Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Apa yang kamu sembunyikan di belakangku


__ADS_3

Akhir-akhir ini sikap Orion sangat manis. Ia benar-benar sedang menunjukkan bagaimana caranya menjadi seorang suami yang baik. Ia juga tidak segan untuk menunjukkan perasaannya yang sebenarnya pada Ariana. Gadis yang sekarang bersetatus istrinya itu telah membuatnya perlahan berubah dari pria yang terkesan cuek dan jutek. Kini menjadi pria yang hangat dan sangat perhatian. Ya..walaupun terkadang sikap ketusnya masih sering muncul. Tapi itu ia tunjukkan di saat ia merasa kawatir.


Namun berbeda dengan Ariana. Tentu saja ia merasa senang dengan perubahan sikap Orion yang kini sangat baik terhadapnya. Tetapi masih ada kecemasan yang menggelayutinya. Hingga sampai saat ini ia tak bisa menunjukkan perasaannya yang sebenarnya secara terang-terangan pada Orion. Semisal memanggil Orion dengan sebutan sayang seperti yang Orion lakukan padanya. Mungkin ini kedengarannya konyol. Tapi inilah kenyataannya. Ia masih meragukan kesetiaan Orion. Masih takut merasakan sakitnya cemburu jika Orion dekat dengan wanita lain. Meskipun sampai saat ini Orion masih menunjukkan sikap tegas menolak jika ada wanita lain yang berusaha mendekati dirinya.


"Hei..apa yang kamu pikirkan sayang? kenapa dari tadi kamu banyak diam? biasanya kamu cerewet sekali." Ujar Orion yang sedang sibuk menyetir. Mereka sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah dan ingin menuju ke rumah sakit jiwa untuk memjenguk Ibu Angga.


Dari tadi Orion memperhatikan Ariana yang tengah duduk di sebelahnya. Terlihat menyender pada kaca mobil dengan tatapan mengawang ke udara. Entah apa yang sedang di pikirkannya. Seperti ada sesuatu yang sangat berat sedang berkecamuk dalam pikiran dan hatinya.


Masih hening. Ariana masih tampak terdiam dan belum ingin menjawab. Bukannya ia tak mendengar Orion menegurnya tadi. Melainkan ia bingung bagaimana caranya menjawab pertanyaan Orion barusan. Sedangkan yang di pikirkannya adalah tentang kesetiaan Orion terhadapnya. Entah apa tanggapan Orion jika ia mendengar kenyataan tentang isi hatinya yang sebenarnya.


"Aku tidak apa-apa Orion. Aku hanya sedang malas saja bicara kalo sedang datang bulan. Mood ku benar-benar terasa buruk sekarang." Akhirnya berusaha memberi alasan. Berharap suaminya bisa mempercayainya walaupun ia bukanlah artis yang pandai dalam berakting.Haha..mungkin.


Orion mengeriyitkan dahinya. Berusaha mencerna dan menebak-nebak apa yang sebnarnya di rasakan Ariana. " Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan? Katakan saja padaku sayang. Mungkin itu akan membuat mood mu jadi lebih baik." Desak Orion. Ia tahu kalo istrinya itu sedang berbohong. Ia bisa melihatnya dengan jelas dari raut wajah gelisah istrinya itu.


Kenapa dia terus mendesakku sih. Apa dia bisa membaca pikiranku? Aku harus jawab apa? Aku kan jadi bingung. Menghela nafas panjang. Kemudian menegakkan duduknya agar terlihat lebih relaks.


Sebenarnya pikiran kacau Ariana di picu dengan kejadian tadi pagi. Saat Ia mulai memasuki kamar Orion bermaksud untuk membangunkannya. Ternyata Orion tak ada di dalam kamar. Bersamaan dengan itu keran kamar mandi terdengar mengucur. Menandakan Orion sedang mandi. Jadi Ariana memutuskan untuk kembali keluar. Tapi saat hendak membalikkan badan bersiap untuk keluar. Tiba-tiba pandangannya teralih pada Hp Orion yang tergeletak di meja belajar. Sejenak ia menghentikan langkahnya. Mulai mengigit bibir bawahnya sendiri. Merasa ragu dengan bisikan hatinya yang seolah sedang mendorongnya untuk memeriksa Hp Orion.


Apa kamu mempercayai suamimu bgitu saja? Bukankah suamimu itu sangat tampan. Banyak gadis yang ingin mendekatinya. Apa kamu tidak ingin memeriksa Hp suamimu. Suara bisikan hatinya seolah sedang bergema dalam kepalanya.

__ADS_1


Ah..Tidak. Ini tidak sopan. Aku takut Orion marah. Logikanya berusaha berontak.


Kenapa kamu harus takut? Dia kan suamimu. Bukankah seorang pasangan berhak memeriksa Hp Pasangannya. Apa kamu benar-benar tidak penasaran? Ayolah lakukan saja. Setelah itu kamu pasti akan merasa lega. Atau jangan-jangan kamu takut menemui kenyataan yang lain.


''Tidak..Aku percaya pada Orion.''


Haha..Tapi kamu terlihat sedang berbohong. Lakukan saja. Pasti kamu sebenarnya penasaran juga kan


Akhirnya setelah perang batin yang begitu menyesakkan. Ariana memutuskan untuk menuruti kata hatinya.


Nah..begitu bagus.Hahaa. Gema suara hatinya seolah sedang tertawa mengejek.


**Rachel


Kak Orion. Temui aku di cafe dekat sekolah nanti malam jam 19.00. Ada yang ingin ku sampaikan**.


**Orion


Baiklah. Ada yang ingin ku sampaikan juga padamu**.

__ADS_1


Air mata Ariana hampir menetes saat membaca pesan what sapp itu. Hatinya terasa panas seperti terbakar. Ingin rasanya ia marah saat itu juga. Tapi itu bukanlah dirinya kalo langsung marah-marah seperti itu. Ia harus bisa menahan diri sampai ia bisa melihat masalah yang sebenarnya dengan jelas. Berharap Orion sendirilah yang akan menjelaskannya padanya pada akhirnya nanti.


Nah..Karena kejadian tadi pagi itulah yang membuat mood Ariana jadi kacau. Di tambah lagi ia sedang menstruasi. Mood nya benar-benar buruk sekarang. Tapi ia masih bisa mengendalikannya dengan banyak diam.


"Orion..Kita pulang saja yuk. Besok saja kita menjenguk Ibu Angga. Aku sedang merasa tidak enak badan sekarang." Ariana berkata tanpa melihat ke arah Orion. Ia tak ingin menatap wajah suaminya karena takut itu akan memancing amarahnya meluap. Ia harus mencari waktu yang tepat untuk membicarakan masalah ini pada suaminya itu. Ia tak ingin ada pertengkaran antara dirinya dan Orion yang bisa berpengaruh pada hubungan mereka berdua. Jadi untuk sementara waktu Ariana memilih untuk memendamnya sendiri.


*****


Sesampainya di rumah. Ariana masih menutup mulutnya rapat-rapat. Ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengucapkan satu patah katapun pada Orion. Mungkin begitulah caranya mengekspreksikan rasa cemburunya.


Melihat itu. Orion tak ingin banyak bertanya. Ia merasa istrinya itu sedang ingin sendiri dan tak ingin di ganggu. Jadi ia memutuskan untuk pergi keluar rumah saja.


Perlahan, Orion mengeluarkan Hp nya dari saku jaketnya. Kemudian segera mengetikkan sesuatu di aplikasi what sapp nya. Setelah itu ia pun segera keluar rumah. Mulai menyalakan mesin motor. Dan kemudian melesat pergi.


Ariana hanya bisa terdiam memandangi punggung Orion yang makin menjauh dari jendela kaca kamarnya. Butiran air bening dari sudut matanya tiba-tiba memaksa meluncur keluar tanpa bisa ia tahan lagi. Hatinya merasakan ngilu yang amat sangat sekarang.


Orion..sebenarnya apa yang kamu sembunyikan di belakangku?


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Untuk memberi dukungan. Jangan lupa klik like. Vote dan kasih bintang juga ya kakak2 pembaca yang setia 😁. makasih.


__ADS_2