikmati makanan yang terhidang di hadapan mereka. Mereka makan dengan saling menyuapi satu sama lain dan sesekali melempar senyum bahagia. Angin lembut pun membelai keduanya. Seakan hanyut dalam romansa kisah cinta mereka berdua.
Dan tiba-tiba saja seorang gadis yang sangat familiar datang mendekat ke arah mereka. "Hai!" Sapa Angel ramah seraya tersenyum.
Seketika Orion dan Ariana mendongak ke asal suara. "Angel!" Seru Ariana seraya tersenyum juga.
"Hai, maaf ganggu, hai Orion, hai Ariana. Kebetulan aku lewat jadi aku menghampiri kalian." Jelas Angel masih dengan memasang muka ramah.
Melihat itu Orion hanya mengangguk-angguk perlahan. "Hemm...kamu sendiri kesini?" Ujar Orion datar.
Belum sempat Angel menjawab, tiba-tiba ada seorang pria berlari-lari kecil mendekat ke arah Angel sambil meneriakkan namanya.
"Emm...Aku bersama dia!" Jawab Angel saat pria yang memanggil namanya tadi sudah berada di dekatnya sembari mengatur nafasnya yang sedikit tersengal karena harus berlari tadi.
"Kemana saja kamu? Aku tinggal sebentar ke toilet, kamu malah menghilang!" Sungut pria yang kini menatap ke arah Angel.
Ariana dan Orion masih terdiam menyaksikan percakapan antara Angel dan pria tersebut.
"Hei sudahlah, kenapa sih kamu selalu membesar-besarkan masalah, aku hanya melihat ada temanku disini, jadi aku menghampirinya, salah sendiri kamu ke toiletnya lama, jadi ku tinggal deh!" Jelas Angel dengan suara lirih, karena merasa malu dari tadi pria itu bicara dengan teriak-teriak seolah-olah sedang bicara di dalam hutan saja.
"Bukannya begitu, aku sudah janji dengan ayah dan ibu untuk menjagamu, kalo kamu kenapa-kenapa kan aku yang repot." Dengus pria itu tanpa mempedulikan sekelilingnya.
Sejenak Angel merasa malu dengan Orion dan Ariana akibat ulah sepupunya itu yang bicara dengan suara keras. "Heh...sudah-sudah, bisa tidak pelankan suaramu, disini ada temanku, kamu tidak lihat tuh!" Seru Angel sambil menatap tidak enak pada Orion dan Ariana. "Maaf ya Orion, Ariana...Sepupuku memang begini orangnya, malu-maluin." Seru Angel lagi sambil menatap masam ke arah sepupunya yang juga menatap masam ke arahnya.
Sialan...malah bilang aku malu-maluin lagi di depan orang lain. Padahal aku sedang mengkawatirkannya.
"Siapa mereka?" Ujar sepupu Angel pada akhirnya seraya menoleh ke arah Orion dan Ariana. Dan pandangan matanya tiba-tiba saja tertegun saat menatap ke arah Ariana. Ariana hanya berusaha tersenyum sekilas dan langsung menundukkan pandangannya.
"Mereka itu teman-temanku, Orion dan Ariana." Seru Angel pada sepupunya.
"Hai..Aku Sean! aku sepupunya si bandel ini, Angel. Salam kenal ya!" Ujar Sean dengan gayanya yang percaya diri seraya mengulurkan tangannya ke arah Orion dan Ariana.
"Aku Orion, salam kenal juga!" Ujar Orion datar seraya menyambut jabatan tangan dari Sean.
__ADS_1
"Aku Ariana!" Ariana tersenyum dan menjabat tangan Sean sekilas.
Ya ampun gadis ini senyumnya manis sekali. Dan ia tampak anggun dengan gayanya yang malu-malu itu.
Sejenak Sean masih menatap Ariana tanpa berkedip.
Rupanya Orion pun menyadari hal itu. "Ehemm...dan yang sedang kamu tatap itu istriku!" Orion berdehem seraya seolah memberi peringatan pada Sean ingin menunjukkan siapa gadis yang tengah di tatapnya saat ini.
Sean pun akhirnya tersesat dan langsung buru-buru mengalihkan pandangannya. Sejenak Orion menatap tajam ke arah Sean yang mencoba mencuri-curi pandang pada istrinya.
"Ya ampun, kalian ternyata pasangan suami istri, aku pikir kalian adik kakak, kalian terlihat masih sangat muda." Seru Sean seraya tersenyum konyol.
Ah ya ampun, ternyata gadis manis ini sudah bersuami. Padahal aku suka padanya sejak pandangan pertama tadi.
"Kalo benar dia adikku memangnya kamu mau apa?" Orion sudah merasa geram melihat gelagat Sean yang seolah suka pada istrinya.
"Nggak mau apa-apa, aku kan tadi hanya bertanya saja." Jawab Sean sambil cengengesan.
Ariana menggaruk tengkuknya yang tak gatal, merasa tidak enak pada Sean dan Angel karena sikap Orion yang sedikit berlebihan. Belum apa-apa sudah terlihat seperti orang yang sedang cemburu.
"Hemmm...baguslah, tapi sayangnya dia itu istriku." Ujar Orion lagi seraya meraih tangan Ariana dan menggenggamnya dengan erat. Seolah sedang menunjukkan kepemilikannya.
Ya ampun. apa-apaan Orion ini, bikin malu saja. Ariana.
Cih...Norak sekali gayamu mas bucin. Sean.
"Ya...ampun kalian berdua itu sebenarnya lagi kenapa sih, sampai-sampai aku di cuekin, hemm!" Sungut Angel seraya menatap ke arah Sean dan Orion secara bergantian.
"Angel...duduklah disini, kita makan sama-sama, sudah lama juga kan kita nggak ngobrol!" Seru Ariana ramah.
Seketika Orion memberi isyarat pada istrinya itu dengan menggelengkan kepalanya perlahan. Seolah sedang berkata jangan.
Tapi Ariana hanya membalas seraya tersenyum. Seolah sedang berkata, sudahlah tidak apa-apa.
__ADS_1
"Memangnya boleh kami gabung bersama kalian? Baik lah kalo kalian memaksa." Angel tampak sumringah dan langsung mengambil tempat duduk di sisi Orion. Sedangkan Sean turut duduk dan mengambil tempat disisi Ariana.
Ya ampun sayang, apa yang kamu lakukan? Orion.
"Nah...Kalo makan bareng-bareng gini kan enak, ya nggak bro!" Seru Sean sok akrab pada Orion yang padahal kini sedang menatap sinis ke arahnya.
"Kamu benar Sean, aku selalu membayangkan bisa makan bersama dengan teman-temanku, aku sangat kesepian waktu masih di rawat di rumah sakit. Aku sangat rindu padamu Orion." Angel menatap penuh arti ke arah Orion. "Dan kamu jga Ariana!" Ujarnya lagi sambil buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah Ariana seraya tersenyum. Ia tak ingin siapapun curiga kalo sebenarnya jauh di lubuk hatinya ia masih menyimpan rasa pada Orion.
******
Akhirnya setelah makan pagi menjelang siang yang sedikit kacau. Ariana dan Orion kembali ke kamar hotel mereka. Tapi sepertinya mood Orion masih saja buruk mengingat kejadian makan siang tadi. Bagaimana tidak, dengan lancangnya tadi Sean menyentuh tanga Ariana. Sebenarnya tidak sengaja menyentuh, Sean tidak sengaja menumpahkan minuman di tangan Ariana, dan Sean buru-buru mengambil tisu untuk membersihkan tangan Ariana. Hal seperti itu sudah bisa membuat Orion merasa sangat cemburu.
"Sayang kamu kenapa? Kok mukanya bad mood begitu?" Seru Ariana seraya membelai pipi suaminya yang kini tengah duduk diatas ranjang. "Masih kesal dengan kejadian yang tadi?" Ujar Ariana lagi sambil menatap penuh rasa bersalah pada suaminya.
"Aku tidak marah padamu sayang! Aku percaya padamu, aku hanya saja tidak suka cara laki-laki itu menatapmu, aku yakin tadi dia menumpahkan minuman di tanganmu itu sengaja." Dengus Orion sambil berusaha menahan emosinya.
"Ya ampun sayang, maafkan aku ya kalo aku membuatmu tidak enak hati hari ini!" Masih memandang wajah Orion dengan tatapan bersalah.
"Sudah ku bilang aku tidak marah padamu sayang. Tapi laki-laki itu, tenanglah sayang, aku itu selalu percaya padamu." Meraih tangan Ariana yang tadi ada di pipinya. Kemudian menciumi punggung tangan istrinya itu beberapa kali agar istrinya tidak merasa bersalah lagi. "Aku sayang kamu!" Ujarnya lagi seraya tersenyum.
Melihat itu Ariana jadi tidak tahan untuk tidak mencium kening suaminya dua kali kali. "Muach...muach...!" Seraya ikut tersenyum.
"Cuma kening saja nih! ini belum, ini juga!" Orion menunjuk pada pipi dan bibirnya.
"Huh...itu sih maunya kamu!" Ujar Ariana tersipu malu.
"Maunya kamu juga kan?" Goda Orion lagi.
Akhirnya mereka tersenyum bersama, dan Ariana langsung mendaratkan ciumannya ke tempat yang di tunjuk Orion tadi seraya berucap. "I love you, I love you."
"I love you too."
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Jangan mimisan karena adegan tadi ya..😆
jangan lupa kasih like, vote yang banyak...jangan lupa coment juga ya..! Makasih 😁