Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Pulang


__ADS_3

Ariana membuka kulkas, mengintip ke dalam dan menyusuri isinya. Tak ada daging ayam disana. Yang ada hanya telur,sosis, bakso dan beberapa sayuran, buah-buahan, camilan dan minuma ringan.


Kenapa kulkas orang kaya isinya cuma beginian. Kalo ku lihat di tv-tv kulkas orang kaya pasti isinya penuh bahan makanan. Oh iya..Haikalkan pernah bilang kalo dia dan kakak-kakaknya tidak pernah makan masakan rumah. Jadi mungkin bahan makanan ini milik pembantu disini, untuk makan siang mereka. Dan aku juga baru sadar, Hari ini aku tak melihat satupun pembantu yang datang, tukang kebun juga. Apa mereka semua sedang cuti.'


Ariana menutup kulkas, Matanya membulat karena terkejut melihat Orion sudah berada di balik kulkas.


sambil mengatur nafas. Sejak kapan si jutek itu ada disini? Dia seperti hantu saja. jantungku..huh..mau copot rasanya tadi.


"Kenapa melihatku seperti itu, wajahmu itu terlihat konyol sekali." Orion menenggak minuman ringanya.


Kamu tuh yang konyol, tiba-tiba ada disitu seperti hantu. untung tampan. Hantu tampan.Haha.


Ariana nyengir. "Aku tadi kaget saja, tiba-tiba kamu muncul seperti itu."


"Mau muncul dimanapun terserah aku, apa kamu punya masalah dengan itu?"


Menggeleng cepat. "Tidak ada."


"Kalo begitu berhentilah menatapku seperti itu ibu. "Sambil berlalu dari hadapan Ariana menuju sofa ruang tengah menonton tv. Ia tersenyum simpul saat membelakangi Ariana.


mata terbelalak, dan mulut menganga. Apa barusan, dia memanggilku dengan sebutan ibu? itu tandanya apa. Mengejekku atau ia sudah mulai melunak. Atau mungkin ia salah minum obat.


Ariana berjalan mendekati Orion. Dengan langkah hati-hati, ia sudah berada tepat di belakang Orion yang sedang duduk santai.


"Sepertinya tidak kenapa-kenapa?" menempelkan punggung tangannya ke dahi Orion. Dan tangan yang satunya ia tempelkan ke dahinya sendiri.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan gadis aneh. tingkahmu benar-benar konyol. Maksudmu apa melakukan itu padaku. "Tangannya tanpa sengaja menyentuh tangan Ariana. Sesaat bertatapan. Lalu mengibaskanya dengan cepat.


Dengan tatapan tanpa dosa, Nyengir seperti biasanya. "Aku hanya ingin memastikan saja."


"Memastikan apa maksudmu?"


memastikan apa kamu baik-baik saja. Sepertinya kamu salah minum obat memanggilku dengan sebutan ibu.


"Kenapa malah diam, dasar konyol, lain kali jangan bertindak seceroboh itu." Dengan muka masam dan langkah besar-besar pergi dari hadapan Ariana.


Kenapa harus semarah itu, mukanya sampai merah begitu. Haha tapi dia tetap tampan. Hah..bicara apa aku ini. Dia kan si jutek menyebalkan, tingkahnya sulit sekali di tebak.


*******


Ariana sudah tampak rapih. Ia mengganti bajunya dan mengenakan jilbab warna pink. Ia akan pergi ke mini market untuk membeli daging ayam dan keperluan yang lainya. Ia sudah memesan ojek online sbelumnya.


"Ya neng."


Tak lama kemudian. Ia telah sampai di pelatara mini market. Membayar ojeknya. Lalu melangkah masuk. Ia melirik jam tangannya setelah selesai berbelanja. Masih jam 16.00. masih banyak waktu sebelum jam makan malam.


Apa sebaiknya aku mampir pulang sebentar ya ke rumah ibu. Tiba-tiba perasaanku nggak enak. Kalo Haikal lapar di kulkas kan masih banyak camilan. Ah ya..aku pulang sebentar deh.


Menyebrang jalan dan menunggu angkutan umum. Kemudian menaikinya saat ada yang berhenti di depanya. Memandang ke luar dari balik jendela kaca. Tatpanya gelisah. Sebuah slide bayangan kejadian bebarapa hari lalu tergambar di benaknya.


"Anda harus segera mengosongkan tempat ini secepatnya. Paling lambat kami beri waktu sampai satu bulan ini untuk kalian mendapatkan tempat yang baru. Kalo sampai melebihi batas waktu yang di tentukan. terpaksa kami akan mengusir kalian dengan paksa. Jadi gunakan kesempatan ini." Seru seseorang yang memakai setelan hitam-hitam dan dua yang lainya yang juga berpakaian sama.

__ADS_1


"Tidak, kami tidak akan pergi dari rumah ini sampai kapanpun, karena ruko ini milik kami." saat itu Ariana baru pulang dari sekolah dan mendengar semuanya."Sebenarnya ada apa ini bu? dan siapa mereka." Menghampiri ibu dan merangkulnya.


"Mereka adalah orang-orang dari Perusahaan Pak Alvian adriano."


"Hei Nona. Ruko ini bukan milik kalian lagi. Ruko ini sudah di beli oleh pihak Adriano grup."


"Apa maksud kalian, ibu?" Menatap ibu. meminta penjelasan.


"Maaf nak. ibu telah tertipu, seseorang yang baru ibu kenal, ia menawarkan sebuah investasi menggiurkan. Awalnya ibu menolak, tapi bicaranya sangat manis. Entah kenapa ibu terbuai juga oleh mulut manisnya. Akhirnya ibu menyerahkan sertifikat rumah ini untuk berinvestasi, ibu berharap bisa melebarkan usaha ibu, agar ibu bisa memasukkanmu ke fakultas terbaik nanti setelah lulus. Tapi nyatanya ia malah menjual sertifikat ruko ini pada Adriano grup." Ibu menangis tersedu. "Maaf kan ibu, maaf kan ibu, ibu sudah bertindak ceroboh, ibu tidak tahu lagi bagaimana nasib kita setelah ini, hanya ini aset yang kita miliki. Huhu."


"Kenapa Ibu minta maaf padaku. Ini bukan salah ibu, jangan begitu, kita hadapi ini sama-sama ya. Kita masih memiliki satu sama lain, itu sudah cukup bagiku. Kita juga masih punya Allah, pasti ada kemudahan di setiap kesulitan. Semua pasti ada jalan keluarnya. Ibu tenang ya, masih ada aku disini bersama ibu." Memeluk ibu erat.


"Makanya Bu, zaman sekarang kalo mau investasi lihat-lihat dulu biar nggak merugi. Kalo begitu kami permisi dulu."


Pergi sana yang jauh, kalo bisa jangan kembali lagi kesini, lihat saja aku pasti akan membuat perhitungan dengan bos kalian. Aku akan merebut kembali sertifikat ruko ini bagaimanapun juga caranya.


Ariana tersentak ketika supir memanggilnya.


"Mbak...mbak udah sampai."


"Oh ya pak maaf, tadi saya bengong." Turun dari angkot dan membayar ongkos ke supir.


Sekarang ia tepat di depan rukonya. Matanya menatap nanar tanda segel yang di pasang di pintu kaca rukonya.


"Ibu aku pulang!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2