Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Ada apa dengan Rachel


__ADS_3

Rachel menyapa Ariana dengan riang di pagi hari saat di sekolah. Ariana benar-benar belum memahami sifat gadis ini. Bagaimana mungkin Rachel bisa terlihat seceria itu menyapa dirinya setelah apa yang lakukannya semalam. Diam-diam menghubungi Orion lewat chat what sapp. Sampai-sampai ada sedikit pertengkaran kecil antara dirinya dengan Orion semalam. Sebuah slide kejadian semalam kembali tergambar di benaknya.


"Ini lihatlah. Temanmu menanyakan aku sudah tidur atau belum." Ujar Orion seraya memperlihatkan isi chat Rachel pada Ariana.


Ariana mengigit bibir bawahnya. Merasa ragu. "Kamu akan membalas chatnya?"


"Bicara apa kamu. Tentu saja tidak. Kenapa aku harus membuang-buang waktu membalas chat orang yang tidak penting." Seru Orion datar.


"Benarkah? Kalo aku tidak mengetahuinya tadi. Apa kamu akan berkata begitu juga padaku? Rachel itu kan cantik. Dia juga baik. Kalo kamu tertarik juga padanya. Ya wajar saja. Hee." Entah kenapa Ariana malah mengeluarkan pernyataan konyol seperti itu. Jelas itu karena hatinya tiba-tiba merasa nyeri. Tapi tidak tahu harus mengatakan yang sebenarnya pada Orion dengan cara bagaimana.


Orion pun tampak kesal mendengar celotehan Ariana. "Hei..bicara apa kamu ini. Memangnya aku terlihat orang yang seperti itu. Kamu menyinggung perasaanku tahu." Sergahnya seraya melipat kedua tangannya ke dada.


"Maaf..bukan bermaksud begitu. Aku hanya..." Kalimat Ariana terhenti. Lidahnya terasa kelu. Dan tenggorokannya terasa tercekat. Butiran bening di sudut matanya pun hampir tumpah.


Melihat itu. Orion reflek memeluk Ariana."Maafkan aku juga. Harusnya aku lebih bersabar memberikan pengertian padamu. Kamu tahu. Rachel itu bukan tandinganmu. Dari awal aku hanya mencintaimu seorang. Dan akan selalu begitu. Jadi aku mohon. Berhentilah berpikir yang macam-macam dan berkata yang tidak-tidak. Mengerti !" Orion mengelus rambut Ariana dengan lembut. "Sebenarnya Aku senang kalo melihatmu cemburu seperti ini. Itu tandanya kamu sayang padaku juga kan?"


Tentu saja aku cemburu. Kamu kan suamiku. Tapi Rachel temanku. Bagaimana caranya aku bisa menjaga perasaan kalian berdua sekaligus.


"Orion..Maafkan sikap kekanak-kanakkan ku tadi ya." Ujarnya seraya melepas pelukan Orion. Kemudian mencium pipi Orion lembut.


"Apa begini caramu menjawab pertanyaanku?"


Menjawab pernyataan cintaku. Kamu manis sekali.

__ADS_1


"Memang kenapa? Kamu suka kan?"


Semoga kamu mengerti. Aku juga sayang padamu Orion.


"Emm..bolehkah aku minta lebih. Berikan itu di sini!" Orion menununjuk bibirnya sendiri.


Tanpa aba-aba Ariana pun mendaratkan bibirnya dua kali pada bibir Orion. Ciuman kilas namu sangat manis.


"Terimakasih Sayang."


*****


Untung saja keributan kecil semalam malah berbuah manis. Dan kini Ariana merasa bingung harus menghadapi Rachel dengan aikap seperti apa. Di satu sisi ia ingin tetap berpikir positif dan tak ingin menaruh curiga pada Rachel. Tapi di satu sisi lainnya. Firasatnya mendorongnya untuk merasa lebih waspada pada gadis itu. Tapi ia malah mengabaikan dorongan yang itu.


"Hai juga Rachel!" Ujar Ariana membalas sapaan Rachel pagi ini.


Ariana tersenyum kilas." Nggak. Aku berangkat sendiri pagi ini. Naik ojek Online. Memangnya kenapa?" Ariana masih berkata dengan nada senormal mungkin. Sekuat tenaga berusaha menahan diri untuk tidak terpancing oleh rasa cemburunya sendiri. Karena ia tak ingin Orion melihatnya bersikap kekakanak-kanakkan lagi. Bukankah sudah jelas semalam. Orion mengatakan sendiri kalo cintanya hanya untuknya. Dan seharusnya itu sudah cukup untuk membuatnya merasa baik-baik saja.


"Memangnya Kak Orion kemana?"


Kenapa kamu menanyakan suami orang. Semalam juga. Bukankah tindakanmu itu mencurigakan?


"Orion sedang libur kuliah. Tadi pagi ku lihat dia masih tidur. Karena tak ingin mengganggunya. Jadi ku putuskan untuk berangkat sendiri saja."

__ADS_1


"Oh..jadi begitu ? Hehe..sayang ya."


Aku jadi tidak bisa melihatnya pagi ini. Rachel.


'Maksudmu? Ariana.


Ariana menatap Racheldengan tatapan curiga. Dan Rachelpun segera menyadarinya." Emm..maaf, Maksudku. Sayang sekali Kak Orion nggak ada pagi ini. Padahal ada yang ingin ku tanyakan padanya."


"Soal apa?" Ariana merasa gusar.


Rachel segera mutar bola matanya. Seolah sednag berusah mencari jawaban yang tepat." Soal..bagaimana caranya ia bisa masuk vakultas tehnik. Karena Aku ingin coba masuk vakultas tehnik juga sepertinya.hehe."


"Oh..begitu? Kenapa kamu tidak main ke rumah kami saja kapan-kapan. Dan tanyakan langsung padanya." Ujar Ariana ringan. Sebenarnya ia ingin menyinggung soal pesan what sapp Rachel semalam pada Orion. Tapi Ariana masih berusaha untuk menahan diri. Ia berharap Rachel mau mengakui maksud tersembunyinya suatu saat nanti tanpa harus ia desak. Karena Ariana tidak ingin menyakiti siapapun pada akhirnya.


"Ah..benarkah?" Mata Rachel langsung tampak berbinar katena senang."Apa kamu benar-benar tidak keberatan sama sekali?"


Ariana hanya menjawab dengan anggukan kecil seraya tersenyum.


"Terimakasih Ariana."


Terimakasih karena maaib mengizinkanku melihat Kak Orion. Itu sudah cukup bagiku. Rachel.


Sebenarnya. Ada apa denganmu Rachel? Ariana.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


jangan lupa like dan comentnya. makasih 🙂


__ADS_2