Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Menginap di hotel Part 1


__ADS_3

Tak butuh waktu berapa lama, pesawat pun akhirnya take off dengan selamat. Para penumpang pun bersiap untuk turun dari pesawat, termasuk pasangan suami istri Orion dan Ariana. Perjalanan kali hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam saja. Mereka akan berlibur di sebuah pulau yang masih tampak asri.


Di dalam pesawat tadi Orion sempat melihat Angel sedang menaiki pesawat yang sama. Bahkan gadis itu sempatenoleh ke arahnya dan melambaikan tangan padanya. Orion hanya malasnya dengan tersenyum dan setelah itu mereka sama-sama terdiam. Orion kembali menatap istrinya dan mengeratkan pelukannya. Seolah tak ingin seorangpun menyakiti istrinya termasuk dirinya sendiri.


Saat sudah berada di bawah dan akan keluar dari bandara. Tiba-tiba Angel kembali menyapa Orion juga Ariana.


"Hai..apa kabarnya kalian?" Serunya dengan wajah sumringah. Dan sepertinya gadis itu juga terlihat tampak sehat sekarang.


Orion dan Ariana berpandangan sesaat. Ariana merasa sedikit terkejut. "Kabar baik, wah suatu kebetulan sekali bisa melihatmu disini?" Ujar Ariana sambil membalas senyum dari Angel. Sedangkan Orion hanya menyunggingkan senyum tipisnya.


"Aku senang bisa melihat kalian lagi, kalian mau apa datang ke pulau ini?" Angel tampak antusias dengan masih memasang senyum cerianya.


"Kami sedang jalan-jalan sekalian bulan madu." Ujar Orion datar, tadi ia sempat menyela Ariana yang hendak menjawab pertanyaan Angel.


"Ah..iya benar." Ariana menambahkan seraya tersenyum. "Dan kamu sendiri? Kenapa datang ke pulau ini?" Ariana menatap menyelidik ke arah Angel.


"Wah..manisnya. Kalian masih muda sudah menikah, dan sekarang sedang berbulan madu. Hemm..aku iri." Seloroh Angel dengan nada bercanda. "Ah..iya, aku kesini untuk liburan saja mengunjungi paman dan bibiku yang tinggal disini,sekalian pemulihan sehabis operasi, karena udara disini masih asri, jadi bagus untuk pemulihan." Jelas Angel panjang lebar.


"Baiklah kalo begitu, Angel kami duluan ya, kami mau segera ke hotel tempat kami menginap. Takut kemalaman, kasihan Ariana." Ujar Orion seraya mengeratkan pelukannya di pundak istri tercintanya itu.


Angel sempat melirik ke arah tangan Orion yang di lingkarkan di pundak Ariana. Terbesit rasa cemburu kembali menelusup di hatinya meskipun samar.


"Ah..iya, baiklah aku mengerti, kalian duluan saja. Aku masih menunggu sopir pamanku datang menjemput." Angel bicara sambil mengangguk-angguk perlahan seolah sedang berusaha menguatkan hatinya yang tiba-tiba merasa tidak nyaman.


"Baiklah..Angel,kami duluan ya! Mobil jemputan kami dari hotel sudah tiba. Dah Angel." Ujar Orion dengan nada sedatar mungkin tapi masih terdengar ramah.


"Dah Angel, semoga harimu menyenangkan." Tambah Ariana seraya tersenyum tulus.


"Dah, kalian juga, semoga hari kalian menyenangkan!" Jawab Angel dengan senyum sedikit terpaksa.


*****


Sesampainya di hotel. Orion dan Ariana langsung menuju kamar yang telah di pesan oleh Pak Alvian. Ariana merasa sangat takjub dengan design hotel bintang lima yang saat ini mereka inapi. Sungguh berbeda dari hotel-hotel kebanyakan. Karena di hotel ini benar-benar resort yang sangat cantik. Bergaya rumah pohon dengan banyak kaca besar di sekelilingnya. Untuk satu kamar tamu harganya sangat fantastis. Benar-benar hotel yang menarik. Dan setiap memandang keluar dari balik jendela kaca kamar hotel. Langsung terbentan pantai yang cantik nan eksotis. pantai indah dengan di hiasi batu-batu karang yang besar menjuntang di sisi pantainya.


"Wow..!" Ujar Ariana, yang langsung membuka tirai jendela kaca di kamar hotel dan langsung menghadap keluar ke arah pemandangan malam di pantai yang saat ini tengah di hiasi Sinari bulan purnama. Sangat cantik. Gumam Ariana merasa kagum.

__ADS_1


Dari arah belakang Ariana tampak Orion sedang tersenyum dan turut melangkah mendekat ke arahnya. "Selera ayahku benar-benar bagus ya?" Selorohnya sambil merangkul pundak istrinya. "Pemandangannya sangat indah bukan??" Tambahnya lagi seraya mengeratkan pelukannya pada istrinya.


Ariana hanya menjawab dengan tersenyum tanpa menaglihkan pandangannya dari pemandangan pantai di luar.


Perlahan Orion membalikkan tubuh istrinya agar kini bisa menghadap ke arahnya. Ariana merasa tersentak dan berhenti tersenyum, kini matanya tampak tertegun menatap mata Orion yang kini tengah menatapnya dalam-dalam.


"I love you!" Ujar Orion tiba-tiba seraya tersenyum.


Lagi-lagi dada Ariana bergetar hebat saat mendengar pernyataan cinta dari suaminya meskipun ini untuk yang kesekian kalinya. Tapi pernyataan cinta itu terasa hangat menyelimuti hatinya yang tengah berbunga-bunga.


Ariana pun tersenyum dengan pipi yang sudah tampak merona merah. "I love you too." Jawabnya akhirnya dengan malu-malu.


Setelah itu Orion mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ariana. Arianapun perlahan mulai memejamkan matanya. Belum sempat bibir mereka saling menempel. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari arah luar.


"Tok..Tok..Tok..!"


"Siapa??" Ujar Ariana yang kini sudah tampak membuka matanya karena merasa kaget.


Orion menarik nafas dan menghembuskanya dengan kesal. Menyebalkan sekali. Siapa sih yang datang mengganggu. Pikirnya.


"Entahlah, mungkin petugas hotel yang sedang mengantarkan makanan. Sebentar ya aku bukakan pintu dulu." Ujar Orion akhirnya sambil melangkahkan kakinya ke arah pintu.


"Baiklah..masuklah!" Orion membukakan pintu lebih lebar lagi agar pelayan hotel bisa masuk dengan meja dorongnya yang di atasnya berisi makanan pesanannya.


Kemudian pelayan hotel itupun dengan cekatan meletakkan semua makanannya di atas meja Yang ada di dalam kamar hotel tersebut. Setelah selesai dengan itu, ia pun buru-buru permisi untuk keluar.


"Huft..akhirnya!" Seru Orion setelah menutup pintu bolehnya kembali setelah kepergian sang pelayan hotel.


"Akhirnya apa??" Ariana mengerutkan dahinya menatap bingung mendengar perkataan dari suaminya itu.


"Akhirnya sudah tak ada pengganggu lagi sekarang." Selorohnya sambil menghambur ke pelukan istrinya.


"Hei kamu ini apa-apaan sih!" Ujar Ariana malu-malu.


"Karena tak ada lagi pengganggu, jadi aku bisa memakanmu!" Gurau Orion lagi yang membuat muka Ariana tambah bersemu merah.

__ADS_1


"Enak saja. Memangnya aku makanan?" Dengus Ariana pura-pura kesal. Tapi sebenarnya ia luar biasa bahagia.


Ya ampun, kenapa jantungku masih saja berdetak kencang begini ya kalo dekat-dekat dengan Orion. Rasanya seolah berhenti bernafas. Tapi sangat menyenangkan.


"Abisnya kamu enak sih, jadi aku ingin memakanmu!" Orion terus saja menggoda Ariana, karena baginya itu sangat menyenangkan. Gadis itu yang kini menjadi istrinya telah berhasil melumerkan hatinya yang dulu sempat membeku. Dan sekarang perasaanya luar biasa bahagia.


"Sudah..Hentikan! Jangan menggodaku terus, nanti bisa-bisa aku berhenti bernafas karena kekenyangan oleh kata-kata manis darimu!" Dengus Ariana lagi sambil menahan senyum malu-malunya.


"Kalau kamu berhenti bernafas, aku kan bisa memberimu nafas buatan." Ujar Orion seraya mengerlingkan sebelah matanya.


"Orion kamu..ih..!!" Wajah Ariana benar-benar bersemu merah sekarang.


"Kenapa aku??"


"Bisa tidak, jangan menggodaku terus?" Ariana memasang muka merajuk.


"Tapi kamu suka kan??" Sepertinya Orion malah tak ingin berhenti menggoda istrinya yang kini tampak mengemaskan dengan wajah malu-malunya itu.


"Ih..jahat kamu ih, Dasar!" Mencubit pipi Orion gemas.


"Augh..sakit sayang, kenapa mencubitku, kenapa tidak mencoba untuk menciumku saja. Dengan senang hati aku pasati menerimanya."


"Tuh kan mulai lagi.."


"Habisnya jahilin kamu lucu sih."


"Tuh kan..tuh kan.." Ariana tambah merajuk.


"Haha..iya maaf, maaf." Orion malah tergelak. "Ayo kalo begitu, kita selesaikan saja dengan cepat!" Tambahnya sambil mengeratkan pelukannya pada istrinya.


"Apa maksudnya ini...Aaaa...!" Ariana belum sempat mencerna kata-kata Orion tapi Orion sudah menjatuhkan tubuh Ariana di atas ranjang.


Ah ya ampun, Dasar!


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Don't forget to give me 5 Stars, like and coment..😉


thank you 😘


__ADS_2