Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Mandi bersama


__ADS_3

Hari minggu. Akhirnya Orion bisa sedikit bernafas lega dari rutinitasnya sehari-hari. Belakangan ini ia sangat sibuk karena harus menjadi pemimpin di perusahaan Ayahnya. Ternyata tugas seorang pemimpin tak semudah yang ia duga. Banyak PR perusahaan yang harus ia kerjakan dan selesaikan. Pagi-pagi sekali ia harus berangkat ke kantor. Memeriksa semua laporan, Kemudian menandatanganinya. Melakukan banyak observasi demi mencari manuver agar perusahaan Ayahnya kembali pulih. Meeting dengan client baru demi mendapatkan investor. Belum lagi siangnya harus pergi ke kampus untuk absen. Sorenya kembali lagi ke kantor untuk lembur. Pulang ke rumah sudah larut malam. Mengerjakan tugas kuliah hingga subuh..Waktunya untuk tidur hanya sektar dua atau tiga jam saja sehari..Benar-benar hari-hari yang melelahkan.


Ariana mengendap-endap memasuki kamar Orion yang tidak terkunci. Ia tersenyum saat melihat suaminya masih tertidur pulas dengan mengenakan sarung. Rupanya Orion tak meninggalkan shalat subuh. Ariana merasa senang karena suaminya itu kini jadi rajin beribadah.


Di dekati tubuh suaminya itu yang sedang tertidur pulas di atas ranjang.


"Orion sayang. Bangun..! Sudah siang nih." Bisik Ariana di telinga Orion. Tak ada respon."Bangun sayang. Ayo kita sarapan. Dari semalam kamu tidak makan. Nanti sakit loh." Lanjutnya. Tapi tetap tak ada respon.


Hemm..kasihan. Sepertinya ia lelah sekali sampai tidurnya pulas begitu. Aku bangunkan ia tetap tak mau bangun.


"Hei..Sayang..! Ayo bangun!" Kini dengan sedikit mengguncangkan tubuh Orion.


Dan ketika ingin mengguncang tubuhnya untuk yang ke dua kalinya. "Orion apa yang kamu lakukan!" Teriak Ariana saat sudah ada di atas tubuh Orion. Rupanya tadi Orion menarik tubuh istrinya.


Orion tersenyum. "Apa pagi-pagi begini kamu sudah begitu merindukanku. Sampai-sampai harus membangunkanku seperti ini."


"Eh..apa sih..!" Ariana berusaha bangun dari posisinya saat ini. Tapi Orion menahannya dengan mengeratkan pelukannya.


"Apa ini? Jadi kamu sengaja membangunkanku. Dan sekarang kamu ingin kabur?" Orion menyeringai nakal.


Wajah Ariana pun langsung memerah karena malu. "Apa maksudmu? Aku membangunkanmu hanya untuk mengajakmu sarapan. Kamu kan belum makan dari semalam."


"Semalam aku sudah kenyang hanya dengan memakanmu." Tersenyum menggoda.


"Hei..jangan aneh-aneh. Ayo cepat bangun!" Ariana kini berhasil lepas dari cengkraman Orion.


"Baiklah. Tapi ingin mandi dulu." Ujar Orion yang kini mengubah posisinya menjadi duduk.


Hah..kalo mau mandi ya sana mandi. Kenapa harus bilang padaku.


"Yasudah mandi saja dulu sana. Nanti baru sarapan." Ariana sudah mulai kikuk lagi.


"Tapi aku ingin mandinya di temani sama kamu!"


Hah..apa-apaan sih dia. Tuh kan benar dugaanku. Cih..kenapa mandi saja ingin di temani.


"Hei..kenapa kamu malah bengong?"


Ariana tersenyum paksa. "Tapi kan datang bulanku belum selesai." Mengucapkan dengan malu-malu.


Orion tergelak. "Hahaha..Kamu ini Ya..Aku kan cuma mau ngajak mandi bersama. Bukan mengajak yang lainnya."


Wajah Ariana seketika pias. Merasa malu dengan pikirannya sendiri. Aduhh..apa sih yang aku pikirkan.

__ADS_1


********


Di kamar mandi. Karena rumah mereka hanya rumah sederhana. Jadi tidak ada bath tup nya. Hanya ada keran sower yang menggantung di atas.


Orion sudah tampak bertelanjang dada di dalam kamar mandi yang tidak terlalu besar itu. Tangannya menarik tangan Ariana yang masih tampak malu-malu berdiri di ambang pintu kamar mandi.


"Hei..ayolah. Jangan malu-malu begitu. Nanti lama-lama kamu juga akan terbiasa dengan mandi bersama." Orion mengatakanya di telinga Ariana.


Tubuh Ariana seketika gemetar. Hawa panas segera merayapi tubuhnya.


Orion segera menyalakan Sower yang ada di atasnya. Kini mereka berdua sama-sama di hujani derasnya air sower yang membasahi tubuh mereka.


"Ambilkan sabun dan gosok punggungku!" Ujar Orion dan seraya mematikan sowernya.


"Ah..iya..!" Ariana tampak gugup. Mengusap air di mukanya dan bergegas mengambil sabun.


Kini Ariana tampak menggosok punggung Orion yang lebar. Wajahnya tampak memerah. Untung saja Orion tidak bisa melihat raut wajahnya saat ini karena berdiri membelakanginya.


Tiba-tiba Orion mebalikkan tubuhnya."Sekarang gantian. Aku akan menggosok punggungmu."


"Apa?" Mata Ariana terbelalak.


"Hah..sudah.. Lepaskan bajumu. Atau mau Aku bantu." Orion kembali menggoda Ariana.


"Ah..tidak..tidak.." Segera memutar badannya membelakangi Orion. Kemudian dengan ragu-ragu mulai membuka bajunya sendiri.


Orion! Apa yang kamu lakukan?'


Lidah Ariana seolah kelu. Ia ingin memberontak tapi tubuhnya malah bersikap pasrah.


Kenapa? kenapa aku seperti menginginkan ini juga.


Tangan Orion sudah merayap entah kemana. Sedangkan Ariana masih terdiam mematung. Orion segera membalik tubuh Ariana dan memilih untuk mencium bibir istrinya dengan lembut.


"Tok..Tok..Permisi!"


Ketukan pintu yang di sertai teriakan seseorang membuat aktifitas mereka terhenti.


"Orion..Ada Orang di depan. Ayo coba kita lihat dulu." Ariana segera meraih handuk di cantolan pintu.


Tapi Orion sepertinya belum mau menghentikan aksinya. Ia masih berusaha menarik tangan Ariana dan melanjutkan aksinya seperti tadi.


"Hei..sudah..sudah..Ada tamu di depan. Kita sudahi dulun ya sayang." Mendorong tubuh suaminya perlahan.

__ADS_1


"Ya..baiklah. Kamu duluan saja. Aku mau mandi dulu. Hei..ingat ganti bajumu. Dan ingat juga, jangan lupa kenakan juga hijabmu saat membuka pintu nanti." Ujar Orion dengan nada mengancam.


"Iya..ya..cerewet. Kasihan orangnya kalo menuggu lama." Ariana bergegas keluar dari kamar mandi.


Oh ya ampun. Siapa sih yang datang pagi-pagi begini.


*******


Ariana segera membuka pintu setelah rapi berpakaian.


"Cari siapa ya mas?" Ujar Ariana saat mendapati orang asing yang berdiri tepat di depan pintu rumahnya.


"Maaf kalo kedatanganku sedikit mengganggu. Kenalkan, Namaku El, Apa benar disini tempat tinggal Orion?"


Orang ini kenal Orion?


"Maaf sebelumnya. Apa hubunganmu dengan Orion?" Ariana menatap penasaran pada pria yang terlihat sebaya dengan Orion yang kini berdiri tepat di hadapannya.


"Aku sepupunya dari luar negri. Kata Om Alvian Orion tinggal disini."


Oh..Jadi El ini sepupu Orion.


"Ah..maaf. Kalo begitu masuklah. Orion ada di dalam sedang mandi. Sebentar lagi juga selesai." Ujar Ariana seraya tersenyum ramah.


Sekarang gantian El menatap heran pada Ariana. "Kamu siapanya Orion? Kamu pacarnya?"


"Bukan..Dia itu istriku!" Sahut Orion dari arah dalam rumah. Ia juga sudah tampak rapi berpakaian.


"Hei..Orion..Apa kabar? Aku kangen sekali padamu sodaraku!" El Menerobos masuk ke dalam rumah dan segera memeluk Orion.


Ariana hanya bisa berdiri mematung saat mereka mulai berbincang menanyakan kabar.


"Ah..iya..Jadi kamu sudah menikah?" Mata El terlaih pada Ariana.


Hemm..Gadis yang manis. Kalo dia bukan istri sepupuku. Aku juga pasti suka padanya.


"Hei..Jangan coba-coba memandangi istriku seperti itu. Atau aku akan mencolok matamu." Rupanya Orion menyadari tatapan El yang tak biasa terhadap Ariana.


"Hei..santai my brother. Ternyata kamu sangat cemburuan ya .Haha..!" El tergelak.


"Memangnnya kenapa? Karena istriku itu berbeda dari gadis kebanyakan. Dia itu sepesial."


Ya..dia mulai lagi. Aduh..jangan berlebihan seperti itu dong Orion. Aku kan jadi malu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like dan vote nya ya. makasih 🙂❤


__ADS_2