
Sore hari. Di rumah sederhana milik Orion dan Ariana. Sudah tampak ramai sekali dengan celoteh beberapa gadis yang sengaja di undang kesana Oleh Ariana. Ada Ria, Abel dan tentu saja Rachel. Dan di kesempatan kali ini Ariana bisa seklaigus mengenalkan dua teman kecilnya yaitu Ria dan Abel pada Rachel yang sekarang notaben nya teman sekelas Ariana. Hubungan Rachel dan Ariana juga sudah membaik sejak Rachel mau mengakui kekhilafannya dan menjelaskan semuanya.
El merasa senang karena bisa di kelilingi gadis-gadis manis. Tapintidak dengan Orion. Laki-laki tampan itu duduk cemberut di salah satu sofa. Merasa pusing dengan keramaian. Padahal hari ini adalah waktu luangnya. Ia ingin sekali menghabiskan waktunya untuk beristirahat dan bermesraan dengan Ariana istrinya. Tapi kenyataanya di hari minggu yang tenang ini malah hadir banyak pengganggu. Benar-benar sial. Gerutu Orion dalam hati.
Sementara itu. Ariana tampak sibuk menyiapkan minuman soda dan makanan ringan di dapur. Setelah semuanya tampak siap. Ia segera membawanya dengan nampan dan menyuguhkannya pada teman-temannya.
Terlihat di ruang tamu. El sedang sibuk membual dengan para gadis.
"Jadi Kak El kuliah di luar negri ya?" Seru Rachel antusias.
"Iya..memangnya kenapa gadis manis?" Rayuan maut El keluar.
Rachel tampak malu-malu saat di puji manis oleh El.
"Emm..kayaknya kuliah di luar negri seru juga. Kayaknya aku juga ingin kuliah ke luar negri. hehe." Ujar Rachel seraya tersenyum manis.
"Ya..sekolahlah yang benar. Supaya cepat lulus dan kuliah bersamaku di luar negri. Nanti siapa tahu aku juga bisa sekalian melamarmu." Lagi-lagi El melayangkan rayuan mautnya. Membuat pipi gadis yang kini juga berhijab itu tampak merona merah karena malu.
Apa? Melamar? Kenapa sikap Kak El manis begitu sih. Beda sekali dengan Orion yang dingin. Sepertinya aku mulai menyukai Kak El. hehe. Ujar rachel dalam hati merasa senang.
"Kak El. Kamu hanya ingin melamar Rachel saja rupanya. Lalu bagaimana dengan kami?" Abel berusaha menggoda seraya mengerlingkan matanya pada Ria.
"Iya ih..Kak El nggak Adil. Padahal sebelum Rachel datang. Kak El bilang kami berdua ini juga manis. Iya kan Abel?" Ria turut menggoda.
"Hei..kalian kalo bicara yang benar dong. Memang kapan aku bilang kalian manis. Aku sudah lupa tuh, Jangan coba-coba menjatuhkan image ku di depan Rachel ya, Karena Rachel jadi incaranku sekarang. Kalian mengerti !" El pura-pura mengancam.
Ria dan Abel seketika tergelak. "Hahaha..Rachel jangan percaya padanya. Tadi di awal Kak El juga memuji kami manis. Dia itu play boy sekali ya. hahaha" Sambung Ria dengan terus tertawa.
__ADS_1
"Ya..terus..terus saja jatuhkan Aku. Kalian senang sekarang!" Sekarang El pura-pura marah.
"Kalian benar Ria dan Abel. El itu memang mata keranjang." Seloroh Orion akhirnya. Berusaha ikut-ikutan menggoda El.
"Hei..apa yang kamu katakan sodaraku. Kenapa kamu jadi ikut-ikutan menjatuhkan image ku di depan gadis manis ini." Mata El teralih menatap Rachel yang tampak terdiam malu-malu.
"Oh..ya ampun El. Ternyata selain matamu yang penuh noda. Mulutmu ternyata juga penuh noda.Haha." Orion tertawa mengejek."Aku jadi penasaran berapa banyak gadis yang kamu bodohi dengan mulutmu yang penuh rayuan maut itu. Sepertinya kamu mudah sekali mengucapkan kata-kata manis pada semua gadis ya." Seru Orion lagi. Seraya menarik tangan Ariana yang baru saja selesai meletakkan makanan dan minuman di meja. Ariana tampak terkejut karena kini ia sudah jatuh ke pangkuan Orion.
Cih..Dia malah pamer kemesraan disini. Mentang-mentang sudah halal.
"Diamlah Orion. Aku tahu kamu bicara begitu karena kalah tampan dariku kan? Tapi ku beri tahu satu hal ya. Sepertinya Aku sungguh tertarik pada Rachel." Lagi-lagi mata El kembali menatap Rachel. Membuat gadis itu makin tersipu malu. "Rachel..jangan dengarkan Orion atau dua gadis pengacau ini. Mereka hanya merasa iri padaku." Sambung El berusaha meyakinkan Rachel.
"Kak El..apa kamu sungguh-sungguh dengan ucapanmu?" Rachel tampak ragu.
"Tentu saja manis." Ucap El lagi.
"Kalau perutmu mual. Muntah sana!" Gerutu El pura-pura kesal.
Sejenak El melirik ke arah Orion dan Ariana. Pasangan itu tampak mesra. Beberapa kali Orion terpergok menciumi pipi Ariana gemas.
Ah..pasangan itu. Menyebalkan sekali. Membuat orang lain iri saja. kalo aku juga mupeng bagaimana. Pada siapa ku lampiaskan hasratku ini. Gerutu El merasa kesal.
*******
Hari semakin larut. Abel dan Ria berpamitan untuk pulang dengan memesan Taxy Online.
Sedangkan supir rachel belum ada tanda-tanda akan menjemput. Tak lama kemudian Hp Rachel berbunyi. Supirnya mengabarkan kalo mobilnya mogok di tengah jalan. Harus di bawa ke bengkel dan waktu perbaikannya pasti lama.
__ADS_1
Jadi El punya kesempatan menawarkan diri untuk mengantar Rachel pulang.
"Bagaimana kalo aku saja yang mengantarmu pulang. Dengan mobilku. Eh..bukan sebenarnya ini mobilnya papanya Orion. Hehe." Seloroh El malu-malu.
Rachel menggigit bibir bawahnya sendiri. Merasa ragu."Tapi Kak El. Apa aku tidak merepotkan Kak El?"
"Oh..tidak. Tentu saja kamu tidak merepotkan. Aku malah senang jika kamu mau ku antar pulang. Supaya kita lebih akrab. Aku malah takut kamu yang nggak mau. Karena kita kan baru kenal." Ucap El dengan perasaan penuh harap.
"Aku mau kok kak." Jawaban Rachel seolah membuat El ingin meloncat kegirangan saat itu juga.
"Maksudnya kamu mau ku antar pulang?" Mencoba mempertegas ucapan Rachel.
Rachel hanya mengangguk mantap seraya tersenyum.
Membuat El senang dan berbunga-bunga." Yasudah tunggu sini ya..Aku ambil mobilku dulu Oke. Jangan kemana-mana !" Terlihat El mulai bergegas ke pelataran rumah Orion untuk menyalakan mesin mobilnya. Sedangkan Rachel sudah nampak menunggu di depan pintu gerbang.
"Baiklah !" El segera membukakan pintu mobil untuk Rachel. Setelah itu kembali duduk di belakang kemudi.
Rachel merasa senang dengam perlakuan manis El terhadapnya. Padahal beberapa waktu lalu ia sempat iri pada Ariana karena Orion memperlakukan istrinya itu dengan manis.
Dari teras rumah tampak Orion dan Ariana mrlambaikan tangan pada kepergian El dan Rachel. Seperti biasa. Sepasang suami istri itu tampak mesara. Mereka melambaikan tangan seraya berangkulan.
Tapi anehnya. Rachel tak merasa sakit hati atau iri lagi melihat pemandangan itu. Karena mungkin kini ada El di sisinya. Yang juga bisa memperlakukannya dengan manis.
Semoga Kak El bisa jadi yang terbaik. Aku tidak mau di bayang-bayangi Kak Orion lagi. Do'a Rachel dalam hati.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
jangan lupa like dan vote nya ya. Biar author lebih semngat lagi nulisnya. Makasih 🙂