
※Mall
Vivi dan anisa sudah berkeliling mencari apa yang merea suka mulai dati alat make up , baju , dan tas , tangan keduanya juga sudah membawa nenerapa paper bag, kedua sahabat itu baru saja keluar dari salah satu tempat tas branded yanga da disalah satu mall tersebut .
“ vi ini terlalu mahal aku gak bisa nerima”ucap anisa merasa tak enak saat diberi tas branded yang cukup mahal oleh sahabatnya itu , bukan hanya itu dia tudak ingin di cap sebagai teman mantrek atau apalah itu
“ udah simpen aja , aku tau kok kamu udah lama nabung buat beli ini tas” seru vivi karena sekitar dua bulan yang lalu dia tidak sengaja mendengar gumaman anisa , saat melihat gambar tas branded di layar hpnya
Anisa kikul mendengar ucapan sahabatnya itu “ kok kamu tahu?” seru anisa sepontan
“ kau belum tahu aku ini punya indra ke enam” goda vivi “ udah ayoo , kita cari tempat untuk duduk sekalian cari minum” imbuhnya
“ tapi ini mahal baget vi jagan bercanda, entar yang ada kamu di marahin sama pak bos , ngeluarin duit sebanyak ini” ucap anisa yang merasa tak enak hati , takutnya sahabatnya itu malah bertengkar dengan suaminya gara gara beliin dia tas
“ enggak gak bakal marah” ucap vivi “ kalau marah gak aku kasih jatah” bisik vivi pada sahabatnya itu
Anisa menautkan alis mendengar ucapan sahabatnya itu , anisa menarik nafas panjang dia tahu kalau sahabatnya itu sudah mengambil keputusan maka tidak bisa diubah , “ terima kasih” ucap anisa sambil memeluk vivi seketika
Vivi tersenyum menerima pelukan sahabatnya itu “ ya sudah ayo” ajaknya
“ capek , aku heran sama orang orang kok suka banget shoping setiap hari , kayak gak punya capek saja” ucap vivi saat duduk di salah satu cafe starbucks yang ada di dalam mall , sambil melihat orang berlalu lalang
“ benar banget , seolah ulah dunia akan runtuh kalau mereka gak belanja” ucap anisa menyetujui ucapan sahabatnya itu , mereka menghabiskan beberapa puluh menit waktu mereka di tempat itu , setelah merasa bosan dan minuman yang mereka beli sudah kandas , mereka memutuskan pulang ,
“ gak terasa sudah jam 5 sore” seru vivi yang lupa waktu, sambil berjalan menuju pintu keluar yang memenang tidak jauh dari tempat cafe yang tadi mereka kunjungi
“ iya , untung tadi udah sholat duluan” sahut anisa “ oh iya kamu pulang di jemput pak bos apa naik taxi” imbuhnya
“ di jemput , sekalian aja kamu bareng aku dari pada naik taxi” ajak vivi ,
“ aku mau pesan ojek onle aja , lagian rumah kita gak searah” ucap anisa “ itu pak bos udah nyampek “ ucap anisa saat melihat mobil dicky sudah di depan pintu keluar mall
“ kamu beneran gak bareng kita aja” ajak vivi
“ iya , udah sana hati hati” ucap anisa sambil melambaikan tangan
__ADS_1
Vivi membalas lambaian tangan anisa kemudian dia masuk ke dalam mobil suaminya ,
“ sudah makan?” tanya dicky saat istrinya duduk di kursi yang ada di sebelahnya
“ belum aku ingin makan bersama mu” seru vivi sambil memanyunkan bibirnya yang imut
“ malam ini kita makan diluar saja” ajak dicky , sambil melajukan mobilnya
“ boleh , setelah sholat magrib” ucap vivi ,
“ siap nyonya” sahut dicky , dia melajukan mobilnya ke arah salah satu masjid yang ada di pusat kota untuk menjalankan sholat magrib ,
※ restoran
Setelah selesai makan vivi pergi ke kamar mandi , sedangkan suaminya masih menikmati makan malamnya , vivi tak sengaja setelah keluar dari kamar mandi melihat seorang gadis yang di buli oleh dua orang wanita , “ apa apaan , bukanya dia salah satu artis” gumam vivi , berhubung restoran yang dia datangi tergolonh restoran klas atas , dan suasana agak sepi tidak ada yang melihat hal itu kecuali dirinya “ kamu gak apa apa?” tanya vivi sambil membantu gadis itu berdiri
“ heh kamu gak usa ikut campur ya , ini urusan aku dengan wanita ganjen ini” ucap salah satu wanita itu “ tampang babu aja belagu” ucapnya sinis , menatap penampilan vivi yang hanya mengenakan pakaian kantor
Vivi tidak sakit hati mendengar ucapan wanita yang ada di hadapannya itu , dia sadar diri jika penampilannya seperti pegawai restoran.
“ kenapa gak pergi , kamu mau aku laporin ke Manager mu , biar sekalian di pecat” ancamnya karena melihat vivi yang tidak pergi dari tempat itu.
Vivi tersenyum ramah sambil menunduk “ maaf kalau begitu saya permisi” ucap vivi sambil menundukkan kepala , sekalian loyalitas akting jadi pelayan restoran , sedangkan kedua wanita yang ada di hadapannya itu memasang muka masam “ ayo mbak pergi” ajak vivi , sambil menggandeng tangan cika , sedangkan cika memasang tampang bingung melihat tingkah vivi
“ hei apa apaan kau” teriak salah satu wanita itu , sambil mendorong tubuh vivi ,
sepontan vivi berteriak dan memejamkan mata , vivi mengerjap ngerjapkan mata karena tubuhnya tidak jatuh ke lantai melainkan ke dalam pelukan
“kamu tidak apa apa?”
__ADS_1
Siapa penolong vivi? Alex atau suaminya
Kakak terima kasih sudah meluangkan waktu membaca karya saya , jangan lupa like dan komen ya ,
Kalau alur ceritanya atau cara penulisannya berubah harap langsung komen biar diperbaiki ,
__ADS_1