Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Orion datang tiba-tiba


__ADS_3

Singkat cerita. Tanggal pernikahan sudah di tetapkan. Yaitu akan di laksanakan minggu depan. Awalnya Orion menolak habis-habisan karena baginya itu terlalu cepat. Tapi Pak Alvian berkilah kalo dia masih memiliki banyak jadwal pekerjaan yang harus segera di selesaikan. Dan saat tiba di rumah Orion kembali memprotes.


"Tapi Ayah..aku benar-benar belum siap." Orion berkata dengan muka pasrah.


"Tapi keputusan Ayah sudah bulat. Jangan banyak membantah lagi. apa kamu sengaja mau mengecewakan Ayah?"


Orion terdiam. Ia tidak ingin berdebat lagi dengan Ayah. meskipun di dalam hatinya ia merasa tidak senang dengan keputusan Ayah.


"Maaf kan Ayah. Ayah bukanya mau bersikap keras padamu. Ayah melakukan ini demi kebaikanmu. Ayah tau kamu masih merasa canggung dengan Ariana. Tapi Ayah yakin Ariana itu adalah gadis yang baik. Ia pasti akan mampu mengimbangi sisi burukmu. lama kelamaan kamu juga pasti bisa membuka hatimu untuknya."


"Darimana Ayah bisa tahu dan yakin begitu?" Orion masih terlihat kesal. Sorot matanya mengatakan kenapa Ayah jadi sok tahu begitu.


Ayah tersenyum seperti biasanya. Sangat tenang. "Karena Ayah adalah Ayahmu. Jadi Ayah tahu apa yang terbaik untukmu." Ujarnya seraya berjalan menaiki tangga menuju kamarnya sendiri bersiap untuk beristirahat.


Orion terduduk malas di ruang tengah. "Jawaban macam apa itu. Itu sih bukan jawaban. Melainkan perintah yang tak bisa ku bantah lagi. Huft."


*******


Ariana berharap seminggu ke depan akan jadi hari yang lebih pajang dari hari-hari biasanya. Agar ia tak perlu merasa cemas dengan hari pernikahannya. Membayangkanya saja sudah membuat Ariana kelelahan apalagi saat pernikahan itu benar-benar terjadi. Ya..menikah dengan orang seperti Orion dan setiap hari harus berhadapan dengannya pasti akan sangat melelahkan. Sifatnya yang kadang seperti tak punya hati itu. Yang suka bicara seenak jidatnya tanpa harus berpikir dulu. Yang tidak peka dengan perasaan orang lain. Bagaimana bisa orang seperti itu akan di jadikan teman seumur hidup.


Ariana tampak berpikir keras di dalam kamarnya sendiri. Terlihat seperti orang yang sedang frustasi. Ia menutup mukanya sendiri dengan bantal lalu dengan cepat membukanya lagi. Sekarang ia bangkit terduduk. Kemudian meraih segalas air putih di meja samping ranjang dan meneguknya sampai habis tanpa bernafas. Ia kembali meletakkan gelas itu dan kini nafasnya mulai terengah-engah. Seolah-olah ia sedang membawa beban berat di pundaknya. Ia merebahkan kembali tubuhnya namun bangkit lagi seraya menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia merasa benar-benar frustasi sampai tidak bisa tidur. Entah kenapa bayangan muka Orion dengan senyum menyebalkannya itu tiba-tiba manari-nari terus dalam benaknya. Akhirnya ia memutuskan keluar kamar untuk menonton televisi. Tapi saat hendak duduk di sofa tiba-tiba ada bayangan Orion yang sedang tersenyum ada disana. Ia mengucek matanya untuk memastikan. Setelah itu bayangan Orion tampak lenyap.


"Kenapa rasanya dia ada dimana-mana? Apa otakku sudah mulai terganggu." Bergumam pada diri sendiri seraya menjatuhkan diri ke sofa dan bersiap menyalakan tv dengan remot control.

__ADS_1


Matanya kini mendelik tak percaya. Bahkan di tv seolah ada Orion. Ia mengganti chanelnya. semuanya terlihat ada Orion. Mendengus kesal. "Kenapa semua chanel tv seperti ada dirinya. Kenapa orang itu membuatku gila. Ah sial."


Ia melirik jam dinding. Sudah menunjukkan pukul 15.30. sudah masuk waktu shalat asar. Tadinya ia berniat untuk tidur siang tapi sampai sesore ini ia malah belum juga bisa memejamkan mata.


"Lebih baik aku shalat asar dulu. Agar Setan Orion itu tidak menghantuiku lagi."


"Siapa yang kamu sebut setan barusan. Berani-beraninya berkata seperti itu di belakangku."


Ariana merasa terperanjat mendengar suara yang tak asing lagi di telinganya. Dengan menggigit bibir bawahnya sendiri ia berusaha menoleh ke asal suara.


"Orion? Apa kamu benar-benar Orion?" Seraya mendekati Orion dan mencubit pipinya dengan keras.


"Hei apa yag kamu lakukan. Augghh..sakit tahu."


"Jadi kamu benar-benar Orion?" Tersenyum seolah tanpa dosa.


"Maaf..Aku kira tadi kamu setan..ups" menutup mulutnya sendiri. Sadar telah salah bicara. "Maksudku aku kaget saja. Kenapa kamu bisa tiba-tiba ada disini muncul seperti..." Kalimatnya terhenti.


"Seperti apa hah? Ayo katakan. Teruskan kata-katamu kalo kamu merasa nyawamu ada sembilan." Seraya pura-pura mengepalkan tangannya dan menatapnya lekat-lekat.


Ariana menggeleng cepat dan terkekeh konyol. "Kenapa kamu cepat sekali marah. aku kan hanya bercanda..hee."


"Ariana! Motor siapa di depan? " Ibu memasuki rumah setelah dari warung tadi. Ia terkejut melihat ada motor sport yang tiba-tiba terparkir di pelataran rukonya. Kemudian ia segera menaiki tangga untuk bertanya pada Ariana. Ibu juga tampak kaget ketika melihat Orion sudah ada disana.

__ADS_1


"Nak Orion? Kapan datang? Jadi motor di depan itu milik nak Orion ya."


Orion masih diam belum menjawab. Ia hanya menghampiri Ibu Ariana dan meraih tangan ibu Ariana untuk bersalaman dengan mencium punggung tanganya.


Ternyata dia masih punya sopan santun juga rupanya. Ariana.


"Maaf kalo saya tadi langsung masuk saja tanpa permisi dulu. Saya lihat pintu terbuka dan terdengar ada suara aneh di atas. Jadi saya langsung ke atas untuk memeriksa." Mukanya terlihat datar.


Hei..alasan macam apa itu. Ariana bergumam.


"Ah tidak apa-apa nak. Anggap saja rumah sendiri, kan sebentar lagi kamu juga akan menjadi suaminya Ariana."


Kenapa ibu bicara seperti itu sih. Siapa juga yang mau jadi istrinya. Mendengar kata-kata suami aku jadi merinding.


Sejenak Orion menoleh ke arah Ariana dengan sorot mata seolah sedang berkata. Memang siapa juga yang mau menjadi suamimu. Aku kesini juga karena terpaksa.


"Ngomong-ngomong kenapa ya Nak Orion tiba-tiba datang kesini?" Ibu berkata dengan lembut.


"Ayah menyuruhku untuk menjemput Ariana. hari ini kita akan fitting baju pengantin." Intonasi di kalimat terakhir seolah terdengar seperti tersangkut biji kedongdong. Seolah jijik dengan kalimat pengantin.


Ah apa? jadi dia kesini untuk menjemputku. Dan aku akan pergi hanya berdua saja denganya. Ini pasti akan melelahkan sekali. Jangan di bayangkan Ariana. Jangan..anggap saja kamu akan jalan dengan binatang kesayangan. Jadi kamu akan merasa baik-baik saja.


"Kalo begitu aku akan shalat asar dulu lalu bersiap-siap." Ariana buru-buru berjalan masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Ibu mempersilahkan Orion untuk duduk di sofa menunggu Ariana bersiap-siap.

__ADS_1


Kelihatanya kamu senang ya akan jalan berdua denganku. Kamu tidak tahu kan apa yang akan ku lakukan padamu? Tersenyum menyeringai seraya memandang ke kamar Ariana.


BERSAMBUNG....


__ADS_2