
Hari ini adalah hari pertama Ariana sekolah di sekolah barunya. Pak Alvian mertuanya telah mendaftarkannya ke sekolah tempat di mana Aska dan haikal bersekolah. Di internasional hight scool. Ia merasa sedikit gugup. Karena di tempat barunya sekarang sangat berbeda dengan sekolahnya yang lama. Tempatnya yang sekarang sangat elit dan yang sekolahpun sudah pasti anak para orang kaya di kota ini.
"Hai..Namaku Ariana. Salam kenal semuanya." Ujar Ariana memperkenalkan diri di depan kelas. Nampaknya ini tak semenakutkan yang di bayangkanya. Teman-teman di kelas barunya tidak terlihat nakal sepertinya.
"Baiklah Ariana silahkan duduk sekarang." Ujar guru yang mengantarnya ke kelas tadi.
Ariana tampak memperhatikan sekeliling. Dan dia memilih duduk di bangku kosong di urutan kedua sebelah kanannya.
"Hai..aku Rachel. salam kenal." Ujar anak perempuan yang duduk tepat di sebelah kanan Ariana.
Ariana tersenyum. ia merasa senang karena ada yang bersikap ramah padanya. "Hai..salam kenal juga. aku Ariana." Lanjutnya seraya menyambut jabatan tangan gadis yang ada di sebelahnya itu.
"Kamu pakai hijab. cantik." Puji Rachel terdengar tulus.
"Terima kasih. Kamu juga cantik."
kemudian mereka sama-sama tertawa.
"Ngobrolnya nanti saja. Sekarang kita akan bahas lagi materi yag kemarin." Tegur Miss Sofie guru baru Ariana. Beliau adalah guru kimia." Untuk Ariana. Karena kamu baru masuk. Kamu harus segera mengejar ketertinggalanmu. Nanti biar Rachel yang membantumu. Kamu tidak keberatan kan Rachel ?" Lanjutnya dengan sorot mata yang tegas namun penuh dengan kelembutan.
"Baik Miss!"
"Baiklah kalo begitu. Sekarang buka Tablet kalian. kita akan mulai membahas materi yang kemarin ibu berikan." Miss sofie mengintruksi seluruh muridnya yang ada di kelas tersebut.
Semua murid tampak serius mendengarkan pelajaran yang di berikan miss sofie. Sedangkan Ariana terlihat semakin akrab saja dengan Rachel walaupun baru kenal.
******
Bel istirahat akhirnya berbunyi juga. sorai gembira terdengar riuh di kelas Ariana. Anak-anak lain sudah mulai berhamburan ke luar kelas.
"Ariana, kita ke kantin yuk?" Ujar Rachel yang kini sudah berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Boleh, aku juga sudah lapar nih. Hehe" Ariana juga turut berdiri. Sekarang mereka sama-sama melangkahkan kakinya keluar kelas untuk menuju kantin sekolah.
Sepanjang perjalanan menyusuri koridor mereka tampak akrab mengobrol dan bercanda. Tiba-tiba saat melewati lapangan basket...
Plaakk..Bola melayang ke arah kepala Ariana.
"Augghh.." Pekiknya kesakitan. Ariana hampir saja pingsan karena hantaman bola. Untung tidak terlalu kencang.
"Ariana..! Kamu nggak apa-apa kan?" Seru Rachel merasa sedikit cemas. "Kepalamu pusing ya. kalo gitu kita ke ruang P 3K aja ya. sini biar ku antar."
"Nggak perlu Rachel. aku baik-baik saja kok." Ujar Ariana seraya memegangi kepalanya yang sebenarnya terasa nyut-nyutan.
"Kamu sungguh nggak apa-apa. Tapi kamu kelihatan pucat."
"Ya..benar. Aku nggak apa-apa. ayo kita lanjut ke kantin."
Bersamaan dengan itu. Seorang anak laki-laki yang tanpa sengaja melempar bola ke kepala Ariana. Ia bergegas berlari ke tempat Ariana.
"Ya..nggak apa-apa.aku baik-baik saja kok."
"Makanya kalo main basket lihat-lihat dong. gimana sih main basketnya." Sergah Rachel pada anak laki-laki itu.
"Sudahlah. Jangan ribut dan di perpanjang. aku sungguh baik-baik saja." Ujar Ariana menegaskan.
Sejak tadi ia belum benar-benar memperhatikan rupa anak laki-laki yang tengah bicara dengannya. karena kepalanya yang pusing terkena bola basket. Tapi sepertinya Ariana mengenali suara anak laki-laki itu.
"Kamu, kenapa kamu bisa ada di sini juga ?" Ariana memandang tak percaya.
"Ya..Aku pindah sekolah disini sudah seminggu yang lalu. Karena disini tim basketnya bagus. Temanku juga ada yang sekolah disini." Anak laki-laki yang ternyata adalah Angga berusaha menjelaskan.
"Ariana..kamu kenal dia?" Rachel tampak sedikit bingung.
__ADS_1
"Iya..dia itu Angga. Dia teman di sekolahku yang lama."
"Aku boleh bicara denganmu sebentar. Sebentar saja." Angga membuat gerakan memohon.
Ariana menatap Rachel sesaat. Merasa tidak enak.
Rachel hanya tersenyum. "It's oke. pergilah. aku ke kantin duluan saja. Nanti kamu menyusul ya?"
"Oke..Nanti aku pasti menyusul."
Rachelpun sudah tampak berlalu. Dan Angga juga sudah mengembalikan bola basketnya pada teman-temannya.
Kini mereka berdua sudah berada jauh dari keramaian. Di taman di lingkungan sekolah.
"Katakan ada apa? Jujur aku kaget melihatmu sekolah di sini juga."
Sejenak Angga menghela nafas panjang sebelum memulai. "Sebelumnya Aku mau minta maaf soal kejadian waktu itu. Waktu kamu di keluarkan dari sekolah. Seharusnya aku tidak memgacuhkanmu seperti itu. Sekali lagi maaf kan aku."
Ariana tersenyum. "Tidak apa-apa. Lagipula aku juga sudah lupa dengan kejadian itu."
"Benarkah? Terimakasih Ariana. Kamu memang gadis yang baik. Apakah sekarang kamu masih mau berteman denganku?"
"Jangan begitu. Kamu terlalu memuji. tentu saja aku masih mau berteman. Memangnya apa alasanku untuk tidak mau berteman denganmu lagi? Hehe" Seperti biasa Ariana selalu menebar senyum riangnya. Membuat siapapun yang melihatnya akan merasakan ketulusan hatinya.
"Ya..Terimakasih untuk sekali lagi."
"Hei..jangan bilang terima kasih terus. Aku sampai-sampai tidak tahu harus menaruhnya dimana lagi. Lihatlah sakuku sudah penuh dengan kata terima kasih darimu. Hehe."
Angga jadi ikut tertawa mendengar celotehan Ariana. Bagaimana bisa dia berpaling dari gadis itu pikirnya.
Sebenarnya aku meminta maaf bukan untuk itu saja. Tapi ada hal lain yang belum kamu ketahui dariku Ariana. Entahlah..saat kamu mengetahuinya nanti. apakah kamu bisa memaafkanku atau tidak.
__ADS_1
BERSAMBUNG....