Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Orion dan Sean Bertengkar


__ADS_3

Akhirnya drama penculikan ini berakhir juga. Ariana dan Orion akhirnya bisa bernafas lega.


Pagi pun menjelang. Matahari sudah tampak malu-malu menyembulkan sinarnya Dari arah timur. Ariana keluar tenda di ikuti pula oleh Orion untuk menikmati suasana pagi hari di bibir pantai.


"Udaranya enak ya! Sejuk!" Ujar Ariana sambil berusaha merentangkan kedua tangannya ke udara. Matanya terpejam, seolah sedang menikmati belaian angin pagi yang berhembus lembut menerpa kulit wajahnya.


Orion hanya tampak tersenyum seraya melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan istrinya. "Kamu benar sayang! Rasanya ini nikmat sekali. Apa lagi pagi ini aku di temani oleh kamu!" Seloroh Orion sambil kini membuka matanya dan beralih menatap istrinya yang tengah berdiri tepat di sampingnya.


"Pagi-pagi jangan bermulut manis, bisa-bisa nanti aku berhenti bernafas karena sesak mendengarkan kamu gombal!" Ariana mengatakannya seraya terkekeh, bermaksud menggoda suaminya itu.


"Tapi kamu suka kan aku gombalin!" Sergah Orion seraya mengedipkan sebelah matanya. Bermaksudenggoda istrinya itu. Ariana pun hanya balas tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. Ada-ada saja Orion ini, pikirnya.


Orionku selalu saja bisa membuatku tersenyum.


Saat mereka tengah asik bercanda. Tiba-tiba mata mereka di kejutkan dengan kedatangan kapal pesiar berukuran mini yang kemari sempat membawa mereka tersambar ke pulau ini.


Ariana segera mendekat ke arah suaminya. Mereka saling tatap sejenak merasa heran. Menunggu siapa yang akan turun dari kapal tersebut.


Tak lama kemudian. Keluarlah seorang anak laki-laki yang seolah tidak asing lagi keluar dari dalam kapal.


"Bukankah itu Sean?" Ujar Orion yang sudah tampak mengenali sosok tersebut. Dan ia makin terkejut ketika Angel mengekor di belakang Sean. "Mau apa mereka kemari?" Dengus Orion sedikit kesal. Ia masih teringat ketika memergoki Sean pernah memandangi istrinya dengan tatapan tak biasa. Perasaan Orion pun mulai gusar sekarang.

__ADS_1


"Sayang! Kamu kenapa?" Tanya Ariana yang peka dengan perubahan raut wajah Orion. Dengan segera Ariana merangkul pinggang Orion dan mengelus dada Orion perlahan. Seolah itu gerakan untuk menenangkan suaminya yang sedang memikirkan suatu hal, tapi entah itu apa.


Dari tenda lain. Tampak Aska, Haikal dan Reno baru saja keluar dari tenda. Dan terakhir di susul oleh Anesya yang menempati tenda paling ujung dan tidur sendirian.


"Ada apa sih nih pagi-pagi sudah ribut-ribut saja!" Seru Aska yang masih sambil menguap.


Reno pun menepuk pundak Aska pelan. Kemudian memberi isyarat untuk melihat ke arah yang ia tunjuk dengan dagunya. Aska pun menoleh ke arah tersebut. Dan terlihat Orion sang kakak sudah tampak bertengkar dengan seseorang.


"Astaga kak Orion. Apa-apaan dia itu. Pagi-pagi begini sudah mengajak orang untuk berkelahi!" Aska pun segera berlari mendekat ke arah kakak sulungnya. Di ikuti pula di belakangnya Reno yang berlari mengekor Aska.


Sedangkan Haikal masih diam di tempat, ia tak ingin ikut campur urusan orang dewasa. Anesya pun segera menghampiri Haikal yang masih berdiri mematung di depan tendanya. "Sudah...sudah, Haikal jangan takut ya! Kan ada kak Anesya yang temani kamu disini!" Menepuk pundak Haikal pelan.


"Kenapa sih kak Orion itu. Selalu saja arogan seperti itu. Dia tidak sadar apa. Kalo tingkahnya itu sungguh memalukan!"Rutuk Haikal dengan wajah kesal.


"Haha...kak Anesya ini bisa saja!" Haikal jadi ikut terkekeh.


Sedangkan di tempat Orion dan Sean berada. Aska sudah tampak melerai kakaknya yaitu Orion yang hampir saja melayangkan tinjunya ke pipi mulus Sean.


"Kakak! Hentikan! Kakak ini apa-apaan sih? Kenapa Kakak ingin menghajar Sean?!" Seru Aska sambil menarik lengan kakaknya yang masih terlihat kalap.


"Aku malah ingin bertanya, kenapa pria mesum ini bisa tiba-tiba ada disini? Siapa yang mengundangnya kesini, aku tidak suka melihatnya ada disini!" Seru Orion asal. Ia mengatai Sean pria mesum. Astaga. Sikapnya benar-benar kekanak-kanakan sekali. Begitu pikir Aska. Dan Aska yakin kalo kakaknya yang bucin itu pasti sedang merasa cemburu.

__ADS_1


Aska ingin sekali tertawa terbahak-bahak tapi ia sekaligus merasa kasihan dengan kakaknya itu. "Kakak tenanglah, aku yang mengundang kak Sean kemari,karena sebenarnya ia adalah pemilik kapal yang kakak tumpangi kemarin bersama kakak ipar. Aku yang menyewa kapal tersebut, dan pagi ini aku yang menyuruhnya datang kemari agar kita bisa kembali ke hotel dengan kapal tersebut." Jelas Aska masih dengan memegangi tangan Orion. Takut-takut kalo Orion kembali berulah.


Ariana sebenarnya sudah merasa ketakutan sejak tadi. Tapi apalah daya. Ia tak bisa memenangkan Orion. Malahan tadi Orion sempat menuduhnya kalo ia lebih membela Sean daripada suaminya sendiri. Orion benar-benar kalap tadi. Ariana tak berani mendekat. Dan Angel yang tadi datang bersama Sean berusaha memeluk Ariana demi menenangkannya.


"Sudah jelas kan sekarang, kelakuanmu itu norak sekali tahu!" Sergah Sean dengan nada sinis. Dan seketika itu membuat Orion kembali naik pitam. Ia bisa meninju wajah Sean saat itu juga kalo saja Aska tak lagi memegangi lengannya.


"Sudah...sudah kak Sean cukup. Jangan memancing Emosi kak Orion lagi!" Aska memohon. Dan tampak lah wajah kedua orang yang saling mengumbar emosi itu mengatur nafasnya. Berusaha menahan emosi masing-masing.


Apa sih yang ada di pikirannya itu. Dasar cowok gila! Tapi hebat juga dia. Bisa peka juga kalo aku diam-diam tertarik pada istrinya. Hah...sebenarnya ini bukan kemauan ku juga. Tapi entahlah. Aku juga tidak bisa mengendalikan perasaan ini. Hari ini aku senang sekali bisa kembali melihat senyuman di wajah gadis itu. Hingga tanpa sadar aku menatapnya yang mungkin dengan tatapan tak biasa. Dan Orion si bucin ini malah menyadari hal itu. Karena itu tadi ia jadi ingin menghajar ku. Sebenarnya salahku juga sih. Kenapa aku jatuh cinta dengan istri orang. Ah bodoh. Rutuk Sean dalam hati.


Akhirnya kesalahpahaman ini bisa di lerai juga, hingga tidak berlanjut dengan baku hantam. Aska menarik nafas lega. Begitupun dengan Ariana.


Orion pun segera menghampiri istrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan sedih.


"Maafkan aku, tadi aku benar-benar tidak sengaja membentakmu, maaf kan aku ya!" Orion benar-bensr merasa bersalah. Ia meraih tangan Arian dan menciumi punggung tangan istrinya tersebut bertubi-tubi sambil terus mengeluarkan kata maaf.


Ariana mengangguk. "Iya...tapi jangan di ulangi lagi ya! Aku nggak suka kamu yang seperti itu!" Ujar Ariana seraya tersenyum agar suaminya itu tidak merasa kawatir lagi.


"Terimakasih sayang!" Orion pun segera menghambur ke pelukan Ariana dan mencium puncak kepalanya kilas.


Melihat adegan itu, Sean seolah merasa tidak suka. Entah mengapa perasaanya seolah sakit. Apakah ini yang namanya cemburu? Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Ah...Sayangnya aku cemburu bukan pada tempatnya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2