Menikah Dengan CEO

Menikah Dengan CEO
Episode 60


__ADS_3

# maaf untuk para pembaca ku yang setia \, aku baru bisa up sekarang soalnya aku gak sempat nulis \, karena cuacanya disini naik turun bikin drop#


“ posesif banget” celetu vivi ,


“ harus itu” sahut dicky  , andai saja dicky tidak memikirkan perasaan istrinya sudah pasti dia akan membuat istrinya tidak jauh darinya selama 24 jam, karena dia takut istrinya akan di ambil orang “ya sudah besok lagi ributnya ayo tidur udah malam” ajak dicky


“ iya😑” sahut vivi ,


※ pagi


Pagi pagi vivi sudah mintak dicky membelikan bubur kacang ijo , kini mereka sudah memutari jalan selama  20 menit tapi masih belum melihat tukang bubur dari tadi karena saat ini masih jam 6 pagi.


“ sayang mungkin tukang buburnya masih tidur”ucap dicky sambil menguap


“ kamu mau anak kita ileran kalau” ucap vivi sambil menelus perutnya  ,


Dicky hanya menelan ludah saat mendengar ucapan istrinya itu “ bentar aku tanya sama bapak yang ada di depan situ” ucapnya kemudian meminggirkan mobilnya “ maaf pak mau tanya , ibuk ibuk yang biasanya jualan bubur kacang ijo itu dimana ya?” tanya dicky kepada salah satu penjual kaki lima yang ada di pinggir jalan dekat sekolah menengah atas ,


Pria separuh baya itu mengangguk i ucapan dicky , “ ohh buk laras , bentar lagi dia sampai mas , baru saja aku ketemu di gang sebelah sana” sambil menunjuk salah satu gang yang tak jauh dari tempat dia mangkal


“ iya sudah makasih pak”ucap dicky sambil tersenyum ramah


“ iya sama sama” setelah mendengar jawaban dari pejual kaki lima itu dicky masuk ke dalam mobilnya


“ bagai mana” tanya vivi


“ penjual buburnya masih di gang sana” ucap dicky sambil melajukan mobilnya ke arah gang yang tak jauh dari tempat dia memarkirkan mobil


Tak butuh waktu lama mereka menemukan ibu ibu yang dibantu anak usia 15 sedang mendorong gerobak bubur ,

__ADS_1


Dicky memarkirkan mobilnya , kemudian dia dan istrinya turun berjalan ke ara ibu ibu penjual bubur “ selamat pagi buk” ucap vivi


“selamat pagi, ada perlu apa nak”tanya penjual bubur karena dia tidak berpikir dicky dan vivi akan membeli dagangannya apa lagi melihay penampilan mereka dan mobil yang mereka naiki


“saya mau beli buburnya” ucap vivi “farisinya apa saja”tanya vivi antu sias ingin segera menikmati bubur yang masih hangat itu


“ ada yang pakek ketan dan juga mutiara , neng mau yang apa” tanya penjual bubur dengan ramah


“ sayang kamu mau pakek apa ketan apa mutiara” tanya vivi pada suaminya yang dari tadi berada di sampingnya itu


“ aku pekek dua duanya” ucap dicky , karena dari dulu pas jaman sekolah dicky suka makan bubur , apa lagi cuaca dingin seperti saat ini


Vivi mengangguk paham “ ya udah kalau gitu aku mau 1 pakai sama mutiara  , satu pakai ketan , 1 bungkus lagi pakai ketan sama mutiara, tiga bungkus” ucap vivi


“ tunggu sebentar kalau begitu ya ibuj biatin”ucap penjual bubur


“ kok pesen 3 buat siapa saja” tanya dicky sambil menurunkan nada suaranya


Dicky mengangguk paham “ berapa semua buk” tanya sambil melihat bocah laki laki yang mengenakan seragam sekolah menengah atas yang berdiri di dekat gerobak


“semua 30 ribu nak” jawab penjual bubur


Dicky mengambi dompet yang ada di saku celananya “ oh iya dia anak ibu ” sambil melihat bocah laki laki yang terlihat dingin itu


“ iya nak dia anak ibu , sebelum berangkat sekolah dia selalu bantu saya dorong gerobak sampai tempat pangkalan” ucap wanita paruh baya itu


Dicky sempat heran jaman sekarang masih ada anak yang mau membantu ibunya , dicky memperhatikan lengan baju bocah itu yang ada logo jurusan yang dia ambil


“ kamu kelas berapa?” tanya dicky pada bocah itu , setelah dia membayar bubur yang dia beli

__ADS_1


“ kelas tiga pak” ucap bocah itu


Vivi terkekeh saat mendengar suaminya di panggil pak sama bocah itu  ,


“ usia mu berapa” tanya dicky makin penasaran karena menurut penglihatannya anak yang ada di hadapannya ini masih berusia 15 tahun gak akan lebih


“ 15 tahun” ucap bocah itu


Dicky mengangguk paham dia membaca nama sekolah bocah yang ada di hadapnya itu, karena dicky pagi ini harus rapat pagi dia tidak punya waktu untuk bertanya lebih lanjut tentang bocah laki laki itu , “ ini kartu nama aku” ucap dicky sambil memberikan kartu namanya pada bocah itu


“ terima kasih” ucap bocah itu ,


Setelah pesanannya siap dicky dan istrinya pulang untuk menikmati bubur itu “ sayang kenapa kamu beri kartu nama kamu” tanya vivi penasaran “apa dia anak kamu” celetu vivi tanpa pikir panjang , karena dia tahu kalau suaminya itu bukan orang yang akan tertarik dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengannya ,


Sontak saja dicky merem mobilnya dadakan mendengar ucapan istrinya itu “ sayang kamu mau aku mati jantungan kenapa ngerem dadakan, untung jalannya sepi” seru vivi panjang lebar , dia benar benar kaget dengan tindakan suaminya itu


“ maaf aku kaget dengar pertanyaanmu baru san” ucap dicky khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan dengan istri dan calon buah hatinya itu


“ iya sudah cepat jalan , aku udah lapar” seru vivi dia sudah lupa dengan apa yang dia tanyakan pada suaminya itu, dicky pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2