
“ kau kesini untuk membantuku” ucap dicky sambil menautkan alisnya , “lalu kenapa kau memukulku” imbuhnya , sambil menahan perih di bagian ujung bibirnya
“ kau pantas mendapatkan itu ( pukulan)”ucap alex sambil sedikit mencibir
“dasar kekanak kanakan” cibir dicky kemudian mengambil cip di atas meja “ terima kasih” imbuh dicky
“tak perlu sungkan aku memang orang yang baik hati dan pengertian” ucap alex dengan nada congkak “ kau tahu jika kau sudah tidak punya banyak waktu , saat rapat pemegang saham pria tua itu akan datang , kau tahu kan apa yang akan terjadi jika pria tua itu berhasil memanipulasi saham perusahaan mu atau membeli saham perusahaan tanpa sepengetahuan mu” ucap alex serius , dia sudah memahami betul sepak terjang hermawan.
“ aku tahu , aku sudah mengantisipasi hal itu” ucap dicky dengan santai,
“ aku rasa aku terlalu ikut campur urusanmu” ucap alex menghela nafas panjang kemudian berdiri “ kalau begitu aku pulang dulu, karena masih banyak hal yang perlu aku kerjakan” ucap alex kemudian mengambil jas nya yang dia taruh di sofa ,
Dicky tersenyum sekilas mendengar ucapan alex , selama ini dia tahu jika alex bukan orang yang akan ikut campur urusan orang lain , “ aku akan meminta bantuanmu , jika saatnya tiba” ucap dicky saat alex sudah keluar dari ruangannya.
“kau bisa mengandalkan ku” ucap Alex setelah mendengar ucapan Dicky, Alex berjalan melewati Dimas yang sibuk mengerjakan pekerjaannya “ kalau aku punya bawahan seperti mu aku pasti akan memecatmu” ucap alex dengan tatapan menghina seperti biasa
Sontak saja Dimas menatap balik pria yang kini ada di depan meja kerjanya itu “ perlu kau tahu kau tidak akan pernah memiliki bawahan seperti ku ” ucap Dimas tak mau kalah dengan raut wajah mencibir karena sebelum dia bekerja dengan perusahaan A.H Alex pernah memintanya untuk bergabung dengan perusahaannya , namun dimas menolak dan lebih memilih untuk bekerja di perusahaan A.H
“dasar”ucap alex kesal saat mendengar kalimat yang di ucapkan dimas, kemudian berjalan kearah lift “ Dicky memintamu untuk ke ruangannya”ucap alex seulas senyum tersungging di bibirnya saat pintu lift akan tertutup rapat
Sonta saja tanpa pikir panjang dimas berjalan masuk ke dalam ruangan Dicky “ kenapa kau memanggilku” ucap dimas
__ADS_1
“maksudmu?” ucap dicky yang sedang melihat isi file yang di berikan oleh alex.
“ sial bisa bisanya aku dibodohi oleh dia”umpat dimas dalam hati , tentu saja saat ini dimas terlihat seperti orang bodoh dihadapan dicky “ ku rasa aku perlu istirahat sebentar” ucap dimas memgalihkan pembicaraan .
“ ada yang harus kau pastikan sebelum kau keluar”ucap dicky memberikan leptop yang ada di meja pada dimas ,
“ini”ucap dimas setelah melihat layar laptop dicky , beberapa bukti kejahatan hermawan , dimas menatap dengan penuh tanda tanya pasalnya bawahannya belum melaporkan hasil penyelidikannya padanya
“ baru saja alex memberikan pada ku” ucap dicky “kau suruh mereka menyelidiki semua tempat itu”ucap dicky tidak menyangka mendapatkan bantuan besar seperti ini dari Alex , saat keadaan kantornya benar-benar cukup kacau ,
Dimas menautkan alisnya saat mendengar dicky menyebut nama alex “ pantas saja manusia play boy itu berlagak songong” ucap dimas dengan mada pelan
di salah satu lapangan golf mewah Hermawan mengadakan pertemuan dengan beberapa rekan bisnisnya , bersama dengan beberapa pengawal dan juga Reza Oma di tempat itu mereka membahas beberapa hal mengenai jual beli barang yang mereka produksi dan juga membahas perusahaan A.H mereka menghabiskan dua jam di lapangan itu
saat ini hermawan sudah berada di kediamannya memberi makan ikan di dalam akuarium , sedangkan reza duduk sambil memperhatikan Bos nya itu “ bukan kah ikan ikan ini seperti orang orang bodoh itu , mereka akan membuka mulut untuk orang yang memberi mereka makan” ucap hermawan dengan senyum licik yang menghias di bibirnya , sedangkan resa hanya berdecik tak peduli dengan apa yang di ocehkan pria tua yang sibuk memberi makan ikan
※※
Alex baru saja masuk ke dalam apartemennya dia mendapati cika sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, “ apaan sih “ ucap cika saat sang suami memeluknya dari belakang sedangkan dia sibuk mengaduk makanan di atas kompor “ kalau makananku gosong , nanti malam gak ada jatah” ancam cika
“ aku Cuma mau lihat kamu masak apa sekarang , siapa tahu perlu bantuanku ” ucap alex kemudian melepas pelukannya setelah menghadiahkan kecupan pada salah satu bahu istrinya , setelah dia duduk di meja makan.
__ADS_1
Cika hanya berdecik mendengar ucapan suaminya itu , coba saja tidak diancam pria yang sedang di meja makan itu pasti akan mengganggu pekerjaannya “ jangan sentuh makananku sebelum cuci tangan” ucap cika setelah menaruh beberapa menu masakan di atas meja
“ ok nyonya” ucap alex
Satu jam kemudian , mereka sudah melahap habis makanan malam mereka , cika sudah selesai membereskan dapur dan meja makan , kini mereka menghabiskan waktu di ruang tv “ bagai mana pemotretannya tadi” ucap alex sambil menikmati cemilan sedangkan cika bersandar padanya sambil melihat tv .
“ semua berjalan lancar , besok ada. Pemotretan di luar kota” ucap cika sambil mengela nafas panjang
“ kau tidak perlu kerja terlalu keras , aku akan memenuhi semua kebutuhan mu” ucap alex , dia menatap istrinya yang terlihat lelah , satu bulan yang lalu dia mengetahui alasan cika mau tidur dengan dirinya , namun Alex tak mau menanyakan hal itu pada istrinya , alex tidak langsung membantu cika dengan memberi uang karena dia tidak ingin melukai harga diri istrinya , namun dia membantu cika mendapatkan beberapa kontrak kerja tanpa sepengetahuan istrinya .
“aku tak mau terlalu bergantung pada orang lain , jika kau membuangku siapa yang akan membiayai hidup ku” ucap cika tanpa pikir panjang , walau hubungan mereka normal seperti hubungan padangan suami istri lainnya tapi dia sadar jika pernikahan mereka Cuma pernikahan kontra yang sewaktu waktu akan berakhir.
Mohon bantuannya untuk like komen dan vote , biar saya semangat nulisnya di tengah kesibukan saya , terima kasih sudah mau membaca novel ini🙏🙏🙏
__ADS_1