Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Pulang dari rumah sakit (Part 2)


__ADS_3

Keadaan tiba-tiba berubah hening ketika Angel mulai memasuki kamar inap Orion, hawa panas pun seketika merayapi tubuh Ariana, terakhir kali ia bertemu dengan gadis itu, gadis yang selalu menyunggingkan senyum inosennya, Ia tak berniat sama sekali untuk mengembalikan kalung miliknya, dan malah dengan tanpa malunya mengenakan kalung tersebut. Tapi syukurnya, Orion tak begitu memperhatikan. Ariana sengaja tak ingin secara terang-terangan meminta Angel untuk mengembalikan kalung tersebut padanya di hadapan Orion. Setidaknya ia masih punya hati, tak ingin mempermalukan gadis itu di hadapan Orion suaminya.


"Maaf kalo kehadiranku mengganggu kalian, Aku hanya ingin berpamitan, kalo mulai besok aku tidak akan ada di rumah sakit ini lagi, Aku akan mulai menjalani perawatan di rumah sakit di luar negri." Suara Angel terdengar gemetar, wajahnya pun terlihat sedikit kacau. "Aku kesini..juga sekalian mengembalikan ini padamu." Ujarnya lagi dengan sedikit ragu-ragu. Untuk berkata jujur pastilah sulit dan membutuhkan keberanian yang besar. Untuk itu makanya ia berkata dengan suara bergetar.


Akhirnya kamu tahu batasanmu, bahkan kamu sadar untuk mengembalikannya sendiri sebelum aku memintanya.


"Jadi kalung ini benar milikku ya? Aku pikir hanya mirip, terimakasih ya sudah mau mengembalikannya padaku." Ujar Ariana berbohong, padahal jelas ia tahu kalung itu benar miliknya sejak awal. Hanya saja lagi-lagi ia tak ingin membuat gadis itu malu di hadapan suaminya.


Orion menatap istrinya heran, tapi sebenarnya ia paham kalo Ariana sedang bersandiwara soal kalung itu, ia tahu kalo Ariana sangatlah baik hati dan selalu ingin menjaga perasaan orang lain.


"Iya..maafkan aku, selama ini aku menyimpannya dan tak buru-buru mengembalikan padamu." Suara Angel sudah mulai terdengar tenang, Rupanya kebaikan hati Ariana membuatnya nyaman untuk berkata jujur.


Karena sebenarnya waktu itu aku ingin mendapatkan celah untuk masuk ke kehidupan Orion melalui kalung itu, tapi sepertinya tanpa kalung itupun Orion tetap akan mencintaimu dan tak akan menggantimu atau menduakanmu dengan siapapun. Sial...kamu sangat beruntung Ariana mendapatkan pria seperti Orion. Untuk itu lebih baik aku mundur dengan terhormat.


Sebenarnya, kemarin siang Orion sengaja pergi menemui Angel di kamar inapnya.


Wajah gadis itu tampak senang dengan kedatangan Orion yang tiba-tiba. Matanya seketika berbinar. "Orion!" Serunya dengan senyum sumringah.


"Maaf kalo kedatanganku mengagetkanmu." Kata Orion datar. "Aku akan bicara pada intinya saja. Aku tidak akan tertarik pada gadis manapun selain pada istriku, dan kebaikanku padamu selama ini hanyalah karena aku merasa iba. Tapi aku tahu kamu pasti tidak suka jika di kasihani, jadi maafkanlah aku." Orion mengambil nafas sejenak. Sebenarnya ia tak tega bicara seterus terang itu pada gadis yang ada di hadapannya. Tapi ia harus bisa menguatkan hati, demi kebaikan Angel sendiri. Bahwa berharap padanya adalah suatu kesia-siaan. Dan ia ingin gadis itu tidak salah paham dengan semua kebaikannya selama ini. Karena pada kenyataannya hatinya sudah tersegel di hati Ariana. "Meskipun Ariana tidak memiliki kalung yang sama denganku, tidak memiliki bola salju seperti milikmu, meskipun dia bukanlah gadis kecil di masalaluku, perasaanku tidak akan berubah sama sekali padanya. Gadis kecil itu hanya masa lalu, dan Ariana adalah masa depanku." Tegas Orion. Sebenarnya bermaksud agar gadis itu faham soal kalung yang dikenakannya. Bahwa itu tak bernilai apa-apa lagi bagi Orion.


Mata dan telinga Angel sudah mulai terasa panas, rasanya tidak ingin mendengar apa-apa lagi dari Orion. "Cukup, aku mengerti, sekarang pergilah. Aku ingin sendiri." Ujarnya seraya menahan air mata yang hampir saja tumpah di pelupuk matanya.


Sekarang Angel datang dengan pikiran yang lebih jernih, dengan segenap keberanian yang ia kumpulkan dalam hati untuk menemui Ariana dan Orion. Akhirnya semua yang ingin ia ucapkan terucap dengan sangat ringan. Meskipun baru saja merasakan jatuh cinta dan sekaligus merasakan patah hati.


"Kamu baik-baik ya di luar negri, Semoga operasi transplantasi hatimu berhasil, dan kamu bisa berumur panjang." Ujar Orion akhirnya. Ia tahu soal itu karena Angel pernah cerita padanya sebelumnya.

__ADS_1


Sekarang gantian Ariana yang menatap heran pada suaminya, bagaimana suaminya itu bisa tahu soal Angel, sejenak menatap curiga. Dan Orionpun menyadari itu, bahkan Angel juga.


"Tenang saja Ariana, kami itu hanya berteman, Orion itu seratus persen cinta mati padamu, jadi ia tak akan berpaling pada gadis manapun juga. Ku akui aku sangat iri dengan keberuntunganmu ini." Seru Angel sambil terkekeh. Suaranya bertambah terdengar ringan, Karena ia benar-benar sudah berusaha berdamai dengan dirinya sendiri.


Orion menatap istrinya dengan lembut. "Kamu dengar kan yang di katakan Angel? Apa masih mau cemburu juga!" Ujar Orion menggoda istrinya.


Muka Ariana seketika bersemu merah seperti tomat. Terlihat lucu dan menggemaskan. "Siapa yang cemburu. Aku tidak cemburu." Berkata bohong. Padahal awalnya memang cemburu.


Orion dan Angel hanya terkekeh mendengar celoteh Ariana yang tampak malu-malu kucing. Dan akhirnya ia pun turut terkekeh bersama.


******


Akhirnya, Semua masalah terselesaikan dengan baik, tadinya Ariana pikir semua akan menjadi buruk setelahnya. Saat Ibu Ariana berkata tentang firasatnya waktu itu. Tapi syukurlah tidak terjadi apa-apa padanya.


Sekarang Ariana sudah bisa bernafas lega. Orion sudah sembuh dan sudah boleh pulang. Ia sudah menyusun banyak hal untuk menghabiskan banyak waktu bersama Orion sebelum ia akan memasuki masa jadi anak kuliahan. Sebentar lagi ia akan jadi maha siswi. Dan Orion juga akan kembali ke kampus dan bekerja di perusahaan ayah. Pasti tak ada banyak waktu luang untuk mereka berdua.


Untuk sementara waktu pak Alvian menyuruh mereka tinggal disana sampai Orion benar-benar pulih. Di rumah itu banyak pelayan, Jadi Ariana tak perlu kerepotan sendiri mengurus Orion dan rumah seperti saat mereka tinggal di rumah mereka sendiri. Begitu pikir pak Alvian. Tidak ingin membuat menantunya kewalahan dan kelelahan mengurus putra pertamanya itu.


"Hemm..nanti saja, masih pagi, bagaiman kalo aku tidur sambil memelukmu saja." Ujar Orion yang masih nampak memejamkan mata, tangannyapun langsung merangkul tubuh mungil istrinya yang berbaring di sampingnya.


"Ah..dasar!" Memukul lengan suaminya yang terlingkar ke tubuhnya. "Ayo bangun, jangan malas." Ujarnya dengan suara galak.


"Tidak mau!" Orion mengeratkan pelukannya.


"Ah..apa-apaan sih ini, ayo bangun, aku ingin jalan-jalan!" Ariana merajuk manja.

__ADS_1


"Kamu itu cerewet sekali ya. Jangan sampai aku berbuat lebih karena aku gemas padamu."


Maksudnya apa dengan berbuat lebih. Semalampun kami hanya tidur saja. Tidak melakukan apa-apa.


"Kenapa bengong, Kamu mikir apa?" Ujar Orion yang sudah membuka mata dan mendapati istrinya yang tiba-tiba terdiam.


"Tidak, aku tidak memikirkan apapun." Seraya menggeleng cepat.


"Bohong! kamu pasti berpikir mesum ya?" Sergah Orion seraya bangkit dari posisi berbaringnya. Kemudian matanya menatap menyelidik pada istrinya.


"Tidak, siapa?" Ariana berkilah.


"Kenapa tidak mencoba untuk menggodaku, tapi malah berpura-pura polos seperti itu." Orion menatap jahil istrinya.


Hah..apa sih yang dia bicarakan, kenapa aku harus menggodanya. Siapa juga yang berpura-pura polos.Huft.


"Hei..kamu mau apa?" Ujar Ariana saat wajah Orion sudah mulai mendekat ke wajahnya.


"Menggodamu!" Kata Orion seraya mendaratkan bibirnya ke bibir istrinya.


Ah..dasar.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like,vote dan coment ya. makasih 🤭

__ADS_1


Aku aja malu nulisnya 🤭🤭wkwkwkwk


__ADS_2