Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Firasat


__ADS_3

Andai waktu bisa terhenti. Ariana ingin berada di titik itu. Di titik dimana saat kebersamaanya bersama Orion yang terasa manis tidak akan pernah berakhir. Tidak ada kenangan yang paling ia rindukan selain bersama suami tercintanya itu. Meskipun suami yang kini di matanya mungkin tampak sedikit berbeda. Nyeri..hanya itu yang bisa dirasakannya sekarang. Saat menyadari waktu terus berjalan dan ia harus berusaha menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Ya..seandainya memang ia harus melewatinya dengan susah payah. Kalo hanya sekedar menghalau badai demi Orion. Mungkin itu akan tampak lebih mudah baginya. Tapi..Berbagi cinta. Ah..membayangkannya saja begitu sulit.


Perlahan mata Ariana mulai terbuka. Ia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya sebelum akhirnya terbuka sempurna. Pandangan matanya kini menatap ke langit-langit kamarnya sendiri."Aku pasti ketiduran tadi." Gumamnya lirih.


Kemudian ia merasakan ada sesuatu di telapak tangannya. Hanya butuh waktu beberapa detik untuk menyadari itu. Jelas benda di tangannya itu adalah sebuah kalung. Tapi ia belum memastikannya. Ia segera mengambil posisi duduk. Kemudian matanya kini menatap benda yang ada di telapak tangan kanannya. Ya..benar itu sebuah kalung. Sama seperti dugaannya saat hanya merasakan dari menyentuhnya saja tadi. Tapi kalung siapa ini? Siapa yang memberikan kalung tersebut padanya? Begitu banyak pertanyaan berkelebat di pikiran Ariana.


Tunggu! Sepertinya kalung ini tidak asing. Kalung ini mirip dengan yang di miliki oleh Orion.


Ariana melihat lagi kalung itu dengan seksama. Kemudian merasa yakin itu memang kalung yang mirip dengan milik Orion. Hanya initialnya saja yang berbeda. Kalung yang ada pada Ariana di liontinya terdapat initial A.


******


Sementara itu. Di rumah sakit. Orion meminta Aska untuk kembali mengantarnya berjalan-jalan ke luar kamar. Saat itu Aska baru saja datang.


"Aku bosan berada di kamar terus. Temani aku jalan-jalan keluar !" Ujar Orion yang sudah mulai lancar berbicara kembali.


"Kemana? Apa perlu aku antar ke mall atau ke tempat semacamnya. Haha." Aska tergelak. Ia bermaksud menggoda Kakaknya yang kini sedang bermuka masam karena mendengar celotehannya.


"Ide bagus. Kenapa kamu tidak mengantarku ke mars saja sekalian. Mungkin Susana disana lebih menantang. Bukan begitu adikku!" Ekspresi Orion terlihat datar. Ia bermaksud ingin membalas lelucon Aska. Tapi ekspresinya terlihat lucu. Membuat Aska kembali tergelak.


"Wow..mengesankan. Kakak sepertinya Ide mu lebih bagus daripada ideku. Lalu kenapa mukamu bisa sedatar itu. Aku sampai bingung. Kakak sedang bercanda atau marah. Hahaha." Seru Aska seraya duduk di sofa yang ada di dalam kamar inap tersebut.


Kurang ajar. Dia menertawakan ku. Tidak tahu apa. Aku bahkan merasa kesulitan walaupun hanya sekedar untuk tersenyum.


"Sudah puas belum tertawanya? Kalo sudah antar aku untuk berjalan-jalan ke luar di areal rumah sakit sini saja. Ada hal yang harus aku pastikan." Ujar Orion akhirnya dengan ekspresi wajah yang sama seperti sebelumnya.

__ADS_1


Seketika Aska berusaha menghentikan gelak tawanya. Meskipun sedikit kesulitan. Baginya ekspresi wajah kakaknya itu sangatlah lucu.


"Baiklah ! Aku akan mengantarmu untuk berjalan-jalan keluar. Memangnya apa sih yang ingin di pastikan orang sakit sepertimu.Haha." Aska mulai beranjak dari duduknya dan mulai berjalan ke arah Orion. "Aku juga heran kenapa tadi tiba-tiba Kakak ipar meneleponku agar aku yang menjagamu. Huh..merepotkan sekali. Sebenarnya apa yang kakak lakukan pada kakak ipar. Kenapa tadi saat meneleponku suaranya terdengar tak bersemangat seperti itu." Sekarang bicara sambil mendorong kursi roda Orion ke arah pintu kemudian keluar.


Orion masih terdiam. Tak ingin menjawab. Karena tak perlu menjelaskan apapun pada siapapun.Begitu pikirnya. Sampai ia mampu mengurai segalanya sendiri.


"Berhenti di sini Aska !" Ujar Orion saat melewati sebuah kamar yang di dalamnya tampak seorang gadis yang belakangan ini menarik perhatiannya. Sebenarnya lebih tepatnya yang menarik perhatiannya adalah benda yang di pegang gadis itu kemanapun ia pergi. Sebuah benda yang tidak lagi asing baginya. Bola kaca hias salju. Bahkan benda itu menurutnya mirip sekali dengan bola kaca hias salju yang pernah ia berikan pada seorang gadis kecil di masa lalunya.


Aska pun menuruti perintah kakaknya. Ia menghentikan langkahnya tepat di depan kamar gadis tersebut yang pintunya tampak terbuka.


Sejenak Orion memandangi gadis itu dengan tatapan iba. Ia teringat kejadian kemarin saat tanpa sengaja mendengar percakapan dua suster yang baru saja keluar dari kamar gadis tersebut. Kebetulan kemarin Orion melewati kamar yang sama. Ia berjalan-jalan di antar oleh seorang suster yang bertugas merawatnya saat pihak keluarga Orion sedang tidak ada di tempat.


"Kasihan ya gadis itu. Padahal Dia cantik. Tapi sayang kata dokter umurnya tidak akan lama lagi." Kata Seorang suster yang membawa map berisi laporan kesehatan.


"Ya..aku jadi sedih mendengarnya. Apalagi dia masih sangat muda." Ujar suster yang satunya menimpali. Kemudian mereka berjalan menjauh hingga Orion tak bisa mendengar apa-apa lagi dari para suster tersebut.


"Tidak!" Jawab Orion datar. "Ayo kita pergi ke taman saja." lanjutnya pada Aska.


"Tunggu sebentar. Katanya tadi Kakak ingin memastikan sesuatu. Apa ada hubungannya dengan gadis itu?" Aska menatap menyelidik ke arah Kakaknya. Ia memang seolah selalu peka dengan perasaan orang lain.


Orion masih terdiam. Enggan menjawab."Jangan banyak tanya. Ayo kita pergi saja ke taman." jawabnya akhirnya. Meskipun ia menyadari betul bahwa apa yang di katakan Aska ada benarnya.Tapi untuk apa juga ia harus menjelaskan semuanya pada adiknya. Pikirnya.


"Hemm..pantas saja kakak ipar tadi suaranya terdengar tak bersemangat saat meneleponku. Jadi gara-gara ini. Sepertinya kakak ipar kecewa padamu. Jangan-jangan kakak tertarik ya pada gadis itu!" Aska mulai menyerbu Orion dengan berbagai pertanyaan. Sekarang ia pun memasang wajah kesal pada kakaknya itu.


Ya ampun. Kenapa sih anak ini cerewet sekali kalo sudah menyangkut kakak iparnya.

__ADS_1


******


Ariana mulai menyadari, setelah pertengkaran kecil tadi pagi dengan suaminya. Sebenarnya bukan bertengkar. Mungkin hanya salah paham. Ya..mungkin. Ariana berusaha menguatkan diri. Pikirannya tak lagi sekalut tadi. Ia berpikir akan berbaikan dengan Orion apapun yang terjadi.


Dan soal kalung yang tiba-tiba ada di tangannya tadi saat terbangun dari tidur. Ibu sudah menjelaskan semuanya.


Tapi yang membuatnya bingung adalah. Kenapa kalung itu sama persis yang ada di tangan Orion. Mungkinkah semua ini ada hubungannya. Untuk memastikan semua itu Ariana harus bergegas ke rumah sakit. Ia ingin mencocokan cerita Ibu tentang kalung tersebut dengan cerita Orion yang ada di masa lalunya.


Ia sadar tadi pagi sudah bersikap kekanak-kanakan. Pergi begitu saja meninggalkan Orion hanya karena merasa cemburu. Mungkin saja Orion hanya bercanda soal istri muda. Atau mungkin memang ada hal lain. Entahlah. Meski begitu harusnya ia bisa lebih bersabar dalam bertindak agar tidak menimbulkan kesalah pahaman.


"Ibu! Aku pergi ya. Do'a kan Aku supaya aku bisa segera menyelesaikan masalahku dengan Orion Bu!" Ariana yang sudah tampak rapih mencoba berpamitan kepada Ibunya sebelum pergi ke rumah sakit.


Ibu tersenyum melihat putrinya sudah kembali seperti semula. Tegar dan berani menghadapi kenyataan."Hati-hati di jalan ya nak. Ingat ! Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Jadi kamu tidak perlu takut anakku." Kata Ibu seraya mengusap lembut pipi Ariana.


Arianapun turut tersenyum. Kemudian segera meraih tangan Ibunya dan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu dengan lembut dan berlangsung agak lama.


Ibu menatap putri semata wayangnya untuk kesekian kalinya. Entah kenapa wajah Ariana tampak begitu bersinar sebelum akhirnya menghilang dari pandangannya.


Semoga ini bukan firasat buruk! Ibu berusaha menepis firasat buruk yang tiba-tiba berkelebat di kepalanya.


BERSAMBUNG...


Terimakasih yang sebanyak-banyaknya bagi yg masih setia menunggu novel dari seorang penulis amatiran ini Up..wkwkwk


Jangan lupa like,vote and coment..😊😊😊

__ADS_1


sekali lagi terimakasih 😀😄


__ADS_2