Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Pagi Pertama


__ADS_3

"Hei..Sudah, sudah, hentikan!" Ariana mendorong pelan tubuh suaminya agar suaminya itu mau menghentikan aksinya.


Tapi Orion bergeming tak mendengarkan, Ia masih saja menghujani wajah istrinya dengan ciuman.


"Kenapa kamu suka pura-pura sayang, memangnya kamu tidak tergoda dengan sentuhanku ini?" Berbisik lembut di telinga Ariana, kemudian melanjutkan aksinya lagi, kini bibirnya sudah mulai menyusuri leher Ariana dan membuat kiss mark di sana.


Ariana kembali berusaha menghentikan aksi suaminya. Bukanya ia tidak tergoda, tapi kan hasil ujiannya belum keluar, resepsi pernikahan juga belum di laksanakan. Tidakkah bisa di tunda sebentar lagi, begitu pikirnya.


Kini tangan Orionpun sudah menyelinap ke balik baju. Membuat Ariana panik.


"Sayang! Kamu itu nakal sekali ya, aku mohon hentikan, aku belum siap!" Memukul tangan suaminya pelan. Tapi anehnya tubuhnya malah bersikap pasrah.


"Kamu bohong sayang! Kamu selalu saja mencari alasan untuk menghindar, nampaknya tubuhmu lebih jujur daripada mulutmu." Kata Orion masih belum mau menghentikan aksinya.


Ya ampun, aku malu sekali, bahkan ia menyadari tubuh ini yang sebenarnya menginginkannya. Ya ampun, ya ampun, aku benar-benar malu sekali.


"Tapi aku takut sayang!" Rajuk Ariana lagi.


"Jangan takut, aku janji akan melakukannya dengan lembut." Orion sudah mulai melucuti pakaian istrinya.


Hah...dasar, terpaksa aku harus menyerahkan diriku pagi ini juga. Nampaknya ia sudah tidak dapat menahan diri, sebenarnya aku juga. Hehe dasar juga aku ini.


*******


Kepala Ariana tersandar di dada bidang Orion, ia juga tampak menutupi tubuhnya dengan selimut hingga ke lehernya. Kini badanya sudah tak menggunakan sehelai benangpun.


Cup..Cup..Orion mencium ubun-ubun Ariana beberapa kali, Ia merasa sedikit bersalah karena sudah membuat istrinya sedikit kelelahan karena harus melayaninya.


"Apa kamu senang pagi ini?" Ujar Orion sambil mengeratkan pelukannya pada istrinya.


Ariana hanya mengangguk pelan sambil menggeliat manja di dada bidang suaminya, entah kenapa tubuh suaminya membuatnya merasa sangat nyaman dan sangat pas dengan tubuhnya. Begitu pikirnya, wajahnya kembali merona merah saat tiba-tiba mengingat kejadian tadi, saat mereka berdua sudah menyalurkan hasrat masing-masing.


"Apa kamu mau lagi?" Goda Orion di telinga istrinya.

__ADS_1


Wajah Ariana tiba-tiba kembali memerah tanpa sebab. Wajahnya terlihat syok, tidak tahu harus menjawab apa.


Orion segera menggigit bibir istrinya saat melihat tak ada reaksi, Memaksa istrinya untuk mengatakan sesuatu.


Kenapa dia terus saja menggodaku sih, aku kan jadi malu.


"Katakan saja kalo kamu mau, jangan malu-malu begitu." Ujar Orion lagi sambil kembali menghujani wajah istrinya dengan ciuman.


"Tidak, siapa yang malu-malu?" Tubuhnya pasrah, tidak menolak.


Kini ciuman Orion sudah berpindah ke leher dan dada Ariana, Memberikan banyak tanda merah disana. "Aku mencintaimu sayang!" Katanya lirih.


"Aku juga sayang!" Jawab Ariana dengan membenarkan posisi tidurnya.


Pagi itu seolah terlewati dengan sangat indah, Seolah dunia ini hanya milik mereka berdua. Bunga-bunga besar dan indah seolah bertebaran di mana-mana, seperti gambaran hati kedua insan yang sedang berbunga-bunga di mabuk cinta, mereguk manisnya madu cinta yang selama ini tertahan dalam diam yang cukup lama, pagi tercurah, merekah, begitu indah dan akan jadi pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup mereka.


Mereka sudah tampak kelelahan lagi, tapi lelah yang membahagiakan.


"Apa kamu ingin mandi?" Ujar Orion yang sudah mulai berdiri di sisi ranjang dengan hanya bertelanjang dada.


"Kita mandi bersama saja, Ayo!" Tanpa aba-aba Orion langsung mengangkat tubuh mungil istrinya dalam gendongannya.


"Aaaa...Sayang! Apa yang kamu lakukan, aku mohon berhentilah menggodaku!" Ariana pura-pura memberontak saat Orion sudah mulai berjalan sambil membopong tubuhnya.


"Siapa yang menggodamu, bukannya dari tadi kamu yang selalu menggodaku." Tersenyum jahil.


Orion meletakkan tubuh istrinya di bhat tup, dan mulai menyalakan keran untuk mengisi bhat tup dengan air. "Tenanglah sayang, aku hanya ingin memanjakan mu." Orion pun mulai memasukkan sabun cair dan wewangian ke dalam bhat tup setelah dirasa airnya cukup. Ariana hanya bisa diam menurut, pagi ini suaminya terlihat manis sekali sikapnya.


"Bagaimana? Apa kamu senang tuan putri?" Ujar Orion saat sudah mulai mengeramasi rambut Ariana dengan shampo. Ia tampak telaten memberikan pijatan lembut dikepala istrinya.


Ariana tergelak. "Hahaha, Ini sangat nyaman sekali sayang, bagaimana aku harus membayar semua ini?" Seru Ariana dengan perasaan luar biasa senang, tidak menyangka Suaminya yang dulu di kenalnya sebagai pria paling jutek bisa melakukan hal semanis ini, memanjakannya layaknya tuan putri.


"Kamu hanya perlu membayarnya dengan cintamu sayang, cintai aku seluar biasa aku mencintaimu. Tubuhku, hatiku, semuanya milikmu, kamu juga harus begitu juga padaku." Menoel hidung istrinya manja.

__ADS_1


Ariana merasa terhenyak, hatinya seolah di penuhi rasa hangat yang begitu nyaman. Cinta Orion begitu besar, mana mungkin ia bisa berpaling, bahkan di dalam hatinya ia berjanji akan membalas perasaan suaminya itu dengan sama besarnya.


Orion sudah tampak mulai membilas rambut istrinya dengan lembut. "Tuan putri merasa lapar setelah mandi, apakah tuan muda bisa membuatkan sarapan untukku?" Ariana berkata manja.


"Jangan harap aku melakukannya!" Orion pura-pura menolak permintaan Ariana.


"Kok begitu tuan muda, katanya kamu mau memanjakan tuan putrimu ini?" Orion sudah tampak mengeringkan rambut Ariana dengan handuk kecil.


"Kamu ini, di kasih hati malah minta jantung ya rupanya." Ariana sudah tampak membilas badannya dan kini mengenakan handuk mandi di tubuhnya. Wajahnya menatap wajah suaminya dengan tatapan manja layaknya anak kecil. Membuat Orion gemas dan ingin sekali mencubit pipi istrinya yang lucu itu.


"Ya..Baiklah tuan putri, berpakaian lah, aku mau mandi dulu, setelah itu baru akan menyiapkan sarapan untukmu." Orion tersenyum seraya mencium pipi istrinya dua kali secara tiba-tiba. Membuat Ariana kembali tersipu malu, tapi tanpa di duga Ariana membalas mencium pipi Orion dua kali.


"Hah..Dasar, mulai berani menggoda ya kamu rupanya." Orion tersenyum, merasa senang mendapat ciuman balasan dari Ariana.


"Aku hanya ingin berterimakasih padamu sayang! Terimakasih karena sudah memperlakukanku dengan baik selama ini, aku harap aku bisa memperlakukanku dengan baik juga, jadi aku akan belajar untuk menyenangkan hatimu seperti kamu yang selalu berusaha menyenangkan hatiku." Tatapan mata Ariana tampak tulus, hingga kata-katanyapun seolah mengena di hati Orion. Terasa hangat dan membuatnya terharu.


"Baiklah tuan putri, tuan mudamu ini akan selalu melayanimu dengan senang hati."


"Senang menjadi tuan putrimu wahai tuan muda." Jawab Ariana seraya tertawa bahagia.


Semua terasa manis pagi ini. Sangat manis hingga tak ingin semuanya begitu cepat berlalu. Kisah ini baru di mulai. Masih banyak waktu untuk membalas cinta yang besar untuk kesayangan.


BERSAMBUNG...


Ya..ampun, aku berbunga-bunga 😊😊😊


give me 5 stats


like


vote


coment

__ADS_1


thank you 😙😙😙😙😙


__ADS_2