Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Rahasia Aska Part 1


__ADS_3

Deg... deg... Deg...


Degup jantung Orion berpacu dengan cepat bersamaan dengan langkah kaki yang mendekat ke arah mobilnya. Sampai pada akhirnya, Orion melihat seorang anak muda yang sangat familiar keluar dari rumah besar tersebut.


"Pak, tolong kembali, antar aku pulang!" Serunya pada pria yang hampir saja mendekati mobil Orion.


"Tapi tuan...," Sahut pria itu tampak bingung, namun akhirnya ia memilih untuk menuruti perkataan tuan mudanya. Ia pun segera berlari menghampiri anak laki-laki yang masih mngenakan baju SMA itu dan membiarkan mobil Orion lolos dari rasa kecurigaannya.


Orion pun akhirnya bisa bernafas lega, ia mencoba untuk menyalakan mesin mobilnya kembali. Dan ajaibnya berhasil. Ia pun segera bergegas pergi dari sana.


Di tengah perjalanan ia teringat pada pemuda yang tanpa sengaja menyelamatkannya tadi. Wajah itu, jelas ia sangat mengenalnya. Itu Aska, tidak salah lagi, adik keduanya. Tapi untuk apa dia ada di rumah besar itu? Dan siapa wanita paruh baya yang berdiri di sisinya tadi? Begitu banyak pertanyaan berkelebatan di pikirannya tanpa bisa ia menerka apa jawabannya.


"Kamu kenapa?" Tanya Angga yang merasa bingung melihat Orion yang sedang menyetir tapi wajahnya terlihat sedang berpikir keras.


Orion hanya menggeleng perlahan sambil matanya masih menatap lurus ke depan. "Aku hanya melihat seseorang yang mirip adikku, Aska, ada di antara mereka tadi. Entahlah, aku merasa bingung, kenapa tiba-tiba dia ada di sana?" Jawab Orion akhirnya bersamaan dengan sampainya mobil yang ia kendarai di pelataran depan kantornya.


"Apa kamu ingin aku menyelidikinya?" Tanya Angga lagi saat mobil terhenti dan mereka belum turun dari mobil.


"Kali ini biar aku saja!" Jawab Orion mantap.


******


Di rumah besar keluarga Adriano.


Tampak Orion yang baru saja pulang dari kantor dan mobilnya sudah terparkir dengan manis di halaman rumah. Ia segera keluar dari mobilnya, kemudian melangkah dengan tergesa memasuki rumah besar milik keluarganya.


Ia melewati ayahnya begitu saja yang sedang duduk di ruang tengah. Langkah kakinya langsung tertuju pada tangga, ia pun menaiki tangga tersebut dengan tergesa untuk sampai ke kamar Aska, adiknya.


"Apa yang kamu lakukan di sana tadi?" Ujar Orion tanpa basa-basi saat masuk ke kamar Aska yang tak di kunci tanpa permisi.

__ADS_1


Aska yang sedang sibuk membaca buku di meja belajarnya merasa terkejut dan mengangkat kepala, "ada apa?" Sebelah alisnya terangkat merasa bingung dengan pertanyaan kakaknya.


Orion membuang nafas kasar, "kamu tahu kan aku paling nggak suka basa-basi, jadi cepat katakan apa yang kamu lakukan di rumah besar yang terletak di perumahan jalan. Arteri tadi siang, dan siapa wanita paruh baya yang berdiri di sisi mu?" Jelas Orion seraya menatap lekat-lekat mata adik keduanya. Sorot mata yang di tujukan ya lebih terlihat seperti sorot mata mengintimidasi.


"Aku nggak ngerti dengan maksud omongan kakak!" Jawab Aska tanpa ekspresi.


"Jangan bohong!!" Seru Orion mulai kesal. Ia sebal sekali setiap melihat wajah adiknya yang seolah berlagak tak peduli.


"Orion! Ada apa ini?" Seru pak Alfian yang kini sudah berada di ambang pintu kamar Aska. Ia melihat ada gelagat mencurigakan dari Orion saat mulai memasuki rumah tadi.


Kedua anaknya pun langsung menoleh ke arah pria paruh baya itu dengan wajah sedikit terkejut. Kemudian sejenak tatapan Orion kembali menatap Aska dengan sorot mata tajam. Terdapat banyak kekesalan dan kecurigaan disana. Mengingat rumah besar yang di datangi Aska tadi siang adalah markas penjahat yang mencoba mencelakainya dan menerornya beberapa hari ini. Apa hubungan mereka dengan Aska? terutama wanita paruh baya yang berdiri di sisinya siang itu. Batin Orion tak bisa berhenti penasaran sejak siang tadi. Dan ia berusaha menahannya sampai pulang kantor seperti malam ini.


"Dia, ibuku!" Jawab Aska akhirnya yang seolah sedang menjawab isi hati Orion, mata Orion pun langsung membulat tak percaya. Begitupun pak Alfian.


"Kamu bicara apa nak?" Ujar Pak Alfian menatap Aska dengan tatapan bingung. Pasalnya sepengatahuannya, ibu kandung Aska tinggal di luar negri selama ini. Apa mungkin wanita itu telah kembali dan diam-diam menemui Aska? Gumam pak Alfian dalam hati.


Samanta?


"Kamu sungguh, bertemu dengan wanita itu?" Pak Alfian terperangah. Ia tak menduga wanita itu akan nekat untuk menemui Aska. Putra keduanya.


"Kenapa?!! Kenapa ayah begitu egois, menyembunyikan semua kenyataan ini padaku?! Apa dengan menjadikan aku sebagai anak angkatmu, ayah bisa menghapus semua dosa-dosa ayah!!" Teriak Aska penuh dengan emosi, matanya pun sudah tampak memerah dan berkaca-kaca. Belum pernah pak Alfian maupun Orion melihat Aska seemosional itu sebelumnya. Karena memang biasanya anak itu begitu pendiam dan kalem.


"Hei...ASKA!!! JAGA BICARAMU!!! Ingatlah, bagaimanapun ayahku adalah orang tua yang telah merawat dan membesarkanmu dari kecil!" Sahut Orion merasa tidak terima. Belum pernah ada sebelumnya yang berkata kasar pada ayah yang sangat di sayanginya.


"KALO AKU BISA MEMILIH, AKU JUGA TIDAK SUDI DI BESARKAN OLEH ORANG LICIK SEPERTI DIA!!" Aska terlihat kalap dan berteriak di depan wajah Orion dan menatap kakak laki-lakinya itu dengan sorot mata penuh kebencian. Untuk sesaat Orion menatap mata Aska dengan tatapan tak kalah kesal sebelum akhirnya ia melayangkan tinjunya ke pipi kanan Aska.


"Dasar anak nggak tahu diri!" Orion baru saja ingin melayangkan tinjunya lagi tapi tangan ayahnya sudah ada di lengannya untuk mencegah aksinya. Ia menoleh ke arah pak Alfian dengan tatapan bertanya-tanya. Kenapa? Pikirnya.


Baru Orion membuka mulut untuk mengajukan protes, Pak Alfian malah mengangguk perlahan, seolah sedang memberi isyarat pada putra sulungnya untuk menurut kali ini. Orion pun mengerti dan mengurungkan niatnya untuk menghajar adik kedua nya itu.

__ADS_1


"Aku yakin kamu sedang salah faham nak, entah apa yang di bicarakan Samanta kepadamu, hingga dalam waktu sekejap saja kamu bisa membenciku seperti ini!" Ujar Pak Alfian dengan suara lemah lembut, tidak ada raut kekecewaan sama sekali yang ia tunjukkan pada Aska. Sebaliknya ia mendekat kepada Aska untuk melihat ujung bibirnya yang berdarah karena tinjuan dari Orion tadi.


Aska segera menepis tangan pak Alfian yang nayaris menyentuh pipinya. "Singkirkan tangan kotor anda dari saya, jangan bilang kalo ibu ku adalah seorang pembohong. Tentu saja aku lebih mempercainya, karena dia adalah ibu kandungku!"


"Dasar anak keras kepala, minta di ha...," Kalimat Orion terhenti bersamaan dengan gerakan tangannya yang terhenti di udara. Kalo saja pak Alfian tak berusaha mencegahnya, pasti tangan itu akan kembali melayang jatuh di wajah Aska.


"Ayah, lepaskan aku! Biarkan aku menghajar anak nggak tahu diri ini yang berani-beraninya menghina ayah!" Protes Orion tak terima sambil matanya terus menatap ke arah Aska dengan tatapan yang mengerikan. Rasanya ia ingin menghajar anak itu hingga ia mau menarik kata-katanya kembali seraya memohon ampun pada ayahnya.


"Ayah hanya berusaha memahami perasaan Aska, lagi pula, kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah jika di balas dengan kekerasan juga!" Jawab Pak Alfian dengan bijaksana, tapi sepertinya Aska masih belum ingin berdamai dengan diri nya sendiri, ia masih teringat cerita ibunya tentang Pak Alfian lah yang menyebabkan ayah kandungnya meninggal dunia.


"Kalian keluarga penjahat, mulai hari ini aku akan angkat kaki dari sini!" Ujar Aska sambil berlari ke luar kamar.


"Aska!! Aska...!!, tunggu!!" Pak Alfian merasa panik, "Orion, tolong kejar adikmu, ayah takut terjadi sesuatu padanya!" Matanya menatap memohon pada putra sulungnya itu. Tapi Orion bergeming dan merasa enggan dengan perintah ayahnya kali ini.


"Biarkan saja yah! Kenapa ayah harus peduli dengan anak kurang ajar itu!" Sahut Orion akhirnya dengan memutar bola mata malas. Malahan tadi ia ingin menghajar Aska sebelum akhirnya kabur.


"Karena..., ayah memiliki hutang nyawa pada ayah kandung Aska!"


"Apa!!!" Orion menatap ayahnya tak percaya.


BERSAMBUNG.


Pengumuman.


Jadi cerita MENDADAK JADI SITRI MUDA INI.


menceritakan latar belakang adik-adik nya Orion. Maaf ya genrenya jadi kayak ada genre mafia gitu..hehe


akhir2 ini, aku ngerasa kenapa novel ku ini jadi kurang geregetnya. Entah dari alurnya atau nulisnya. Tapi aku selalu berusaha untuk memperbaiki.

__ADS_1


makasih buat yg mau setia nungguin novel receh ini untuk up.


Mohon terus dukungannya... untuk memberi like, vote dan komentar. Terimakasih atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih 🙏🤗


__ADS_2