
"Hemmm..Mau berangkat kenapa malah turun hujan." Ujar Ariana saat sudah rapih memakai seragam dan berdiri di teras.
"Kalo begitu gimana kalo kita bolos saja untuk hari ini. kita lanjutkan yang tadi. Lihatlah cuacanya sangat mendukung untuk..." Ujar Orion yang juga sedang berdiri di sebelah Ariana. Ia tak melanjutkan kalimatnya. Kalian juga pasti juga tahu maksudnya. Hehe..ya benar. Bermesraan maksudnya. Untuk itu adegannya pura-puranya Orion hanya mengerlingkan matanya di kalimat terakhirnya untuk mengoda Ariana. Lagi.
Ariana langsung menatap Orion dengan sewot. Melanjutkan yang tadi kepalamu. itu sih maumu. Dasar mesum. hiihh..menyebalkan sekali.
"Ayolah..tidak usah malu-malu begitu. Aku tahu kamu juga mau kan. lya kan?" Orion terus saja menggoda sampai muka Ariana memerah karena merasa malu.
"Hei..itu sama sekali tidak lucu." Ujar Ariana lagi dengan wajah cemberut."Oh..iya. bukankah Ayahmu memberikan mobil juga untuk kita. Hari ini kan hujan. Jangan naik motor. Jadi naik mobil itu saja." Lanjut Ariana memberi ide seraya berusaha mengalihkan perhatian Orion agar tidak terus-terusan menggodanya. Ia tidak mau wajahnya memerah seperti kepiting rebus lagi.
"Maksudmu mobil butut itu. Siapa juga yang mau pakai mobil butut itu. Aku juga heran. kenapa Ayah membelikan rumah yang kecil di tempat yang sepi seperti ini dan memberi mobil butut itu pula. Aku curiga jangan-jangan Ayah tidak sayang lagi padaku. Jadi ia ingin membuangku bersama gadis kampungan ini di sini."
"Hei..bicar apa kamu. Siapa yang kamu bilang gadis kampungan. Kenapa selalu saja asal bicara. Lagipula siapa juga yang mau tinggal dengan cowok mesum sepertimu."
"Apa kamu bilang? Aku mesum..jangan GR ya. Aku itu tidak tertarik sama sekali padamu. kamu saja yang terpesona dengan ketampananku. lya kan..sudahlah mengaku saja." Orion...Orion..selalu saja tak mau kalah. Apa sih isi kepalamu itu. Hehe.
"Cih.." Ariana mengeriyitkan dahi karena keheranan. Bagaimana bisa ada orang senarsis Orion. Dia memang tampan. Tapi nggak begitu juga kali.
Ya..terserah padamu sajalah. Aku memang kampungan. Dan kamu yang tampan. malas berdebat dengan Orion. Bikin naik darah saja.
Sejenak mereka jadi sama-sama terdiam di teras rumah. Di iringi rinai hujan yang tak kunjung berhenti.
Ariana sudah tampak kedinginan. Orion meliriknya sekilas. Gadis itu benar-benar kedinginan sepertinya. Beberapa kali ia juga tampak bersin-bersin.
"Sudah jam berapa ini. Kalo begini caranya pasti akan terlambat masuk sekolah." Gumam Ariana.
"Ya baiklah..Ayo kita naik mobil saja. ya meskipun mobil butut. Tunggu sebentar disini. Aku akan ke dalam mengambil kuncinya." Ujar Orion seraya memasuki rumah.
Tak lama kemudian Orion telah kembali ke teras. Tanganya menenteng jaket milik Ariana." Sudah tahu dingin dan cuacanya sedang hujan. Harusnya kamu memakai jaket seperti aku." Ujar Orion seraya memakaikan jaket ke badan Ariana. Jaket itu adalah jaket cople pemberian wanita tua di mall waktu itu.
Sejenak Ariana jadi tertegun. Orion tengah memakaikan jaket padanya seperti seorang Ayah yang sedang memakaikan jaket ke anaknya. Sekilas bayangan Ayahnya dan dirinya waktu kecil terbayang di benaknya.
__ADS_1
'Kenapa?..Saat dia bersikap manis seperti ini. Aku merasa sangat nyaman di dekatnya. Nyaman seperti saat aku bersama Ayah sewaktu kecil dulu.
"Hei..kenapa diam saja dan memandangiku seperti itu." Orion menyentuh dahi Ariana dengan dua jari tangannya. Yaitu telunjuk dan dan jari tengah untuk menyadarkan Ariana yang tampak melamun. (Adegan ini di ambil dari adegan Sasuke dan sakura di serial naruto. Hehe).
"Eh..Tidak...Tidak apa-apa. Ayo kita berangkat ke sekolah." Ujar Ariana akhirnya.
******
Mereka sudah ada di dalam mobil bergaya kuno. Mobil ports atau biasa di kenal dengan mobil kodok. Ariana menyukai mobil semacam itu. Tapi Orion tidak.
Mobil yang mereka tumpangi sudah tampak melaju menjauh dari area perumahan mereka yang tersembunyi. Sekarang mobil itu sudah berada di jalan raya dengan kecepatan sedang. Orion mulai menyetel radio tape di mobil itu untuk membuang bosan. Lagu Perfect milik ad serheen terdengar mengalun indah.
I found the love for me..
Darling just dive right in..
and folow my lead..
I Found the girl..
I never knew were the someone...
waiting for me...
cause we were just kids..
when we fell in love..
Kurang lebih begitulah penggalan lirik lagunya. Seolah sedang menggambarkan perasaan Orion yang sebenarnya.
Sesekali Orion melirik ke arah Ariana. Tapi sepertinya gadis itu tidak peka. padahal Orion menyetel lagu itu untuk dirinya. Ariana malah sibuk dengan Hp nya. daritadi tangannya sibuk mengetik membalas chat entah dari siapa.
Orion hanya bisa mendengus kesal.' Dasar gadis payah. Beraninya dia mengabaikanku dari tadi.
__ADS_1
Orion mengerem mendadak saat sudah berada di pelataran Sekolah Ariana.
"Augghh.." Ariana merasa kaget. untung saja kepalanya tidak terantuk dasboard." Orion..Kamu ini apa-apaan sih..Tidak bisa pelan-pelan apa."
"Enak saja kamu memerintahku. Memangnya aku supirmu." Menatap Ariana dengan tatapan kesal." Pokoknya kamu harus membayar jasaku karena sudah mengantarmu ke sekolah." Lanjutnya lagi seraya mendekatkan wajahnya pada Ariana.
"Hei..kamu mau apa? Kenapa aku harus bayar. Kan uangmu lebih banyak daripada aku. Bukankah Uang jajanku juga darimu. Lalu aku harus bayar pakai apa." Ariana sudah semakin terdesak. Wajah Orion makin mendekat.
"Aku tidak mau tahu..Pokoknya kamu harus membayarnya."
"Membayar dengan apa?" Ariana sudah mulai memejamkan matanya. Ia mengira Orion ingin menciumnya jadi Ia memejamkan matanya.
Melihat itu Orion hanya tersenyum. Dan malah mendaratkan ciumanya hanya di pipi Ariana.
Arian membuka perlahan matanya. memegang bibirnya sendiri dengan jarinya. Kok nggak berasa. gumamnya.
"Kenapa? Kamu pikir aku akan mencium bibirmu?" Ujar Orion menyeringai. "Oh..ya ampun..aku tidak menyangka kamu menginginkanya." Sekarang sudah tampak terkekeh. Merasa geli melihat tingkah Ariana yang lucu.
Muka Ariana sudah tampak memerah sekarang karena malu. "Menyebalkan sekali. Aku turun saja."
"Hei..tunggu. Kamu kan belum membayar. mana bayaran untukku."
"Kamu mau apa lagi sih." Ariana sudah mulai kesal sekarang.
Tidak puas apa tadi sudah membuatku malu.
Orion menyodorkan pipinya ke arah Ariana.
"Itu maksudnya apa?"
"Ayo cepatlah. Jangan pura-pura tidak tahu maksudku." Seraya menyodorkan pipinya lagi pada Ariana.
Dengan malu-malu akhirnya Ariana mendaratkan ciumanya di pipi Orion. Setelah itu ia segera keluar dari mobil. Wajahnya sudah memerah sekarang.
__ADS_1
Sedangkan Orion masih senyum-senyum sendiri di dalam mobil. Bahkan ia tidak sadar sedari tadi ada sepasang mata yang tengah mengawasi gerak-geriknya.