Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Di culik Part 1


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, tampak pasangan suami istri yaitu Orion dan Ariana sudah rapih mengenakan pakaian untuk berolahraga, Orion mengenakan kaos warna putih polos dan celana training warna hitam polos juga. Sedangkan Ariana juga mengenakan pakaian senada dengan Orion. Mereka tampak serasi sekali dengan pakaian cuople seperti itu. Pagi ini mereka berencana akan lari pagi di pinggiran pantai sambil menghirup udara pagi. yang sejuk.


"Sayang kamu sudah siap belum?" Ujar Orion yang sudah tampak selesai mengenakan sepatu kets nya.


"Sebentar lagi sayang!" Jawab Ariana seraya masih sibuk menali sepatu kets nya.


"Sini! Biar ku bantu!" Seru Orion sambil segera menghampiri Ariana dan duduk tepat di bawah kaki istrinya itu. Kemudian tangannya dengan cepat meraih tali sepatu yang hendak di talikan oleh Ariana.


Seketika Ariana tertegun dan merasa tidak enak pada Orion. Ia bukan anak kecil lagi pikirnya. "Sayang, sudahlah! Aku masih bisa pakai sendiri!" Seru Ariana sambil berusaha meraih kembali tali sepatunya.


"Sudah, diam!" Balas Orion sambil menatap mata istrinya. Di tatap seperti itu seolah membuat Ariana berhenti bernafas. Bagiamana dia tidak jatuh cinta setiap hari pada suaminya itu yang ternyata penuh dengan kejutan. "Aku hanya ingin memanjakan mu sayang. Agar kamu tahu, kamu tak akan mendapatkan cinta sebesar ini dari siapapun selain dariku!" Lanjut Orion seraya tersenyum dan melanjutkan aksinya mengikat tali sepatu istrinya tersebut.


Kalo kamu begini terus. Aku rela seumur hidup bersamamu sayang. Kasih sayangmu begitu besar padaku. Semoga kamu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Ariana tersenyum.


"Kenapa tiba-tiba senyum begitu?" Orion menatap menyelidik ke arah istrinya.


"Nggak apa-apa sayang, aku hanya perhatikan, ternyata kamu makin tampan!" Seru Ariana sambil mengusap lembut pipi suaminya yang masih duduk bersimpuh di bawah kakinya.


"Aku mah tampan sudah dari lahir sayang!" Ujar Orion sambil mengerling kan matanya pada istrinya.


Ariana pun tergelak mendengar celotehan suaminya itu. "Tapi sayangnya, penyakit narsismu belum benar-benar sembuh yang! Haha...Kamu masih saja suka memuji diri sendiri." Sembari menoel hidung mancung suaminya.


"Tapi memang benar kan? Aku memang sudah tampan dari lahir, hehe!" Seloroh Orion seraya turut tertawa bersama istrinya. Ia senang bila melihat istrinya itu bisa tertawa lepas seperti itu di hadapannya. Itu tandanya Ariana benar-benar bahagia hidup bersamanya. Kata orang, tangisan seorang wanita kadang-kadang itu palsu. Tapi tawanya itu adalah sebuah kejujuran. Begitu sebaliknya. Tawanya seorang pria itu kadang-kadang palsu. Tapi tangisannya adalah sebuah kejujuran. Wanita bisa pura-pura merengek, menangis untuk mendapatkan sesuatu. Tapi ketika ia tertawa itu benar-benar dari dalam lubuk hatinya. Sedangkan pria, mungkin ia bisa berbasa-basi saat tertawa. Tapi ketika ia menangis. Itu adalah kejujurannya. Karena pria tidak akan mudah menangis.


******

__ADS_1


Tak butuh waktu lama. Ariana dan Orion sudah berada di pinggiran pantai, berlari-lari kecil sambil menikmati pemandangan mata hari terbit yang menakjubkan. Seolah matahari baru saja muncul dari kedalaman dasar laut. Sinar paginya sungguh menawan. Sepasang suami istri itu tampak asik melempar canda dan tawa sambil bermain air laut.


"Yah...Bajuku jadi basah semua!" Ucap Orion yang sambil melihat ke arah bajunya karena Ariana menyiratkan air laut ke arahnya.


Melihat itu Ariana hanya tergelak. "Aku ingin melihatmu marah, habisnya akhir-akhir ini kamu terlalu manis sih! Hehe..."


Orion pura-pura menatap kesal ke arah istrinya. "Oh...jadi seperti itu! Jadi kamu ingin aku marah, Hemm!" Orion bersiap menyipratkan air ke arah istrinya beberapa kali.


"Yah...Bajuku jadi ikut basah! Ini masih pagi sayang, dingin airnya!" Rajuk Ariana sambil memandangi pakaiannya sendiri yang tampak basah.


Melihat itu Orion gantian tergelak. "Salah sendiri ingin melihatku marah. Padahal aku kan sayang kamu!" Goda Orion sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Ariana.


"Iiiiihhhh...Dasar jahil!" Ariana tersenyum seraya membalas kembali suaminya dengan cipratan air yang lebih banyak. "Nah rasakan pembalasan ku, hahaha...!" Ariana tergelak begitupun dengan Orion.


Mereka pun bercanda ria pagi itu di bawah sinar matahari yang bersinar lembut menyentuh kulit mereka. Di hiasi hembusan angin pagi yang sejuk dan menyehatkan. Seakan tawa itu, semua terasa indah.


Namun tiba-tiba saja. Dua orang tak di kenal, menggunakan baju serba hitam serta wajah yang di tutupi masker. Diam-diam mendekat ke arah mereka. Orang-orang misterius tersebut berjalan ke arah Ariana, dan yang satu ke arah Orion. Dan dari arah belakang mereka. Kedua orang tersebut membekapkan sapu tangan ke arah Orion dan Ariana. Tak beberapa lama kemudian, keduanya pingsan dan tak sadarkan diri.


*******


Dengan kepala yang masih terasa berat. Ariana perlahan berusaha membuka kedua matanya. Ia terkejut karena saat terbangun. Ia sudah di tempat yang seolah asing. Ia melihat sebuah ruangan kecil dan sempit. Kemudian dengan masih merasa sedikit pusing. Ia mengintip ke arah jendela kaca yang ada di ruangan tersebut. Sejauh mata memandang Ariana hanya melihat lautan lepas. Lalu ia berpikir mungkinkah ia sedang berada di sebuah kapal laut saat ini. Lalu dimana Orion? Bukankah tadi pagi mereka masih asik bercanda di pinggir pantai? Kenapa sekarang bisa-bisa ada di kapal ini? Begitu banyak pikiran berkelebat di kepala Ariana.


Orion! Dimana kamu? Aku takut sendirian.


Kemudian dengan langkah sempoyongan Ariana berusaha berjalan menuju pintu yang ada di ruangan tersebut. Tapi sialnya pintunya tak bisa di buka. Seolah sedang di kunci dari luar.

__ADS_1


"SIAPAPUN YANG ADA DI LUAR...!! TOLONG BUKAKAN PINTU...!!!" Teriak Ariana sambil menggedor-gedor pintu yang kini ada di hadapannya. Air matanya hampir menetes karena merasa panik.


"ARIANA!! KAMU KAH ITU?? KAMU ADA DI DALAM SANA?" Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari arah luar.


Orion! Ah...itu suara Orion, syukurlah.


"SAYANG! ORION...!!! Aku ada di dalam sini. Tapi pintunya terkunci, tolong aku!" Ujar Ariana sambil berkata di balik pintu. Perasaanya sedikit lega sekarang.


"Baiklah sayang! Sekarang mundurlah, aku akan berusaha untuk mendobrak pintunya!" Jawab Orion. Dan sekarang ia sedang mengambil ancang-ancang, bersiap untuk mendobrak pintu ruangan dimana istrinya itu terkunci. Sebelumnya Orion ada di ruangan lain. Pintunya juga terkunci. Dan Orion berhasil keluar.


Di dalam ruangan. Ariana sudah menjauh dari depan pintu.


BRAK..!!! Akhirnya pintu pun terbuka. Ariana yang merasa senang bisa melihat Orion lagi, sekarang menghambur ke pelukan suaminya itu.


"Sayang, tadi aku takut sekali, ku pikir aku tidak akan bisa lagi bertemu denganmu!" Ujar Ariana sambil terisak di pelukan Orion.


Orion membelai lembut kepala istrinya. "Tenanglah sayang, sekarang aku disini. Kamu tahu kan? Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Orion berusaha menenangkan Ariana yang tampak gemetaran. Baju mereka yang sebelumnya basah kutub sekarang sudah tampak kering. Dan itu membuat Ariana mendadak demam.


"Sayang! Sayang!" Orion berusaha mengguncang-guncangkan tubuh istrinya yang tiba-tiba pingsan di pelukannya. "Ya ampun. Suhu badannya panas sekali!" Ujarnya lagi seraya menempelkan punggung tangannya di atas kening istrinya. Orion yang merasa panik, segera membopong istrinya ke atas ranjang yang ada di ruangan tersebut.


"Tunggu ya! Aku akan cari bantuan!" Ujarnya pada istrinya yang kini tengah pingsan. Setelah itu ia segera bergegas ke luar ruangan.


Ia pun segera berlari ke pusat kemudi. Ternyata tak ada nahkoda disana. Ia melihat kokpid nya, ternyata kapal pesiar berukuran kecil ini sedang di jalankan secara otomatis. Entak siapa yang melakukan semua ini? dan tujuannya apa? Orion hanya bisa pasrah, entah kapal sialan ini akan membawanya dan istrinya kemana. Begitu rutuk nya dalam hati.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2