Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Lari pagi


__ADS_3

Akhir-akhir ini Orion memang lagi sibuk-sibuknya bekerja. Karena ia punya tanggung jawab untuk memulihkan perusahaan Ayahnya seperti semula agar tak ada kariawan yang menjadi korban PHK. Semua ia lakukan walaupun harus mengorbankan waktu istirahatnya. Tapi apa yang di lakukannya ternyata tak sia-sia. Benar kata orang. Usaha tak kan pernah menghianati hasil. Kini perusahaan Adriano grup berangsur membaik berkat banyaknya manuver yang di lakukan oleh Orion yang tak lupa di bantu oleh semua kariawannya.


Orion bisa sedikit bernafas lega. Karena pekerjaanya tidak lagi begitu menyita waktunya. Ia jadi jarang lembur dan juga punya banyak waktu untuk istirahat.


Jadi di sela-sela waktu luangnya. Ia bisa memenuhi janjinya pada Ariana untuk menyelesaikan masalah Angga. Kini Angga pun di nyatakan bebas bersyarat. Walaupun bebas ia tetap jadi tahanan kota yang diharuskan wajib lapor. Serta gerak geriknya masih dalam pengawasan polisi.


Tak lupa juga. Orion menyempatkan diri untuk mengantar Ariana ke rumah sakit jiwa untuk menjenguk Ibu Angga di sabtu sore ini. Keadaan Ibu anggapun sudah berangsur membaik. Beliau sudah jarang mengamuk semenjak bisa melihat Angga kembali menjenguknya akhir-akhir ini.


Orion benar-benar telah berubah menjadi semakin dewasa sekarang di usianya yang baru menginjak 21 tahun. Dan Ariana tentu saja senang melihat perubahan Orion yang begitu memgagumkan.


******


Tak terasa hari ini sudah kembali ke hari minggu lagi. Seperti biasa Ariana sudah menyiapkan sarapan di meja makan. Sedangkan Orion masih tidur di kamarnya menikmati tidur panjang di hari liburnya. Biasanya sih seperti itu. Tapi sepertinya tidak dengan pagi ini. Orion sudah tampak bangun dari tidurnya. Bukan hanya itu. Ia juga sudah tampak mandi dan rapi berpakaian. Mau kemana dia. Entahlah.


"Ariana sayang. Seharusnya kamu juga sudah bersiap-siap. Kenapa kamu malah masih pakai baju tidur seperti itu?" Ujar Orion seraya memggeret kursi meja makan. Kemudian duduk dan mulai meneguk segelas susu yang sudah di siapkan Ariana untuknya.


"Hah..kenapa aku harus bersiap-siap?" Ariana menatap Orion heran. "Dan kamu, Tumben sudah tampak rapi begitu di minggu pagi ini. Biasanya kamu kan masih tidur jam segini." Lanjutnya dengan tatapan menyelidik.


"Hah..sudahlah jangan cerewet. Jangan banyak tanya. Selesaikan sarapanmu secepat mungkin dan mulai bersiap-siaplah. Aku tak mau kalo harus menunggu lebih lama lagi." Uajr Orion memerintah.


Cih..dia itu masih saja seenaknya kalo memerintah. Heumm..mau bagaimana lagi. Harus nurut sama suami. Iya kan?


"Ya baiklah!" Arianapun segera menyuapkan potongan rotinya besar-besar ke dalam mulut. Dan roti bakarnya habis dalam hitungan detik saja.


Orion tertawa geli melihat tampang Ariana yang sedang melahap roti dengan mulut penuh. Ia jadi teringat kejadian di mall saat itu. Ia menjahili istrinya itu agar mau menghabiskan semua makanan yang ia pesan di sebuah restaurant.


"Kenapa kamu tertawa?" Ujar Ariana setelah berhasil menelan roti yang ada di mulutnya. Kemudian setelah itu segera meraih segelas air putih di dekatnya. Meneguknya hingga habis agar tak ada roti yang tersangkut di tenggorokannya.


"Haha..Kamu itu terlihat lucu sekali saat makan." Orion tak mampu lagi menahan gelak tawanya.


"Cih..dia malah tertawa. Aku kan begitu karena ingin menurutimu. Katamu aku harus cepat bersiap-siap." Dengus Ariana kesal.


"Ya..baiklah. Maafkan Aku. Aku hanya menyuruhmu cepat sedikit. Bukan bearti kamu harus makan seperti itu sayang. Haha." Orion tampak belum bisa menghentikan tawa gelinya.


"Huh..Dasar!" Ariana beranjak dari duduknya dan bergegas meninggalkan meja makan.


******


Tak butuh waktu lama. Ariana sudah tampak rapi berpakaian. Bersiap pergi dengan Orion. Entah kemana. Ikuti sajalah. hehehe.


"Hei..Orion. Kita mau kemana sih pagi-pagi begini?" Ariana yang kini duduk di jok belakang motor Orion itu masih penasaran tentang kemana mereka sebenarnya akan pergi.


"Hah..sudahlah. Kamu itu cerewet sekali.Nanti kamu juga akan tahu." Ujar Orion yang sedang melajukan motornya.


Kanapa sih dia ini. Sok misterius sekali. Oh..ya, kenapa dia memakai pakaian seperti orang ingin berolahraga. Aku juga di suruh berpakaian seperti ini.

__ADS_1


*****


Akhirnya mereka berdua sampai juga ke tempat yang Orion ingin datangi.


Hah..ini kan jalan car free day!


Orion juga sudah tampak selesai memarkir motornya.


"Ayo kita lari pagi. Kenapa malah bengong?" Ujar Orion yang sudah berdiri di samping Ariana.


Jadi benar dia ingin mengajakku berolahraga.


"Baiklah Ayo!" Seru Ariana seraya tersenyum.


Di tempat itu juga sudah tampak ramai pengunjung yang sedang berolahraga. Ada juga sekelompok orang yang sedang melakukan senam bersama. Ada yang hanya sekedar joging sama seperti mereka. Ada juga yang sedang asik melihat stand pameran yang tak jauh dari trmpat itu.


Entah kenapa tiba-tiba saja Ariana terjatuh saat berlari."Aauugghhh...!!" Teriak Ariana yang tertinggal beberapa langkah dari Orion.


Orion segera berlari ke arah Istrinya. "Ada apa denganmu sayang. Kenapa kamu bisa jatuh begini." Orion terlihat panik. Kemudian berjongkok untuk memeriksa keadaan istrinya. "Ya..ampun. Sepatumu sampai jebol begitu. Lihatlah alas kaki sepatumu sudah tipis sekali. Kenapa kamu masih memakainya juga. Kamu itu bikin malu aku saja. Kenapa kamu memakai sepatu seperti ini. Padahal aku kan sekarang sudah bekerja. Aku bisa membelikan sepatu apapun yang kamu mau!" Kini Orion malah tampak mengomel.


"Aku sedang kesakitan kenapa malah marah-marah. Aduuhh sakit tahu!" Ringis Ariana seraya memegangi lututnya. Tampaknya lututnya sedikit terluka karena harus menahan berat tubuhnya sendiri saat terjatuh tadi.


"Ya..maaf. Kamu masih bisa jalan nggak!" Orion berusaha membantu Ariana berdiri.


"Ya..baiklah. Aku mengerti. Sekarang naiklah ke punggungku!" Orion seolah mengerti apa yang ada di pikiran Ariana. Kemudian menyodorkan punggungnya pada istrinya itu.


Ariana tersenyum."Tapi aku kan berat?" Masih tampak malu-malu.


"Badanmu kecil begitu. Mana mungkin berat. Ayo cepat naik. Ini perintah!" Menyeringai nakal pada istrinya.


Huh..apa dia itu. Sedikit-sedikit bilang perintah. Mentang-mentang aku ini penurut.


Akhirnya. Mau tidak mau Ariana pun mulai naik di punggung Orion. Wajahnya tampak merona merah karena malu. Tapi untung saja Orion tak bisa melihatnya karena memunggunginya.


"Hei..harusnya kamu senang punya suami yang memanjakanmu seperti aku ini." Orion berkata seraya tersenyum. Seolah bisa tahu kalo wajah istrinya sudah memerah saat ini tanpa ia harus melihatnya.


Ah ya ampun. Wajah Ariana benar-benar bertambah merah sekarang. Ya..tentu saja ia senang dengan perlakuan suaminya yang super manis itu.


Orion masih tampak menggendong Ariana sampai ke stand pameran. Mereka bertujuan untuk mencari penjual sepatu di antara banyaknya penjual di stand pameran.


"Sepertinya kita beruntung. Lihatlah di ujung sana. Ada yang menjual sepatu." Ujar Orion tampak senang. Dan Dia pun bergegas kesana dengan masih menggendong Ariana.


"Maaf Ibu. Kira-kira apa ada sepatu untuk istriku?" Seru Orion pada penjual sepatu di stand pameran tersebut.


Ibu penjaga standpun tampak tersenyum sendiri melihat Orion yang sedang menggendong istrinya. "Ya..ada! pilihlah yang kamu suka nak!"

__ADS_1


"Sayang! kamu mau yang mana. pilihlah!" Tanpa menurunkan Ariana dari gedongannya.


Ariana tersenyum. "Emm..Yang itu saja. Sepertinya cocok untukku." Akhirnya ia menunjuk sebuah sepatu berwarna putih dengan garis-garis pink.


"Baiklah! Ibu penjual sepatu. Bisa tolong ambilkan sepatu yang di tunjuk istriku?" Berkata lembut seraya tersenyum.


"Tentu saja. Biar ku ambilkan ya!" Bergegas mengambil sepatu yang di tunjuk Ariana tanpa bisa menghentikan senyumnya karena merasa lucu melihat pasangan suami istri yang romantis ini.


"Nah ini !" Ujar Ibu penjual sepatu itu ketika kembali ke hadapan mereka dengan sepatu di tangannya.


Kemudian Orion menurunkan Ariana dari punggungnya. Dan menyuruh Ariana duduk di kursi kecil yang ada disitu.


"Nah..Sekarang duduklah! Biar aku yang akan memakaikan sepatu ini untukmu." Orion sudah tampak meraih kaki Ariana.Melepas sepatu butut yang tadi di kenakannya, Kemudian memakaikan sepatu baru di kaki istrinya.


"Sepertinya Pas. Terimakasih Orion sayang!" Ariana tersenyum senang seraya berusaha berdiri. Memandangi sepatu yang di kenakannya. Merasakan nyaman di kakinya sendiri.


Orionpun turut senang. Kemudian segera membayar sepatunya pada Ibu penjual.


"Semoga awet ya!" Seru Ibu penjual." Oh..ya ampun. Melihat kalian seromantis ini. Aku jadi ingin muda kembali..Semoga hubungan kalian awet juga ya!" Lanjut Ibu penjual dengan tersenyum senang. Dan Do'a nya juga terdengar tulus.


Ariana dan Orion sama-sama tersenyum. "Terimakasih Bu." Ujar mereka bersamaan.


*****


Meskipun Ariana sudah mengenakan sepatu baru. Orion tetap ingin menggedong Ariana menuju parkiran motor.


"Hei Orion. Turunkan Aku. Aku masih bisa kok jalan sendiri. Lagipula kamu juga sudah membelikanku sepatu baru. Coba lihatlah. Semua orang sedang menoleh ke arah kita. Aku kan jadi malu." Ariana merasa risih dengan pandangan orang ke arah dirnya dan Orion.


Tapi Orion tampaknya belum ingin menurunkan Ariana dari punggungnya. "Hei..diamlah. Kenapa kamu ini selalu berisik sekali. Kamu juga selalu mementingkan pandangan orang lain. Terserah mereka mau berpikir apa. Toh kita kan memang sudah sah menikah. Memangnya kamu tidak suka aku memanjakanmu seperti ini?"


Muka Ariana kembali memerah. Tentu saja. Tentu saja Ariana suka di manjakan seperti ini. Ia jadi teringat saat kecil almarhum Ayahnya juga sering menggendongnya seperti ini.


Cup..Ariana reflek mencium pipi Orion. Anggap saja itu ucapan trimakasihnya pada suaminya itu.


"Apa ini! Hah..Dasar!" Kini gantian Orion yang tampak malu-malu dengan reaksi sepontan dari Ariana.


Aku cinta padamau Orion. Cinta sekali.


"Kalo kamu cinta padaku. Katakan saja!" Orion tersenyum seraya melanjutkan langkahnya.


Hah..Apa dia bisa membaca isi hatiku barusan!


BERSAMBUNG...


yang baper. Jangan lupa like dan votenya ya..yang banyak wkwkwkwk😋. terimakasih reader ku 🥰

__ADS_1


__ADS_2