
Di bandara, saat pagi buta. Sekelompok orang yang tidak asing lagi, mulai turun dari pesawat dengan barang bawaan mereka masing-masing. Tampak Aska, Haikal, Reno dan Anesia merasa senang akhirnya bisa datang ke tempat dimana Ariana dan Orion pergi berbulan madu. Mereka juga sudah merencanakan sebuah kejutan untuk mengerjai pasangan muda-mudi itu dalam rangka merayakan ulang tahun Ariana.
"Yups...! Sekarang kita tinggal menunggu mobil jemputan saja dari hotel." Seru Aska yang tampak bersemangat.
"Akhirnya kita ke hotel juga, aku sudah mulai lapar lagi nih!" Ujar Haikal sambil mengelus-ngelus perutnya sendiri.
Melihat itu Aska hanya menggeleng pelan seraya berdecak. "Astaga dek, bukannya tadi di pesawat kamu sudah makan?"
"Hehe...Tapi aku sudah lapar lagi kak!" Jawab Haikal dengan cengengesan.
Untuk kesekian kalinya Aska hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya itu.
Sedangkan di sebelah adik kakak tersebut. Berdiri sepasang muda mudi, yaitu Reno dan Anesya. Mereka berdua juga sengaja datang untuk membantu Aska dan Haikal memberikan kejutan ulang tahun untuk sahabat mereka yaitu Ariana.
"Sayang, kamu harus pake syalmu dengan benar, disini cuacanya dingin, aku nggak mau kamu kena flu lalu sakit." Seru Reno seraya membenarkan syal yang terlilit di leher Anesya.
Anesya tampak tersenyum di perhatikan seperti itu oleh Reno. "Kamu juga, jangan sampai sakit ya sayang!" Balas Anesya seraya membenarkan topi rajut yang di kenakan Reno.
"Ehem, ehem...Jangan bermesraan di hadapan para bocil ya? Hehe," seloroh Aska dan itu membuat pasangan muda-mudi itu tampak malu-malu sejenak. Pipi mereka jadi merona merah karena ucapan dari Aska.
Bersamaan dengan itu, mobil jemputan dari hotel sudah berhenti di depan mereka yang sedang menunggu di teras lobi bandara.
"Kak...Ini mobilnya, lihat ada nama hotel yang kita tuju di mobilnya." Seru Aska yang langsung menghambur ke arah mobil.
"Kamu benar Aska!" Seru Aska yang langsung mengikuti langkah Haikal di belakangnya.
Kemudian di susul juga oleh pasangan Reno dan Anesya. Mereka berempat langsung masuk ke dalam mobil. Padahal sang sopir baru saja ingin keluar dari mobil untuk memberikan sambutan.
"Pak langsung ke hotel saja, aku sudah lapar dan masih mengantuk nih!" Seru Haikal pada sang Sopir yang duduk di belakang kemudi.
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa beristirahat juga, aku juga masih mengantuk!" Gumam Aska yang duduk di sebelah Aska sambil berusaha meregangkan otot-ototnya.
"Eh...tunggu dulu, tapi koper kita masih ada di luar tuh!" Seru Anesya saat sang sopir sudah mulai menyalakan mesin mobilnya kembali.
Dengan segera sang sopir mematikan mesin mobil seraya berucap. "Biar saya saja yang memasukkan koper tuan-tuan dan nona ke bagasi mobil. Tuan-tuan dan nona tunggu di dalam mobil saja." Sang sopir pun bergegas keluar dari mobil.
"Astaga, hampir saja, kita ini ceroboh sekali!" Ujar Reno seraya menarik nafas lega.
"Ini semua gara-gara Haikal, aku jadi ikutan ceroboh deh, padahal aku biasanya kan teliti!" Rutuk Aska seraya melirik ke arah Haikal.
"Kenapa jadi aku? Itu sih salah kakak sendiri mengikutiku yang ceroboh ini!" Sela Haikal tak mau kalah.
"Heh...Sudah-sudah jangan bertengkar karena hal sepele. Yang penting koper kita kan nggak benar-benar ketinggalan!" Ujar Anesya berusaha melerai keributan kecil antara adik dan kakak yang duduk di depannya.
"Tidak apa-apa kak, kami berdua biasa begini, kami tidak ribut, hanya saja kami suka saling menjahili. Hehe...benar kan Haikal." Ujar Aska seraya mengacak rambut Haikal pelan.
"Terserah kamu sajalah kak, aku mau tidur!" Seru Haikal seraya menyandarkan badanya ke punggung jok mobil lalu perlahan memejamkan matanya seraya menyedekahkan tangannya ke dadanya.
"Kalian itu lucu sekali deh!" Seru Anesya seraya ikut tersenyum.
"Ya begitulah mereka!" Tambah Reno yang tak heran lagi dengan kelakuan Aska dan Haikal. "Apalagi kalo ada Orion. Sudahlah, mereka bertiga saling jahil sampe nggak tertolong!" Reno tertawa dan itu membuat Anesya dan Aska juga ikut tertawa.
Bersamaan dengan itu, sang sopir sudah kembali ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi. "Maaf atas ketidaknyamanannya. Sekarang kita akan langsung menuju hotel." Jelas sang sopir sambil mulai menyalakan mesin mobilnya kembali dan segera memutar arah menuju hotel.
******
Sesampainya di hotel, matahari sudah semakin menampakkan sinarnya. Langit sudah mulai terang, dan Aska dengan yang lainnya buru-buru menuju meja resepsionis untuk meminta id kamar hotel mereka. Selesai dengan itu mereka langsung menuju kamar hotel masing-masing. Aska, Haikal dan Reno satu kamar hotel. Sedangkan Anesya sendiri.
Di dalam kamar hotel, Haikal langsung merebahkan tubuhnya yang sedikit tambun ke kasur hotel yang tampak empuk dan nyaman. "Astaga...aku masih mengantuk sekali, tapi aku lapar, hemm!" Gumamnya sambil kini mengambil posisi telentang menghadap langit-langit hotel.
__ADS_1
Sedangkan Aska sibuk memasukkan koper miliknya dan Haikal ke dalam lemari hotel, begitupun juga dengan Reno. Selesai dengan itu mereka juga turut menghambur ke kasur masing-masing. Ada tiga kasur di kamar hotel tersebut.
"Aku sebenarnya juga lapar, tapi aku ingin tidur saja dulu sekarang." Seru Aska seraya memejamkan matanya. Ia benar-benar terlihat sangat lelah.
Sedangkan Reno buru-buru mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Sambil duduk di atas ranjangnya. Ia segera memencet sederet nomer milik Anesya dan segera mengadakan video call. "Hai sayang! Bagaimana dengan kamarmu?" Serunya setelah video call nya tersambung pada kekasihnya itu.
"Ya...seperti yang kamu lihat, cukup bagus dan nyaman!" Ujar Anesya sambil memperlihatkan keadaan sekitarnya pada Reno.
"Aku sudah tidak sabar untuk nanti malam. Untuk bertemu denganmu! Hehe." Ujar Reno tampak berbunga-bunga.
"Iya sayang, aku juga sama sudah tidak sabar, tapi kita harus memikirkan rencana kita untuk memberikan kejutan pada Orion dan Ariana." Sejenak kepala Anesia seolah sedang mencari sesuatu. "Mana dua bocil yang sedang bersamamu? Tanya pada mereka apakah mereka sudah punya rencana?" Seru Anesya lagi.
Seketika Reno mengalihkan ponselnya ke arah Aska dan Haikal untuk memperlihatkan apa yang sedang mereka lakukan saat itu. "Lihat kelakuan mereka!" Seru Reno sambil berdecak.
"Astaga! Mereka malah tidur, yasudah nanti siang gimana kalo aku datang ke kamar kalian untuk membicarakan ini!"
"Kenapa nggak sekarang saja yang. Mumpung mereka masih tidur!" Goda Reno pada kekasihnya itu.
"Huss...jangan bicara sembarangan, atau nanti aku pecat jadi pacar. Haha." Seloroh Anesya seraya tergelak.
"Kok...gitu sih yang. Aku kan hanya bercanda, jangan pecat aku. Peluk aku saja!" Seru Reno lagi bermaksud menggoda.
"Kalau kamu bicara yang bukan-bukan lagi aku akan benar-benar memecatmu!" Sekarang Anesya tampak pura-pura marah.
"Bilang saja kamu senang yang aku goda, udahlah ngaku aja!" Seru Reno mencibir.
"Udah ah, nggak jelas!" Akhirnya Anesya mematikan sambungan video call nya.
"Tunggu yang, aku belum selesai bicara!" Teriak Reno merasa sedikit kecewa.
__ADS_1
Tapi sejenak kemudian ia tersenyum. Dasar wanita memang suka malu-malu.
BERSAMBUNG.