Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Berbaikan


__ADS_3

Dengan menaiki ojek online, Ariana pergi ke rumah sakit. Saat itu hari sudah mulai gelap, Dan langit pun tampak berawan. Seperti akan segera turun hujan. Ariana menyuruh driver ojek online untuk lebih cepat sedikit mengendarai motornya. Ia tidak ingin terjebak macet saat hujan turun. Apa lagi harus berteduh. Ia ingin cepat-cepat menemui Orion di rumah sakit. Ada hal yang ingin ia klarifikasi pada suaminya. Bahwa ia akan siap menghadapi apapun rintangannya asal bisa bersama terus dengan Orion. Biasanya Orion yang selalu memiliki cinta berlebih pada Ariana. Dan sekarang mungkin adalah saatnya untuk Ariana membalas cinta Orion dengan cara yang sama.


Gerimis kecil sudah mulai turun saat Ariana tiba di pelataran rumah sakit. Ia pun segera turun dari motor dan membayar ongkos ojek onlinenya. Setelah itu bergegas memasuki lobi rumah sakit. Sebelum sampai pada tujuannya ke kamar Orion. Ia berpapasan dengan seorang gadis muda dengan kursi roda saat tengah berjalan di koridor menuju kamar Orion.


Sekilas mereka saling tatap. Mata mereka bertemu. Ariana tersenyum ramah tapi tanpa menghentikan langkahnya. Dan gadis berwajah pucat itu berusaha membalas senyum Ariana. Kemudian waktu seolah berjalan melambat. Detik-detik dimana Ariana tanpa sadar telah menjatuhkan kalung miliknya. Kemudian waktu kembali seperti semula, Langkahnya terasa ringan karena segenap harapan yang ia bawa di hatinya. Bahwa kali ini ia akan berbaikan dengan Orion apapun keadaannya.


Saat Bayangan Ariana sudah mulai menghilang di belokan pertama koridor. Gadis berwajah pucat dengan kursi roda itu memungut benda yang tanpa sengaja di jatuhkan oleh Ariana.


Kalung.


"Ah..aku harus segera mengembalikannya pada gadis tadi." Gadis berkursi rodapun memutar arah kursi rodanya mengikuti arah perginya Ariana. Walaupun dengan sedikit susah payah. Ia pun segera bergegas mengikuti langkah Ariana yang menurutnya pasti belum terlalu jauh.


Belum sempat gadis itu berteriak untuk memanggil Ariana, Ariana sudah keburu memasuki sebuah kamar, Gadis itu pun segera berjalan mendekat dengan kursi rodanya.


Kebetulan pintu kamar Orion terbuka. Gadis itu sudah berada di depan pintu kamar tersebut. Ia tidak menyangka dengan apa yang di lihatnya. Di dalam kamar tersebut ada seorang laki-laki yang belakangan ini mencuri perhatiannya. Rupanya gadis berkursi roda itu juga sering memperhatikan Orion yang sedang ada di taman melalui jendela kaca yang ada di kamar inapnya.


Dan ya, Tentu saja kemarin ia juga sempat melihat Orion yang sedang berada di taman dengan Ariana. Kemudian terlihat di antara mereka sedang terjadi masalah sampai pada akhirnya Ariana meninggalkan Orion begitu saja di taman sendirian.


Jadi gadis itu, adalah yang kemarin bersamanya di taman. Siapa gadis itu?


Gadis berkursi roda itu masih berdiam sambil terus mengawasi, Setelah di lihatnya Orion yang dengan segera menarik tangan Ariana hingga jatuh ke pangkuannya. Sejenak mata Orion dan Ariana bertemu. Tanpa mengatakan apapun Orion langsung mencium bibir Ariana dengan lembut.


Melihat adegan itu, Gadis berkursi roda itu pun pasti sudah bisa menyimpulkan sendiri sedekat apa hubungan mereka berdua. Tiba-tiba perasaan tidak suka menggelayutinya. Seperti perasaan iri atau semacamnya. Bahwa ia juga ingin memiliki seseorang yang ada di sisinya untuk melewati sisa-sisa hidupnya yang mungkin tidak akan lama lagi.


Dengan wajah murung, ia pun segera berlalu dari depan kamar Orion dan urung untuk mengembalikan kalung yang sekarang ada di tangannya pada pemilik aslinya. Entah apa rencananya. Tidak ada yang tahu.


*****


"Orion, Apa yang kamu lakukan." Ujar Ariana saat mereka sudah selesai berciuman. Pipi Ariana tiba-tiba bersemu merah, Ia tidak menyangka kalo suaminya itu akan melakukan ini padanya. Padahal tadi ia sudah menyusun banyak kata di kepalanya untuk dapat berbaikan dengan suaminya itu.


"Menurutmu apa?"


"Apa?"


Hiihh..kenapa malah balik bertanya. Aku kan ingin tahu kenapa dia tiba-tiba menciumku seperti itu tadi. Padahal aku sudah membayangkan sebelumnya kalo hari ini aku pasti akan nangis darah. Haha..tapi untungnya sepertinya tidak jadi.


"Dasar bodoh! Masa' seperti itu saja kamu tidak bisa menyimpulkannya sendiri." Sungut Orion dengan memasang wajah cemberut. "Masa' Aku harus menjelaskannya juga. Ya tentu saja karena aku mencintaimu dan takut kehilanganmu. Kamu pergi begitu saja meninggalkanku. Aku pikir kamu tidak kan kembali." Lanjutnya seraya menatap tajam ke arah istrinya.


"Kamu juga, Kenapa selalu saja menyalahkan Aku, Pasti jelas kamu tahu aku pergi karena aku cemburu, Tapi kenapa masih terus pura-pura tidak tahu, Dan malah memanas-manasi aku terus dengan cerita gadis kecil di masa lalumu." Seolah tak mau kalah, Arianapun membalas tatapan tajam suaminya. "Dan..kalau kamu sungguh takut kehilangan diriku, Kenapa tidak mencoba menghubungiku, Setidaknya jelaskan sesuatu, Jangan diam saja dan membuatku semakin salah paham padamu." Kini terlihat menarik nafas dalam-dalam, Mencoba mengendalikan emosinya sendiri. Tapi bola mata Orion yang kini tampak teduh, Membuat hatinya seolah meleleh.

__ADS_1


"Ya..baiklah, Aku yang salah, Maafkan Aku." Kata-kata Orion terdengar tulus, Dan disisi lain ia tak ingin terus berdebat dengan istrinya. Kalo di layani pasti tidak akan ada habisnya, Jadi lebih baik mengalah saja, begitu pikirnya.


"Maafkan aku juga, Maaf karena sudah bersikap kekanak-kanakan, Aku juga merasa akhir-akhir ini mood ku agak buruk." Ujar Ariana dengan suara lemah.


"Kenapa?"


"Entahlah."


"Aku tahu"


"Apa?"


Orion mengulum senyum. "Itu pasti karena kamu sedang datang bulan kan, Makanya kamu jadi sensitif seperti itu."


Cih..apa! Sok tahu..


"Aku tidak datang bulan, Tapi mungkin baru ingin, hehe." Kata Ariana sambil terkekeh.


"Ingin apa?"


"Apa?" Ariana pura-pura bertanya balik.


Seketika Arianapun tersenyum malu-malu. "Siapa? Aku tidak bilang begitu."


"Ekspresi wajahmu yang bilang begitu."


Cih..lagi-lagi sok tahu, Tapi sebenarnya memang iya.Hahaha.


"Katakan saja!"


"Katakan apa?"


Cih..masih saja pura-pura, Dasar wanita. Orion.


Kini tangan Orion kembali menarik tangan Ariana agar istrinya itu mau mendekat ke arahnya.


Ariana bisa menatap mata Orion dengan jarak yang sangat dekat sekarang. Bahkan sangat dekat sampai hidung mereka bersentuhan. Wajah Ariana sudah mulai kembali bersemu merah.


"Ini kan yang kamu inginkan?" Bahkan Ariana kini bisa merasakan nafas hangat Orion di wajahnya.

__ADS_1


'Ah tidak, Bukan ini, Eh..mungkin iya, Tapi tidak sekarang.


Ariana menahan nafasnya sendiri, Mencoba melawan degup jantungnya yang berdegup kencang sejak tadi. Dan sedetik kemudian menarik dirinya sendiri untuk menjauh dari Orion.


'Kenapa? Jadi kamu benar tidak mau ya!" Orion memasang wajah cemberut.


Ehh..Bukan begitu, Kenapa Dia jadi kekanak-kanakan lagi sih.


"Aku kesini ingin menjelaskan soal kalung!" Kata Ariana berusaha mengalihkan perhatian.


"Kalung apa?" Orion mengeriyitkan dahinya, Merasa sedikit bingung.


Tunggu! Mana kalungnya, kok tidak ada, Tadi kan jelas-jelas aku masukkan ke dalam tas. Apa mungkin terjatuh.


Ariana masih tampak sibuk mencari sesuatu di dalam tas kecil selempang yang dikenakannya. Wajahnya terlihat panik karena tak mendapati benda yang sedang di carinya.


"Ada apa sayang, Apa ada masalah?" Orion terlihat kawatir.


"Kenapa bisa tidak ada, Aku jelas-jelas ingat sudah memasukkan kalung itu ke dalam tas ini. Kenapa tiba-tiba bisa tidak ada ya!" Wajah Ariana semakin terlihat gusar.


"Kalung? Maksudmu?"


"Iya, Tadi saat aku pulang ke rumah Ibuku memberikan kalung yang mirip denganmu, Aku hanya ingin memastikan saja, Apa kalung itu ada hubungannya dengan kita di masa lalu." Ariana berkata dengan suara lemah, Sekarang ia terduduk di sisi ranjang Orion.


"Jadi kamu berpikir bahwa kamu adalah gadis kecil yang ada di masalaluku?" Kata Orion dengan wajah yang tampak berpikir.


"Entahlah, Tapi kalung itu adalah pemberian Ayahku untuk Ibu, Dan di liontinya ada inisial A di ambil dari nama ayahku yang bernama Adrian, Dan kata Ibu, Waktu aku masih kecil, Aku hilang di taman, Ayah yang sedang mencariku melihatku sedang bersama seorang anak laki-laki yang sedikit lebih besar dariku sedang berusaha menghiburku. Dan sebagai ucapan rasa terimakasih, Ayah memberikan kalung miliknya yang di liontinya ada inisial nama Ibuku 'R' Rima, Bukankah itu kalung yang ada padamu di liontinya ada inisial R. Aku datang untuk menjelaskan itu."


"Ah ya ampun, Jadi gadis kecil yang ada di masa laluku adalah istriku sendiri." Orion tampak sedikit terkejut.


"Kenapa? Apa kamu berharap gadis lain?" Ariana sudah mulai memasang muka kesal.


"Bukan begitu sayang, Aku justru bersyukur kalo memang itu kamu, Aku hanya kaget saja, Ternyata kita sudah berjodoh sejak kecil, Tapi jika itu benar kamu, Apakah kamu masih memiliki bola kaca hias salju yang pernah ku berikan padamu?"


Ariana menggeleng perlahan." Aku tidak tahu apa itu, Mungkin karena aku masih kecil, Jadi tidak terlalu ingat, Apakah aku pernah memiliki benda yang seperti kamu maksud itu."


Lalu sebenarnya siapa pemilik bola kaca hias salju itu, Kenapa gadis itu, Gadis berkursi roda itu bisa memiliki bola kaca hias salju yang mirip dengan yang ku berikan kepada seorang gadis kecil. Ah..mungkin ini cuma kebetulan, Tapi kenapa aku masih merasa kalo benda tersebut adalah benda yang sama di masa laluku.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2