Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Prihal Angga


__ADS_3

Kantin tampak ramai di penuhi para siswa siswi seperti biasanya. Mereka datang untuk mengisi perut mereka yang sedang keroncongan atau sekedar melegakan tenggorakan mereka dari rasa dahaga. Begitupun juga dengan Ariana dan Rachel yang tampak duduk di tempat biasa mereka makan. Di di depan stand bakso kesukaan mereka.


Mata mereka berdua tampak berbinar ketika dua mangkuk bakso dan dua gelas es juruk sudah tampak siap tersaji di meja mereka. Terlebih Ariana. Rupanya ia sudah merasa kehausan sejak tadi. Dengan tanpa lupa membaca do'a terlebih dulu ia segera menyeruput es jeruk di hadapannya yang tampak menggoda. Ah..segarnya. nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan. Gumamnya dalam hati.


Begitupun juga dengan Rachel. Melihat Ariana membaca do'a. la jadi ikut-ikutan. Biasanya ia lupa membaca do'a terlebih dahulu saat makan ataupun minum. Sepertinya Ariana memang membawa pengaruh yang baik buat Rachel.


"Emm..Ariana. Kira-kira kamu tahu nggak si Angga kemana? Perasaan beberapa hari ini aku tidak melihatnya ada di lapangan basket." Ujar Rachel setelah menyelesaikan aktifitas makan baksonya.


Ariana masih terdiam. Belum ingin menjawab. Ia segera menyeruput kembali es jeruknya yang tinggal seperempat gelas hingga habis. Dan selama itu pula ia harus memikirkan alasan untuk menjawab pertanyaan dari Rachel.

__ADS_1


"Emm..aku tidak tahu. Kenapa kamu tanya ini padaku?" Akhirnya menjawab pertanyaan Rachel dengan pertanyaan pula.


"Jadi kamu benar tidak tahu? Aku kira kamu tahu. Karena sepertinya kalian dekat. Oh..iya, Aku juga dengar kabar burung, kalo si Angga itu di tangkap polisi dan di penjara karena tindakan kriminal. Kasihan sekali anak itu kalo berita itu memang benar adanya."


Darimana berita ini bisa menyebar. Aku sebenarnya juga kasihan pada Angga. Dia melakukan semuannya karena mentalnya sedang tidak setabil karena harus menanggung banyak kenyataan pahit yang terjadi pada keluarganya. Tapi aku belum bisa ceritakan semua ini pada Rachel. Lebih baik aku pura-pura saja tidak tahu. Lagipula semua ini tidak ada hubungannya denganya. Jadi lebih baik ia tidak tahu apa-apa. Aku tidak mau semuanya jadi semakin rumit.


"Hei..Ariana. Kenapa kamu malah diam?" Ujar Rachel sambil mengayunkan tangannya ke udara di hadapan Ariana. Agar Ariana tersadar dari lamunannya.


"Oh..iya..benar juga ya. Hemm..semoga aja itu hanya gosip. Tapi sepertinya pihak sekolah dan dewan guru disini berusaha menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya agar tidak terhembus keluar. Karena jika berita itu memang benar. Takutnya akan merugikan pihak sekolah. Mereka tidak mau citra sekolah mereka tercoreng karena ada siswanya yang bertindak kriminal. Jadi berita itu hanya simpang siur saja jadinya."

__ADS_1


"Hemm..jadi begitu. Semoga beritanya tidak benar ya. Dan Angga bisa kembali ke sekolah." Ujar Ariana dengan dahi mengeriyit. Ia merasa tidak enak dengan Angga. Kerena Orion telah menjebloskannya ke penjara. Setelah ini ia akan mencari cara agar Orion mau mencabut laporanya. Agar angga bisa bebas dan bisa kembali bersekolah.


"Iya..aku harap juga begitu. Meskipun aku juga belum mengenal lebih dekat anak itu. Tapi sepertinya dia anak yang baik."Rachel menambahkan.


Tak lama kemudian Bel sekolah berbunyi. Menandakan Jam istirahat telah selesai. Ariana dan Rachel pun segera beranjak dari kantin setelah membayar minuman dan makanannya.


Mereka berjalan ke kelas dengan beriringan sambil sesekali bercanda ringan. Tapi tiba-tiba saja langkah Ariana terhenti. Tatapan kagetnya tak bisa di hindari lagi. Betapa tidak. Aska sudah berdiri di hadapannya dengan jarak lima meter. Ia juga sempat melambaikan tangan pada Ariana.


Ah..Gawat..Gawat.. Kenapa tiba-tiba Aska kesini menghampiriku sih. Dia kan belum tahu aku dan Orion sedang bersandiwara di hadapan Rachel sebagai kakak dan adik. Bagaimana kalo Rachel tanya Aska itu siapa? Bagaimana kalo Aska keceplosan dan mengatakan yang sebenarnya..Oh..ya ampun. Aku harus bagaimana? Kenapa semuanya jadi rumit begini sih. Aku juga ingin jujur pada Rachel. Tapi aku juga sedang menunggu waktu yang tepat.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2