Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Exrtra part (Episode terakhir)


__ADS_3

Seminggu pun telah berlalu setelah tragedi penembakan Aska oleh ibunya sendiri. Putra kedua dari keluarga Adriano itupun keadaannya sudah berangsur membaik dan sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit.


Dan saat keadaannya benar-benar pulih seperti sedia kala, Aska bermaksud untuk mengunjungi ibunya di penjara.


"Ibu, apa kabar?" Ujar Aska saat sudah berada di hadapan ibunya di ruang khusus menjenguk.


Ibunya masih terdiam belum menjawab, wajahnya tertunduk seolah tidak berani untuk mengangkat kepala untuk melihat wajah anaknya yang kini ada di hadapannya.


Melihat itu, Aska pun segera meraih tangan ibunya yang ada di atas meja, "Jangan takut bu, aku sama sekali tidak membenci ibu, aki senang akhirnya setelah sekian lama bisa melihat ibu, kita bisa mengulang semuanya dari awal." Jelas Aska seraya tersenyum dan sontak membuat ibu nya mendongakkan kepalanya, cairan bening dari sudut mata wanita paruh baya itu tampak menetes tanpa bisa di bendung. Ia begitu terharu mendengar kalimat yang begitu menyentuh hatinya.


"Alfian benar-benar telah mendidikmu jadi anak yang baik, hatimu sungguh mulia, maafkan ibu yang telah menelantarkanmu dan menyakitimu, maaf kan ibu...," Tangis Samanta pun pecah hingga dia seolah tak sanggup lagi untuk melanjutkan kata-katanya.


Tuk... Tuk... Tuk...


Terdengar suara langkah kaki mendekat, "Samanta, bagaimana kabarmu?" Ujar suara itu kemudian yang tak lain dan tak bukan adalah suara pak Alfian.


Lagi-lagi Samanta merasa gugup kemudian menundukkan kepalanya kembali. Pak Alfianpun mulai duduk di sebelah Aska, dan seorang pria yang ikut bersamanya tetap berdiri di dekat kursi yang dia duduki. Pria tersebut adalah seorang pengacara yang sengaja di sewa oleh pak Alfian untuk menjamin Samanta.


Sejenak suasananya menjadi hening, kedatangan pak Alfian kemari adalah bertujuan untuk mencabut laporan Samanta agar wanita itu bisa kembali bebas.


"Aku sudah berusaha mencabut laporan ku tentang percobaan pembunuhan. Tapi sayangnya kamu tidak bisa bebas karena ada kasus lain yang menjeratmu, kamu terlibat perdagangan ilegal juga obat-obatan terlarang. Dan selama ini kamu telah menjadi DPO polisi luar negri. Kamu sengaja kemari untuk bersembunyi, sekaligus mencari suntikan dana untuk terus bertahan hidup. Untuk itu kamu berusaha mengusik ketenangan keluargaku. Kamu mungkin bisa bebas dari jeratan hukum kasus percobaan pembunuhan karena aku telah mencabut laporannya, tapi kamu tidak bisa lepas dari tuduhan perdagangan ilegal obat-obatan terlarang, maaf kan aku tidak bisa membantumu soal itu!" Jelas pak Alfian panjang lebar dan itu membuat Samanta sedikit tersentak, wajahnya mendongak sesaat terperangah, kemudian kembali menunduk pasrah.


"Ayah, apakah tidak ada cara lain untuk membebaskan ibu?" Aska tampak memohon.


"Tidka bisa nak, sekalipun ayah harus menjaminnya dengan uang yang banyak tetap tidak bisa. Karena ibumu sudah termasuk melakukan. kejahatan besa yang merugikan negara dan banyak pihak!" Mendengar penjelasan penjelasan dari ayahnya, Raut wajah Aska berubah sedih.


"Ibu...," Panggilnya dengan mata yang sudah tampak berkaca-kaca.


Ibunya hanya bisa tertunduk dan mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah dia sedang mengakui semua kesalahannya.


"Sejak kepergian James, aku jadi tersesat sampai sejauh ini, aku masuk ke dalam dunia gelap yang akhirnya mengantarkan ku pada titik ini. Tidak apa-apa, aku menerimanya, kamu tenang saja nak, ibu akan baik-baik saja, ibu akan merenungkan semua kesalahan ibu. Kamu bisa datang kemari untuk mengunjungi ibu kapanpun kamu mau," Samanta berkata seraya tersenyum berusaha untuk terlihat tegar di hadapan anaknya. Namun suaranya tetap terdengar gemetar menahan tangisannya.


Kemudian tangannya pun bergerak untuk menyentuh pipi putranya dengan lembut, "Berjanjilah untuk tetap jadi anak yang baik, jangan mengikuti jejak ibu apapun yang terjadi!" Ucapnya lagi sambil menatap putranya penuh harap.


"Iya, Bu, Aska janji!" Jawab Aska dengan sesenggukan. Dia tak bisa lagi membendung air matanya. Betapa terpukulnya Aska saat mengetahui semua kejahatan yang telah di lakukan ibunya selama ini. Tapi anak itu berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah berusaha membenci ibunya.


Setelahnya keadaan kembali menjadi hening, hanya isak tangis antara ibu dan anak yang terdengar di ruangan yang sepi itu Sedangkan pak Alfian beberapa kali terlihat berusaha mengerjap-mengerjapkan matanya mencoba menghentikan air mata yang seolah ingin meluncur keluar dari sudut matanya, pria paruh baya itu merasa terharu sekaligus bersimpati.


"Jam besuk selesai, anda harus kembali ke sel!" Sebuah suara dari seorang sipir penjara akhirnya memecah keheningan yang sesaat tadi terjadi.


"Ibu...," Tatapan Aska makin mengiba saat ibunya mulai berdiri di bimbing seorang polisi wanita yang akan mengantarnya kembali masuk ke dalam sel.


"Jaga dirimu baik-baik nak, dan..., Alfian, terimaksih karena telah mau merawat dan membesarkan putraku selama ini seperti putramu sendiri, kamu adalah pria yang baik, ku mohon jagalah Aska sampai kapanpun untukku!" Ujar Samanta sambil berurai air mata sesaat sebelum akhirnya melangkah pergi dari ruangan besuk.


"Ibu...," Lagi-lagi suara Aska terdengar menyayat. Sedangkan ibunya terus melangkah menjauh, dari balik punggungnya Samanta juga sudah menangis tersedu. Tapi dia tak boleh menoleh lagi, karena itu akan membuatnya semakin sedih pada akhirnya.


Sementara itu pak Alfian sibuk untuk menenangkan Aska yang terus saja menangis seperti anak kecil yang baur saja berusia lima tahun, Pak Alfian tahu putra keduanya itu begitu terpukul dengan semua kenyataan hidup yang harus dia hadapi saat ini. Tapi pak Alfian tahu, Aska adalah anak yang kuat. Pria paruh baya itu terus mengelus punggung Aska lembut, kemudian memeluknya sejenak dan membiarkan putranya menangis sesaat di dalam dekapannya.


"Tenanglah, semua pasti akan baik-baik saja!" Ujar Pak Alfian kemudian seraya melepaskan pelukannya dan mulai menghapus sisa-sisa air mata di pipi Aska. Setelah itu beliau pun beranjak berdiri dan memapah Aska agar mau di ajak pulang ke rumah. Aska pun akhirnya menurut walaupun dengan sangat berat hati. Sesekali dia masih terus menoleh ke belakang sampai akhirnya dia berada di dalam mobil dan duduk dengan termenung.


Aku pasti akan selalu mengunjungimu ibu!


Gumamnya dalam hati saat mobil sudah mulai melaju.

__ADS_1


******


Epilog


4 bulan kemudian,


di rumah keluarga besar Adriano tampak sudah di padati oleh tamu yang berdatangan untuk menghadiri acara pesta yang di gelar di rumah besar tersebut.


Para pelayan pun sudah tampak sibuk menyiapkan berbagai menu makanan untuk para tamu yang datang di bawah intruksi ibu Rima, ibunya Ariana.


"Tolong letakkan semua makanan itu disana, dan minumannya di sebelah sana!" Perintah ibu Rima kepada beberapa pelayan yang sudah membawa bernampan-nampan makanan dan juga minuman.


Dan di area depan rumah, sudah tampak Aska, Haikal, Reno, Anesya, El, Rachel, Abel dan Ria sibuk menyalami para tamu yang datang. Senyum mereka terus mengembang seolah turut merasakan kebahagian yang di rasakan oleh keluarga besar Adriano yang sebentar lagi akan mendapat satu tambahan anggota baru dalam keluarganya.


Ya..., acara pesta yang meriah ini khusus di gelar untuk merayakan pesta 4 bulanan kehamilan Ariana yang memang sudah menginjak 4 bulan.


Dan dari kejauhan sudah tampak tamu yang sudah sangat mereka kenal. Sean dan Angel baru saja memasuki pintu utama, mereka pun saling bersalaman, dan setelahnya bergabung dengan yang lainnya untuk ikut menyalami para tamu.


Dan perkembangan yang terjadi selama ini. Sean sudah berusaha untuk melupakan Ariana. Dan saat ini dia sedang pendekatan dengan Abel, sahabat Ariana. Bunga-bunga cinta pun sudah mulai bermekaran di antara mereka berdua.


Sedangkan perkembangan hubungan Reno dan Anesya juga sudah mengalami kemajuan, dalam waktu dekat ini mereka akan segera melangsungkan pernikahan, dan undangan pernikahannya pun sudah di sebar.


Untuk El dan Rachel juga tidak kalah mesra, bahkan mereka berdua diam-diam sudah bertunangan saat berlibur ke luar negri. Foto-foto kebersamaan mereka berdua pun terpampang di sosial media pribadi mereka. Membuat siapapun akan merasa iri jika melihatnya.


Angel yang merasa haus, bermaksud untuk pergi ke meja prasmanan untuk mengambil air minum demi melegakan tenggorokannya. Saat tangannya hendak meraih sebuah gelas, tiba-tiba ada tangan lain ingin meraih gelas yang sama, tangan itupun telah menyentuh tangan Angel yang sudah lebih dulu meraih gelas minum tersebut. Merasa kaget, Angel pun mendongak untuk melihat siapa pemilik tangan tersebut.


Matanya terbelalak saat ternyata seorang pria tampan tengah berdiri di hadapannya dan juga tengah menatapnya.


"Maaf...," Ujar pria itu kemudian seraya tersenyum lembut sambil melepaskan tangannya dari tangan Angel. Sejenak gadis muda itupun terkesiap.


"Kenalkan aku Angga!" Pria itu mengajak Angel berkenalan sambil mengulurkan tangannya. Kemudian dengan malu-malu Angel meraih uluran tangan pria tersebut sambil menyebutkan namanya sendiri.


"Em..., nama yang bagus, Angel artinya bidadari, cocok seperti orangnya yang cantik seperti bidadari." Puji Angga dan seketika membuat Angel tersipu malu.


Setelahnya mereka berdua pun melanjutkan oborolan mereka dengan berbincang ringan. Dan setelahnya mereka berdua pun kembali bergabung dengan Aska dan yang lainnya untuk menyalami para tamu yang datang.


Sepertinya para tamu pun sudah tampak hadir semuanya, termasuk dari kalangan para awak media. Mereka semua bersuka cita untuk mengikuti jalannya acara yang di buka terlebih dahulu dengan pengajian. Kemudian berlanjut dengan ceramah yang di bawakan oleh seorang pemuka agama.


Tampaklah Ariana duduk dia antara para tamu dengan perut yang terlihat sedikit buncit namun tak mengurangi pesona keanggunannya. Suaminya duduk di sebelahnya dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.


"Tidka ku sangka, sebentar lagi kita akan jadi orang tua di usia kita yang masih sangat muda, ini pasti karena kamu terlalu bersemangat saat berbulan madu," Bisik Orion di telinga istrinya. Pria itu bermaksud menggoda Ariana dan seketika Ariana pun melotot ke arahnya.


Melihat itu Orion hanya tertawa cekikikan berusaha menahan tawanya.


"Omong kosong, ini semua karena dirimu yang terlalu bersemangat," Balas istrinya tak mau kalah dan akhirnya mereka sama-sama tertawa cekikikan seperti dua anak kecil Yangs sedang bercanda.


Pak Alfian melihat senyum anak dan menatunya dari kejauhan, dan diam-diam merasa lega, kemudian dia juga melihat senyum Haikal yang sedang tersenyum bahagia dengan ibunya, Fina. Pria paruh baya itupun seolah bisa turut merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh Haikal dan Ibunya.


Dan terakhir, matanya teralih pada Aska, putra keduanya yang beberapa bulan terkahir ini terlihat murung, tapi kali ini anak muda itu tersenyum dengan lebar seolah tak menampakkan kesedihan di raut wajahnya. Tentu saja, itu pasti karena ada Samanta yang kini berdiri di sisinya dan juga sedang tersenyum bersamanya.


Pak Alfian telah menjamin wanita itu untuk bebas sehari saja, agar turut berpesta bersamanya dan bertemu dengan putra semata wayangnya, yaitu Aska.


Semuanya tampak berbahagia di pesta yang meriah ini. Dan di akhir acara erka semua makan bersama kemudian berfoto bersama untuk membuat kenangan yang tak mungkin di lupakan seumur hidup mereka.

__ADS_1


Tampak disana berdiri Orion dan Ariana di tengah-tengah para tamu karena mereka adalah maskot dari pesta ini. Dan di sisi mereka sudah tampak teman-teman dekat mereka, dan di sisi lain berdiri ibu Rima dan pak Alfian, juga ada Fina dan Samanta. Mereka semua tampak seperti sebuah keluarga besar yang lengkap.


"Sudah siap semua ya, di hitung sampai Tiga ya, satu... dua... tiga..., Ciss!" Ujar salah seorang foto grader memberi aba-aba. Rupanya mereka semua sedang melakukan sesi foto bersama.


Senyum ceria dan bahagia pun tersungging di bibir mereka semua.


_TAMAT_


The real tamat...


Makasih buat semuanya yang sudah dengan setia membaca novel ini.


Maaf kalo klimaksnya belum memuaskan menurut kalian.


Tapi emang di buat seperti ini akhir ceritanya.


Jangan lupa untuk tetap dukung saya dengan like, coment dan vote...


Kunjungi juga novel saya yang lainnya...


Dan mungkin akan segera di rilis selanjutnya.


Judulnya...


PURA-PURA MENJADI PRIA (Istri pura-pura)


Ini adalah sequel dari novel saya yang berjudul istri pura-pura.


Menceritakan tentang kisah Leo dan Marsya.


Leo dan Marsya hanya pernah bertemu sekali saja saat mereka masih kecil, lalu 17 tahun kemudian, tiba-tiba Dave yang merupakan ayah angkat Marsya, datang ke desa dan berniat menjodohkan Marsya dengan Leo yang merupakan putra kandungnya.


Marsya yang merasa seakan belum siap untuk menikah, di tambah lagi trauma masa kecilnya, di mana sang ayah kandung telah tega meninggalkannya dan Ibunya, Rihana. Saat dia masih sangat kecil. Membuatnya enggan untuk dekat dengan pria, terlebih lagi pria tampan.


Meskipun Marsya belum pernah melihat wajah Leo saat dewasa. Tapi dia sudah menduga, pasti pria itu kini sudah tumbuh menjadi pria tampan seperti ayahnya, Dave.


Untuk menghindari perjodohan tersebut, Marsya diam-diam melarikan diri ke kota. Dan demi menyamarkan identitasnya, dia berpura-pura menjadi pria. Itu dia lakukan juga demi melindungi diri dari godaan para pria.


Dan saat tiba di kota, takdir seolah memang sudah menjodohkan mereka berdua. Tanpa sengaja Marsya bertemu dengan Leo walaupun mereka belum saling mengenal satu sama lain.


Bagaimanakah kisah Marsya dan Leo selanjutnya?


Apakah mereka akan saling jatuh cinta pada akhirnya dan menikah? Atau.....


Tunggu lanjutan kisahnya di PURA-PURA JADI PRIA (istri pura-pura)


Sequel dari ISTRI PURA-PURA


Sekian terimakasih dan sampai jumpa 🤗😘


Kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.


Jangan lupa dukung dan Do'ain author terus ya...Hehehe

__ADS_1


Makasih sekali lagi...😘😘


__ADS_2