
Pagi terlihat cerah hari minggu ini. Awan putih bearak berjalan di bawah naungan langit biru dan sinar mentari yang bersinar terangi cakrawala. Begitu juga perasaan Aska dan Haikal yang cerah secerah mentari minggu pagi ini. Bagaimana tidak. Tumben-tumbenya Ayah mereka. Pak Alvian mau menyempatkan waktu untuk mengajak mereka piknik di pinggiran danau kota di sela-sela kesibukan Beliau.
Dan Ya..Pak Alvian juga menyuruh Aska untuk mengajak Orion dan Ariana untuk turut serta dalam acara piknik mereka di hari minggu ini. Oleh sebab itu dua hari yang lalu Aska sengaja menghampiri Ariana di depan kelasnya untuk menyampaikan prihal tersebut. Meskipun bisa saja ia menguhubungi Ariana atau Orion melalui telpon atau chating what sapp. Tapi Ia memilih untuk mengatakannya langsung. Karena sudah lama juga ia jarang bertemu dengan kakak iparnya itu. Dan masalah memberitahu Orion. Biar Ariana saja yang memberitahunya. Mengingat Orion itu adalah orang paling nomer satu jika mengabaikan pesan di what sapp entah itu dari siapapun juga. sungguh kebiasaan yang buruk ya hehe.
Flash back on dua hari yang lalu...
Aska melihat Ariana sedang berjalan bersama seorang teman kelasnya. Tapi langkah Ariana tiba-tiba saja terhenti saat melihatnya sudah berdiri di depan pintu kelasnya seraya melambaikan tangan padanya. Yang membuat Aska heran adalah tatapan Ariana yang tak biasa saat melihat dirinya. Matanya membelalak terkejut. Seolah sedang melihat hantu di siang bolong. Aska langsung berpikir pasti ada sesuatu yang terjadi pada Ariana yang tidak ia ketahui. Untung saja Aska orangnya memang cepat tanggap. Jadi Aska berpikir untuk tidak menyulitkan posisi Ariana. Meskipun ia sendiri belum tahu apa yang sebenarnya di sembunyikan Ariana.
"Hai Kak Ariana !" Seru Aska saat mereka audah ada di jarak yang cukup dekat. Rupanya ia sengaja tak ingin memangil Ariana dengan sebutan kakak ipar seperti biasanya. Mungkin saja sejak tadi itu yang di kawatirkan Ariana. Ia takut identitas aslinya prihal ia sudah menikah terbongkar oleh teman yang ada di sebelahnya tersebut.
"Hai..As..ka.." Jawab Ariana sedikit gugup. Membuat Aska semakin yakin kalo Ariana sedang menyembunyikan sesuatu.
"Kak Ariana. Siapa gadis manis di sebelahmu ini. Apa kakak tidak mau mengenalkannya padaku." Ujar Aska dengan senyum dan pembawaanya yang tenang seperti biasanya.
Ariana bisa sedikit menghembuskan nafas lega sekarang. Karena Aska tak memanggilnya dengan sebutan kakak ipar seperti biasanya. Anak itu memang kuat instingnya. begitu pikir Ariana. Bahkan ia bisa tahu apa yang di kawatirkan di dalam kepalanya sejak tadi.
"Emm..ini Rachel temanku. Dan Rachel ini Aska..." Kalimat Ariana terputus. Ia bingung harus mengenalkan Aska sebagai siapanya pada Rachel.
"Aku adalah adiknya." Sambar Aska cepat.
Mata Ariana sempat membulat lagi mendengar jawaban Aska.
__ADS_1
Kenapa kamu mengatakan kamu adikku? begitu kira-kira isi sorot mata Ariana.
Sedangkan Rachel masih menatap bingung Ke arah Aska dan Ariana secara bergantian. Selama ini ia tak menyangka kalo Ariana selain mempunyai kakak laki-laki yaitu Orion. Tapi ternyata Ariana juga memiliki seorang adik laki-laki.
"Kamu..benar Adiknya Ariana?" Ujar Rachel dengan suara ragu. Semua ini membuat Rachel sedikit curiga pada Ariana.
Aska tersenyum kalem. "Benar aku adiknya. kenapa memamgnya kak. Apa kakak ku Ariana belum pernah menceritakan prihal diriku kepadamu?"
"Ya..Aku tahunya Ariana hanya punya seorang kakak laki-laki bernama Orion. Dan aku juga kaget ternyata Ariana punya adik laki-laki juga."
Oh..Jadi ini juga yang di kawatirkan kakak ipar. Jadi dia berbohong tentang prihal hubungannya dengan Kak Orion. Tapi untuk apa Kakak ipar melakukan semua itu selain untuk menutupi setatus pernikahan mereka.
"Maaf kalo telah mengejutkanmu. Tapi aku bukanlah Adik kandungnya." Ujar Aska seraya melirik ke arah Ariana yang tampak was-was menahan kekawatirannya.
"Ya..anggap saja semacam itu. Jadi wajar saja kalo Kak Ariana jarang menceritakan tentang diriku pada orang lain." Aska benar-benar terlihat lihai dalam bermain kata-kata.
"Ya..benar juga apa katamu." Ujar Rachel seraya tersenyum.Meskipun dalam hatinya masih di penuhi dengan tanda tanya."Oh..iya. kenalkan. namaku Rachel." Lanjutnya seraya menjulurkan tangannya pada Aska.
"Panggil saja Aku Aska Kak." Jawab Aska singkat."Baiklah..kalo begitu bolehkah Aku bicara dengan Kakakku Ariana berdua saja sekarang ?" Lanjutnya.Seolah memberi isyarat pada Rachel untuk meninggalkan mereka berdua saja untuk saat ini.
"Oh..tentu. Silahkan. Aku akan masuk kelas duluan saja. Dah..Ariana." Seru Rachel seraya berjalan memasuki ruangan kelas. Meskipun di raut wajahnya jelas terlihat masih di liputi dengan rasa penasaran.
__ADS_1
Ariana hanya membalas dengan tersenyum kilas pada Rachel sampai gadis itu menghilang dari balik pintu kelas mereka.
Dan setelah itu barulah Aska memberitahukan maksud kedatangannya menemui Ariana adalah untuk menyampaikan keinginan Ayahnya tentang piknik bersama hari minggu nanti.
"Ya..baiklah akan Aku usahakan Aku dan Orion datang untuk piknik bersama kalian." Ariana mengahiri pembicaraanya dengan Aska.
Flashback Off.
Danau yang mereka kunjungi sangat Indah dan pemandanngannya juga sejuk. Di danau tersebut juga bisa memancing ikan. Dan Pak Alvian senang melakukan kegiatanya memancing di saat senggang. Tapi kini keadaanya sedikit berbeda. Biasanya beliau memancing bersama rekan-rekan bisnisnya. Tapi kini beliau memancing bersama anak-anaknya dan juga menantunya. Kegiatanya pun tidak hanya memancing. Tapi sekaligus piknik di tepi danau yang sejuk itu.
Pak Alvian,Orion serta Haikal terlihat tampak sedang seru memancing. Sesekali terdengar teriakan gembira dari Pak Alvian yang senang karena umpan di mata kailnya berhasil menangkap ikan yang cukup besar. Setelah itu di susul Oleh Haikal yang juga berhasil menangkap ikan yang tak kalah besar. Hanya Orion saja yang belum tampak mendapatkan ikan dari tadi. Wajahnya tampak cemberut saat di ejek oleh Haikal.
Sedangkan Ariana sedang sibuk menggelar karpet piknik serta menyiapkan keperluan yang lainya. Rencananya mereka akan makan Siang dengan hasil tangkapan ikan mereka sendiri. Jadi Ariana harus menyiapkan panggangan Ikan serta bumbunya yang sengaja Ia bawa dari rumah tadi. Ia melakunya tak sendiri. Melainkan di bantu oleh Aska.
"Kakak Ipar. Menurut Kakak apa kakak tidak keberatan kalo kita undang satu pengunjung lagi untuk datang kesini?" Ujar Aska di sela-sela kesibukanya menata makanan serta peralatan makan di atas karpet.
"Memangnya kamu mengundang siapa?" Ujar Ariana datar. Tak menaruh curiga pada Aska yang sudah merencanakan sesuatu.
"Tunggu saja. Sebentar lagi juga orangnya datang. Nanti kakak juga akan tahu siapa orangnya." Aska tersenyum penuh arti. Membuat Ariana menoleh ke arahnya dengan tatapan penasaran.
Memang siapa sih yang di undang Aska itu? membuatku jadi penasaran saja.
__ADS_1
BERSAMBUNG...