Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Apa yang terjadi pada Orion?


__ADS_3

Singkat cerita. Setelah mengalami drama penculikan yang panjang dan berliku. Orion dan Ariana memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta siang itu juga. Ia tidak ingin berlama lagi tinggal di pulau tersebut. Apalagi Orion. Ia tidak suka jika Ariana harus bertemu dengan Sean. Entah mengapa, ia bisa merasakan kalo Sean menaruh hati pada istrinya. Dari caranya menatap Ariana. Orion benar-benar merasa tidak suka.


Siang itu juga, sesampainya di hotel. Orion menyuruh istrinya berkemas. Ariana merasa bingung dengan sikap Orion yang seolah tergesa-gesa, namun ia tak berani untuk lanjut bertanya. Sepertinya Orion sedang moody. Ia tak ingin menambah buruk suasana, jadi ia menurut saja apa kata suaminya itu.


"Sayang, aku sudah selesai packing nih!" Ujar Ariana sambil mendekat ke arah Orion yang sedang memainkan ponselnya dan duduk di atas ranjang. Rupanya ia sedang menghubungi adik-adiknya yaitu Aska dan Haikal, serta temannya, Reno. Untuk menanyakan apakah mereka sudah selesai berkemas juga.


"Oh...yasudah, ayo kita ke lobi hotel untuk cek out!" Jawab Orion seraya beranjak dari duduknya. Ia pun segera menggeret koper miliknya juga milik istrinya. Dan Ariana hanya membawa tas ransel kecil miliknya saja. Ia berjalan mengekor di belakang suaminya.


Di lobi hotel.


Orion dan Ariana terlihat sedang duduk di dekat meja resepsionis untuk menunggu adik-adiknya dan juga kedua temanya turun ke lobi. Dan tak lama kemudian tampaklah segerombolan orang yang ia kenal sudah tampak keluar dari lift.


"Itu mereka! Akhirnya turun juga, lama sekali, aku menunggu sampai bosan rasanya!" Dengus Orion sambil membuang nafas kasar merasa sedikit lega.


Aska dan lainnya berjalan mendekat ke arah meja resepcionis, dan mereka juga segera melakukan cek out.


"Hei...kalian ini lama sekali!" Seru Orion pada Aska dan yang lainnya saat mereka sudah selesai cek out. Orionpun memasang muka masam.


Ariana yang melihat itu berusaha mengelus pundak Orion agar suaminya itu merasa lebih tenang sedikit. Ariana tahu kalo suaminya itu suasana hatinya sedang buruk saat ini.


Sedangkan Aska, Haikal juga Reno hanya bisa terkekeh melihat tingkah Orion yang benar-benar mirip anak kecil. Dan itu membuat Aska jadi timbul keinginan untuk menjahili kakaknya tersebut. "Kakak apa perlu ku belikan permen, agar mood mu membaik? Hehe!" Seloroh Aska bermaksud menggoda Orion.


"Jangan, Kang bucin ini pasti lebih suka coklat daripada permen!" Reno menimpali sambil turut terkekeh.

__ADS_1


"Mending untukku saja permen dan coklatnya daripada untuk kang bucin ini, karena pasti dia nggak doyan keduanya, dia itu doyannya makan cinta!" Celetuk Aska dan itu lagi-lagi membuat semua yang ada disitu jadi ikut tertawa cekikikan. Sedangkan wajah Orion bertambah masam.


"Apa-apaan kamu anak kecil. Sok tahu, jangan bilang cinta...cinta, kamu kan masih kecil." Sungut Orion pura-pura marah.


"Ya baiklah, aku imut, aku diam!" Seloroh Haikal lagi dengan gayanya yang lucu. Dan itu membuat kakak keduanya, Aska jadi gemas dan langsung mengacak-acak rambut adik bungsunya itu dengan lembut.


"Kenapa semuanya tertawa? Aku lucu ya! Oh...makasih, aku emang sudah lucu dari lahir!" Tambah Haikal lagi, yang membuat tawa semuanya makin pecah. Dan Orionpun dengan wajah bersemu merah dengan senyum malu-malunya hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan melihat tingkah konyol adik bungsunya tersebut. Ada-ada saja. Batinnya.


*****


Di bandara.


Rombongan Orion sudah tampak ada di dalam pesawat dan menduduki tempat duduk mereka masing-masing.


Ariana menyenderkan kepalanya pada pundak Orion. Ia merasa mood suaminya yang buruk itu belum juga mereda. "Sayang, lain kali jangan marah-marah seperti di pulau tadi ya! Aku takut sekali melihatmu yang seperti itu." Ujar Ariana sambil mengeratkan pelukannya pada lengan suaminya.


Mendengar itu Orion hanya tersenyum seraya mengelus kepala Ariana lembut. "Maaf ya! Kalo aku sudah membuatmu nggak nyaman. Lain kali aku janji nggak akan seperti itu lagi." Orion mencium pucuk kepala istrinya kilas. Ia benar-benar merasa bersalah karena tak bisa mengendalikan emosinya waktu bertengkar dengan Sean. Pria bernama Sean itu benar-benar membuatnya muak. Mengingat namanya saja, Orion tidak sudi.


Akhirnya Orion dan Ariana tertidur dengan saling berpelukan di dalam pesawat. Pemandangan itu membuat siapapun yang melihatnya pasti iri. Mereka tampak serasi sekali. Begitu bisik-bisik yang terdengar dari penumpang lain.


Dan tak lama kemudian, terdengar suara seorang pramugari dengan menggunakan pengeras suara. Mengabarkan kalo pesawat akan segera mendarat. Di harapkan semua penumpang untuk bersiap-siap. Dan suara tersebut berhasil membangunkan sepasang suami istri, yaitu Orion dan Ariana yang tadi sempat tertidur pulas.


Tak butuh waktu lama. Pesawat akhirnya benar-benar mendarat. Orion dan Ariana bersiap untuk turun. Begitupun dengan adik-adiknya dan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Di bawah. Saat mereka sudah berada di lobi bandara. Tiba-tiba banyak wartawan yang mendekat ke arah mereka. Tujuan para wartawan itu adalah Orion. Mereka sangat terobsesi dengan kehidupan pernikahan putra pertama dari pengusaha yang sedang naik daun saat ini. Yaitu pak Alvian. Bagaimanapun Orion jadi ikut tersorot karena wajahnya yang tampan seperti artis dan kehidupan pernikahannya yang sempat di tutupi akhirnya terhembus juga ke telinga para awak media.


Aska dan Reno yang menyadari itu, segera memasang badan mereka untuk menjadi prisai bagi Orion. Para awak media itu seolah dengan brutal menyerbu Orion untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Sampai-sampai gandengan tangan Arian pada Orion terlepas karena serbuan para awak media tersebut.


Orion berusaha menerobos kerumunan orang untuk meraih kembali tangan istrinya. Tapi sepertinya malah semakin terpisah jauh. Firasat Ariana menjadi tidak enak. Seperti ada sesuatu yang seolah akan memisahkan mereka.


"Ariana!" Teriak Orion berusaha mendekat ke arah Ariana.


"Orion!" Ariana juga tampak melakukan hal yang sama.


Saat para awak media saling dorong. Tiba-tiba ada orang menyelinap ke dalam kerumunan dengan menyembunyikan sebilah pisau di punggungnya. Ariana sempat melihatnya. Dan orang tersebut berjalan ke arah Orion. Firasat buruk Ariana pun tampaknya akan segera terjadi.


"Orion! Awas!" Teriak Ariana sekali lagi. Sedikit lagi tangannya bisa meraih tangan suaminya.


Tapi...Bruk! Badan Orion tiba-tiba jatuh lunglai ke lantai. Banyak darah mengucur dari perutnya. Ariana sangat terkejut dan berusaha mendekat ke arah Orion.


Aska dan Reno yang mengetahui hal tersebut. Segera berlari mengejar pelaku penusukan yang terjadi pada kakaknya tersebut. Di bantu oleh beberapa orang yang ada di kerumunan tersebut. Akhirnya si pelaku pun dapat di bekuk dan di amankan oleh petugas keamanan yang sedang bertugas di bandara.


Dan berkat bantuan para security bandara, akhirnya kerumunan para awak media itupun bisa di bubarkan.


Ariana menangis tersedu sambil meletakkan kepala suaminya di pangkuannya. "Orion bangun! bertahanlah, jangan tinggalkan aku sendirian, aku mohon!" Seru Ariana sambil terus terisak. Dan tak lama kemudian ambulance pun datang dan Orionpun segera di larikan ke rumah sakit.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2