
Setelah kenyang makan ikan bakar. Akhirnya Ariana dan Orion merasa sangat mengantuk. Tapi mereka sadar, sudah masuk waktu shalat zhuhur. Dan entah di mana mereka akan melaksanankannya. Kapal sudah raib begitu saja.
Orion dan Ariana duduk tertegun di bibir hutan, di bawah pohon rindang agar terlindung dari teriknya sinar matahari. Pasir putih yang terhampar di hadapan mereka tampak berkilau karena terpaan sinar matahari yang terik siang itu. Ombak tampak seolah sedang berkejar-kejaran membelah lautan.
"Bagaimana nasib kita sayang. Kapal sudah tidak ada. Bagaimana cara kita kembali ke hotel? Apa akan ada orang yang bisa menemukan kita di tempat terpencil seperti ini?" Keluh Ariana sambil memandang lepas ke arah lautan luas.
"Tenanglah sayang. Semua pasti akan ada jalan keluarnya. Tapi seandainya aku bisa menemukan siapa orang yang telah mempermainkan kita seperti ini. Aku tidak akan segan-segan untuk menghajarnya." Dengus Orion dengan nada kesal.
Saat mereka berdua sedang berbincang ringan, tiba-tiba sekelebat bayangan seseorang kembali muncul. Dan Orion pun bisa merasakan keberadaan bayangan tersebut.
"Sebentar sayang, kamu tunggu disini, aku akan melihat ke sana sebentar!" Ujar Orion tiba-tiba dengan suara lirih.
"Kamu..." Suara Arian teredam oleh bekapan tangan Orion.
"Shuuuutttt...!" Jangan keras-keras bicaranya." Ujar Orion dengan suara lirih sambil memberikan isyarat dengan menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri. Sedangkan tangan yang lainnya ia gunakan untuk menutup mulut istrinya tadi.
Ariana pun mengangguk tanda mengerti. "Ada apa?" Ariana melirihkan suaranya ketika Orion sudah membuka bekapan di mulutnya.
Orion tak menjawab. Ia hanya memberi aba-aba dengan menggunakan tangan sebagai isyarat. Isyarat nya seolah sedang mengatakan. Diam saja disini. Aku akan memeriksa sesuatu. Lalu kemudian Orion segera berlari ke dalam hutan.
Sejenak langkah Orion terhenti. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah. Kemudian ia menangkap sebuah bayangan kembali berkelebat di antara pepohonan yang rindang di dalam hutan. Ia pun segera mengikuti pergerakan bayangan tersebut.
Dan...Sreeettt...Terdengar ranting-ranting kering yang berserak di tanah terinjak oleh sesuatu. Orionpun segera berlari ke asal suara. Dan benar, terlihat seseorang seolah sedang mengawasi sesuatu dari balik pohon besar tempatnya bersembunyi. Dan sosok itu pun tidak menyadari kehadiran Orion yang datang dari arah belakangnya.
"Cari siapa?!" Seru Orion yang berdiri tepat di belakang seseorang yang sedang tampak mengintai tersebut.
Orang yang di panggil pun nampak terkejut, bagaimana bisa Orion ada di belakangnya saat ini. Ia pun segera merencanakan untuk mengambil langkah kaki seribu.
Tapi sialnya, belum sempat melarikan diri. Orion sudah lebih dulu bisa menangkap tubuh sang pengintai dengan cara mendekapnya dari belakang. Namun sang pengintai tak tinggal diam. Ia berusaha untuk berontak. Segala tenaga ia kerahkan untuk lepas dari dekapan tangan Orion. Adegan tersebut terjadi beberapa saat. Sampai akhirnya Orion berhasil membuka penutup wajah sang pengintai.
"Kamu!" Orion terkejut saat melihat wajah sang pengintai.
******
Di tempat Ariana berada. Ariana tampak terkejut dengan kehadiran dua orang yang sangat di kenalnya.
__ADS_1
"Kalian!" Ariana bicara seraya menganga kan mulutnya. Tatapanya benar-benar tampak terkejut. "Ba...ba gaimana bisa kalian ada disini?" Lanjutnya dengan sedikit terbata.
Yang di ajak bicara hanya tersenyum. "Kakak ipar pasti kaget ya! Hehe!" Seloroh Haikal seraya tersenyum simpul ke arah Anesya yang ada di sampingnya.
"Bagaimana acara bulan madu kalian, apakah menyenangkan?" Anesya menahan tawanya yang tampak geli.
"Maksud kalian apa?" Ariana masih belum bisa mencerna semuanya.
Belum sempat Haikal dan Anesya menjawab. Tiba-tiba dari arah bibir hutan sudah tampak Orion dan dua orang yang juga sangat familiar. Haikal dan Anesya langsung menglih kan pandangannya kepada dua orang tersebut juga pada Orion yang berada di tengah-tengah mereka, Mereka berjalan dari arah belakang Ariana. Ariana yang tampak penasaran turut membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang datang.
Keterkejutan Ariana bertambah. Kini Suaminya tengah berjalan beriringan dengan orang yang sangat Ariana kenal. Yaitu Aska dan Reno. Mereka berjalan seraya bergurau dan saling melempar tawa.
"Lihatlah, siapa yang ku temukan? Ternyata semua kejadian ini adalah ulah mereka. Dasar kurang kerjaan!" Seloroh Orion pura-pura marah saat sudah berada di dekat istrinya.
Orion merangkul tubuh Aska kemudian mengacak-acak rambutnya. "Permainanmu ini tidak lucu sama sekali tahu!" Ujar Orion gemas. Namun Aska hanya terkekeh.
"Kamu juga Reno. Malah ikut-ikutan idenya bocah ingusan ini, nanti ku pecat kamu jadi sahabat!" Dengus Orion seraya pura-pura melirik tajam ke arah Reno. Yang di lirik hanya bisa turut terkekeh.
"Ya...ampun jadi semua kejadian ini, kerjaan kalian!" Ariana seolah baru menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
Ariana masih tampak tertegun. "Astaga...Aku bahkan sampai lupa hari ini hari apa!" Ujar Ariana polos. Anesya hanya bisa tersenyum melihat itu, lalu kemudian memeluk Ariana sejenak.
"Selamat ulang tahun ya, semoga yang kamu semoga kan cepat terwujud." Ujar Anesya tulus seraya mulai melepas pelukannya pada Ariana.
Yang lain masih tampak terdiam melihat pemandangan antara Ariana dan Anesya yang terlihat tampak seperti sepasang kakak adik perempuan yang saling menyayangi.
Perlahan Orion pun mendekat ke arah istrinya. Dan Anesya mengambil inisiatif untuk mundur beberapa langkah. "Maaf kan aku ya sayang. Aku lupa kalo hari ini adalah hari ulang tahunmu!" Ujar Orion dengan tatapan bersalah.
Ariana segera menggeleng. "Jangan katakan hal itu, jangan meminta maaf padaku. Tidak penting kamu ingat atau tidak hari ulang tahunku. Asalkan bisa selalu bersamamu, itu sudah cukup untukku!" Ariana berkata seraya tersenyum. Dan Orionpun tampak tersentuh. Kini gantian rona wajahnya bersemu merah topa. Ia tak menyangka kalo istrinya bisa mengeluarkan kalimat seindah itu.
Orion seolah tak bisa mengeluarkan kata-kata lagi, hatinya seolah sedang di penuhi banyak cinta dari istrinya sekarang. Tanpa pikir panjang ia pun segera menghambur ke pelukan istrinya. "Terimakasih sayang!" Bisiknya lirih sambil menciumi puncak kepala istrinya.
Seketika yang berada di situ tampak kaget melihat adegan tersebut setelah sebelumnya sempat terkesima menyaksikan adegan bak di film Korea. Netizen boleh kok ketawa. Hahaha.
"Astaga...Mata polosku jadi ternodai nih dengan adegan dewasa!" Celetuk Haikal sambil segera memejamkan matanya. Dan sontak itu mengundang gelak tawa semuanya.
__ADS_1
"Jangan konyol, adegan dewasa apanya! Siapa suruh anak kecil ikut-ikutan urusan orang dewasa." Ujar Orion yang kini sudah tampak merangkul Haikal dan mengacak-ngacak rambut adik bungsunya itu dengan gemas.
"Karena kakak sudah menodai kesucian mataku. Kakak harus ganti rugi. Kakak harus mentraktirku makan sampai kenyang." Seloroh Aska lagi yang seketika mengundang tawa semua orang yang ada disitu.
"Dasar konyol. Bicara apa kamu ini, bukanya kamu sedang diet supaya bisa jadi pria tampan. Oh...ralat, biar jadi pria gembul yang tampan!" Goda Orion seraya mengerling kan matanya.
"Enak saja. Siapa yang kakak sebut pria gembul. Itu namanya bully, nggak boleh bully kak!" Sungut Haikal pura-pura merajuk.
"Habis enak sih negeledekin kamu, Hehe!" Goda Orion lagi sambil masih terus tertawa.
"Hah dasar kang bucin!" Celetuk Haikal berusaha membalas ejekan kakaknya itu.
"Astaga!" Anesya yang merasa kaget sekaligus merasa lucu mendengar ucapan Haikal barusan langsung menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.
Begitupun yang lain yang lain tertawa cekikikan.
"Wah...songong juga nih bocah. Kamu bilang apa barusan hah!" Seru Orion pura marah-marah sambil mulai menggelitik tubuh Haikal yang sintal.
"Ampun kak, aku hanya bercanda!" Haikal merasa kegelian. "Kak Aska, kenapa diam saja, cepat tolong aku untuk lepas dari kan bucin ini!" Lanjut Haikal yang lagi-lagi mengundang gelak tawa yang lain.
"Lanjutkan Kang bucin! Jangan kasih kendor!Haha" Aska malah ikutan meledek Orion sambil terkekeh.
"Hah...Apa, kamu mau ikut-ikutan juga rupanya. Minta di hajar ya!" Orion pura-pura marah, dan sekarang ia bersiap berlari ke arah Aska. Tapi Aska yang sudah mengetahui hal itu buru-buru berlari menjauh.
Orion mengejarnya. "Tunggu aku, jangan lari pengecut!"
"Ayo kang bucin, tangkap aku kalo bisa!" Aska terus berlari ke arah pinggir pantai.
Ariana, Anesya dan Reno hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan adegan kakak adik yang sedang bergurau tersebut sambil terus tertawa hingga perut mereka terasa sakit.
Dan di pinggir pantai, sudah tampak Orion dan Aska berkejar-kejaran seraya memainkan air laut. Ariana dan yang lainya akhirnya turut berlari ke arah pantai dan main air laut bersama. Mereka semua tampak bahagia. Orang tercinta, sahabat dan keluarga berkumpul saling mengundang tawa. Sungguh hal yang membahagiakan.
Orion sangat menyayangi adik-adiknya meskipun ia tahu kenyataanya bahwa Aska dan Haikal bukanlah adik kandungnya. Dan Orion tak ingin merusak suasana dengan mengatakan kalo sebenarnya ia juga sudah lama mengetahui kenyataanya pada kedua adik nya tersebut. Ia ingin semua berjalan seperti ini selamanya. Ia tak ingin adik-adik nya bersedih.
BERSAMBUNG.
__ADS_1