
Ariana mulai memasuki kamar inap Orion dengan ragu-ragu. Disana sudah ada dokter yang biasa mengecek keadaan Orion. Dokter paruh baya itu.
"Permisi!" Seru Ariana perlahan. Membuat Aska dan Dokter paruh baya itu menoleh ke arahnya.
"Kamu sudah datang? Suamimu tadi sempat beberapa kali mengigaukan namamu. Sepertinya ia rindu sekali padamu." Ucap Dokter itu sambil memasukkan stetoskopnya ke dalam jas putihnya. Nampaknya ia sudah selesai memeriksa."Ini perkembangan yang bagus. Semoga tidak lama lagi dia akan segera sadar." Sambungnya terdengar mantap seraya tersenyum.
Ariana pun turut tersenyum senang. Sejenak ia menoleh ke arah Aska yang juga turut tersenyum senang."Kamu dengar kan Kakak ipar. Mudah-mudahan Kak Orion cepat sadar ya!" Ujar Aska bersemangat.
"Ah..iya semoga saja!"
Aku juga sudah sangat rindu dengannya. Sudah tidak sabar ingin melihat senyumnya kembali. Senyum yang hanya untukku.
"Baiklah kalo begitu saya tinggal dulu. Kalo ada perkembangan lagi segera hubungi kami lagi." Ujar sang Dokter yang kini sudah nampak berlalu dari kamar inap Orion yang di ikuti pula oleh seorang suster yang berjalan di belakangnya.
"Terimakasih Dokter atas bantuannya." Ucap Ariana sebelum sang Dokter benar-benar menghilang dari balik pintu kamar inap Orion.
"Baiklah kalo begitu. Kakak ipar aku juga mau pamit pulang. Besok aku kan ada ulangan akhir semester. Aku mau belajar dirumah. Kaka ipar tidak apa-apa kan kalo aku tinggal sendiri disini?" Aska berusaha berpamitan pada Ariana.
Ariana tersenyum."Tidak apa-apa. Aku bisa kok disini sendiri. Sekarang lebih baik kamu pulang saja. Belajar. Dan jangan kawatirkan aku. Mengerti?" Ariana berusaha meyakinkan Aska yang belum juga beranjak dari situ.
"Baiklah kalo begitu. Aku pulang ya kak. Jaga diri baik-baik. Jangan lupa telpon aku kalo kakak ipar butuh bantuan." Berkata seraya tersenyum. Kemudian mulai melangkahkan kaki keluar.
"Kamu juga hati-hati ya di jalan! Jaga dirimu baik-baik !" Seru Ariana sebelum Aska sempat keluar dari kamar inap Orion.
Merekapun saling menatap dan tersenyum. Seolah sedang memberi kekuatan satu sama lain.
Aku berharap Kak Orion akan segera sadar dan bisa membuat Kakak ipar ceria lagi.
__ADS_1
******
Di tempat lain yang masih di areal rumah sakit. Ibu Rima dan Pak Alvian tampak sedang mengobrol di dekat taman.
"Bagaimana keadaan Orion sejauh ini?" Suara Ibu Rima terdengar sedikit canggung. Sudah lama sekali ia tak mengobrol dengan Besannya itu.
"Ya..Dia masih sama. Masih koma. Entah kapan ia akan sadar. Aku belum sempat menjenguknya lagi tadi. Aska yang sedang menungguinya tadi sempat menelponku dan mengatakan kalo Orion tadi sempat mengigaukan nama Ariana. Makanya aku datang kesini untuk menjenguknya. Tapi belum sempat masuk ke dalam. Aku menunggumu dulu disini."
"Oh..jadi begitu! Semoga Orion segera sadar ya! Aku juga tadi belum sempat menghubungi Ariana kalo aku mau datang kesini untuk menjenguk suaminya. Aku ingin bicara denganmu terlebih dahulu baru menghunbunginya." Suasananya masih tampak kaku.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan denganku Rima?" Pak Alvian terlihat mulai tidak sabar. Selama ini ia selalu menahan diri saat melihat Ibu Rima. Selalu berusaha untuk bersikap senormal mungkin di hadapan wanita yang kini juga tengah ada di hadapannya.
"Maaf sebelumnya. Aku hanya ingin mengungkapkan kebenaran yang seharusnya kamu ketahui." Kemudian Ibu Rima mulai mengeluarkan sesuatu yang ia bawa dari dalam tasnya."Ini..ambillah, Ini fotomu dengan Clara saat masih SMA. Aku sengaja membawanya agar kamu bisa menunjukkannya pada Orion bagaimana rupamu dan Clara saat masih muda. Aku yakin kamu sudah tidak memiliki foto-foto lama kita berempat ya kan?" Berkata sembari tertawa kecil untuk mengusir kecanggungan. Sebenarnya dulu Ia sempat merasa sakit tiap kali melihat foto itu.
Pak Alvian meraih foto dirinya dan Almarhum istrinya dari tangan Ibu Rima."Ah..iya. Orion pasti akan senang melihat ini. Terimaksih Rima!" Pak Alvian turut tersenyum. Ia sangat mengahargai almarhumah istrinya. Untuk itu dulu ia selalu berusaha manahan diri dari gejolak perasaannya pada Ibu Rima.
"Apa ini Rima?" Pak Alvian tampak bingung.
"Itu..." Kalimat Ibu Rima menggantung. Sejenak ia merasa ragu. "Itu adalah kado dari Clara dulu untukmu. Tapi aku malah lupa untuk memberikannya padamu. Bukan lupa sih. Tapi lebih tepatnya aku sengaja tidak memberikannya untukmu. Aku kaget saat Clara berkata kalo dirinya menyukaimu. Padahal aku.." Kalimat Ibu Rima terputus.
"Jangan katakan dulu kamu juga sempat menyukaiku? Apa benar begitu Rima." Pak Alvian menatap menyelidik. Ia tahu semua tidak bisa di ulang lagi. Tapi setidaknya ia ingin tahu kebenaran yang sebenarnya.
"Ah..iya. Makanya aku diam-diam tidak memberikan kado dari Clara padamu. Aku takut kamu tertarik padanya. Tapi ternyata pada akhirnya kamu tetap memilihnya. Iya kan ? Jadi maafkan kekhilafanku ini."
"Apa kamu tahu kenapa aku memilih Clara saat itu?" Pak Alvian seolah tak sanggup menahan lebih lama lagi gejolak yang ada dalam jiwanya. Ternyata cintanya dulu pada Rima tidaklah bertepuk sebelah tangan seperti anggapannya selama ini.
Ibu Rima hanya menjawab dengan menggeleng perlahan.
__ADS_1
Pak Alvian menarik nafas panjang. Berusaha mengendalikan dirinya sediri."Karena Adrian diam-diam juga menyukaimu. Karena tak ingin mengecewakannya dan agar Dia tak curiga padaku kalo aku juga menyukaimu. Akhirnya Aku memilih Clara. Agar Adrian berani mengungkapkan perasaanya padamu. Dan ternyata kamu malah menerima cinta Adrian. Aku sempat kecewa. Tapi ada Clara juga di sampingku. Aku tidak ingin mnegecewakannya karena tampaknya Clara tulus mencintaiku. Meskipun hatiku telah termiliki olehmu Rima." Seolah timbul kelegaan saat mengucapkan semua itu dengan gamblang pada akhirnya. Walaupun sudah sangat terlambat.
"Ah..jadi seperti itu. Aku juga dulu menerima Adrian karena ku pikir kamu lebih memilih Clara di banding aku. Ku pikir tak ada harapan lagi untuk kita. Dan aku juga tak tega pada Adrian yang sudah begitu baik padaku." Dan Ibu Rima pun tampak lega dengan apa yang ia ingin utarakan dan ia ingin dengar selama ini.
Kemudian mereka sama-sama tergelak. Merasa lucu dengan tingkah mereka sendiri." Kita ini seperti dua orang yang bodoh ya. Dulu kita saling menyukai tapi kita tak bisa menyampaikan perasaan kita masing-masing hanya karena takut menyakiti orang lain."Ujar Pak Alvian di sela-sela tawanya.
"Tapi aku lega setelah tahu semua kebenarannya. Dan perasaan kita yang dulu seolah tersalurkan oleh perasaan anak-anak kita sekarang. Sekarang kita jadi Besan. Dan kita beruntung dulu punya pasangan yang benar-benar mencintai kita. Adrian dan Clara itu orang-orang yang baik. Aku beruntung memiliki mereka dalam hidupku. Apa kamu merasa begitu juga Alvian?"
"Ah..ya. Kurang lebih begitu. Akhirnya aku lega sekali walaupun aku tahu kebenarannya dengan sangat terlambat. Tapi itu lebih baik daripada tidak tahu sama sekali. Sekarang aku hanya ingin memerankan peran untuk menjadi orang tua yang baik. Agar aku bisa membalas cinta Clara dengan lebih baik." Pak Alvian tersenyum.
Ibu Rima juga turut tersenyum."Ya..kamu benar Alvian. Sekarang itulah tugas kita. Menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita masing-masing. Karena masa kita sudah berlalu. Sedangkan masa mereka baru di mulai. Mari kita masuk ke dalam untuk menjenguk Orion!"
"Mari !"
Epilog
Sebenarnya di foto mereka berempat. Yaitu Alvian, Clara, Rima dan Adrian. Di dalam foto itu tampak jelas. Rima terlihat sedang melirik ke arah Alvian dan begitu juga sebaliknya. Alvian melirik ke arah Rima.
Cinta itu kadang rumit. Tapi cinta sejati itu tak pernah salah. Meskipun mereka berdua. Pak Alvian dan Ibu Rima. Saling memendam cinta masing-masing di dalam hati mereka. Tapi mereka tetap berusaha menjadi yang terbaik untuk pasangan mereka masing-masing meskipun harus mengorbankan perasaan mereka sendiri.
Kadang cinta sejati tidak perlu saling memiliki. Tapi bukan bearti kita menjadi egois dan tak peduli dengan perasan orang yang sudah mau menjadi pendamping hidup kita. Siapa tahu merekalah yang sebenarnya cinta sejati yang Tuhan pilihkan untuk kita.
BERSAMBUNG....
Kok aku nyesek ya..wkwkwkwk. Bahan renungan banget.🙄
haha..jangan lupa like, vote, saran dan kritik di kolom komentar.
__ADS_1
Makasih readers 🥰