Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Buciners


__ADS_3

"Loh..., ini kan...," Mata Ariana terbelalak.


Orion menatap istrinya curiga. Sedangkan Ariana dengan cepat menggeleng. "Ini nggak seperti yang kamu bayangkan sayang!" Tangannya berusaha meraih tangan Orion yang ada di atas meja.


Ada tatapan kecewa, marah, bercampur satu yang terlihat di mata Orion. Kemudian ia beranjak berdiri dari kursinya dan berdiri membelakangi Ariana. Ia melayangkan pandangannya ke luar jendela kaca yang ada di hadapannya seraya melipat tangannya di dada. "Memangnya kamu tahu apa yang aku bayangkan!" Ujarnya kemudian dengan suara tercekat di tenggorokan.


"Sayang, aku tahu kamu pasti saat ini sedang kesal, cemburu,bahkan mencurigaiku. Tapi aku bisa jelasin semua ini, aku percalah sama aku!" Ariana mendekat ke sisi Orion dan menyentuh lengan suaminya dengan tatapan memohon.


Orion menghela nafas pelan. Kemudian menoleh untuk membalas tatapan istrinya. "Kamu tahu kan kalo aku cemburuan? Tapi kenapa sih kamu tega lakuin ini sama aku?" Ujar Orion seraya membuang muka lagi.


"Sumpah sayang, aku nggak ngapa-ngapain sama Sean. Tadi itu aku ketemu dia di kampus, aku juga baru tahu hari ini kalo aku sekampus sama dia. Terus aku nggak cuma berdua tadi, ada Angel, dan yang lainnya juga...,"


"Terus kenapa di foto itu, kamu cuma berduaan sama dia, mana fotonya kelihatan mesra lagi!" Potong Orion dengan nada sinis.


"Ya..., makanya dengerin aku dulu, aku belum selesai bicara, main potong aja sih! Jadi aku tadi ke toilet kampus, dan nggak tau kenapa tiba-tiba Sean ada disana, trus kita ngobrol bentar, dan Sean bantuin aku buang daun kering yang nggak sengaja nempel di kerudung aku, sudah gitu aja, aku nggak mungkin aneh-aneh sama dia sayang! Percaya sama aku!" Ariana berusaha menjelaskan seraya memasang mata Poopy eyes pada Orion.


"Benar, cuma kayak gitu kejadiannya?" Orion masih menatap curiga dan Ariana hanya bisa mengangguk perlahan.


"Tapi...,"


"Aku cuma heran, siapa yang foto in aku sama Sean di toilet tadi dan kirim ke kamu! Pasti orang itu sengaja!" Ariana memotong kalimat Orion yang belum selsai.


"Ya..., aku baru saja mau mengatakan itu? Apa orang itu sengaja menginginkan kita untuk bertengkar?" Sahut Orion dengan mata tampak berpikir.


"Hemm..., makanya kamu jangan mudah terpancing sayang, aku sedih kalo kamu marah-marah dan nggak percaya sama aku, aku sampe bela-belain bolos jam pelajaran selanjutnya cuma demi jelasin kesalah fahaman ini, aku mohon jangan marah lagi!" Ariana memegang kedua tangan Orion dengan sorot mata mengiba yang menggemaskan, membuat Orion tersipu dan tidak tahan untuk tersenyum.


"Ya..., aku tahu aku cemburuan, maafin aku karena aku sudah mencurigaimu, tapi itu karena aku takut kehilangan kamu sayang!" Dan akhirnya mereka berdua sama-sama tertawa kecil. Mereka sadar kalo harus banyak belajar lagi untuk saling memahami dan percaya satu sama lain. Karena itu adalah kunci langgengnya sebuah rumah tangga.


"Tapi sayang, kita harus mencari tahu siapa yang sengaja mengirim foto-foto itu padamu! Bukankah ini mencurigakan? Aku masih kepikiran kalo ini ada hubungannya dengan orang yang melakukan penusukan pada kamu di bandara waktu itu!" Dahi Ariana berkerut, tampak berpikir.


"Kamu benar sayang, tapi siapa ya yang bisa membantu kita untuk mengetahui siapa dalang dari semua ini?" Orion turut berpikir. Kemudian matanya terbelalak seolah sedang menemukan ide. "Aku tahu, siapa orang yang bisa membantu kita!" Sudut bibirnya tertarik dan Membuat Ariana penasaran.


"Siapa sayang?"


"Sebentar aku akan ku panggilkan orang nya ke ruangan ini!" Kata Orion seraya meraih gagang telpon tanpa kabel yang ada di meja kerjanya.

__ADS_1


"Sebentar lagi dia akan kemari, dan kamu sudah kenal juga kok siapa orangnya!" Ujar Orion lagi setelah selesai menelpon dan mematikan sambungan telponnya.


Dan tak lama kemudian...


Tok... Tok... Tok...


Terdengar sebuah ketikan di pintu ruang kerja Orion.


"Masuklah!" Seru Orion, dan Ariana juga sudah bersiap menatap ke arah pintu.


"Angga...," Mulut Ariana mengaga menatap Angga dan Orion secara bergantian.


"Hai, Ariana..., apa kabar?" Sapa Angga saat mulai memasuki ruangan Orion.


Cih...


Orion berdecak, "aku memanggilmu disini bukan untuk menggoda istriku!" Dengus Orion dan di balas kekehan oleh Angga.


"Sayang, kenapa Angga ada disini? Maksudmu yang akan membantu kita itu Angga?" Ariana menatap suaminya masih dengan tatapan bingung.


Orion kembali duduk di kursinya. "Ya..., begitulah sayang, jadi Angga bekerja disini sebagai IT magang. Kemarin dia bersama El, berhasil mengungkap kecurangan bendahara di kantor ini. Jadi aku rasa dia adalah orang yang tepat untuk membantu kita dengan kemampuan yang di milikinya itu!" Jelas Orion dengan santai. Ia kemudian mempersilahkan Angga untuk duduk.


"Dih..., siapa yang memujimu, jangan GR!" Sahut Orion sewot.


"Oh..., jadi kamu nggak jadi minta bantuanku, yasudaha kalo gitu aku permisi!" Goda Angga yang memang tahu sifat Orion yang Arogan dan sedikit sombong.


"Heh..., aku kan cuma bercanda!" Ucap Orion akhirnya.


"Aku juga cuma bercanda!" Balas Angga masih dengan tertawa kecil. "Jadi apa yang bisa ku bantu?" Lanjut Angga tanpa ingin berbasa-basi lagi.


Orion menghela nafas pelan. "Jadi gini, aku merasa belakangan ini, ada yang berusaha meneror ku dan istriku, bahkan mereka juga sepertinya membuntuti kami dan berusaha untuk mengadu domba kami. Bisa kah kamu menyelidikinya untuk kami?" Kali ini Orion bicara dengan serius.


"Apa aku akan dapat gaji tambahan sebagai detektif?" Seloroh Angga seraya tersenyum kecil.


"Ah..., kau ini, ya tenang saja, kamu minta berapa, nanti akan ku beri!" Dengus Orion kesal.

__ADS_1


Melihat Orion yang seperti itu, Angga malah terkekeh dan ingin menggodanya. "Bagaimana kalo aku minta istrimu!"


"Heh..., mau mati kamu!" Mata Orion seketika melotot dan Angga pun tergelak.


"Tenang, aku hanya bercanda, kamu masih sama saja ya kayak dulu, emosian!" Ujar Angga masih dengan terkekeh, sedangkan Ariana yang sejak tadi diam mendengarkan percakapan mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil berusaha menahan tawanya. Batinnya, suaminya itu lucu sekali kalo sedang di panas-panasin dan di bikin cemburu oleh orang lain.


"Jangan sok dekat deh, kita nggak pernah dekat tahu!" Sewot Orion lagi.


"Terserah, tapi aku hanya ingin tertawa, melihat wajahmu yang suka marah-marah itu, aku jadi merasa lucu dan geli!" Angga masih belum ingin menghentikan tawanya walaupun wajah Orion sudah memerah menahan kesal.


"Apa-apaan ini, sudah diam! Jangan menggodaku terus!" Ujar Orion dengan nada ketus, kemudian ekor matanya melirik ke arah istrinya yang sedang berdiri tepat di sisi meja kerjanya. "Kamu kenapa ikut-ikutan ketawa!" Rajuknya kesal.


"Maaf kan aku, sayang..., aku tak bermaksud untuk...,"


"Hah sudahlah, kalian itu menyebalkan sekali!" Ia beranjak dari kursinya. "Pokoknya, aku minta tolong selidiki nomor tak di kenal ini! Berapa pun bayaran yang kamu minta akan ku kasih jika kamu berhasil mengungkap siapa orang yang berusaha untuk mencelakai ku ataupun istriku." Kali ini Orion bicara dengan serius seraya menyodorkan hp nya ke hadapan Angga.


"Hemm..., akan ku usahakan!" Jawab Angga dengan serius juga kali ini. Kemudian mata Angga tanpa sengaja melirik ke arah Ariana.


"Eit..., jangan coba-coba!" Sergah Orion yang menyadari itu. Dan kemudian mereka bertiga tertawa bersama merasa lucu dengan tingkah Orion.


"Dasar Buciner!" Goda Angga sambil terus terkekeh.


"Beraninya kamu, coba ulangi lagi!" Ujar Orion pura-pura marah.


"Hahaha...," Angga malah mengeraskan tawanya.


"Ya ampun!" Orion mendengus dan Ariana berusaha mengusap pundak suaminya.


"Tapi tenang saja. Aku tetap sayang kok sama kamu!" Ujar Ariana seraya tersenyum dan Orion pun merasa lega dan turut tersenyum.


"Oke, sebaiknya aku pergi!" Seloroh Angga yang segera beranjak dari duduknya.


"Nah..., itu bagus, sadar diri namanya!" Balas Orion seraya tersenyum menang.


"Oke..., oke...!"

__ADS_1


Dasar buciners! Seru Angga dalam hati seraya tersenyum dan pergi meninggalkan ruangan Orion.


BERSAMBUNG.


__ADS_2