Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Pagi hari


__ADS_3

Suara kicau burung tampak merdu di luar sana, hingga membangunkan sepasang suami istri yang sempat tertidur lagi setelah shalat subuh bersama tadi.


Ariana berusaha hendak beranjak dari kasur untuk membuka tirai jendela kamar hotel. Ia menyingkirkan tangan Orion yang melingkar di tubuhnya dengan perlahan agar tak membangunkan suaminya itu yang kini tampak tertidur pulas.


Tapi tak disangka, Orion malah mengeratkan pelukannya di tubuh Ariana istrinya. Ia membuka sebelah matanya sedikit untuk mengintip reaksi istrinya itu yang kini tampak kesusahan menyingkirkan tangannya dari tubuhnya. Kemudian senyum jahil pun mengembang dari bibir Orion.


"Orion! Apa-apaan sih, jangan begini! Aku tahu kamu pura-pura tidur, iya kan?" Dengus Ariana kesal akhirnya seraya memukul lengan suaminya pelan.


"Mana ada, aku beneran tidur kok," jawab Orion masih dengan mata terpejam.


"Tuh kan, mana ada orang tidur tapi bisa jawab pertanyaanku?" Sungut Ariana sambil menatap masam wajah suaminya yang kini tampak senyum-senyum sendiri dengan mata yang enggan di buka.


"Aku cubit nih?" Ancam Ariana yang sudah tampak kesal.


"Jangan dong! Galak banget sih, mending kamu cium aku saja!" Bujuk Orion yang kini sudah tampak membuka matanya dan memandang lekat ke dalam mata istrinya yang kini masih tampak menatap horor ke arahnya.


Karena merasa gemas, tanpa aba-aba Orion langsung saja menciumi wajah istrinya bertubi-tubi. "Ih..Orion, apa-apaan sih, ini geli tahu!" Ujar Ariana yang sedang berusaha memberontak, tapi ciuman Orion malah beralih ke lehernya.


"Sudah hentikan, ini geli!" Seru Ariana seraya tergelak dan berusaha mendorong tubuh Orion darinya.


"Tapi kamu suka kan?" Sepertinya Orion tak mau menghentikan aksinya dan malah bersiap membuka kancing baju piyama yang di kenakan oleh istrinya itu.


"Apa-apaan ini, ini masih pagi sayang!" Rajuk Ariana lagi dengan nada suara manja. Sepertinya ia juga sudah mulai tergoda. "Kamu jahat, sudah menggodaku sepagi ini." Rajuknya lagi pura-pura marah.


"Hemm..habisnya aku suka sih menggodamu!" Seru Orion lagi dengan tangan yang sudah gentayangan entah kemana.


Ah ya ampun, lagi-lagi dia begini. Sebenarnya aku juga ingin sih. Hehe.


*****


Siang pun menjelang. Matahari sudah tampak meninggi. Ariana baru membuka tirai jendela kamar hotelnya seusai mandi tadi. Orion juga sudah tampak rapih berpakaian sekarang.


"Sayang! Kamu bawa sisir nggak? aku ingin menyisir rambutku." Ujar Orion yang kini tengah duduk santai di atas ranjang hotel.


"Sebentar ya! Sepertinya ada di tas." Ujar Ariana yang kini bergegas ke lemari dan mencari tasnya disana. Dan tak lama kemudian ia kembali pada Orion seraya menyerahkan sisir pada suaminya itu.


"Sini! Biar aku saja yang menyisir rambutmu!" Seru Ariana pada Orion. Dan kini ia sudah tampak menyisir rambut suaminya itu dengan telaten. "Selesai! Wah...Tampannya suamiku!" Puji Ariana seusai menyisir rambut suaminya itu.


Orionpun mendongak ke arah Ariana yang sedang berdiri di belakangnya seraya tersenyum. "Ya dong, suami siapa dulu!" Ujarnya membanggakan diri dan segera menarik Ariana ke dalam pangkuannya.

__ADS_1


"Eh..apa-apaan ini!" Ujar Ariana sambil malu-malu menatap ke dalam mata suaminya yang kini tengah memangkunya.


Orion segera mendaratkan ciuman lembut di kening istrinya itu sambil berkata. "I feel I'm falling in love whit you everyday."


Ariana merasa sangat tersentuh mendengar ucapan tulus dari suaminya itu. Ia pun membalas mencium kening suaminya dengan lembut. "Me too." Ucapnya, kemudian mereka berdua sama-sama tersenyum.


"Sini! Sekarang biar gantian aku yang menyisir rambutmu," ujar Orion seraya bangkit dari duduknya dan kini sudah tampak berdiri di belakang Ariana. "Memangnya kamu bisa?" Seru Ariana merasa ragu.


"Untukmu apa sih yang nggak aku bisa. Aku pernah bilang kan, sekalipun kamu pergi ke mars, aku akan tetap mengejarmu!" Seru Orion dengan sangat yakin, dan Ariana hanya bisa tersenyum, wajahnya merona merah karena hatinya menghangat karena ucapan suaminya itu. Di dalam hati ia merasa sangat beruntung di karuniai suami sebaik Orion.


"Nah..selesai, sekarang istriku ini bertambah cantik karena suaminya yang menyisir rambutnya." Ujar Orion yang kini sudah merindukan kepalanya menghadap ke wajah Ariana seraya menoel pelan hindung istrinya.


Lagi-lagi Ariana di buat tersipu malu oleh ulah suaminya itu. "Bisa-bisa aku berhenti bernafas kalo keseringan mendengar ucapan manis darimu," Seru Ariana dengan tersenyum seraya memegang gemas pipi suaminya dengan kedua tangannya.


"Kalau kamu berhenti bernafas kan masih ada aku yang bisa memberikan nafas buatan untukmu," seru Orion lagi dengan nada menggoda.


"Hah dasar! Aku sayang kamu Orion!" Sergah Ariana dengan mata yang tampak berkaca-kaca karena merasa terharu. Semua ucapan serta limpahan perhatian dari Orion benar-benar bisa menggetarkan hatinya.


"Aku juga! Aku juga sayang sekali padamu sayang!" Seru Orion seraya memeluk istrinya dengan erat. Mereka saling berpelukan dan tersenyum penuh kebahagiaan.


"Sudahan ah...Romantis-romantisnya! Aku lapar nih, ayo kita pergi ke luar jalan-jalan lalu makan!" Ucap Ariana seraya melepas pelukannya.


"Tapi aku sudah merasa kenyang tadi pagi!"


Seketika dahi Orion berkerut, merasa belum bisa mencerna perkataan dari istrinya itu. "Kenyang kenapa? Memang tadi kamu makan apa?"


"Makan cinta darimu sayang, jadi aku merasa tidak lapar deh, hehe." Jawab Ariana seraya tertawa konyol.


Melihat itu Orion pun turut tersenyum. "Hemm..sepertinya kamu juga sudah mulai pandai ya berkata-kata manis."


"Iyalah...Kan aku belajar darimu." Ariana berkata masih dengan tersenyum.


"Hah..dasar!" Ujar Orion seraya mengusap lembut kepala istrinya.


*****


Ariana dan Orion kini tampak sedang ada di luar, mereka berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati pemandangan. Pantai di pulau tersebut masih tampak asri, itu bisa di lihat dari airnya yang masih terlihat sangat jernih dan pantainya juga bersih bebas sampah. Dan pengunjung di pantai tersebut juga tidak terlalu ramai.


Ariana dan Orion duduk santai di pinggir pantai sambil menunggu makanan dan minuman mereka yang mereka pesan dari restorant yang ada di hotel tersebut.

__ADS_1


Mereka tampak asik bercengkrama di bawah gazebo di pinggir pantai sambil di belai angin lembut yang mengibar-ngibarkan jilbab panjang Ariana.


Tak alam kemudian, makanan pesanan merekapun datang, seorang pelayan tampak sedang meletakkan pesanan makanan mereka di meja gazebo yang mereka tempati saat ini.


"Terimakasih!" Ujar Ariana ramah pada sang pelayan yang hendak berlalu dari hadapan mereka. Dan pelayan itu hanya mengangguk seraya tersenyum kemudian segera berlalu dari hadapan mereka berdua.


"Hemm..sepertinya lezat, perutku sudah benar-benar merasa lapar nih." Ujar Orion yang kini sudah bersiap menyuapkan sesuap makanan dengan sendok ke mulutnya.


"Eh..sebelum makan harus baca do'a dulu, kamu lupa ya?!" Sergah Ariana dan tangannya sudah tampak mencegah tangan suaminya yang hendak makan.


"Ya...ampun sayang, aku lupa, saking laparnya aku lupa." Ujar Orion seraya meletakkan sendoknya kembali ke atas piring, dan sekarang buru-buru berdo'a. "Sudah, aku makan ya sekarang." Mengambil lagi sendoknya kembali dan bersiap untuk makan.


"Eh..tunggu, masih ada yang kurang!" Seru Ariana lagi sambil tersenyum simpul.


"Ya ampun! Apalagi sayang!" Wajah Orion sudah tampak frustasi.


"Kamu harus minum air putih dulu sebelum makan, supaya pencernaan mu tidak bermasalah." Kali ini Ariana menahan tawanya yang hampir pecah. Sepertinya ia senang sekali berhasil menjahili suaminya yang sedang kelaparan itu.


"Ya baiklah!" Ujar Orion sambil meraih sebotol air mineral yang ada di hadapannya setelah itu segera meneguknya setelah membuka tutup botolnya. "Sekarang sudah boleh makan kan?"


"Masih ada yang kurang, satu lagi yang kamu lupa!" Ariana memutar bola matanya ke atas.


"Apa??!" Orion sudah mulai tak sabar.


"Kamu belum bilang i love you padaku!" Seru Ariana dengan malu-malu.


Orion menarik nafas panjang agar bisa menahan emosinya. Ia tahu istrinya dari tadi ingin menjahilinya. "Baiklah! I love you sayangku, selamat makan!" Ujar Orion akhirnya seraya tersenyum. Bagaimanapun ia tak kan bisa marah pada Ariana. Karena pada kenyataanya ia memang sangat mencintai istrinya itu.


"Hehe..Kamu sabar banget ya! I love you too sayang!" Jawab Ariana sambil tersenyum bahagia.


"Aku selalu sabar sayang, asal kamu bahagia." Seru Orion lagi sambil menyodorkan suapan pertamanya pada Ariana.


Melihat sikap Orion, Ariana jadi tertegun. "Kenapa suapan pertamanya di arahkan ke arahku?"


"Karena aku ingin makan setelah kamu makan duluan sayang!"


Kenapa kata-kata sesederhana itu, terdengar sangat tulus. Aku benar-benar terharu sayang, Aku benar-benar beruntung bisa memiliki suami sebaik dirimu.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2