
Sore itu, senja terlihat sangat indah dengan siluet warna jingga yang menghiasi cakrawala. Air laut pun memantulkan sinar jingga tersebut hingga tampak berkilauan menambah keindahan alam. Ariana, Orion, Aska, Haikal, Reno dan Anesya, sudah tampak mendirikan tenda di pinggiran pantai. Rupanya Aska dan yang lainya sudah mempersiapkan semuanya dari tadi siang. Mereka datang dengan sebuah kapal dengan diam-diam tanpa di ketahui oleh Orion dan Ariana. Setelah itu kapal yang tadinya di sempat di tumpangi oleh sepasang suami istri yaitu Orion dan Ariana, sengaja Aska menyuruh sang pemilik kapal untuk membawa kapalnya pergi dari pantai untuk sementara. Dan besok paginya baru di suruh kembali lagi ke pantai. Malam ini mereka semua hanya akan menginap di tenda saja.
Ariana dan Orion sudah tampak berada di tenda mereka. Mereka terlihat baru saja menyelesaikan shalat magrib ber jama'ah. Tadi siang Anesya yang membawakan segala perlengkapan shalat mereka.
Ariana bersiap melepas mukenanya. Dan Orion seolah tampak sibuk memandangi wajah istrinya itu.
"Hei...Kenapa memandangiku terus seperti itu." Ujar Ariana malu-malu, ia tampak salah tingkah dengan berusaha membenarkan rambutnya yang tampak berantakan.
Orion tak menjawab. Ia hanya bergerak mendekat ke arah istrinya. Kemudian mengangkat wajah istrinya yang tertunduk dengan memegang dagunya. Dan tanpa pikir panjang langsung mendaratkan sebuah ciuman ke bibir istrinya tersebut. Sebuah ciuman yang panjang dan dalam. Dan perlahan tubuh Ariana terjatuh di atas matras yang akan menjadi alas tidur mereka. Orion mengikuti pergerakan istrinya. Dan mulai melucuti baju yang di kenakan istrinya. Ciumannya pindah ke bagian leher dan terus ke bawah. Dan semua kembali terjadi begitu saja. Mereka berdua menikmati indahnya bulan madu di pinggir pantai dengan suara ombak yang riuh namun teduh.
Sedangkan di luar, Tampak Aska dan lainya sedang menyalakan api unggun sambil membakar ayam, jagung serta ikan yang mereka bawa dari hotel sebelumnya.
"Hemmm...Baunya harum, sepertinya ini enak!" Seru Anesya yang duduk di dekat kekasihnya yaitu Reno.
"Ini sepertinya sudah matang, kamu mau coba?" Ujar Reno sambil mengangkat daging ayam dari panggangan. Anesya tak menjawab, ia hanya mengangguk seraya tersenyum senang. Reno pun tampak telaten meniup daging ayam yang baru matang dan masih panas. "Masih panas, tunggu ya! biar ku tiupkan dulu!" Lanjutnya, lalu tak lama kemudian mengambil sebagian daging ayam dan mulai menyuapkannya pada Anesya.
"Hemmm...ini enak sekali!" Anesya masih tampak masih menguyah daging ayam tersebut di dalam mulutnya. "Kamu harus coba juga sayang!" Ujar Anesya sambil melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Reno padanya tadi. Anesya pun mulai menyuapkan potongan kecil daging ayam ke mulut Reno.
"Kamu benar, ini enak sekali siapa dulu yang masak." Reno dan Anesya pun sekarang tampak tertawa bersama.
Melihat adegan tersebut. Membuat Haikal dan Aska jadi punya keinginan untuk menjahili pasangan muda mudi yang tengah bermesraan di hadapan mereka.
__ADS_1
"Uhuk...uhuk...sayang aku haus, bisa tolong ambilkan minum!" Aska memulai dramanya. Sebelumnya ia telah memberi kode pada Haikal adiknya.
Haikal yang faham pun langsung mengikuti alur cerita kakaknya. "Tenang sayang, aku ambilkan, aku nggak mau kalo kamu sampai kehausan!" Seru Haikal seraya menyerahkan sebotol minuman air mineral kepada Aska. Kemudian kakak adik itu jadi cekikikan merasa lucu.
"Hei...kalian itu kenapa? Sedang meledek kami ya?" Anesya memasang muka pura-pura marah.
"Hehe, maaf kak, kami hanya bercanda, ya kan Haikal?" Jawab Aska masih dengan cengengesan. Haikal pun juga sedang tampak menahan tawanya yang hampir pecah.
"Huh kalian ini!" Anesya memanyunkan bibirnya. Merasa sedikit kesal.
"Lagian kakak mesra-mesraan di hadapan kami yang masih polos dan suci...Nanti kalo otak dan mata kami ternodai bagaimana?" Celetuk Haikal seraya memasang wajah polosnya.
"Ya ampun Haikal, maafin kami ya? Tapi aku rasa kami masih wajar kok, hanya suap-suapan saja. Lain kali kami janji nggak akan melakukannya lagi!" Ujar Reno akhirnya yang dari tadi hanya diam saja.
"Yasudahlah lupakan, aku lapar nih, aku ingin makan! Kak Anesya mau nggak suapin Haikal juga. Aku kurang kasih sayang nih!" Haikal memasang wajah memelas. Dan itu tampak lucu dan mengundang gelak tawa semuanya.
"Haha...Ya...Baiklah anak manis, sekarang buka mulutmu!" Anesya masih terkekeh kemudian mulai menyuapi Haikal. Anak berbadan tambun itu pun tersenyum merasa senang.
"Aku boleh juga nggak kak!" Seloroh Aska sambil menahan senyum malu-malunya.
"Kalo dia jangan. Dia sudah besar...Bisa-bisa dia jadi penikung!" Sergah Reno dengan nada bercanda.
__ADS_1
"Ya ampun, kalian pilih kasih, penikung apanya. Aku masih polos, hehe!" Ujar Aska sambil terkekeh.
"Eh...ngomong-ngomong, kak Orion dan kakak ipar kemana ya? Kok belum keluar juga dari tenda!" Haikal melihat ke arah tenda yang di tempati oleh kakaknya dan kakak iparnya.
"Hah...Sudahlah, nanti kalo mereka lapar, mereka juga akan keluar!" Sergah Anesya. Berharap Haikal tidak akan berlanjut bertanya lagi.
"Kira-kira mereka sedang apa ya?" Haikal malah bertambah penasaran.
"Namanya juga suami istri, mau melakukan apapun juga bebas!" Reno seolah sedang asal bicara. Dengan segera Anesya pun mencubit paha Reno sedikit keras.
"Aughh....Sayang, kamu ini apa-apaan, kenapa tiba-tiba...." Reno tak melanjutkan kalimatnya, karena melihat Anesya sudah tampak melotot seolah sedang memberi isyarat. Di sini ada anak kecil. jangan bicara yang bukan-bukan. Begitu kira-kira isi isyarat matanya.
"Baiklah aku mengerti!" Reno hanya bisa memanyunkan bibirnya sekarang.
"Sudahlah. Jangan di pikirkan ya Haikal. Kamu lapar kan, sini biar kakak suapi lagi!" Ujar Anesya sambil tersenyum sok imut.
"Kakak...kenapa aku merasa kamu seolah sedang bicara dengan anak lima tahun? Aku sudah besar juga tahu!" Rajuk Haikal tampak lucu dengan memanyunkan bibirnya.
Semua yang ada disitu sontak jadi ikut tertawa mendengar celoteh dan tingkahnya.
Melihat itu, Anesya jadi tambah ingin menggoda adik bungsu Orion tersebut. "Maaf...aku kira tadi kamu masih TK, Hehe!" Ujar Anehnya sambil terkekeh.
__ADS_1
Dan Haikal hanya bisa memanyunkan bibirnya kembali. "Huh...tuh kan malah di ledekin!" Haikal sudah tampak merajuk lagi. Dan itu membuat orang yang ada disitu bertambah ingin menjahilinya terus. Mereka jadi bisa terhibur dengan adanya Haikal di tengah-tengah mereka.
BERSAMBUNG.