Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Ada apa dengan Ibu dan Ayah mertua


__ADS_3

Senja sudah mulai beranjak dari peraduannya saat Ariana sudah tiba di rumahnya. Wajahnya terlihat sangat letih akhir-akhir ini. Betapa tidak. Ia harus bolak-balik dari rumah ke rumah sakit untuk menjaga Orion yang masih betah dalam tidur panjangnya. Ia juga terlihat kurus karena kurang memperhatikan asupan makannya. Matanya juga terlihat sayu karena kurang tidur. Dan juga mungkin karena terlalu banyak menangis dalam do'anya. Berharap selalu untuk kesembuhan Orion.


Kali ini Ariana pulang ke rumah untuk memgambil pakaian ganti untuk Orion. Dan saat ia pulang ke rumah. Orion di jaga oleh Aska. Dan terkadang Pak Alvian kalo sedang tidak sibuk turut juga menjaga Orion.


Ariana mulai memasuki kamar Orion. Kamar itu terlihat begitu sepi satu bulan terakhir ini. Ariana merasa sangat merindukan suaminya setiap memasuki kamar itu. Tidak bisa lagi ia lihat wajah tampan suaminya yang sedang tersenyum jahil kepadanya. Dan semua keisengan suaminya terhadapnya yang membuatnya kian rindu. Kini seolah semuanya telah sirna.


Untuk yang kesekian kalinya. Ariana berusaha menguatkan diri tiap kali memasuki kamar itu. Menahan segala rasa yang ada. Kerinduan, kehangatan yang biasa di berikan suaminya. Untuk sementara waktu tak bisa ia rasakan lagi. Dengan segenap hati yang terasa ngilu. Ia sebisa mungkin menahan tangis yang hampir-hampir saja keluar tiap kali membayangkan keadaan saat ini tidaklah sama dengan saat itu. Ia selalu berharap Orionnya akan segera kembali. Memeluknya dan memanjakannya seperti biasanya. Untuk itu ia harus bisa menguatkan diri. Untuk tidak mudah menangis agar ia juga bisa menguatkan Orion untuk bisa bertahan bahkan bisa membuka matanya kembali. Entah butuh waktu berapa lama lagi. Ariana pun tidak tahu. Yang pasti hatinya tahu. Kalo ia masih menunggu.


Di bukanya lemari pakaian Orion perlahan. Dengan nafas yang terasa berat. Ia pun mulai mengambil beberapa setel baju dari lemari tersebut. Dan tiba-tiba..


"PLUK..!" Terdengar sesuatu terjatuh ke lantai. Benda itu terjatuh dari dalam lemari saat Ariana mencoba menarik baju di tumpukan paling bawah.


"Apa ini?" Ujar Ariana seraya memungut benda tersebut dari lantai. Kemudian Ia merentangkan benda itu di depan wajahnya. Ia mengamati sejenak. Ternyata itu adalah sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk setengah hati dan di liontin itu terdapat inisial R.


"Milik siapa ini?" Ariana tampak berpikir sejenak."Sepertinya Aku..."Kalimat Ariana menggantung.


Triiiiiiinnnnggggg...! Triiiiinnngggg...!


Dering telpon dari Hp nya mengalihkan konsentrasinya. Segera ia mengangkat Hp yang ada dalam saku jaketnya.


"Iya..Aska ada apa?" Ujar Ariana setelah berhasil mengangkat panggilan telpon dari Hp nya. Rupanya Adik iparnya. Aska yang sedang menelponnya.


"Kakak Ipar. Segeralah ke rumah sakit. Tadi Kak Orion sempat bereaksi lagi. Ia sempat mengigau memanggil namamu." Ujar Aska tampak antusias di ujung telpon.


"APA..! " Ariana tak kalah antusiasnya. Kemudian menutup mulutnya sendiri dengan sebelah tangannya. Menahan diri agar tidak berteriak. Ia tersenyum sekaligus matanya berkaca-kaca secara bersamaan. Ia terharu sampai berkaca-kaca matanya karena merasa senang.

__ADS_1


Syukurlah..Orionku spertinya masih ada harapan. Dan katanya tadi Ia mengigaukan namaku. Bearti Dia ingat padaku.Oh..ya ampun!


Matanya kembali berkaca-kaca dengan tawanya yang hampir meledak karena merasa sangat gembira.


"Kakak Ipar! Kakak masih disana? Kakak dengar tidak apa yang ku katakan tadi?" Seru Aska yang tak lagi mendapati respon dari Ariana.


"Maaf..Ya aku dengar Aska. Aku pasti akan segera kesana. Tunggu ya!"


Kemudian sambungan telpon terputus setelah Aska mengatakan Oke. Ariana pun segera memasukkan Hpnya kembali ke dalam saku jaketnya. Dan sola kalung yang ada di tangannya tadi. Ariana tak ingin memikirkannya dulu. Akhirnya Ia juga memasukkan kalung tersebuk ke dalam saku jaketnya. Jaket couple kesukaan Ariana dan Orion. Dengan memakai jaket itu. Seolah perasaan Ariana terhubung dengan perasaan suaminya.


Tak lupa. Ariana pun segera memasukkan beberapa stel pakaian Orion ke dalam tas. Kemudian melangkahkan kaki keluar kamar. Langkahnya kali ini terasa ringan. Tak berat seperti biasanya. Wajahnya pun tampak berbinar. Sekali lagi ia berharap Orion akan segera sadar dan mereka bisa kembali bersama-sama.


*******


Di rumah Ibu Ariana. Tampak wanita paruh baya itu mulai keluar dari rukonya. Beliau berpakaian rapi. Hari ini beliau akan menjenguk menantu kesayangannya. Yaitu Orion. Tadi sebelum berangkat ke rumah sakit. Ia sempat menelpon besannya. Yaitu Pak Alvian untuk janji bertemu di rumah sakit. Ada hal yang ingin beliau sampaikan pada pria yang kini juga seusiannya.


Saat beliau berusaha membersihkan gudang yang terletak di loteng atap rukonya. Ia menemukan Foto-foto saat masa-masa SMA nya dulu.


Di foto lawas tersebut tampak ada dua orang anak perempuan dan dua orang anak laki-laki. Mereka tampak berpasang-pasangan.


Ibu Ariana yaitu Rima. Tampak berpasangan dengan Adrian suaminya disisi sebelah kanan. Dan di sisi lainya tampak pasangan Pak Alvian dan istrinya Clara almarhum Ibunya Orion. Foto persahabatan empat orang itu sepertinya sangat berkesan bagi Ibu Rima.


Ibu Rima tersenyum saat melihat album foto yang kini tampak berdebu itu. Kemudian Beliau menemukan foto yang satunya lagi. Foto yang tak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Foto yang seperti tampak sepasang kekasih. Selain itu ia juga menemukan kotak kecil yang di dalamnya juga ada sebuah benda.


Kini Ibu Rima tampak memgeluarkan selembar foto dan kotak kecil dari dalam tasnya. Memandanginya sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.

__ADS_1


Semua harus kembali pada pemiliknya. Aku tidak ingin menyimpan barang usang ini lagi.


Lirihnya seraya memasukkan kembali benda-benda yang di pandanginya tadi ke dalam tas.


Tak lama kemudian mobil taxy online yang di tumpanginya mulai memasuki areal rumah sakit. Beliau pun bergegas turun dari mobil ketika mobil itu berhenti tepat di loby rumah sakit.


Disana sudah tampak Pak Alvian berdiri tersenyum menyambut kedatangannya.


Dan tak jauh dari tempat itu. Tampak pula Ariana yang juga baru saja turun dari ojek Online nya. Kemudian ia melihat pemandangan yang tak biasa. Antara Ibunya dan Pak Alvian.


Ibu..dan Ayah mertua. Mereka datang untuk menjenguk Orion? Tapi kenapa Ibu tak memberitahuku. Atau menelponku.


Tadinya Ariana ingin memanggil Ibunya. Tapi niatnya urung. Muka Ibu sepertinya sedang serius. Dan Pak Alvian tak kalah seriusnya. Membuat Ariana jadi curiga dan penasaran. Saat Ariana ingin mendekat agar bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia teringat akan Orion.


Ah..biarlah. Aku tak perlu tahu sekarang apa yang mereka bicarakan. Saat ini Orion lebih penting. Tadi Ia mengigaukan namaku. Mungkin saja saat ini Orion sedang membutuhkan aku.


Ariana pun segera memasuki pintu rumah sakit seraya menutupi sebelah wajahnya dengan tas yang di tentengnya. Ia tak ingin terlihat oleh Ibu dan Ayah mertuanya yang tampak masih berbincang di loby utama rumah sakit.


Sebenarnya aku ingin tahu mereka sedang membicarakan apa.


Tapi langkah Ariana tetap mantap menuju kamar rawat Orion.


BERSAMBUNG...


Sengaja aku kasih kesan misteri..biar tambah gereget..wkwkwkwk

__ADS_1


Kakak2 pembaca. jangan lupa like, vote, kritik dan sarannya di kolom komentar. Dan mohon pencet bintang 5 nya untuk saya .Eh...😁😁😁😉😘


__ADS_2