Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Kebersamaan Orion, Aska Dan Haikal


__ADS_3

Entah kenapa sejak pulang dari sekolah tadi. muka Haikal terlihat sangat murung. Ia tak terlihat seperti biasanya. Aska yang peka dengan perubahan sikap Haikal berusaha mengajaknya untuk bicara.


Aska menghampiri Haikal yang sedang duduk di pinggir kolam renang. Tatapan matanya terlihat kosong. Mungkin ia masih sedih dengan kenyataan semalam yang ia dengar. Semalam ia mendengar semua percakapan Ayah dan kakaknya Aska. Slide kejadian semalam itupun terngiang lagi di benaknya.


"Jadi kak Aska bukan anak kandung Ayah. bearti apa aku juga bukan anak kandung Ayah?" Ujar Haikal yang sudah berdiri di ambang pintu.


Aska dan Ayah belum sempat menjawab. Tapi Haikal sudah keburu menghindar karena merasa kecewa.


Dan sekarang Aska akan berusaha untuk menjelaskanya.


"Hei..Tumben kamu nggak ngerengek minta di belikan makanan. Apa sekarang kamu sedang berusaha diet?" Aska yang duduk di sebelah Haikal mencoba mengajaknya bercanda.


Tapi ekspresi Haikal belum juga berubah. Ia melirik tajam pada Aska. "Lelucon macam apa itu. Nggak lucu."


"Haha..Tapi wajahmu yang cemberut itu terlihat lucu."


"Sudah..Sudah..berhenti melakukan hal bodoh itu. Aku sedang tidak ingin bercanda."


Aska menaruh sebelah tangannya ke dagunya. "Oh..jadi begitu ya? Gimana kalo aku temanin jalan-jalan terus kita makan di luar."


Haikal hanya menggeleng lemah. Sepertinya dia benar-benar sedang tidak ingin melakukan apapun.


"Kakak..apa benar kalo kita ini bukanlah anak kandung ayah?" Ujar Haikal akhirnya.


"Emm..Kalo ya kenapa kalo nggak kenapa?"


"Egghh..aku serius kak. Kenapa kakak malah bercanda terus sih?"


Sebelum menjawab. Aska menghela nafas panjang kemudian menghembuskanya perlahan. Seolah-olah sedang mengatur jawaban yang tepat.


" Begini Haikal, kadang apa yang kita harapkan tidak sejalan dengan kenyataan. Tapi kita harus belajar menerima itu semua. Awalnya kakak juga merasa kecewa sama sepertimu saat kakak mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Tapi bagaimanapun juga Ayah kita yang sekarang adalah Ayah yang paling berjasa dalam hidup kita. Beliau lah orang yang mau bersusah payah membesarkan kita. Ya memang sih Beliau kadang membuat kesalahan juga. Kadang aku merasa Ayah tidak memperhatikanku. Tapi sebenarnya tidak begitu. Ayah hanya ingin aku tumbuh jadi anak yang kuat. Lagipula Ayah juga sudah berjanji akan lebih memperhatikan kita kan mulai saat ini."


Aska menatap lekat-lekat mata Haikal. "Nah apa sekarang kamu mengerti dengan penjelasan kakak tadi ?" Tambahnya lagi seraya mengacak rambut adiknya lembut.


Haikala mengangguk pelan. Kemudian tersenyum. Setelah itu mereka saling berpelukan.

__ADS_1


"Hei..Hei..Hei..Ada apa ini? Apa disini sedang ada latihan drama?" Ujar Orion yang sudah nampak berdiri di belakang mereka.


Aska dan Haikal yang merasa kaget langsung saling melepas pelukan mereka. Kemudian menatap heran ke arah Orion.


"Hei..Kenapa kalian menatapku seperti itu. Lanjutkan saja latihan dramanya. Jangan pedulikan aku. Aku akan diam disini menjadi penonton yang baik." Tersenyum menggoda.


"Lawakannya garing sekali." Ujar Haikal pada Aska dengan suara berbisik.


"Iya benar. Bagaimana kalo kita..." menjawab dengan suara berbisik pula seraya matanya melirik ke arah kolam. Seolah sedang memberi kode. Bagaimana kalo kita jeburkan saja dia ke kolam.


Haikal pun mengangguk seolah faham dengan ide Aska.


"Hei..kalian sedang apa? Malah berbisik-bisik begitu. Jangan-jangan kalian sedang merencanakan sesuatu ya." Orion menatap ke arah Adik-adiknya dengan tatapan menyelidik.


"Satu,dua,tiga. Ayo Haikal. SEKARANG !" Memberi aba-aba. Bersiap menarik Orion.


"Hei..Apa yang akan kalian lakukan padaku?"


BYUUURRRR..Suara cipratan Air menggelegar. Orion sudah tampak di dalam kolam sekarang.


Sedangkan Aska dan Haikal masih tampak tertawa-tawa melihat Orion yang sudah basah kuyup sekarang.


"Haha..liat kak Orion. Muka tampannya luntur terkena air kolam." Seru Aska girang. Seolah sedang melihat pertunjukan sirkus.


"Ini namanya baru lelucon yang sesungguhnya. Jadi selama ini muka tampanmu palsu rupanya. Hahaha." Haikal berusah menambahkan.


"Apa yang kalian bicarakan. Awas ya kalian berdua l!" Ancam Orion seraya menarik kaki Aska agar Dia juga ikut tercebur ke dalam kolam. "Kena kamu. Dasar pecundang. Hahaha."


"Kak Orion kamu curang. Seharusnya kamu beri tau aku dulu. Hah..Hah.." Nafas Aska terengah-engah karena Orion memasukkan kepalanya ke dalam air.


"Kenapa aku harus memberi tau mu dulu payah. Kalo begitu caranya aku tidak akan bisa membalasmu."


Sekarang tinggal Haikal yang masih di atas menertawakan Orion dan Aska." Haha..ini baru hiburan yang menarik. Ternyata kedua kakak ku yang tampan-tampan ini payah sekali. Hahaha"


Melihat itu Orion memberi kode pada Aska dengan matanya. Kira-kira begini isi kodenya. Ayo ceburkan sekalian si gendut itu ke kolam. Biar tau rasa dia.

__ADS_1


Askapun mengangguk. Kemudian ia segera naik ke kolam renang.


Haikal mundur kebelakang beberapa langkah. "Aku tau kakak pasti akan menceburkanku juga kan. Aku tidak akan tertipu.wek..wek.."


Aska hanya tersenyum. Karena di belakang Haikal sudah ada Orion bersiap menangkap Haikal dan menceburkanya ke kolam. Hanya dengan sedikit kerlingan mata sebagai kode pada Orion. Kini tubuh Haikal sudah di dorong paksa ke kolam oleh Orion. Dan setelah itu di bantu juga oleh Aska.


"Haha..sekarang lihatlah. Pertunjukan sirkus kuda nil sedang di mulai." Orion dan Aska tertawa terbahak.


"Eghh..Dasar kak Orion jutek muka tampan palsu. Dan kak Aska juga si lamban muka lesu. Awas kalian berdua." Ujar Haikal seraya menyipratkan air ke arah kedua kakaknya.


"Hahaha.." Orion dan Aska hanya membalas dengan tawa. mereka tampak akrab sekali. Benar-benar seperti kakak-adik sungguhan.


********


Karena sudah terlanjur basah. Akhirnya mereka bertiga tadi memutuskan untuk berenang sekalian. Rasanya memang sudah lama sekali mereka tidak melewati kebersamaan seperti siang itu.


Selesai mandi dan berpakaian. Mereka kembali ngobrol santai di ruang keluarga sembari menyantap pizza dan beberapa makanan lain yang telah mereka pesan secara online sebelumnya.


"Kak Orion. Setelah menikah. Kakak akan tetap tinggal disini atau pindah ke rumah sendiri." Ujar Haikal seraya melahap pizza yang ada di tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya memegang ayam goreng. memakanya secara bergantian.


"Aku juga tidak tau. Aku belum berpikir sampai sejauh itu. Heh..lagian kamu kan masih kecil. Kenapa menanyakan hal itu."


"Bukan begitu. Mungkin maksud Haikal. Kalo kakak tidak tinggal disini lagi pasti Dia akan merasa kesepian." Aska memang paling peka terhadap perasaan orang lain.


"Haha..lelucon macam apa itu. Bukankah kalian akan senang kalo aku tidak di rumah ini lagi. Enak kan..Tidak ada yang mengganggu kalian lagi."


"Justru karena kejahilanmu itu yang pasti akan membuat kami kangen." Ujar Haikal dengan muka sedih hampir menangis.


"Heh..bicara apa kalian ini. Kalian bicara seolah-olah tidak akan melihatku lagi untuk selamanya. Kalo aku tidak tinggal di sini lagi nantinya. Aku kan masih bisa kemari untuk menjenguk kalian. Huh..pembicaraan ini jadi membosankan. Aku tidak suka drama melow. kalian tau itu kan? jadi berhentilah mengatakan hal yang tak masuk akal begitu."


Aska dengan muka kalemnya. "Kakak payah sekali. Kalo istrimu suka drama melow. Apa kakak juga akan melarangnya bersikap melow. Hehe."


"Hah...kamu lagi. Bicara apa kamu. Aku tidak ingin memikirkan hal-hal semacam itu. huh..kalian menyebalkan. Aku masuk saja ke kamar. Istirahat. Nanti bicara lama-lama dengan kalian berdua aku jadi ketularan melow." Beranjak dari sofa. Kemudian melangkah besar-besar menuju kamar.


Sebenarnya apa sih yang mereka pikirkan. kenapa mereka bisa memikirkan hal-hal semacam itu. Kalian pikir aku nggak dengar apa yang kalian bicarakan tadi di kolam renang. Kalo kalian bukanlah sodara kandungku. Aku hanya tidak ingin terlihat sedih di depan kalian.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2