Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Kembali Ke aktifitas semula


__ADS_3

Waktu seolah bergerak dengan cepat, seminggu pun telah berlalu. Orion sudah benar-benar pulih dari sakitnya. Ia kembali pada aktifitasnya bekerja di kantor ayahnya sambil mengerjakan skripsinya yang hampir selesai. Sedangkan pak Alvian memilih untuk pensiun. Ia menyerahkan tanggung jawab perusahaan sepenuhnya pada Orion, dan menyuruh El sepupunya untuk membantu mengurusi perusahaan Adriano Group.


Sedangkan Ariana juga sudah kembali pada aktifitasnya sebagai mahasiswa baru di salah satu institut seni di kota J bersama teman-temannya.


Tapi, tanpa Ariana dan Orion sadari, ada bahaya yang sedang mengintai mereka. Ibu kandung Aska sedang menyiapkan rencana buruk untuk mereka berdua. Setiap hari kegiatan mereka di pantau oleh anak buah Kinan(Ibu kandung Aska) demi mendapatkan celah yang tepat untuk memisahkan mereka berdua. Kali ini ia ingin bermain cantik. Tidak ingin menggunakan cara seperti sebelumnya. Wanita itu ingin cara yang lebih elegan. Yaitu lewat Ariana. Orion akan hancur dengan sendirinya.


******


Orion tampak sedang berada di ruangannya di kantor milik ayahnya. Tatapannya lurus menatap layar laptop megerjakan sesuatu. Tak lama kemudian terdengar ketukan dari arah pintu ruangan kerjanya.


Tok... Tok... Tok...


"Bolehkah aku masuk?" Suara yang terdengar bersamaan dengan ketukan pintu, dan bersamaan dengan itu pula, rupanya El sudah berdiri di ambang pintu.


"Ternyata kamu, aku pikir siapa!" Ujar Orion yang kemudian kembali menatap layar laptopnya.


"Ya... ini aku, aku datang untuk melaporkan keuangan perusahaan kita yang baru saja aku audit ulang bersama team audit perusahaan ini. Dan hasilnya sangat mencengangkan. Ternyata ada begitu banyak pengeluaran tapi tidak jelas untuk kepentingan apa!"


"Benarkah?" Orion tampak terkejut.


"Hemm... Sepertinya di perusahaanmu banyak karyawan yang menyalah gunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi mereka. Tapi tenang saja. Aku sudah menyuruh seorang staf yang sangat handal di bidang IT untuk menyelidiki kasus ini. Walaupun ia anak baru magang di perusahaan ini tapi kemampuannya tak di ragukan lagi. Aku sudah memintanya untuk menyelidiki team bendahara perusahaan, dan kamu bisa lihat ini!" El menyodorkan beberapa lembaran kertas ke atas meja Orion.


Orion mengerutkan dahinya, menatap El sejenak. "Apa ini?" Orion masih merasa bingung.


"Itu adalah hasil penyelidikan yang di lakukan oleh IT muda itu. Itu bukti bahwa kepala team bendahara di perusahaan ini telah melakukan kecurangan. Dan aku sudah memecatnya secara tidak hormat pagi ini juga! Aku juga telah melaporkannya ke polisi untuuk mempertanggung jawabkan perbuatanya."


"Wow...," Seru Orion, ia tampak speechless dengan kinerja El yang begitu cekatan menyelesaikan masalah yang terjadi di perusahaan, sehingga tidak akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi nantinya.


"Kamu sungguh mengesankan El, tanpamu apalah jadinya aku, aku tidak mengerti bisnis dan cara mengelola perusahaan, yang aku tahu adalah bagaimana cara menciptakan sebuah mesin!" Seloroh Orion yang memang mengambil kuliah jurusan Politehnik yang sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan perusahaan. Sedangkan El memang lulusan di bidang bisnis. Untuk itu ia lebih mengerti strategi dalam mengelola perusahaan.


El tertawa kecil menanggapi pujian sepupunya itu, "Ya dong, aku kan eksekutif muda keren dan berbakat!" Ujarnya membanggakan diri.


"Huh... langsung narsis deh!" Ejek Orion.


"Tapi kamu bilang ada yang membantumu kan, anak baru yang jago IT, apa aku boleh bertemu dengannya?" Ujar Orion tiba-tiba.

__ADS_1


"Untuk apa tiba-tiba kamu ingin bertemu dengannya?"


"Tidak..., aku cuma ingin mengucapkan terimaksih padanya, sekaligus ingin meminta bantuannya!" Jelas Orion yang kini di sambut tatapan penasaran dari El.


"Bantuan apa?" Tanya El akhirnya.


"Ya..., Jadi belakangan ini, aku merasa, ada yang berusaha meneror ku dan Ariana. Si peneror itu menggunakan nomor yang berbeda-beda tiap menelpon kami. Dan anehnya, meskipun aku dan Ariana sudah mengganti nomor telphone kami, tapi si peneror itu tetap mengetahuinya. Aku ingin anak magang itu menyelidikinya!" Jelas Orion dengan sorot mata tampak berpikir.


"Sejak penusukan ku waktu itu, aku merasa, aku dan Ariana sedang di intai oleh seseorang. Dan bahkan polisi belum bisa menguak siapa dalang dari penusukan ku kala itu. Pesuruh yang di suruh menusuk ku waktu itu, tiba-tiba ada yang menjamin dan ia jadi bebas bersyarat. Ini sungguh aneh!"


El mengangguk, mencoba mengerti apa yang di jelaskan oleh sepupunya itu. "Baiklah, aku akan panggilkan dia untukmu!" Kemudian El segera mengambil telphone tanpa kabel yang ada di meja Orion.


"Halo, naik lah ke atas, ke ruangan presedir utama!" Perintah El pada seseorang yang ia telphone.


"Dia akan segera kemari!" Ujar El pada Orion setelah memutus sambungan telphone nya.


"Baiklah!"


Tok... Tok... Tok...


Tak lama kemudian kembali terdengar ketukan pintu, dan seseorang sudah tampak berdiri di ambang pintu.


Pria itu pun menuruti perintah El untuk mendekat ke arahnya. Tapi sorot mata Orion sedang menatapnya tak biasa.


"Apa kabar?" Seru pria yang baru masuk tersebut.


Orion masih terdiam tak menjawab. Sedang kan El merasa kebingungan melihat tatapan antara keduanya seolah sudah saling kenal.


******


Di tempat berbeda. di kampus.


Ariana dan teman-temanya, Abel, Ria dan juga Rachel, sedang tampak berjalan menyusuri koridor kampus untuk menuju kantin. Jam istirahat baru saja berbunyi, dan mereka hendak ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan. Mereka berjalan seraya mengobrol ringan dan bercanda ria. Dan tanpa sengaja...


BRUK...,

__ADS_1


Abel menabrak seseorang yang tengah berjalan berlawanan arah darinya.


"Kamu!" Abel tertegun saat mendapati siapa orang yang tengah di tabrak nya. Tapi kali ini bukan hanya Abel yang tampak terkejut. Ariana juga tampak terkejut melihat Sean yang ternyata ada di kampus ini. Dan di sebelahnya tampak berdiri Angel yang kini menatap ke arahnya.


"Ariana?" Seru Angel.


"Angel?" Balas Ariana.


"Kita...,"


Setelah pertemuan singkat tadi. Akhirnya mereka semua duduk di satu bangku yang sama di kantin.


Sean dan Angel sudah memperkenalkan diri sebelumnya pada teman-teman Ariana yang lain.


Sean dan Angel tak menyangka akan satu kampus dengan Ariana, begitupun sebaliknya, Ariana tak menyangka akan bertemu mereka lagi. Takdir itu memang unik, pikirnya.


Sean diam-diam menatap Ariana yang sedanag tertawa bersama teman-temannya. Ia tidak menyangka jika debaran di hatinya masih ada untuk gadis itu. Sedang kan Abel malah diam-diam memperhatikannya. Dan Reflek Sean melihat juga arahnya sekilas. Dan itu membuat Abel terlihat malu-malu.


"Sepertinya gadis itu, menyukaimu!" Bisik Angel yang duduk di samping Sean, sepupunya itu. Ia menyadari tatapan Abel yang tak biasa terhadap Sean.


Sean hanya tersenyum kecil, kemudian pandangannya ia alihkan kembali pada Ariana.


Ariana yang sadar Sean tengah memandang ke arahnya. Buru-buru memalingkan wajahnya. "Sebentar ya, aku mau ke toilet dulu!" Ujar Ariana tiba-tiba, tapi itu hanya alasannya saja untuk menghindari Sean.


BERSAMBUNG.


Sebelumnya... aku mau minta maaf, kalo beberapa hari ini aku nulisnya kayak kurang ada geregetnya gitu. Datar. Karena aku lagi beneran lagi stuck ide.


Tapi aku usahain untuk up terus dan memperbaiki kekurangan aku. Demi menciptakan alur dan tulisan yang lebih baik lagi.


Dan aku merasa sudah menemukan mood ku kembali. Jadi ku harap ini bisa memberikan kesan untuk pembaca setia ku.


Maafkan Author yang penuh kekurangan ini. Author hanya manusia biasa. Mohon dukungannya selalu.


Jangan lupa like, vote dan koment.

__ADS_1


Jangan Lupa juga baca, novel terbaruku. Judulnya "Jadikan Aku pendamping"


Terimakasih untuk semuanya... Love you πŸ₯ΊπŸ₯°


__ADS_2