Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
memanas-manasi tetangga


__ADS_3

Siang ini matahari sangat cerah. Secerah hati Ariana yang masih berbunga-bunga. Sejak tadi ia senyum-senyum sendiri di kamarnya. Ia masih teringat kejadian kemarin saat makan malam di rumah keluarga Adriano. Saat makan malam berlangsung di meja makan.


Saat itu para pelayan sudah tampak selesai menghidangkan semua makanan di meja makan yang berukuran besar dengan sepuluh kursi yang mengitarinya. Pak Alvian duduk di kursi paling ujung. Sedangkan Orion, Aska dan Haikal duduk di sisi kananya. Dan di sisi kirinya di tempati oleh Ariana dan Ibunya. semua terlihat sedang menikmati hidangan yang sudah di sajikan. Tinggal Ariana yang belum mengisi piringnya dengan lauk. Ia masih memilih-milih menu yang ia suka. Kemudian ia memutuskan untuk mengambil beberapa tusuk sate ayam. Karena rasa sate yang sangat enak tanpa sadar ia memakan sate tersebut sampai belepotan mulutnya penuh dengan saus sate.


Orio yang melihat itu menyenggol kaki Ariana yang ada di bawah meja. "Heh..Lihat mukamu tuh." Berkata dengan suara berbisik.


Ariana yang ada di sebrangnya tampak polos menunjuk mukanya sendiri. "Kenapa dengan mukaku?" Dengan suara berbisik juga.


"Bersihkan mukamu yang belepotan itu."


"Yang mana?" Seraya meraba mukanya sendiri dengan tangan. Alhasil belepotannya tambah kemana-mana.


Melihat itu Orion jadi gemas dan langsung bangkit berdiri dari duduknya. Memutari meja dan menghampiri Ariana. Ia segera meraih tisu dan me lap muka Ariana. "Membersihkan begini saja tidak bisa."


Sedangkan Ariana masih terpaku menatap Orion yang sedang membersihkan wajahnya dengan lembut. Ia tidak menyangka Orion yang jutek itu akan melakukan hal seperti itu padanya.


Melihat adegan itu. Ibu Rima dan Pak Alvian saling pandang. Kemudian tersenyum. Dari sorot mata mereka seolah sedang mengatakan. Lihat anak kita. Sepertinya mereka benar-benar sedang kasmaran.


Aska dan Haikal pun tampak terkejut melihat adegan itu.


"Kalo mau mesra-mesran jangan di sini dong. nggak lihat apa. Disini ada anak di bawah umur." Seru Haikal polos.


Sedangkan Aska masih tampak tanpa ekspresi. Dia memang orang yang pandai menyembunyikan perasaan.


Setelah itu Orion kembali ke meja makannya.


Apa yang barusan ku lakukan. Aku pasti sudah gila.


Sedangkan pipi Ariana masih tampak bersemu merah karena merasa malu.

__ADS_1


********


Sedang asik mengingat kejadian kemarin. tiba-tiba Hp Ariana berbunyi. Sepertinya ada pesan yang masuk di what sapp nya. la pun segera membuka Hpnya tanpa mengubah posisinya yang sedang tiduran di ranjang.


**From Orion


Turunlah. aku sudah ada di depan rukomu. aku malas masuk karena sepertinya Ibumu sedang banyak pelanggan di bawah**.


Melihat pesan itu ia langsung terduduk dan kini berjalan ke arah jendela kaca kamarnya untuk memeriksa apakah benar Orion sedang di bawah sana.


Sekarang tengah membuka tirai jedelanya. Dan benar Orion ada di bawah sana di atas motor sportnya dan sedang melambaikan tangan ke arahnya seraya tersenyum. Ariana reflek menutup tirainya kembali. Dan sekarang ia berdiri membelakangi jendela. masih berusaha mengatur nafas. Entah kenapa tiba-tiba saja jantungnya berdegup sangat kencang. Setelah merasa tenang ia bergegas meraih jibab bergonya dan segera turun ke bawah untuk menemui Orion.


"Kenapa kamu lama sekali sih. Aku kepanasan tau menunggu di luar." Dengus Orion pada Ariana yang sudah ada di hadapanya.


"Salah sendiri kenapa tidak masuk saja kedalam."


"Kenapa aku harus masuk ke dalam. Kurasa di dalam atau di luar sama saja. Sama-sama panas. Huft."


"Sudah tahu panas. Kenapa juga datang kemari. Tidak ada yang menyuruhmu untuk kesini. Ya kan?"


"Kalo bukan karena di suruh Ayah aku juga malas datang kesini. Apalagi harus melihat tampangmu yang kampungan itu aku jadi tambah malas lagi."


Ariana sudah mulai mengepalkan tangannya geram. Sabar Ariana sabar. Orang sakit jiwa memang begini tabiatnya. Kadang waras kadang gila. Jadi sabar saja. Yang waras ngalah aja.


"Ayah menyuruhku kesini untuk menjemputmu dan mengajakmu jalan-jalan. Sekarang bersiap-siaplah. Dan cepatlah. jangan sampai aku jadi arang karena menunggumu."


Haha..jadi arang katanya. Sekalian saja jadi abu.


"Ya baiklah. Tunggu sebentar. Aku akan bersiap-siap dulu." Masuk ke dalam ruko dengan muka menahan kesal.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian Ariana sudah tampak rapih. Ia mengenakan rok panjang hitam di padankan dengan kaos panjang berwarna pink muda dan kerudung warna senada. Ia tampak terlihat manis.


"Dandan segitu saja lamanya setahun." Orion dengan nada ketus.


Hihh..kenapa sih mulut orang ini. Kalo tidak membuatku kesal apa tidak enak.


"Ayo cepetan jalan. Katamu kepanasan kan tadi. Nanti aku kutuk jadi arang jadi bang napi kamu. Hehehe"


"Apa katamu barusan?!"


"Hei..aku cuma bercanda. Kenapa kamu mudah sekali emosi. Hee." Tersenyum paksa.


Huh..dasar. Mencela orang saja suka. Di cela gantian nggak mau. Ada ya orang seperti itu.


"Kamu sudah pamit ke Ibumu?" Seraya menyerahkan helm yang satunya pada Ariana.


"Ya tenang saja. Sudah. Aku juga sudah pamitin kamu sekalian. "Seraya mengenakan helm di tanganya.


Ketika hendak naik ke jok belakang motor. Tiba-tiba ada tiga ibu-ibu yang sering membicarakan Ariana dan Ibunya lewat di depan rukonya.


"Ah..calon suamiku. Kamu sengaja datang kesini untuk menjemputku ya. Kamu tahu aja kalo aku sedang bosan di rumah terus karena putus sekolah. Jadi kamu mau mengajakku jalan-jalan ya. Aku pasti beruntung punya calon suami sepertimu. Mungkin orang lain tidak akan seberuntung aku. Memiliki calon suami yang tampan dan baik hati sepertimu." Tersenyum paksa.


Mereka itu kan yang sering menggosipkanku. mumpung mereka lewat. Bolehkan aku membalas mereka dengan memanas-manasi sedikit. Ini memang kedengaranya jahat. Tapi aku hanya ingin membalas mereka sedikit saja. Agar mulut mereka tidak tajam lagi.


"Hei apa yang kamu lakukan." Suara Orion teredam karena bekapan tanga Ariana. setelah ibu-ibu bigos(biang gosip) itu menjauh barulah ia melepaskan tangannya dari mulut Orion.


"Apa yang kamu lakukan barusan." Orion mengulangi kata-katanya.


Ariana tersenyum puas. "Tidak ada. Nanti saja aku jelaskan padamu." Sekarang ia sudah duduk di jok motor bagian belakang motor Orion. "Sekarang jalan!" Masih dengan senyum yang riang.

__ADS_1


Barusan apa yang dia lakukan.dasar gadis aneh. Seraya meraba bibirnya yang bekas di sentuh Ariana Tadi. Seulas senyumpun tiba-tiba mengembang di bibirnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2