Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Di Culik Part 6


__ADS_3

Dari arah dalam hutan. Kembali terlihat sekelebat bayangan seseorang sedang mengintai keadaan Orion dan Ariana. Tapi saat Orion menoleh ke arah dalam hutan. Tiba-tiba sekelebat bayangan tersebut kembali menghilang. Orion hanya bisa merasakan firasat akan kehadiran seseorang. Tapi ia belum bisa memastikan itu siapa.


"Kenapa sayang! Apa ada masalah?" Tegur Ariana saat mendapati suaminya tampak celingukan melihat ke arah dalam hutan.


"Entahlah, aku merasa ada orang yang sedang mengawasi kita. Entah itu hanya perasaanku saja atau apa!" Orion masih terlihat mengawasi.


"Sudahlah, mungkin itu hanya sekedar rusa yang lewat atau apa mungkin!" Ujar Ariana yang tampak tak sepaham dengan suaminya.


"Ya...Mungkin kau benar sayang, bayangan yang ku lihat tadi mungkin saja itu rusa atau hewan lainya yang kebetulan lewat." Seru Orion akhirnya. "Baiklah aku akan ke sana sebentar sayang, di bebatuan karang sebelah sana, di tempat aku memancing tadi, banyak bekas makanan ringan dan botol minuman berserakan disana. Mungkin itu bekas turis lain yang pernah singgah disana. Dan mungkin saja aku bisa menemukan sebotol minuman jika kita beruntung." Lanjut Orion sambil menggaruk sebelah alisnya yang tak gatal. Ia hanya sedang tampak berpikir.


"Baiklah sayang, tapi maaf aku tidak bisa membantumu, kakiku..." Kalimat Ariana terputus karena Orion tiba-tiba saja meletakkan telunjuknya di bibir istrinya tersebut.


"Diamlah disini, biar aku yang berusaha mencari sendiri. Aku kan suamimu, jadi aku harus melindungi mu!" Ujar Orion dengan tatapan meyakinkan. Dan Ariana hanya bisa mengangguk tanda menurut.


Setelah itu Orionpun segera berlari menjauh dari istrinya.


"Sayang!" Teriak Ariana dari kejauhan, dan itu membuat Orion seketika menoleh. "Hati-hati!" Seru Ariana lagi seraya tersenyum. Orion pun balas tersenyum lalu kemudian kembali berlari ke arah bebatuan karang di tepi laut.


*****


Di tempat berbeda. Tampak keluarga Sean sedang menikmati makan siang bersama di dalam rumah mereka. Ada Pak Hans dan juga istrinya. Juga ada Sean dan Angel sepupunya juga tentunya. Mereka tanpa asik makan siang sambil berbincang ringan.

__ADS_1


"Sean tambah lagi nasinya, kamu harus makan yang banyak ya!" Ujar Ibu Sean yaitu nyonya Eli kepada putra semata wayangnya itu. Ia adalah seorang ibu yang lembut dan perhatian terhadap Sean karena Sean adalah anak satu-satunya. Dan sebentar lagi Sean akan berkuliah di kota. Dan sikap ibunya akhir-akhir ini jadi sedikit protektif.


"Ibu...Aku sudah kenyang, masakan ibu enak sekali hari ini, rasanya aku ingin makan semuanya, tapi sayangnya perutku sudah tidak muat!" Seloroh Sean dan itu membuat seluruh orang yang ada di meja makan tersebut terkekeh. Ia ingin membuat ibu nya tersenyum dan tidak sedih saat ia sudah mulai kuliah di kota nanti.


"Kamu ini bisa saja, memang biasanya makanan ibu tidak enak ya!" Goda ibu pura-pura merajuk.


"Ah ibu...bukan begitu bu, masakan ibu biasanya enak, tapi hari ini lebih enak!" Sean mengerling kan sebelah matanya dan itu lagi-lagi membuat ibunya tersenyum. Anak ini memang selalu saja berusaha untuk membuat ibu nya itu tersenyum. Bagaimana bila Sean benar-benar jauh darinya. Pasti ia akan sangat sedih. Begitu pikir nyonya Eli. Bahkan ia sampai tak bisa tidur nyenyak beberapa hari ini karena memikirkan hal tersebut. Meskipun Sean bukanlah anak kandung dirinya dan suaminya. Tapi Mereka berdua sudah menganggap Sean seperti anak kandung mereka sendiri.


"Nanti di kota jaga diri baik-baik ya! Jangan nyusahin om dan Tante, mama papanya Angel! Seru ayah tiba-tiba, pak Hans sudah tampak selesai menyantap makanannya.


"Iya ayah, pasti, aku akan selalu berusaha jadi anak yang baik dimanapun berada, supaya bisa membanggakan ayah dan ibu." Ujar Sean seraya tersenyum, dan itu membuat orang tuanya turut tersenyum lega. Sean memang anak baik dan penurut. Wajar bila pak Hans dan juga nyonya Eli sangat menyayanginya. "Kamu juga harus bisa menjaga Angel sepupumu dengan baik, jangan lupakan itu juga!" Lanjut Ayah seraya mengacak pelan rambut putranya tersebut.


"Siap Bos!" Seloroh Sean dan itu membuat semua orang terkekeh.


"Mana mungkin aku bandel, aku ini kan anak tampan dan baik hati kesayangan ayah ibuku!" Seloroh Sean narsis. Seketika itu membuat Angel gemas dan mencubit pipi sepupunya itu pelan.


"Kamu ini, narsis banget sih, kalo tampan kenapa nggak punya pacar?" Goda Angel dan itu membuat Pak Hans juga istrinya jadi turut tersenyum.


"Kamu sendiri kenapa nggak punya pacar? Kamu jomblo juga kan? Hayo!!" Sean menggoda balik sepupunya Angel. Dan itu seketika membuat pipi Angel memerah.


"Ih...menyebalkan sekali sih, harusnya aku yang mengejek mu, kenapa jadi aku yang malah kena sekarang!" Keluh Angel sambil memegang mukanya sendiri dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Sean tergelak. "Haha...Itu namanya senjata makan tuan. Sesama jomblo di larang mengejek!" Tutup Sean. Dan itu cukup membuat orang tuanya juga turut tergelak. Makan siang, siang itu terlihat penuh kehangatan di keluarga pak Hans, mereka seolah terlihat seperti keluarga yang lengkap. Ada sepasang anak laki-laki dan perempuan yang menemani makan siang mereka.


******


Akhirnya, setelah hampir sepuluh menit mencari sesuatu di dekat bebatuan karang. Orion menemukan sebotol air mineral yang masih tampak utuh. Seperti nya masih tersegel dan belum di minum sama sekali dan ada beberapa minuman kaleng yang juga masih tertutup rapat. Seolah semua minuman itu telah di sediakan oleh seseorang. Entah siapa. Tapi Orion tak ingin terlalu memikirkannya. Ia pun bergegas berlari ke tempat istrinya berada. Ia tak ingin istrinya yang sedang kehausan itu menunggu lama.


"Sayang, lihat apa yang ku temukan!" Seru Orion saat sudah berada tepat di hadapan istrinya.


Ariana belum sedikitpun mencolek ikan yang mereka bakar tadi. Ia sengaja menunggu suaminya untuk makan bersama-sama.


"Wah...Air, senangnya, aku sudah haus sekali sayang!" Mata Ariana berbinar dan segera meraih botol air mineral dari tangan Orion. "Aduh...Kenapa keras sekali, aku tidak bisa membukanya!" Ariana tampak kesusahan membuka tutup botol air mineral yang kini ada di tangannya.


"Sini, biar ku bantu!" Orion pun segera bergegas meraih botol air mineral tersebut dari tangan istrinya. Tak berapa lama kemudian botol minuman pun terbuka. "Apa mau aku juga yang meminumkannya untukmu!" Goda Orion sambil menatap istrinya jahil.


"Nggak perlu sayang, aku bisa kok minum sendiri!" Ariana berusaha menghindari tatapan suaminya.


"Tapi aku ingin aku yang meminumkannya untukmu!" Sergah Orion dengan langsung menyodorkan bibir botol air mineral tersebut mulut istrinya. "Minumlah!" Sekarang ia seraya tersenyum manis. Benar-benar senyum yang menggoda. Membuat Ariana jadi tersipu malu di buatnya.


Lalu perlahan Ariana meneguk air yang di sodorkan suaminya itu sambil pandangannya tak lepas dari wajah suaminya.


Kamu selalu saja berhasil membuat pipiku memerah dan perasaanku menjadi hangat.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2