Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Reno dan Anesya (kisah cinta yang baru di mulai)


__ADS_3

"Reno! Sebenarnya kita mau kemana sih?" Ujar Anesya dengan suara manja.


"Hah..sudahlah. Ikut saja. Nanti kamu juga akan tahu kok." Seru Reno seraya manarik tangan Anesya untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Heh..tunggu dulu. Memangnya siapa juga yang mau pergi denganmu?" Mengibaskan tangan Reno dan memasang muka masam.


Cih..Reno berdecak. "Aku tahu kamu sedang suntuk. Jadi aku hanya ingin menghiburmu. Jadi ikutlah denganku. Aku jamin suntukmu pasti hilang." Reno berkata dengan tatapan lembut. Membuat Anesya sedikit salah tingkah.


"Apa kita akan pergi menemui Orion?" Anesya menatap Reno dengan tatapan menyelidik.


"Kenapa kamu selalu membahas orang yang sama sekali tidak menginginkanmu lagi. Apa kamu tidak bisa menoleh sedikit saja ke arahku?" Menatap Anesya dengan tatapan dalam.


"Kamu bicara apa sih. Jangan bicara omong kosong begitu." Anesya berusaha menghindari tatapan Reno ke segala arah.


"Lihat mataku Anesya. Apa aku terlihat sedang bicara omong kosong?" Reno memegang bahu Anesya dengan kedua tangannya dan mendekatkan wajahnya pada gadis cantik itu.


"Hei..apa yang kamu lakukan?" Mau tidak mau Anesya pun jadi membalas tatapan Reno. Terlihat jelas bahwa ada ketulusan di dalam matanya. Sejenak ia masih tertegun. Dan tiba-tiba dalam dadanya bergetar. Perasaan aneh tiba-tiba menelusup begitu saja.


"Dengar! Mulai sekarang ku mohon. Menolehlah ke arahku." Ujar Reno seraya menempelkan dahinya sendiri ke dahi Anesya.


"Tapi.." Kata-kata Anesya terhenti.

__ADS_1


"Sssttt..!" Jari telunjuk Reno sudah menempel pada bibir mungil Anesya. "Aku tidak ingin mendengar alasanmu. Atau penolakanmu." Lanjut Reno dengan muka yang serius.


"Tapi.."


"Please..jangan berkata tapi lagi." Reno berbicara dengan lebih dramatis lagi. Film drama korea mah lewat. Hihi.


"Bukan itu bodoh. Kamu menginjak kakiku. Sakit tahu!" Sergah Anesya cepat. Membuat Reno tersentak dan segera meminta maaf.


"Makanya..Jangan sok romantis begitu. Itu bukan dirimu tahu!" Dengus Anesya lagi seraya mengelus kakinya yang sakit akibat terinjak Reno tadi.


"Lalu aku harus bagaimana Anesya. Aku hanya ingin berusaha menyenangkanmu seperti di drama-drama korea. Bukankah para wanita suka kalo di perlakukan romantis seperti itu."


Perkataan Anesya seketika berhasil membuat hati Reno berbunga-bunga. "Benarkah Anesya! Apakah itu artinya kamu sudah mulai menyukaiku?"


"Bukan bodoh. Aku hanya sekedar memberimu saran. Itu saja."


"Maksudmu apa? Tadi kamu bilang kamu suka padaku yang apa adanya walaupun sedikit konyol. Sekarang kamu bilang tidak. Kamu ini membingungkan sekali." Reno terlihat merajuk. Hati yang tadinya berbunga-bunga kini seperti tersengat lebah. Nyeri sekali. Ah..teganya kamu Anesya. Begitu pikirnya.


"Hah..sudahlah. Ternyata selain bodoh kamu ternyata juga tidak peka. Masa' aku harus bicara terus terang juga sih." Anesya berkata sembari memanyunkan bibirnya karena kesal.


Sedangkan Reno bertambah bingung. Apa semua wanita seperti ini." Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu." Memasang wajah tanpa dosa. Berharap semua kerumitan ini akan segera berakhir dan menemukan titik terangnya. Ia benar-benar tidak bisa menebak isi hati gadis yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Baiklah ini akan menjadi PR bagimu. Dan kamu harus mencari jawabannya sendiri." Ujar Anesya seraya tersenyum penuh arti. Ia pun segera masuk ke dalam mobil Reno tanpa harus di minta maupun di paksa seperti tadi.


"Hei..kenapa malah bengong begitu. Ayo cepat naik! Katanya kamu mau membawaku ke suatu tempat agar mood ku membaik." Lagi-lagi Anesya berkata seraya tersenyum.


Reno yang masih setengah bingung Akhirnya turut masuk ke dalam mobil. Ia duduk di belakangan kemudi sambil matanya terus mengawasi gadia yang tengah duduk di sampingya. Ia tak percaya akhirnya ia mendapat kesempatan juga untuk jalan berdua saja dengan Anesya.


Baiklah..Aku akan mengartikan semua ini sebagai tanda bahwa kamu mulai mau membuka hatimu untukku. Gumam Reno senang.


******


Sedangkan di tempat piknik keluarga Adriano. Tampak mereka sedang asik memanggang ikan hasil tangkapan mereka sendiri. Terlihat pula Ariana dan Orion yang saling menyuapi ikan yang sudah matang. Aska, Haikal dan Pak Alvian juga terlihat begitu hangat dan akrab. Benar-benar sebuah pemandangan sebuah keluarga yang bahagia. Pak Alvian telah memenuhi janjinya untuk lebih memperhatikan Aska dan Haikal di sela-sela kesibukannya.


"Maaf..sepertinya aku sudah sangat terlambat ya !" Seru seorang gadis yang tiba-tiba hadir di antara mereka. Ia tersenyum ke arah semuanya. Membuat keluarga besar itu menghentikan aktifitasnya menyantap ikan panggang.


Terlebih Ariana. Matanya terbelalak karena kaget sampai-sampai menjatuhnkan ikan yang ada di tanganya. "Kamu?"


Gadis itu hanya tersenyum melihat reaksi Ariana.


BERSAMBUNG...


baca terus ya readers. jangan lupa like dan vote nya. terimakasih 😁

__ADS_1


__ADS_2