Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 40


__ADS_3

Setelah beberapa waktu kedua sejoli itu melakukan ciuman panas di dalam kolam dengan nafas terengah engah , setelah itu mereka melanjutkan berenang selama beberapa menit .


“ bagai mana kalau kita menginap di rumah ibu?” tawar dicky yang baru saja keluar beriringan dari kamar mandi dengan istrinya


“ boleh” ucap vivi , menyetujui tawaran suaminya karena besok  pagi suaminya harus lepas landas “ mau makan siang apa?” imbuhnya , mereka setelah berenang tak langsung mandi , mereka melakukan olah raga di atas ranjang sampai siang , karena selama 1 minggu ke depan mereka harus puasa , itu kata kata yang diucapkan Dicky pada istrinya saat di atas ranjang


“ makan kamu juga gak papa” goda dicky pada istrinya ,


“ hemzz , aku masak dulu” seru vivi kesal menanggapi sikap mesum suaminya, kemudian melangkahkan kaki keluar kamar


Dicky hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang terlihat lucu saat ngambek , kemudian dia berjalan kearah laci untuk mengambil hp


“ bagai mana dengan hal yang ku pinta selidiki kemarin” ucap dicky setelah sambungan telepon mereka tersambung


“ maaf , aku tidak bisa melacak nya , bahkan aku sudah mencari tahu dari kenalanku yang ada di negara itu namun mereka juga tidak  bisa mendapatkan informasi apa apa  , akan terjadi hal yang tak menyenangkan jika kita memaksa menerobos server mereka” ucap seseorang dari seberang sana


“ baik lah aku mengerti” ucap dicky kemudian mematikan sambungan teleponnya.


※ dapur


Vivi berniat untuk masak Mei instan untuk makan siang mereka , setelah merebus air dia menyiapkan mangkok , tak butuh waktu lama mie buatannya sudah jadi .


“ kelihatannya enak” puji dicky yang baru saja duduk di meja makan


“ baru saja aku mau panggil” seru vivi , kemudian ikut duduk di meja yang berhadapan dengan suaminya


Mereka menghabiskan makan siang mereka dengan suasana penuh canda tawa , beginilah enaknya kalau hidup Cuma berdua tidak ada rasa canggung , beda kalau ikut orang tua .

__ADS_1


※ rumah orang tua vivi


“ akhirnya putri bapak mau nginep di rumah” seru yusman saat melihat vivi dan dicky masuk ke dalam rumah pas sekali saat ini dia mau keluar cari anget anget (makanan) , sambil menyalami putri sekaligus  menantunya


“bapak mau ke mana?” tanya vivi melihat ayahnya sudah berpakaian rapi


“ adek kamu mintak martabak sama mie ayam” ucap yusman


“pas sekali” seru vivi mendengar ucapan ayahnya


“ kamu mau dibeliin apa?” tanya yusman , sekalian keluar pikirnya


“ tadi kami sudah beli pas mau kesini” ucap dicky , dia menenteng kantong keresek berisi makanan yang mau dibeli oleh mertuanya , dan jajanan lainnya.


“ menantu idaman” seru yusman “ andik ini mbak udah bawa mie sama martabak” ucap yusman memanggil anak bontotnya


“ kapan mbak mau punya anak , aku gak sabar pengen punya adek baru ?” seru andik , di tengah tengah kegaduhan mereka


Sontak saja pertanyaan bocah berumur 10 tahun itu menjadi pusat perhatian mereka berempat ,


“ adeknya masih diusahakan” ucap dicky memecah keheningan


“ bagus dong lebih cepat lebih baik , soalnya aku lihat di senetron nikah baru dapet 3 minggu sudah punya anak?” seru andik


“ andik , emangnya kucing apa 3 minggu udah lahiran” seru vivi


Sontak saja ucapan andik dan vivi menjadi bahan tertawa mereka ,

__ADS_1


“ ini gara gara kebanyakan nonton senetron” imbuh vivi


“ kok ibuk yang di bawa bawa” ucap ira , ya memang benar selama 2 minggu terakhir ira memang sering nonton senetron  setelah vivi menikah , sededangkan  selama beberpa bulan terakhir vivi melarang adiknya untuk nonton senetron agar bocah itu tidak menirukan hal hal yang belum pantas dia lakukan , seperti adegan pacaran  saat masih sekolah menurutnya itu tidak baik untuk pertumbuhan anak remaja lebih tepatnya bocah seusia adiknya


“ kan ibuk yang biasa nonton senetron” ucap Yusman  , karena yusman sendiri juga mempunyai pemikiran yang sama dengan putrinya ,


Sedangkan andik sibuk dengan mie ayam yang dibawakan olek kakak iparnya


Dicky merasa bahagia melihat keharmonisan keluarga orang tua istrinya , dia bisa melihat canda tawa diantara mereka dengan cara sederhana seperti ini, selama ini kedua orang tua mereka sibuk dengan pekerjaan mereka, mereka akan menghabiskan waktu bersama saat akhir pekan , tapi dia juga mengerti dengan apa yang dikerjakan oleh orang tuanya juga demi dirinya.


※ kamar


Setelah  makan malam bersama , dicky dan istrinya berpamitan untuk beristirahat duluan ,


Bukannya istirahat seperti yang mereka katakan kedua sejoli itu sibuk memadu kasih , suara desahan dari mulut keduanya memenuhi ruangan itu , keringat dingin menetes begitu saja seolah mereka baru saja melakukan lari maraton, tubuh keduanya hanya ditutupi oleh selimut untuk menutupi kegiatan mereka di balik selimut ,


Jam 4.30 pagi dicky sudah bangun terlebih dahulu , dia tidak tega untuk membangunkan istrinya , yang baru saja tertidur 2 jam yang lalu karena ulahnya, dia pergi ke kamar mandi untuk menyucikan diri , sebenarnya dia masih agak mengantuk namun apa yang dia dapat malam ini sepadan dengan apa yang dia harapkan.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2