Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
sekelumit masa lalu Orion dan Anesya


__ADS_3

Saat itu. Orion baru saja berusia 18 tahun. Ia baru saja lulus dari SMA dan akan melanjutkan kuliah di vakultas tehnik ternama di kota ini. Awalnya Pak Alvian ayahnya menentangnya habis-habisan. Karena Dia ingin anaknya mengambil jurusan menegemen marketing agar bisa melanjutkan bisnisnya di bidang pemasaran expor dan impor. Dan bukanya memilih jurusan tehnik sipil seperti sekarang ini. Tapi karena sifat Orion yang selalu keras kepala. Akhirnya mau tidak mau Ayahnya lah yang harus mengalah dengan membiarkanya kuliah sesuai keinginannya.


Saat Ospek di mulai di kampus. Ada seorang gadis satu angkatan yang menarik perhatiaanya. Dulu Orion tak sepercaya diri sekarang. Bisa di bilang ia sedikit pemalu. Jadi ia hanya sering memperhatikan gadis itu dari kejauhan.


Dan ketika Ospek berakhir. Ia berharap nantinya ia akan sekelas dengan gadis itu. Dan ternyata harapannya terpenuhi. Saat Ia tengah duduk di kelasnya yang baru untuk pertama kalinya. Mata Orion tertuju pada seulas senyum dan mata indah seorang gadis yang sangat ia harapkan. Gadis itu sudah berdiri di ambang pintu kelas dan bersiap untuk masuk. Sesaat Orion merasa sangat gugup. Terlebih lagi saat gadis itu ternyata memilih duduk di sebelahnya. Padahal masih banyak bangku yang kosong.


"Hai..Aku Anesya!" Seru gadis itu memperkenalkan namanya dengan senyum penuh percaya diri.


Sedangkan Orion masih tampak bingung. Ia melihat ke kanan-dan ke kiri. Mencari siapa sebenarnya yang di ajak bicara oleh gadis yang tengah duduk di sampingnya. Ia tidak yakin kalo-kalo gadis itu memang sedang mengajaknya berkenalan. "Kamu bicara sama aku?" Kata Orion akhirnya sembari memberanikan diri untuk menatap matanya.


"Iya lah aku bicara sama kamu. Memangnya sama siapa lagi." Anesya tersenyum. "Oh iya nama kamu siapa? Kalo aku Anesya. Kamu siapa?" Lanjutnya seraya meraih tangan Orion agar menjabat tanganya.


Orion masih tampak gugup. "Emm aku Orion." tapi akhirnya suaranya keluar juga.


"Hehe..kamu lucu ya. Aku sering merhatiin kamu loh waktu Ospek." Ujar Anesya yang seolah tak punya rasa canggung terhadap Orion.


Orion tersenyum kecil. "Benarkah? Aku kira hanya aku yang memperhatikanmu." Jawab Orion dengan lancar kali ini.


"Jadi kita sehati dong. Hahaha." Anesya tertawa lagi. Sifatnya yang bersahabat membuat Orion merasa nyaman di dekatnya.


"Oh..ya Orion. Kenapa kamu ingin mengambil kuliah Tehnik sipil?"

__ADS_1


Orion masih terdiam. Seolah belum menemukan jawaban yang tepat. "Emm..kalo kamu sendiri kenapa?" Akhirnya malah balik bertanya.


"Ih..curang. Aku kan nanya kamu duluan. Aku masuk ke vakultas ini dan ngambil jurusan tehnik sipil karena aku mau jadi ilmuan yang hebat. Agar aku bisa membangun negri ini jadi lebih baik lagi. "Ujar Anesya dengan semangat yang seolah menggebu." Kalo kamu senndiri kenapa masuk ke vakultas ini?" Kembali bertanya pada Orion.


Orion tersenyum. Merasa kagum dengan cita-cita mulia gadis yang ada di hadapanya sekarang.


"Emm..kalo aku. Kayaknya sama deh kayak kamu. Hee." Jawab Orion dengan cengirannya.


"Ih..curang. Copypaste jawaban Orang. Tapi nggak apa-apa deh. Jadi sekarang aku punya folower deh. Yeeeyyy..." Tertawa girang. Membuat Orion semakin tertarik dengan kelincahan Anesya.


Sejak perkenalan saat itu. Mereka berdua jadi semakin akrab. Mereka jadi sering meluangkan waktu bersama dan akhirnya Jadian. Dan Anesyalah yang memdandani Orion jadi sekeren sekarang ini. Kalo sekarang Orion terlihat sempurna secara lahiriah. Jadi berterimaksihlah pada Anesya yang bisa mengubah Orion yang tampan jadi semakin tampan dan keren bagai pangeran kodok yang terlepas dari kutukannya. Hehe.


******


Di parkiran motor sore itu setelah jam kuliah selesai.


"Sudah lama ya? Sudah lama kita tidak bertemu." Ujar Anesya yang sudah berada tak jauh dari hadapan Orion.


Orion masih terdiam. Belum menjawab. Ia menundukkan kepalanya sesaat kemudian menarik nafas dalam-dalam. Seolah sedang bersiap mengahadapi sesuatu yang tak ingin di ingatnya lagi.


"Kamu semakin tampan saja. Aku sampai tak bisa mengenalimu tadi." Seraya berjalan menghampiri Orion.

__ADS_1


"Ada apa memcariku?" Seru Orion datar.


Cih..Anesya bedecak tak suka. "Kenapa kamu bicara seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita. Kamu sudah berubah Orion."


Dan kamu lah yang membuatku berubah. Dulu aku adalah orang yang sangat menyukaimu. Tapi sekarang aku sudah berubah jadi orang yang membencimu.


"Tidak kah kamu merasa kangen padaku. Aku kangen sekali padamu


"Anesya tersenyum nakal, berusaha menggoda Orion.


"Maaf sayangnya aku tidak." Kali ini dengan suara lebih tegas. Ia juga terlihat sudah mengenakan helmnya dan naik di atas motornya.


Wajah Anesya langsung berubah masam sekarang."Kenapa kamu jadi bersikap seperti ini padaku. Apakah jangan-jangan sekarang kamu sudah punya penggantiku."


"Kalo memang iya kenapa?"


"Aku tidak percaya ini."


"Tapi mulai saat ini kamu harus mempercainya." Ujar Orion untuk yang terakhir kalinya. Kini ia sudah mulai menyalakan mesin motornya dan bersiap untuk melesat pergi.


"ORION..! Tunggu..Aku belum selesai bicara." Anesya terlihat kalap. namun Orion tampaknya tak mempedulikan teriakanya.

__ADS_1


Tidak ada yang boleh memperlakukan ku seperti ini. Kamu itu milikku Orion. Dan ku pastikan aku akan membuatmu kembali padaku.


BERSAMBUNG....


__ADS_2