
Kehadiran Rachel yang tiba-tiba ke tempat piknik. Berhasil membuat Ariana sangat terkejut. Bukan masalah kehadirannya yang membuatnya terkejut. Melainkan senyum yang di sunggingkan oleh Raachel. Seolah tak ada kekecewaan yang terpancar dari wajah Rachel saat melihat kemesraan antara dirinya dengan Orion. Tidak ada tatapan curiga atau semacamnya.
Kenapa tiba-tiba Rachel ada disini. Apa dia yang di maksud Aska tadi. Seseorang yang turut di undangnya juga. Ariana masih menatap dengan tatapan bingung bercampur tak percaya.
Sedangkan Rachel, dengan senyum ceria langsung menyalami semua orang yang ada di tempat itu. Ia juga tampak tak canggung saat bersalaman dengan Pak Alvian. Gadis itu memamg sangat humble. Ia cepat sekali akrab dengan siapapun. Bahkan di detik pertama saja ia sudah mampu mencairkan suasana.
Sampailah Rachel di hadapan Ariana dan Orion yang masih menatapnya dengan tatapan Heran. "Hei..kenapa kalian menatapku seperti itu?" Seru Rachel seraya tersenyum jenaka."Kalian melihatku seperti melihat hantu saja di siang bolong." Selorohnya lagi tanpa menghilangkan ekspresi jenakanya.
"Ka..mu?" Kalimat Ariana terhenti.
"Aku sudah tahu yang sebenarnya tentang hubungan kalian." Sela Rachel cepat. Seolah tahu arah pembicaraan Ariana menuju kemana. "Aku sudah tahu dari Aska. Aska sudah menceritakannya padaku beserta dengan alasannya. Tapi aku sedikit kecewa padamu. Kenapa kamu harus bohong padaku juga sih. Kamu pikir aku ini mulut ember yang akan menyebarkan setatusmu yang sudah menikah ke anak-anak lain di sekolah. Kamu juga jadi membuatku jadi memiliki rasa pada Orion. Haha..tapi untung belum terlalu dalam." Ujar Rachel dengan ringan. Tapi entah apa yang di rasakan gadis itu dalam hatinya. Benarkah perasaannya terhadap Orion belum terlalu dalam? Atau jangan-jangan malah sebaliknya.
"Jadi kamu sudah tahu. Baguslah kalo begitu. Jadi kami tak perlu berpura-pura lag di depanmu." Seru Orion datar.
__ADS_1
Sedangkan Ariana masih terdiam. Lidahnya terasa kelu. Tidak tahu harus berkata apa lagi. Ia bersyukur Rachel sudah mengetahui semuanya dan kelihatannya juga ia tidak marah. Tapi tetap saja. Ia merasa bersalah kerena sudah berbohong dan mempermainkan perasaan gadis yang tak berdosa itu. Ia merasa terharu dengan kelapangan hati yang di miliki oleh teman barunya itu. Rachel.
"Terimakasih ya Rachel. Kamu tidak marah padaku dan bahkan dengan mudah memaafkanku." Ujar Ariana akhirnya meskipun tenggorakanya masih terasa tercekat karena tak bisa menahan gejolak rasa bersalahnya pada Rachel.
"Kenapa harus berterimakasih padaku. Semua ini berkat Aska. Anak itu. Walaupun kelihatannya pendiam. Tapi ternyata pandai bicara juga.haha." Lagi-lagi Rachel berseloroh dengan tawa yang mengiringi. Perasaannya yang sebenarnnya benar-benar tak teraba." Dan siapa bilang aku tidak marah padamu. Awalnya aku sangat marah padamu. Tapi lagi-lagi Aska berusaha memberikan pengertian padaku dengan sangat baik." Sambungnya masih dengan ekspresi yang sama. Memasang wajah seceria mungkin.
Tak jauh dari situ. Aska menghampiri ketiga orang yang sedang bercakap tersebut. "Kak Rachel janga terlalu memujiku. Nanti bisa-bisa aku terbang. Hehe." Rupanya tadi diam-diam Aska mendengar apa yang di katakan Rachel tentang dirinya.
"Benarkah? Kalo begitu nanti aku akan ajak kak Rachel terbang bersamaku." Ucap Aska seraya tersenyum. Mereka berdua terlihat akrab walaupun baru kenal.
"Jangan mau sama Kak Aska Kakak cantik. Kak Aska itu diam-diam play boy. Sama Aku saja!" Seru Haikal dari kejauhan. Membuat semuanya jadi tertawa dengan selorohannya. Pak Alvian yang ada di dekatnya juga langsung mengacak rambutnya gemas."Hei..kenapa kalian semua jadi tertawa. Memangnya aku salah bicara ya. Lihatlah. Sekarang aku sudah tidak gendut lagi. Aku sudah kurus. Berkat diet. Hehe." Lanjutnya lagi. Membuat orang yang di sekitarnya turut tertawa geli.
"Hei..Haikal. Aku rasa bukan Aku yang play boy. Tapi kamu. Play boy gendut. Hehe." Ledek Aska seraya tertawa.
__ADS_1
"Aku gak gendut kok. Tapi sedikit berisi saja. hehe."
"Hah..dasar. Masih berkilah lagi."
Suasana yang tadinya sedikit canggung kini mulai mencair kembali berkat kelucuan Haikal.
Sekilas Ariana menatap ke arah Rachel yang ketahuan menatap ke arah Orion dengan tatapan penuh arti.
Entah apa yang ada di pikiran Rachel saat ini. Ariana benar-benar tak bisa merabanya. Sebisa mungkin ia berusaha untuk tidak menaruh curiga pada Rachel tentang arti tatapannya itu pada Orion.
BERSAMBUNG..
Para readers yang baik hati. jangan lupa kasih like dan vote nya yah. terimakasih 🙂
__ADS_1