Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Prihal El


__ADS_3

Samuel. Atau yang biasa di panggil El. Dia adalah sepupu Orion yang baru saja datang dari luar negri. Kedatangannya ke indonesia adalah untuk berlibur. Ia sengaja mengambil cuti kuliah agar dapat mengunjungi Paman dan sepupunya. Yaitu Pak Alvian dan Orion. Dulu waktu SD. Orion dan El telah menjalani masa kecil bersama-sama. Namun ketika lulus dari SD. Ayah El, yaitu yang tak lain adalah adik kandung Pak Alvian. Mendapat pekerjaan di luar negri. Mau tidak mau El harus ikut pindah bersama Orang tuannya ke luar negri. Sejak saat itu pula El tidak pernah lagi menginjakkan kakinya ke indonesia. Baru kali ini ia menyempatkan diri lagi untuk kembali ke tanah kelahirannya ini.


Dan hari minggu ini El sedang berkunjung ke rumah Orion. Sebenarnya Ia sudah tiba di indonesia sejak dua hari yang lalu. Ia menginap di rumah Pak Alvian dan menempati kamar Orion yang kini tak terpakai karena telah pindah rumah bersama istrinya. Kedatangannya kali ini ke rumah Orion benar-benar sebuah kejutan.


El terlihat sudah duduk santai menikmati sarapan bersama Orion di rumah Orion.


"Hemm..masakan kakak ipar enak juga." Ujar El seraya menyuapkan nasi goreng ke mulutnya. Matanyapun tertuju pada Ariana.


Orion seketika melirik tajam pada El ketika El mencoba mencuri pandang pada Ariana.


Dan rupanya El menyadari itu. Kemudian ia segera mengalihkan pandangannya ke piring makannya."Tidak apa-apa kan aku memanggilnya Kakak Ipar. Kan dia istrimu Orion. Benar tidak ?" Untuk sekali lagi menatap ke arah Ariana.


Dari hembusan nafasnya. Orion terlihat sudah mulai jengah dengan ulah sepupunya yang terlihat genit itu.


Ariana yang sudah mulai merasakan aura buruk dari Orion. Segera bergegas menarik diri. Ia tahu suaminya itu sedang cemburu dan merasa tidak aman. "Maaf ya..Aku tinggal dulu ke kamar. Aku mau mengerjakan tugas sekolahku dulu. Kalian lanjutkan saja makannya berdua." Ujar Ariana seraya buru-buru berlalu dari meja makan.


Mata El terus mengawasi Ariana hingga Ariana menghilang dari balik pintu kamarnya.


"Sudah ku peringatkan tadi. Jangan memandangi istriku dengan matamu yang penuh noda itu. Aku tidak suka." Orion sudah tampak benar-benar kesal sekarang.


"Apa..! Apa kamu bilang. Mataku penuh noda? Apa maksudmu? Aku tadi memandangi istrimu karena aku merasa heran. Kenapa Dia bilang mau mengerjakan tugas sekolah. Memangnya Dia masih sekolah?"


Orion tergelak. "Hahaha..matamu penuh noda. Karena kamu itu pasti mata keranjang. Iya kan?"


"Cih..sembarangan saja kamu bicaranya. Memangnya kamu sendiri tidak mata keranjang. Aku ingat waktu SD kamu selalu menjahili anak perempuan. Ingat itu!" El berusaha membalas Orion.


"Masa'..bukannya kamu yang sudah main surat-suratan saat SD..Haha." Orion lagi-lagi tergelak.


"Diam kamu. Menyebalkan sekali." Gerutu El. "Eh tadi kamu belum menjawab pertanyaanku. Memangnya istrimu itu masih sekolah?" Menatap Orion penasaran.


"Ya..benar. Lalu kenapa?" Ujar Orion santai.


El terlihat makin penasaran. "Bagaimana ceritanya kamu bisa menikah dengan gadis yang masih sekolah?"

__ADS_1


Orion belum mau menjawab. Ia masih berusaha menyuapkan suapan terakhir nasi gorengnya ke dalam mulutnya. Kemudian mengambil air putih di gelas dan segera meneguknya hingga habis.


Sedangkan El masih nampak menunggu. Ia sudah menyelesaikan makannya lebih dulu.


"Ceritanya panjang." Ujar Orion akhirnya singkat.


"Ayolah. Ceritakan saja. Aku masih banyak waktu luang kok mendengarkan ceritamu."


Aku penasaran sekali. Seperti apa kisah cinta mereka sebenarnya.


"Ya..ltu kamu yang banyak waktu luang. Tapi aku nggak. Aku ingin tidur lagi. Aku benar-benar lelah akhir-akhir ini." Orion sudah mulai beranjak dari duduknya.


"Hah..kamu ini. Sok sibuk sekali. Masa' aku jauh-jauh datang kesini cuma untuk di tinggal tidur sih. Huft..bukanya di ajak jalan-jalan kemana gitu!" El sudah mulai menggerutu.


"Nanti sore kan bisa kalo mau jalan-jalan. Sekarang biarkan aku tidur dulu."


"Kalo kamu tidur. Lalu aku ngapain. Masa' aku godain istrimu. Hehe." Seloroh El seraya tertawa geli.


"Jadi kamu mengancamku. Aku sungguh takut." Masih dengan nada mengejek.


"Hah..sudahlah..Ayo kita ke kamarku. Aku sudah sangat mengantuk!"


"Ke kamarmu?" El merasa bingung saat melihat Orion menuju kamar yang berbeda dari Ariana. Tapi kemudian segera mengikuti langkah sepupunya itu.


Di dalam kamar. Orion segera merebahkan tubuhnya yang lelah ke atas ranjang. El turut masuk ke kamar dan segera menutup pintunya.


"Hei..apa kalian tidur terpisah. Kalian kan sudah menikah. Kenapa masih tidur terpisah. Memangnya kamu tidak ingin merasakan itu. ehemm." El berdehem merasa geli mengatakan kalimatnya sendiri.


"Memangnya kenapa kalo tidur terpisah. Kami juga tidak ingin buru-buru melakukan itu. Bukankah begini lebih seru. Kami terlihat seperti orang pacaran. Dan kami akan melakukannya saat perasaan kami sama-sama mendalam." Jelas Orion seraya tersenyum polos seperti anak kecil.


"Cih..naif sekali. Aku yakin beberapa kali pasti kamu juga menginginkannya kan? Aku bisa lihat dari muka mesummu itu."


Detik berikutnya menjadi hening. Tak ada respon dari Orion. El yang menyadari itu langsung menoleh ke arah sepupunya yang sedang berbaring di sisinya. Sudah tampak tertidur pulas hanya dalam hitungan detik saja.

__ADS_1


"Cih..apa-apaan dia ini. Baru kena bantal sebentar saja sudah langsung molor. Payah sekali." Gerutu El seraya bangkit dari rebahannya. Detik berikutnya ia mulai merasa bosan. Kemudian memutuskan untuk keluar kamar dan menonton tv di ruang tamu.


*****


Saat baru saja membuka pintu untuk keluar dari kamar Orion. Mata El terpaku pada Ariana yang sedang melakukan hal yang sama dengan dirinya. Ariana juga terlihat hendak keluar dari kamarnya sendiri.


Mata mereka sejenak bertemu. Hingga menimbulkan sedikit kecanggungan.


Menyadari itu. Ariana berniat untuk segera kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Eh..kakak ipar. Tunggu!" Seru El. Menghentikan aksi Ariana yang hendak ingin kembali lagi ke dalam kamar.


"Bisakah kita mengobrol? Aku merasa sangat bosan. Masa' Aku di tinggal tidur oleh Orion." Seru El lagi yang kini terdengar seperti sebuah gerutuan.


"Emmm.." Ariana merasa ragu. "Maaf ya El. Tapi aku tidak ingin membuat Orion marah." Ujar Ariana akhirnya dengan wajah masih tampak ragu. Antara merasa tidak enak pada El. Tapi terlebih lagi pada Orion.


Ah..Ya ampun Kakak ipar. Kamu penurut sekali pada Orion si payah itu.


"Ya..baiklah aku mengerti. Tapi Kakak Ipar. Apa kakak punya teman atau kenalan gitu yang manis juga seperti kakak ipar. Hehe. Kalo ada gadis manis pasti aku tidak akan merasa bosan. Hehe." Seloroh El malu-malu.


"Emm..aku punya sih beberapa teman perempuan. Yang laki-laki juga ada. Kalo mau ku kenalkan nanti sore biar ku undang mereka kesini."


"Ah..kakak ipar. Yang benar saja. Aku cuma ingin berkenalan dengan teman perempuanmu. Kenapa kamu rekomendasikan teman laki-lakimu juga. Maaf ya kakak ipar. Aku ini masih normal. Haha." El tergelak. Merasa lucu dengan kata-kata Ariana.


"Hahaha..lya ya. maaf." Ariana ikut tergelak. Menyadari kekeliruannya." Baiklah kalo begitu. Aku kembali masuk ke kamarku dulu ya. Aku nggak ingin Orion marah dan salah paham nanti. Maaf ya." Sambung Ariana seraya kembali masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya.


"Ya baiklah." El mejawab dengan malas.


Cih..Kenapa Orion bisa mendapatkan gadis sepenurut itu. Membuatku iri saja. Huft.


BERSAMBUNG...


jangan lupa like dan vote nya..makasih 🥰

__ADS_1


__ADS_2