Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Rencana untuk Angga


__ADS_3

"Apa kamu yakin dengan ucapanmu?" Seru Orion tak percaya.


"Aku sangat yakin Orion. Kasihan Angga kalo harus di penjara terlalu lama. Masa depannya bisa hancur. Jadi aku mohon cabut laporanmu ya? please!!" Ariana berkata dengan gerakan memohon. Berharap Orion mau memahami posisi Angga.


"Ini tidak masuk akal Ariana. Anak itu pantas di penjara suapaya dia jera. Dia itu sudah bertindak kriminal. Apa kamu tidak ingat. Dia itu sudah hampir mencelakai kita berdua." Dengus Orion kesal seraya menutup laptopnya. Kelihatannya Ia sudah tidak bersemangat lagi mengerjakan tugas kuliahnya karena permintaan Ariana yang menurutnya tidak masuk akal.


"Tapi cobalah lihat dari sudt pandang dirinya. Ia melakukan itu karena banyak tekanan. Ia harus menghadapi kenyataan pahitnya di usianya yang masih sangat muda. Dia itu butuh arahan Orion. Bukan sekedar hukuman. Jadi ku mohon. Lunakkan hatimu sedikit."


"Hah..kamu ini. Selalu saja mementingkan kepentingan orang lain di banding kepentinganmu sendiri. Ya..baiklah akan ku bicarakan terlebih dahulu dengan pengacara Ayah. Karena aku tidak bisa memutuskannya sendiri. Ini bukan perkara mudah. Mungkin nantinya ia akan tetap jadi tahanan kota yang di kenai wajib lapor. Dan gerak geriknya akan tetap di pantau oleh polisi." Ujar Orion seraya menyandarkan punggungnya ke punggung sofa rumah mereka.


"Terimakasih Orion. Kamu mau mendengarkan permintaanku ini. "Lagi-lagi Ariana mencium pipi Orion tanpa Orion minta. Membuat wajah Orion seketika memerah. Padahal ini bukan yang pertama kalinya. Tapi ekspresi Orion tidak pernah berubah. Masih saja malu-malu saat Ariana menunjukkan rasa sayangnya tanpa ia minta sebelumnya.


"Apa hanya itu hadiah untukku?" Rajuk Orion manja.


"Jadi kamu ingin lebih?" Ujar Ariana dan hanya di balas anggukan kecil oleh Orion. "Kalo begitu tutup matamu terlebih dahulu." Sambung Ariana seraya mengerlingkan matanya.


"Hei..biasanya aku tak perlu menutup mataku terlebih dahulu." Orion pura-pura memprotes.


"Sudah diamlah. Jangan cerewet. Ayo..turuti saja perintahku."


"Ya..Baiklah. Apa boleh buat. Orion sudah memejamkan mata seraya memonyongkan bibirnya sendiri. Ekspresinya tampak lucu. Membuat Ariana jadi ingin menjahilinya.


"Nah..ini dia hadiah tambahannya." Seru Ariana seraya menaruh bantal sofa ke muka Orion. Kemudian setelah itu tawanya pecah. Ia merasa kegelian sendiri.

__ADS_1


"Hah..apa-apaan ini. Beraninya kamu mengerjaiku."


"Hei..hentikan..apa yang kamu lakukan. Turunkan aku." Seru Ariana yang kini sudah tampak di gendongan Orion.


"Karena kamu sudah mengerjaiku. Aku akan memberika sedikit hukuman untukmu." Orion menyeringai nakal.


"Hei..jangan macam-macam. Cepat turunkan Aku. Aku mohon..Auuugghh..ampun Orion !!" Teriak Ariana yang baru saja jatuh ke lantai.


"Salah sendiri berontak terus sih. Kan jatuh jadinya." Orion meberjongkok seraya menoel gemas hidung Ariana.


"Aduuuhhh..ini sakit tahu. Malah di ketawain."


"Ya..baiklah..aku akan membantumu." Orion dengan segera membopong tubuh Ariana lagi dan meletakkan tubuh mungil itu perlahan kembali duduk di sofa.


"Hei..apa yang kamu lakukan?" Seru Ariana setelah ciuman yang berlangsung cukup lama.


"Aku hanya berusaha mengobatimu Sayang." Orion tersenyum. Membuat Ariana tersipu malu karena di panggil sayang olehnya.


Ah..apa..Sayang katanya. Kenapa baru sekarang ia memanggilku dengan sebutan itu. Haha..manis sekali.


Kini gantian Ariana yang membuat Orion terkejut karena ia segera menghambur ke pelukan Orion dengan tiba-tiba dan tanpa aba-aba. "Aku senang sekali. Terima kasih Orion."


Orion tak menjawab. Ia juga merasakan apa yang di rasakan Ariana terhadapnya sama seperti perasaannya terhadap Ariana.

__ADS_1


"Eh..besok kita jalan-jalan yuk!" Ujar Ariana tiba-tiba seraya melepas pelukanya.


"Boleh..kemana?"


"bagaimana kalo kita memjengunk Angga di penjara. Setelah itu kita kita menjenguk Ibunya di rumah sakit jiwa."


"Hah..ltu sih namanya bukan jalan-jalan." Dengus Orion kesal.


"Itu juga jalan-jalan Orion. Jalan-jalan sekalian berbuat baik."


"Hah..Omong kosong macam apa itu?"


"Oh..jadi kamu tidak mau?" Ariana memasang muka cemberut.


"Tentu saja aku mau Sayang. Asal denganmu. kemanapun aku akan ikut."


"Hahaha..Kata-ktamunyang seperti itu jadi terdengar menggelikan sekali."


"Jadi kamu suka aku yang gimana?" Sekarang gantian Orion yang memasang muka cemberut.


"Yang begini aku lebih suka. Hahaha.."


Orionpun akhirnya ikut tertawa. Semoga kehangatan ini tidak akan pernah berubah. Harap mereka berdua.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2