
Pagi itu.Orion baru saja selesai mandi dan berpakaian. Setelah itu ia menyiapkan segala sesuatunya untuk di bawa ke kampus. buku-buku dan beberapa perlengkapan lainya telah ia masukkan ke dalam tas ranselnya. Tak lupa Hp yang tergeletak di meja kecil dekat ranjangnya. Sebelum memasukkannya ke dalam saku celana. Ia tergerak untuk membuka hp dan mengecek notivication yang masuk.
"Apa-apaan ini." Sesuatu membuatnya terkejut." Beritanya sudah menjadi trending di twitter."
Ia pun segera keluar kamar. Mulai menuruni anak tangga. Tapi langkahnya terhenti saat melihat Ariana sedang bicara dengan seorang pelayan di rumahnya. Tingkah lakunya terlihat mencurigakan. gadis itu terlihat membawa tas ransel yang terisi penuh. Tak lama setelah akhirnya Ariana keluar rumah. Orion pun segera mengikuti gadis itu. Seperti biasa Ariana memesan ojek online. Dan Orion mengikuti dengan motot sport nya. Ariana berhenti di sebuah SPBU dan memasuki WC umum. setelah keluar dari sana ia sudah berganti pakaian dengan seragam sekolah anak SMA. dengan langkah tergesa ia berjalan kaki menuju ke sebuah sekolah yang tak jauh dari situ. Ia tak menyadari keberadaan Orion yang sedari tadi telah mengawasinya.
Aku hampir saja tak mempercayai penglihatanku sendiri. Sebenarnya apa yang di inginkan gadis itu. Berani-beraninya dia menyelinap ke rumahku dan mengaku sebagai istri muda ayah. Dia sudah membohongiku dan adik-adikku mentah-mentah. Ternyata dia hanya seorang siswi SMA biasa.
Setelah mendapati kenyataan yang sebenarnya. Orion merasa kecewa dan merasa bodoh. Tak ingin keberadaannya di ketahui. Ia segera menyalakan mesin motor dan melesat pergi dari tempat itu.
*******
"Kenapa? kamu kaget? " berjalan mendekat ke arah Ariana.
"Orion..kamu.." muka Ariana panik.
"Aku sudah tau semuanya. kamu hanya seorang siswi SMA biasa iya kan?"
"Darimana kamu bi..sa.tau." dengan suara terbata.
__ADS_1
"Tidak penting aku tau darimana. lagipula harusnya aku yang bertanya. kenapa malam-malam begini kamu mengendap-endap seperti pencuri masuk ruang kerja ayahku dan membuka berangkasnya? sebenarnya apa yang kamu cari?" sudah berada tepat di hadapan Ariana.
'Aku harus menjawab apa nih. ah sial..aku tak bisa berpikir.'
"Kenapa malah diam saja. CEPAT KATAKAN APA MAUMU YANG SEBENARNYA HAH ?"
"Kakak kenapa malam-malam begini berisik sekali. aku sampai terbangun gara-gara suara jelekmu." Ujar Aska yang sudah berdiri di ambang pintu.
"Dan Ibu juga ada disini? apa yang kalian lakukan disini?" Haikal yang baru datang turut menerobos masuk ke dalam ruang kerja.
"Lihat gadis ini. lihat dia, dia itu sudah menipu kita mentah-mentah. semua senyum dan kebaikanya selama ini hanya palsu. ia sengaja masuk ke rumah ini hanya untuk mencuri sesuatu."
"Apa maksudmu? bilang saja kamu hanya ingin uang ayahku. bahkan kamu yang membuat gosip murahan itu kan? "
"Apa maksudmu? aku benar-benar tidak mengerti maksudmu?" sekarang air matanya sudah mulai mengambang di pelupuk mata.
"Kenapa kamu itu pintar sekali bersandiwara. aku tidak akan tertipu lagi walau kamu menangis darah sekalipun. bukankah hanya kamu dan aku yang tau kejadian kemarin saat kamu pingsan dan aku menggendongmu memasuki rumah ini. dan kamu pasti menyewa orang untuk memotret adegan itu kan? supaya apa coba. supaya kamu terkenal dan dapat uang banyak? iya kan? wah..wah..kamu benar-benar aktris yang hebat. apa aku perlu memberimu piala citra? hahaha"
Ariana menggeleng, kali ini ia sudah benar-benar menangis.'Aku tak menyangka kamu akan menilaiku sekeji itu.'
__ADS_1
"Kak Orion. kakak itu sudah keterlaluan. mungkin ibu melakukan semua ini pasti ada alasannya." Aska berusaha membela.
" Iya..kakak sudah keterlaluan. bukankah ibu sudah menolongmu kemarin. kenapa kakak harus mengatakan hal semenyakitkan itu." Haikal pun turut membela.
"Wah..wah..kamu benar-benar hebat rupanya. lihat adik-adikku yang manis ini. mereka sampai membelamu begini dan malah menyalahkan aku kakaknya sendiri." Sekarang menhadap ke arah adik-adiknya." Kenapa kalian masih saja memanggilnya dengan sebutan ibu. gadis ini telah menipu kalian mentah-mentah.dia itu ternyata masih sekolah sebagai siswi SMA."
Aska dan Haikal tampak terkejut." Tapi bagaimanapun juga apa yang kakak katakan itu jahat. "
"Iya kakak nggak punya hati. kakak nggak bisa menghargai seorang wanita. kenapa kakak harus sekeras itu padanya. padahal ia belum sempat menjelaskan apapun."
Apa benar yang di katakan mereka. apa aku keterlaluan. Kenapa juga aku merasa sekecewa ini. Rasanya seperti patah hati.
"Apa disini tidak ada yang mendengar mobil di depan dan membukakan pintu untuk ayah hingga ayah harus membuka pintu sendiri. untung ayah membawa kunci cadangan."
Semua yang ada di ruang kerja itu menoleh ke asal suara.
"Ayah!"
BERSAMBUNG.....
__ADS_1