Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Kedatangan El


__ADS_3

Ariana berjalan menuruni anak tangga hingga ia sampai ke lantai bawah. Lalu kemudian berjalan menuju ruang tamu. Dari kejauhan ia sudah dapat mengenali siapa gadis manis berhijab yang tengah duduk di sofa ruang tamu.


"Rachel!" Seru Ariana senang. Baru saja tadi dirinya membicarakan gadis itu dengan suaminya. Tahu-tahu Rachel malah datang kemari. Sungguh suatu kebetulan yang tak terduga. Batin Ariana.


"Ariana!" Rachel yang tengah menatap ke arah Ariana pun segera berdiri dari duduknya.


Ariana mendekat ke arah sahabatnya itu dengan senyum mengembang kemudian memeluknya. "Kamu apa kabar? Sudah lama ya kita nggak ketemu sejak libur UAS!" zUjar Ariana seraya melepas pelukannya.


"Duduk Ra!" Ajak Ariana, dan mereka berdua pun duduk di kembali di sofa.


"Kabar ku baik Ariana, kamu sendiri?"


"Aku alhamndulillah baik juga Ra!"


"Syukurlah!" Mereka berdua pun sama-sama tersenyum.


"Maaf ya, nggak nelpon dulu ngabarin mau mampir, soalnya tadi aku habis daftar kuliah, terus kebetulan lewat sini, jadi aku mampir, untung kamu ada di rumah!" Jelas Rachel.


"Iya nggak apa-apa, kamu daftar di kampus mana?"


"Di kampus seni? Kalo kamu?"


"Sama, aku disitu juga, aku titip data diriku tadi sama Abel dan Ria. Hari ini rencananya juga mereka mau kesini, tapi entah jadi atau nggak setelah pulang mendaftar!"


"Wah...berarti kita sekampus dong, nggak nyangka ya! Hehe!" Rachel tertawa kecil.


"Aku kira kamu bakal lanjutin kuliah ke luar negri bareng El, Cie...?" Ariana tersenyum menggoda.


"Nggak lah, kan Kak El mau kerja disini, jadi aku kuliahnya disini saja! Hehe!"


"Iya sih tadi Orion juga sudah cerita!"


"Orion? Oya...mana suamimu itu? Kok nggak kelihatan?" Rachel mendongak ke arah dalam sisi rumah seolah sedang mencari sesuatu.


"Emm...dia ada kok di kamar, lagi sakit!" Jelas Ariana sedikit ragu.


"Hah! Sakit? Sakit apa?" Menatap Ariana heran.


"Ya pokoknya ceritanya panjang deh," Ariana seolah tampak enggan untuk bercerita.


Rachel pun faham. "Oh...semoga cepat sembuh Orionnya!"


Ariana tersenyum kecil. "Iya makasih."


Tak lama kemudian terdengar suara dering ponsel dari dalam tas selempang milik Rachel.

__ADS_1


"Halo!" Serunya sesaat setelah mengambil ponsel dari dalam tasnya dan mengangkat sambungan telponnya.


"Baik Ma, Rachel akan pulang sekarang juga!" Ujarnya lagi sebelum akhirnya ia mengakhiri percakapannya di ponsel.


"Siapa Ra?"


"Mamaku, Ariana! Mama nyuruh aku pulang sekarang juga, karena kami mau ke acara nya sodara kami siang ini!" Ujar Rachel sambil memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. "Aku pulang dulu ya Ariana, besok-besok kita ngobrol lagi!" Kali ini ia berdiri bersiap untuk pergi.


Untuk sekali lagi mereka saling berpelukan sebelum akhirnya Rachel bergegas keluar menuju mobilnya. Ariana pun mengantar hingga depan pintu. Kemudian melambaikan tangan pada Rachel saat mobil gadis itu mulai melaju.


"Assalamualaikum...!" Teriak Rachel dari dalam mobil.


"Wa'alaikum salam...!"


******


Di bandara.


Seorang pria tampak turun dari pesawat, dan kini sedang berjalan menyusuri lobi bandara. Ia mendorong koper dan beberapa tas bawaanya menuju deretan mobil taxi yang terparkir rapi di luar lobi bandara. Kemudian ia memilih salah satunya dan mulai duduk di dalam taxi tersebut.


"Jalan pak! Ke alamat ini ya!" Ujar pria tersebut pada sang sopir taxi.


Pria yang tengah duduk di bangku belakang taxi tersebut adalah El sepupu dari Orion. Ia sengaja tak menghubungi keluarga Adriano dengan kedatangannya ke negri ini, karena ingin memberikan suprise pada sepupunya itu.


Stelah hampir setengah jam perjalanan, akhirnya El smapai juga di halaman rumah keluarga Adriano. Ia pun segera turun dari taxi, Sang sopir taxi membantunya menurunkan koper serta barang bawaan lainnya dari dalam bagasi. Selesai dengan itu, El membayar ongkos taxi nya.


"Ya sama-sama!" Jawab El datar dan mulai mendorong koper serta barang bawaanya menuju pintu utama. Saat i


menoleh ke belakang, sopir dan taxi yang ia tumpangi tadi sudah melesat pergi.


El memencet bel yang terletak di dekat pintu utama. Dan tak berapa lama kemudian aorang asistent rumah tangga membukakan pintu untuknya.


"Oh tuan muda El, silahkan masuk tuan!" Seru asistent rumah tangga tersebut yang sudah tak asing lagi dengan El.


El pun masuk ke dalam rumah, tapi koper dan barang bawaanya kini sudah berpindah tangan ke sang asistent rumah tangga.


"Silahkan duduk,. biar saya panggilkan Tuan muda Orion dan Nona muda Ariana!"


"Memangnya mereka ada di rumah ini sekarang?" El sedikit terkejut.


"Ada Tuan!"


"Lalu Aska dan Haikal kemana?


"Sedang keluar untuk brain scadboart tuan!"

__ADS_1


"Oh...!" El pun tak ingin lanjut lagi bertanya, kalo Pak Alvian, Om nya pasti sedang di kantor saat ini. Begitu pikirnya. Ia pun membiarkan sang asistent rumah tangga berlalu.


Tak lama kemudian, Ariana sudah berada di ruang tamu untuk menemui El.


"Mana Orion si narsis? Kokndiannggak ikut turun?" Ujar El sambil matanya celingukan seolah sedang mencari sesuatu.


"Ada dia,di atas, lagi istirahat!"


"Oh...!" El tak ingin lanjut menanggapi, ia pasti berpikir kalo Orion sepupunya hanya istirahat biasa saja. Seperti tidur siang.


"Tadi barusan Rachel kesini loh! Cie...!" Goda Ariana.


"Oh ya!" El tampak terkejut. "Mana dia sekarang?"


"Ya udah pulang lah!" Sergah Ariana.


"Nona muda!" Panggilan dari seorang asistent rumah tangga menghentikan perdebatan kecil mereka.


"Ya...ada apa bi?"


"Tuan muda, menyuruh saya untuk memanggil nona dan tuan muda El agar menemuinya di atas!"


"Itu anak nggak sopan banget, masa' tamu di suruh nyamperin, bukannya dia yang turun terus nyamperin, pfffttt...bener-bener tuh bocah." Gerutu El merasa kesal.


"Orion belum boleh banyak begerak dulu El." Jawab Ariana sembari tersenyum getir. Bersamaan dengan itu sang asistent rumah tangga pamit permisi.


"Kenapa? Ada apa dengannya?" El merasa heran dan penasaran.


"Yuk ke atas dulu saja, nanti aku ceritain disana!" Sahut Ariana seraya melangkahkan kakinya menuju tangga.


Meskipun wajah El masih di Liputi penasaran, ia tetap menurut dan mengikuti langkah Ariana di belakangnya.


********


Sedangkan di luar, di seberang jalan rumah besar keluarga Adriano, ada sebuah mobil berwarna silver yang di dalamnya terdapat beberapa orang terlihat sedang mengintai rumah besar yang berdiri megah di hadapannya.


Seorang salah satu dri mereka tampak sedang menelphone dan melaporkan segala aktifitas yang terjadi di rumah besar tersebut pada sang penelpon.


"Pantau terus!"


"Baik bos!"


Pria itupun mengakhiri percakapannya di sambungan teleponnya. Dan kini matanya kembali fokus mengawasi keadaan sekitar rumah besar milik keluarga Adriano menggunakan teropong.


Setelah dirasa cukup. Mobil itu pun segera berlalu dari tempat tersebut.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2