Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Orion tersadar


__ADS_3

Malam ini. Dalam mimpi Orion. Seolah ia kembali bertemu lagi dengan gadis kecil itu. Tapi kali ini berbeda. Gadis kecil yang di kenalnya dulu sudah berubah menjadi seorang gadis besar. Dalam mimpinya ia merasa sedang berjalan di sebuah taman yang sama. Di taman di saat pertama kali mereka bertemu. Saat itu taman terlihat sangat trik karena cahaya matahari. Pandangan Orion jadi silau karena cahaya matahari tersebut. Hingga ia tak bisa melihat jelas rupa gadis kecilnya yang sudah beranjak dewasa itu. Tapi ia yakin kalo itu adalah gadis kecilnya itu.


Gadis itu tampak berlari menjauh dari Orion. Bermaksud menggodanya agar Orion mau mengejarnya. Terdengar tawanya yang riang. Rasanya seperti tidak asing lagi. Orion terus mengejar gadis itu untuk memastikan. Sejenak mereka berhenti dan saling berdiri berhadap-hadapan dengan jarak lima meter. Dengan pandangan yang masih terasa silau. Orion perlahan mendekat. Gadis itupun seolah mengulurkan tangannya agar Orion dapat meraihnya. Dan sedetik kemudian. Tangan mereka saling menggenggam.


Orion tampak mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan. Dan saat matanya mulai terbuka sempurna. Ia merasa asing dengan ruangan itu.


Di sisi ranjangnya. Terlihat Ariana sedang tertidur pulas dengan posisi duduk menggenggam tangannya.


Orion masih terdiam. Suaranya tak mampu keluar. Meskipun ia seolah ingin mengatakan sesuatu. Lidahnya seolah kelu. Ia hanya mampu mengedip-ngedipkan matanya perlahan. Dan berusaha sebisa mungkin untuk menggerakan jari-jari tangannya.


Di saat yang bersamaan. Tiba-tiba Ariana terbangun. Dan mendapati mata Orion yang nampak sudah terbuka. Ia pun segera memanggil dokter jaga.


"Bagaimana Dok keadaan suami saya?" Ujar Ariana pada dokter yang baru saja selesai memeriksa Orion. Wajah Ariana terlihat cemas. Orion seolah hanya bisa melihat mengawang ke udara. Tatapannya juga kosong. Dan tampaknya ia juga kesulitan untuk bicara.


"Sungguh suatu keajaiban Dia bisa membuka matanya kembali. Tenang saja. Dia baik-baik saja. Karena baru saja bangun dari koma yang cukup lama. Jadi organ-organ tubuhnya harus belajar kembali untuk menyesuaikan diri. Keadaannya yang seperti ini hanya sementara waktu. Beberapa hari ke depan mudah-mudahan ia akan kembali normal lagi."


Ariana tampak senang mendengar penjelasan dari dokter. Matanyapun nampak mulai berkaca-kaca. Merasa senang sekaligus terharu.


Terimakasih ya Allah. Engkau telah mendengarkan do'a-do'a ku.


*******

__ADS_1


Keesokan harinya. Ariana tampak telaten mengganti pakaian yang di kenakan Orion seperti biasanya. Di elusnya pipi suaminya dengan lembut. Dan entah kenapa ia tiba-tiba saja ingin mencium pipi Orion. Kemudian setelahnya ia merasa malu sendiri. Perlahan suaminya mulai membuka matanya kembali. Pandangannya masih terlihat mengawang ke udara. Ia berusaha mengedip-ngedipkan matanya. Seolah sedang memberi isyarat. Mulutnyapun tampak terbuka. Tapi tetap tak bisa mengeluarkan suara.


Melihat itu Ariana reflek menggenggam tangan Orion dan kemudian menciumi punggung tangan Orion beberapa kali. Kemudian mulai mengelus pipi suaminya lagi."Pelan-pelan saja sayang. Jangan terlalu memaksakan diri. Pasti beberapa hari ini kamu akan segera pulih kembali. Aku akan selalu disisimu sampai kamu benar-benar pulih." Kini mulai mencium kening suaminya lembut.


Orion hanya merespon dengan kembali mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali. Sepertinya hanya untuk mengulas senyum saja ia begitu kepayahan.


Ariana berusaha memahami bahasa tubuh suaminya. Dari kedipan matanya.Orion seolah sedang berkata teriamkasih pada istrinya itu yang sudah mau menemaninya selama ini.


Ariana kembali memberikan sentuhan pada suaminya agar suaminya merasa lebih nyaman akan keadaanya yang sekarang. Kali ini ia membelai-belai lembut rambut suaminya seraya berucap di dekat telinganya. "Ya..aku mengerti. Jangan berterimakasih padaku. Karena harusnya aku yang berterimakasih padamu. Karena kamu mau berusaha sadar demi aku." Ujarnya seraya mencium pipi suaminya lagi. Dan kali ini ia ingin melakukan lebih. Biasanya suaminya yang selalu melakukan ini. Tapi kali ini tidak. Ariana segera mengalihkan ciumannya ke bibir suaminya. Ciuman itupun berlangsung cukup lama. Ariana seolah ingin menyalurkan rasa kangennya yang tak tertahan lagi.


Perlahan tapi pasti. Orion seolah bisa merespon ciuman Ariana. Ia juga seolah bisa menikmati bibir manis istrinya. Tangannyapun menggenggam erat tangan istrinya. Seolah tak ingin melepaskan tangan itu sampai kapanpun juga.


"Bahkan kamu sudah mulai bisa tersenyum sekarang, Ah jangan pikirkan apapun yang macam-macam tentang aku ya. Awas ya!" Pura-pura mengancam. "Jangan hanya senyum. Ayo..bicaralah!" Ariana berusaha menyemangati. Ya walaupun caranya dengan pura-pura marah. Dokter menyarankan agar dirinya sering-sering memancing Orion agar mau bicara.


"A...ku..rin..du..ka..mu...sa..yang!" Suara Orion akhirnya keluar dengan susah payah.


Mata Ariana seketika terbelalak. Merasa senang dengan apa yang di dengarnya. "Kamu sudah mulai bisa bicara sayang!" Reflek menghambur ke pelukan suaminya. "Aku juga rindu sekali padamu." Bicara di atas dada Orion yang bidang. Bahkan ia merasa senang ketika bisa merasakan hembusan nafas orion yang terasa naik turun di pipinya.


Kini tangan Orionpun berusaha sekuat tenaga mengelus kepala istrinya. Tapi sepertinya ia belum mampu. Jadi ia kembali menurunkan tangannya ke atas ranjang sebelum sempat menyentuh kepala istrinya yang di letakkan di dadanya.


Rasanya aku sudah tidak sabar ingin bercerita banyak padamu tentang mimpiku di dalam tidur panjangku. Memelukmu, menciummu. Dan juga menajahilimu lagi istriku.

__ADS_1


Epilog


Sebenarnya saat Orion mengingat kembali kejadian 15 tahun yang lalu di dalam tidur panjangnya. Saat ia bertemu dengan gadis kecil dan Ayahnya.


Ayah gadis kecil itu memberikan sbuah benda padanya sebagai ucapan terimakasih. "Ini ambillah pria kecil. Simpanlah ini baik-baik. Siapa tahu kamu berjodoh kelak dengan putriku."


Ayah gadis kecil itu memberinya kalung perak dengam liontin berbentuk setengah hati."Di Liontin ini ada inisial nama istriku. Dan biar yang di pakai istriku nanti untuk putriku. Jadi siapa tahu kan kalian berjodoh.Hahaha." Tawa paman tersebut terdengar konyol. Tingkahnya juga absurd. Mirip seseorang yang sangat ia kenal saat ini.


Sebenarnya saat itu Orion tidak paham dengan omongan Ayah gadis kecil tersebut. Akhirnya ia hanya pasrah menerima pemberiannya. Dan melihat punggung paman aneh itu menjauh darinya seraya menggendong putri kecilnya yang masih tampak tersenyum padanya.


Aku dan gadis itu. Jodoh? Apa maksudnya?


BERSAMBUNG...


Ceritaku pasti banyak halunya..wkwkwkwk..abaikan !!😅


Aku hanya berharap kalian suka..


jangan pula like, vote dan comentnnya.


makasih 😁

__ADS_1


__ADS_2